I DO LOVE YOU (3)

I do love you (3)

Written by: uple

Cast: Lee Donghae, Lee Jonghyun, Im Yoona, Kwon Yuri, Cho Kyuhyun.

AU, Adventure, Action, romanceù Chaptered.

HAPPY READING

 

Ballroom sebuah hotel ternama di Seoul sudah didekorasi  dengan desain interior bernuansa kuning emas yang sangat elegan dan mewah. Beberapa anggota event organizer sibuk mondar-mandir sambil berbicara melalui walkie-talkie mereka, memastikan segala sesuatu telah siap sebelum para tamu datang.Acara ini sengaja dibuat semeriah mungkin untuk merayakan ulang tahun sebuah stasiun TV swasta terkenal di Korea Selatan.Semua pegawai diundang untuk menghadiri acara ini tanpa terkecuali.Kamera pengaman di pasang di setiap sudut ruangan yang besarnya seperti separuh lapangan sepak bola itu.

*

            Sementara itu, suasana di apartemen keluarga Cho sangatlah berisik. Im Yoona tentu saja dengan latar belakang pendidikan metode berdandan yang minim, ia memutuskan untuk pergi ke rumah Yuri untuk meminta bantuan. Ia tidak ingin sekali-sekali merasa terbanting oleh ketampanan Jonghyun hari ini. Menurut Yoona, sehari-harinya saja Jonghyun sudah sangat tampan. Suara berisik ini berasal dari cekcok antara Kyuhyun dan Yoona tentu saja.Pria itu terus saja menggoda Yoona. Sesekali Yuri harus berteriak menyuruh mereka diam atau ia akan membuat dandanan Yoona menjadi menor. Alih-alih menjadi diam, Kyuhyun pun akan tertawa liar sekali lagi.

            “Apa Jonghyun akan kemari?” Tanya Yuri, ia sedang memoles sedikit blush on di pipi Yoona. Membuat gadis itu sangat merona sekarang.Yoona mengangguk singkat.“Aku memintanya kemari” Jawabnya kemudian.

            “Reporter Im, bukan kah Jonghyun itu tampan?”Kyuhyun baru saja bergabung kembali dengan mereka, setelah pergi mengambil air minum ke dapur.Yuri melirik Kyuhyun dan tersenyum tipis. Yoona sendiri tidak langsung menjawab, ia hanya diam meresapi perkataan Kyuhyun. Memang harus ia akui Jonghyun tampan, sejauh ini hubungan mereka baik. Jonghyun cocok dijadikan sebagai teman ngobrol dan banyak lagi.Ia pria yang pintar dan sangat menjadi tipe ideal kebanyakan wanita.

            “Tentu, Jonghyun tampan. Tapi kau lebih tampan Oppa” Kata Yoona mantap, ia memamerkan gigi-giginya yang rapi.

            “Kalau itu tidak perlu ditanya!”Sebuah jitakan mendarat di kepala Yoona, membuat rambutnya yang sudah ditata menjadi sedikit berantakan.

            “CHO KYUHYUN!” Teriakan Yoona dan Yuri sekaligus membuat Kyuhyun menjadi ciut dan memutuskan untuk pergi menonton TV.Mereka terkikik geli melihat Kyuhyun yang manyun setengah mati.

            “Lee Jonghyun dan Lee Donghae?Siapa yang tampan menurutmu?” Tanya Yuri setelah memastikan Kyuhyun tidak akan bisa mendengar percakapan mereka lagi. Yoona sedikit tersentak, ia tidak sempat memikirkan jawaban untuk ini. Wajah Donghae kemudian muncul di benaknya.Gadis itu terdia, begitu lama.

            “Kwon Yuri, bisakah kau berhenti menjodohkanku dengan pria pemilik butik itu?” Ujar Yoona marah setelah cepat-cepat menguasai dirinya.Ia selalu sensitif setiap Yuri menyebut tentang Lee Donghae itu. Perutnya selalu terasa sakit tiba-tiba dan ia merasa gugup jika harus mendengar tentang Donghae.

            “Aku hanya bertanya Yoong!”Yuri menyisir ke samping rambut Yoona yang berantakan tadi.“Apa kau mulai menyukai pria itu?”Tanya Yuri curiga.Mata Yoona membulat seketika, bagaimana bisa Yuri bertanya mengenai hal ini?Gadis itu memilih diam saja tanpa menjawab. Bagaiaman bisa ia menyukai Lee Donghae? Rasanya tidak masuk akal.Tapi gadis itu tak berhenti memikirkan pertanyaan Yuri setelahnya. Dan Yoona tidak akan bilang pada Yuri bahwa baju yang ia pakai sekarang adalah pilihan Lee Donghae.

            “Selesai” Ujar Yuri sambil tersenyum di hadapan Yoona.Ia mendorong kursi beroda yang Yoona duduki menghadap ke sebuah mejar rias. “Bagaimana?”Tanyanya.Harus Yoona akui, Yuri sangat berbakat kalau masalah berdandan.Ia sendiri tersenyum melihat wajahnya yang kata Soojung sudah kusam, saat ini kelihatan fresh dan cantik.

            “Kau tunggu disini dulu, nanti kalau Jonghyun datang, baru kau keluar.Seperti di film-film itu loh!”Seru Yuri penuh semangat.

            “Jonghyun bukan tipe seperti Kyuhyun, dia itu pria yang keren.”Yoona langsung berdiri dan keluar kamar.

            “Sejak kapan ia begitu mengenal Jonghyun?”Gumam Yuri sendirian. Tunggu saja tanggal mainnya, Im Yoona akan tahu siapa sebetulnya pria yang ia sukai. Ibu hamil itu keluar dari kamar menyusul Yoona dan Kyuhyun yang sudah kembali berisik di ruang TV.

*

            Mata Jonghyun fokus pada layar komputer, telinganya tersemat sebuah earphone ukuran sedang. Sesekali ia mengangkat wajahnya untuk menyapa beberapa pegawai yang satu ruangan dengannya yang hendak beranjak pulang. Sebetulnya bukan ada pekerjaan yang masih tertinggal, melainkan ada hal yang ia lakukan setelah suasana sepi dan semua orang pulang. Beberapa saat Jonghyun menunggu semua staff pulang dan ia mulai menyetel sebuah rekaman pembicaraan yang baru saja ia peroleh saat berhasil menyadap panggilan, melalui situs rahasia jaringan kkangpae‒nama jaringan mafia Korea Selatan. Setelah menyalakan rekaman itu, ia mendengarnya berulang kali sambil memejamkan mata.

            “Penjaringan besar-besaran akan menjadi misi utama kita kali ini…….” Suara rekaman itu terdengar samar akibat diselingi suara gelombang kosong, Jonghyun semakin memfokuskan pendengarannya. “……Kami butuh ruang, dan…….” Jonghyun memutar kursinya sambil terus mendengarkan “……Rosela…. Salam…. Salam… Rosela…..” Perhatiannya menjadi teralih saat ia melihat ke papan reminder yang ada di belakang kursinya. Jonghyun baru ingat kalau malam ini ia harus menemani Yoona di acara prom. Pria itu lalu melirik arlojinya. Gawat! Sudah hampir terlambat.Ia kemudian memeriksa ponselnya yang tak dihiraukan sejak tadi. Syukurlah, Yoona belum menelponnya sejak tadi.Pria itu segera mengambil mantel dan kunci mobilnya setelah mematikan komputer.

            Jonghyun berlari menyusuri koridor. Beberapa staff dari departemen lain yang baru beranjak pulang sempat memperhatikannya. Sesekali ia membungkuk pelan untuk memberi salam mereka. Jonghyun terhitung sebagai pegawai baru yang sangat ramah dan mempunyai manner yang baik.

            BUG!” Baik, ia menabrak seseorang yang sedang memegang secangkir kopi. Hasilnya kopi itu tumpah ke baju mereka berdua.

            “Ah… Maafkan aku!”Jonghyun buru-buru membungkuk minta maaf.Bajunya juga terkena tumpahan kopi.Ia buru-buru mengambil sebuah sapu tangan dari sakunya menyeka kemejanya sendiri. Jonghyun sibuk menunduk dan tidak memperhatikan  siapa yang ditabraknya tadi.

            “Lee Jonghyun-ssi!” Teriak seorang perempuan yang ia tabrak tadi. Jonghyun mendongak.

            “Oh? Kau?”Jonghyun sudah bisa melihat kepala kesatuan departemen keamanan sekaligus instruktur taekwondonya Bae Suzy.

            “Maafkan aku!Aku sedang buru-buru sekarang.Nanti kita selesaikan masalah ini besok ya?”Kata Jonghyun dan pria itu pergi begitu saja.Suzy sedikit merasa terganggu dengan sifat Jonghyun yang menurutnya sangat seenaknya.Gadis itu berdiri mematung dengan kemeja yang penuh dengan noda tumpahan kopi.Awas kau Lee Jonghyun!Batinnya membara menyaksikan Jonghyun yang menjauh menuju area parkiran.

            Sementara itu, Jonghyun memasuki mobilnya dengan cepat. Dengan waktu sesempit ini ia tidak mungkin kembali ke rumah untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Terlebih pakaiannya kotor saat ini, akibat noda tumpahan kopi tadi.Dan pria itu sungguh tidak ingin mengecewakan Yoona. Jonghyun teringat sesuatu bahwa ia selalu membawa kemeja cadangan di bagasi mobilnya. Ia langsung mengambil sebuah kemeja berwarna pastel dan sebuah stelan jas yang memang ada di bagasi mobilnya. Pria itu langsung memakainya baru kemudian merapikan sedikit rambutnya.Untung saja rambut Jonghyun dipakaikan gel yang tahan selama 18 jam, sehingga tidak perlu repot-repot untuk ditata lagi.Setelah memastikan tubuhnya sudah wangi dan rapi, pria itu langsung menekan pedalnya untuk menjempu Yoona.

*

            Lee Donghae belum sampai di rumah setelah menutup galerinya. Karena hari ini hari sabtu, maka ia sendiri memberikan jadwal pulang lebih awal untuk pegawainya. Ia memarkir mobilnya di tepi jalan baru kemudian ia sendiri duduk di sebuah halte bus yang tak jauh dari sana. Bukan tidak beralasan ia duduk di bangku halte itu. Sebut saja tempat ini adalah tempat pertemuan mereka pertama kali, pria itu dan Yoona.Masih terbesit dengan jelas di benaknya, bagaimana wajah Yoona kala mereka pertama kali bertemu waktu itu.Lima tahun silam.Yoona mungkin tidak mengingat pria yang sudah mengantarnya ke rumah sakit setelah mendapati kabar kedua orang tuanya meninggal setelah menghirup gas beracun di laboratorium.Mendiang orang tua Yoona adalah ahli kimia di sebuah perusahaan obat-obatan besar di Seoul.Kala itu, Lee Donghae adalah pria yang disangka sebagai seorang supir taksi. Akibat perasaan kalut dan sedih yang tergambar jelas di wajahnya, Yoona tidak memperhatikan mobil yang ia naiki. Gadis itu pikir, mobil yang ia naiki adalah taksi, ia menaiki mobil Donghae begitu saja dan menyuruh pria itu untuk mengatarnya ke rumah sakit.

            Donghae masih ingat jelas, wajah sedih Yoona saat tiba di rumah sakit.Ia kehilangan kedua orang tuanya sekaligus. Pria itu merasa sangat iba terhadap Yoona.Ia juga masih ingat bagaina gadis itu menangis dan meronta saat dokter memberikan kabar kematian orang tuanya. Donghae tahu, Yoona tidak punya siapa-siapa lagi selain Yuri sahabatnya.Ia hanya gadis sebatang kara yang pekerja keras. Diam-diam selama ini, Donghae selalu mengawasi Yoona.Ikut gembira saat gadis itu tertawa, berdoa agar gadis itu selalu diberi kekuatan untuk menghadapi hidupnya.Hingga akhirnya rasa itu muncul begitu saja. Rasa ingin melindungi Yoona, walau hanya bisa ia lakukan dari jauh, memastikan gadis itu selalu baik-baik saja. Harus ia tegaskan pada dirinya sendiri, ia mencintai Yoona, tapi tak berniat memaksakan kehendak pada gadis itu.

            Malam ini, Yoona akan pergi ke malam prom bersama Jonghyun. Sebagai laki-laki normal, ia cemburu. Sangat cemburu untuk ukuran seorang Lee Donghae yang memang sudah mencintai Yoona jauh sebelum gadis itu bertemu dan mengenal Jonghyun.Jonghyun pria pertama yang Donghae lihat dekat dengan Yoona. Ini pertama kali ia merasa benar-benar cemburu, tapi sungguh taka da yang bisa ia lakukan saat ini. Ia tidak ingin merusak kebahagiaan Yoona saat ini. Pria itu memijat kepalanya frustasi. Kemudian ia tersadar dengan cepat baru mengambil poonselnya mencoba menghubungi seseorang.

            “….Bagaimana? apa kau sudah menemukan informasinya?” Kata Donghae dengan suara yang amat datar.ia masih merasa frustasi dengan kedekatan Yoona dan Jonghyun. Ia menyuruh anak buahnya mencari tahu tentang Jonghyun. Telinganya masih fokus pada suara di telepon.Tampaknya suara di seberang sedang menjelaskan informasi mengenai Lee Jonghyun.Sesekali Donghae mengangguk mengerti.

            “Jadi?Dia seorang ahli jaringan lulusan MIT?Besok bawa informasinya padaku.”Perintahnya.Ia kemudian memutuskan sambungan telponnya begitu saja. Setelah puas duduk dan mengenang di halte itu, ia mengambil kunci mobil dari sakunya. Donghae beranjak dari sana tanpa berlama-lama lagi.

*

            Jonghyun langsung masuk ke apartemen Kyuhyun setelah membuka pintu dengan password yang sudah ia ketahui. Yuri, Yoona, dan Kyuhyun sedang menonton TV dengan serius kemudia terkejut dengan kehadirannya.

            “Ya!kenapa tiba-tiba? Kami bahkan belum menyuruh Yoona untuk ke kamar” Ujar Kyuhyun tercengang sambil menatap tajam Jonghyun.

            “Ke kamar?” Kata Yoona,Yuri dan Jonghyun bersamaan, apa sebenarnya maksud Kyuhyun?

            “Iya ke kamar, apa kalian tidak pernah menonton drama atau telenovela? Biasanya sang gadis akan masuk ke kamar dan keluar dalam keadaan cantik. Barulah sang pria jatuh cinta pada si gadis” Jelasnya dengan wajah serius.Baru kemudian tersenyum aneh.

            “Ya!anak-anak ayo kita hajar dia!” Pimpin Yuri.Yoona dan Jonghyun tertawa terbahak-bahak setelah mendengar perkataan Kyuhyun tadi.Apakah mereka tampak seperti pasangan di drama?Ada ada saja pria choding ini.

            “Jong? Bagaimana Yoona? Cantik?”Tanya Yuri sambil mengangguk.Jonghyun sekilas bertemu pandang dengan gadis di sampingnya ini.Ia tersenyum tanpa menjawab. “Kita berangkat sekarang?”Tanyanya pada Yoona sambil mengambil tangan gadis itu.Begitu mengangguk, Jonghyun langsung menariknya berdiri.Tangan mereka saling bertaut membuat Yuri dan Kyuhyun mendengus tertawa bersama.

            “Kenapa?”Tanya Yoona penuh percaya diri.Ia malah mengangkat tangannya dan Jonghyun lebih tinggi, seakan pamer pada pasangan suami isteri di depan mereka ini.

            “Apa aku melewatkan sesuatu?”Tanya Yuri pada Yoona.“Jonghyun?”Kyuhyun ikut menimpali dengan menggerakkan telunjuknya.Jonghyun dan Yoona hanya tertawa.Terserah pada mereka berdua yang senang berspekulasi tentang mereka.Jonghyun menarik Yoona pergi.

            “Kami berangkat dulu ya” Kata Yoona begitu selesai memakai sepatu haknya.Jonghyun dengan senang hati membantu gadis itu berdiri.

            “Jonghyun-ah, awasi gadis pemabuk ini, pastikan dia pulang dengan selamat” Ujar Kyuhyun.

            “Oppa!”

            “Kau, ingat sedang pergi dengan Jonghyun. Jangan membuatnya repot!” Tambah Yuri.

            “Iya…iya… ibu hamil!”

            “Hahahaha…”

            Jonghyun kembali menarik tangan Yoona, dan mereka beranjak dari sana. Berjalan menyusuri koridor apartemen sambil tangan saling bertaut satu sama lain. Kita boleh menganggap satu malam ini Jonghyun adalah pacar Yoona.

*

            Suasana Ballroom hotel yang dipakai untuk acara ulang tahun stasiun TV sudah cukup ramai.Banyak tamu yang berdatangan.Sudah hampir seluruh karyawan hadir memenuhi meja-meja bundar yang tersebar di sekeliling ruangan.beberapa orang yang bertugas sebagai MC sudah berada di atas panggung untuk mempersiapkan diri. Disisi kiri panggung sudah ada sebuah orkes yang siap memberikan nuansa romantis dari segi musik latar. Di sisi kanan panggung ada satu set peralatan Band yang memang disiapkan untuk penampilan sebuah band.  Kebanyakan orang-orang duduk berdasarkan departemen mereka. Terlihat beberapa wartawan infotaimen  yang juga ikut lalu lalang, sibuk mewawancarai satu-persatu tamu undangan yang datang.

            Ditengah hiruk pikuk keramaian ini, Yoona dan Jonghyun sempat menjadi pusat perhatian semua orang saat mereka baru saja melangkah masuk sambil bertautan tangan.Ini kejadian langka sementara Reporter Im yang terkenal ini baru pertama kali muncul di publik bersama seorang pria.Wartawan infotaimen langsung menyergap mereka untuk ditanyai beberapa pertanyaan.Namun, karena hal ini pura-pura, Yoona enggan memberikan komentar.Ia juga merasa sedikit tidak enak dengan Jonghyun yang tiba-tiba mendapat sorotan kameraman. Yoona menarik tangan Jonghyun menjauhi wartawan itu. Beruntung ia bisa melihat lambaian tangan Minhyuk dari salah satu meja bundar yang berada tak jauh dari panggung. Mereka setengah berlari untuk menghindari wartawan hingga akhirnya mencapai meja tempat Minhyuk dan isterinya Soojung duduk. Di meja itu ada dua orang lain rekan satu departemen Yoona.

            “Annyeong!”Sapa Yoona pada mereka. Jonghyun sedikit menunduk memberi salam. Mereka langsung duduk saling berdampingan.Yoona melempar tatapan kemenangan pada Minhyuk.Ia kemudian mengacungkan jempolnya, karena Jonghyun memang pria yang tampan. Tak jarang karyawan wanita yang duduk di sekeliling meja mereka sering menoleh untuk melihat wajah Jonghyun.Kemudian mengatai Yoona sangat beruntung memiliki pacar yang sangat tampan.

            Tak lama kemudian acarapun dimulai. Beberapa MC sudah mulai berpidato di depan podium. Kemudian disusul para petinggi yang memberikan sambutan. Minhyuk, Soojung, dan Yoona saling berbagi pandang saat dua orang lain maju ke podium. Pasangan kakak beradik pemilik perusahaan Lee Jungshin dan Lee Soon-kyu kakaknya.Pasangan kakak beradik yang menurut Minhyuk, mereka adalah psikopat, gila kerja, dan disiplin keterlaluan.Banyak yang mempertanyakan perbedaan tinggi badan mereka. Meskipun ia laki-laki, Lee Jungshin termasuk pria dengan ukuran tinggi diatas rata-rata. Sementara kakaknya, Lee Soonkyu adalah seorang gadis muda yang tergolong pendek.Mereka berdua dilahirkan sebagai pebisnis sejati.

            Yoona sesekali memperhatikan Jonghyun yang tampaknya sangat menikmati acara ini. Pria itu akan ikut bertepuk tangan bersama yang lainnya saat seseorang selesai memberikan sambutan mereka. Jonghyun memang menikmati acara ini.Setelah seharian bekerja keras, rasanya pergi dengan Yoona hari ini dapat menghilangkan sedikit rasa stressnya. Besok ia akan kembali fokus pada tugasnya. Pria itu menangkap tatapan Yoona dan kemudian mereka saling membagi senyum. Acara kemudian berlanjut, di panggung, bermunculan penari-penari berbakat yang sengaja disewa untuk menarikan salah satu tarian adat korea yang dikolaborasikan dengan musik Pansoori.Alat-alat musik tradisional juga dikolaborasikan dengan alat musik modern sehingga mendapatkan suara yang mengagumkan.Tepukan ramai mewarnai suasana malam itu.Satu persatu pasangan kemudian turun di tengah ruangan untuk berdansa bersama pasangannya. Minhyuk menarik tangan Soojung isterinya mengikuti pasanga-pasangan yang lain. Jonghyun memberikan kode pada Yoona apakah gadis itu ingin mengikuti dansa atau tidak.Yoona dengan senang hati menyanggupi ajakan Jonghyun.

            Mereka kemudian turun bersama untuk menari.Saling melempari senyum menjadikan suasana akrab mereka semakin terasa.Sesekali mereka bertukar pasangan dengan Soojung dan Minhyuk yang memang ikut menari bersama di tengah.Jonghyun baru tahu, kalau Yoona adalah penari hebat.Ia bahkan terlihat sangat kaku dan tek berhenti tertawa. Padahal ia yang membuat ajakan lebih dulu, ternyata Yoona lebih lincah menggerakkan kaki dan tangannya. Yoona tertawa lebar melihat tingkah Jonghyun yang mencoba mengikuti gerakannya dan terlihat sangat kaku.Ia mengajari pria itu pelan-pelan. Tidak sia-sia ia dulu sempat masuk klub tari saat SMA.

            “Menyenangkan?” Tanya Jonghyun, ia bisa melihat Yoona tersenyum lebar. gadis itu mengangguk, suara musik berganti dengan musik Slow, mau tidak mau mereka mengganti gerakan dansa dengan gerakan yang lebih ringan dan pelan. Jonghyun merapatkan pinggang Yoona, gadis itupun meletakkan tangannya di pundak Jonghyun, wajah mereka sudah sempurna untuk akses secara Close up. Yoona baru tahu, kalau kulit Jonghyun benar-benar lebih putih darinya.Pria itu seperti seorang vampire. Iya, vampir yang manis.Ia bisa merasakan nafas Jonghyun yang menderu sama seperti dirinya. Dan apa? jonghyun memeluknya sekarang? Oh, Yoona merasakan wajahnya begitu panas sekarang. “Tenanglah” Bisik Jonghyun.Yoona melihat wajah pria itu lagi setelah sempat membuang muka karena malu.”Bukankah aku pacarmu malam ini?”Kata Jonghyun lagi.Yoona mengangguk ingin malam ini tidak berakhir saja.

            BLAM! BLAM! BLAM!

            Bunyi gemuruh muncul tiba-tiba dalam waktu sepersekian detik, lampu-lampu hias berkedip-kedip membuat semua perhatian terpecah. Orang bertanya tanya tentang apa yang sedang terjadi. Selama satu menit lampu-lampu terus berkedip tanpa henti. Jonghyun memegang erat tangan Yoona, mencoba menebak apa yang sedang terjadi. Mereka masih berdiri di tempat.Beberapa orang lalu lalang mencoba untuk keluar ruangan besar itu. Mungkin sudah ada tim yang diutus untuk mendeteksi masalah yang terjadi. Setelah berkedip.Seluruh lampu kemudian padam.Keadaan semakin mencekam setelah muncul jeritan-jeritan orang-orang yang merasa tidak nyaman dengan gelap. Pasalnya ruangan menjadi sangat gelap dan tidak ada sedikitpun cahaya kecuali mereka yang sudah menyalakan blitz ponsel. Jonghyun merapatkan tubuh Yoona mendekatinya agar mereka tidak perpisah.Instingnya mengatakan ada yang tidak beres dengan kejadian ini.Lampu padam tiba-tiba? Dan bunyi gemuruh apa itu? Ada kebakaran?Ia tetap menggenggam tangan gadis itu menjanjikan ketenangan dan keamanan.

            “Ah! Asap apa ini?” Kepulan asap muncul begitu saja. Memang tidak terlihat di tengah gelap, tapi baunya sangat menyengat dan bisa membuat nafas sesak.Orang-orang berlarian mencapai pintu.Asap kemudian menyebar dengan cepat ke seluruh ruangan. Jonghyun menarik tangan Yoona dan menuntunnya berjalan cepat. Tapi kepulan asap semakin tebal. Ia bisa mendengar gadis itu terbatuk-batuk. Bagaimana tidak? Kondisinya dan Yoona tak beda jauh. Asap ini sangat menyengat, baunya seperti aroma harum mawar yang sangat semerbak.

            “Im Yoona? Kau tidak apa-apa?” Tanya Jonghyun. Ia menyalakan ponselnya untuk melihat kondisi Yoona yang tampak sudah tidak kuat. “Kenapa mereka belum menyalakan lampunya?”Dengus Jonghyun kesal.Ia juga tidak tahan dengan bau asap ini, semua sudah bersarang di paru-parunya.

            BRAK!”

            “AH!” Jerit Yoona. Seseorang menabraknya dan ia ambruk di hadapan Jonghyun. Keadaan masih terlalu gelap.Jonghyun tidak bisa lihat apa-apa meski dengan bantuan cahaya ponselnya.

            “Yoona! Yoona! Yoona!”Panggilnya.Gadis itu tidak menjawab.Jonghyun berkeliling sambil memanggil gadis itu.Tapi nihil.Ia kemudian melanjutkan pencarian terhadap Yoona, hingga sempat bertabrakan dengan orang-orang yang hendak keluar juga. Sial! Bau ini, ia tidak akan melupakannya seumur hidup. Baunya seperti………

*

            “Jonghyun-ah!Kau sudah sadar?”Jonghyun bisa melihat wajah Yoona samar-samar di hadapannya.Rupanya tadi pria ini pingsan.Begitu penglihatannya jernih iya langsung bangun dan kepalanya terasa sangat pusing.“Kau?Tidak apa-apa?”Tanyanya dengan nada khawatir pada Yoona.Ia kemudian sadar saat ini mereka sedang di rumah sakit.

            “Kenapa mengkhawatirkanku?Khawatirkan saja dirimu” Jawab Yoona, ia menuntut Jonghyun untuk kembali berbaring.

            “Kenapa tadi kau melepas tanganku?”Tanya Jonghyun hati-hati.Tangan Yoona terlepas begitu saja, makanya mereka terpisah.

            “Aku tidak tahu Jong, tadi ada orang yang mengangkatku begitu saja” Jelas Yoona.“Mengangkatmu?Membawamu keluar maksudnya?”Tanya Jonghyun mencoba meyakinkan. Yoona mengangguk, ia menyodorkan segelas air untuk Jonghyun dan membantu pria itu meneguknya.

            “Siapa?”Tanya Jonghyun lagi. Yoona menggeleng, ia meletakkan gelas minum Jonghyun di sisi tempat tidur.

            “Aku tidak melihat wajahnya.Mereka langsung memawaku kemari, dan tak lama kemudian aku melihat mereka membawamu dalam keadaan pingsan.Dokter bilang kau banyak menghirup gas itu” Jelas Yoona panjang lebar.seakan membaca ketidaknyamanan gadis itu, Jonghyun ingin menyudahi pertanyaannya. Ia kemudian membenamkan diri di dalam selimut.

            “Syukurlah kau sudah sadar” Kata Yoona.“Syukurlah kau baik-baik saja” Timpal Jonghyun ikut tersenyum.

*

            Pagi itu hampir seluruh stasiun TV, memberitakan kejadian tadi malam. Kejadian padamnya lampu Ballroom dan mengenai asap berbau mawar yang memaksa sebagian besar tamu undangan harus dirawat di rumah sakit karena mengalami sesak napas. Berita menghebohkan itu terdengar hingga ke telinga Donghae saat suara TVnya memang sengaja ia perbesar selagi membuat sarapan. Pria itu sibuk membuat sandwich keju dengan roti tawar.

            “….Ulang Tahun stasiun TV ini berlangsung meriah, dan semua aman terkendali sesuai rencana, di pertengahan acara listrik padam dan muncul kepulan asap yang baunya seperti parfum dengan aroma mawar” Donghae menonton dengan seksama gambar yang ada di layar TV. Beberapa orang terlihat berlarian sambil terbatuk. Karena merasa penasaran, ia mendekat dan duduk di sofa depan TV.

Seluruh tamu undangan mengalami sesak napas hebat dan sempat dilarikan ke rumah sakit. Dipastikan kepulan asap tersebut tidak mengandung gas berbahaya setelah diteliti di laboratorium kepolisian. Sumber munculnya asap menyengat ini masih belum dipastikan, ada beberapa sudut yang dijadikan sasaran pelaku. Penyidik masih akan terus menyelidiki siapa pelaku yang masih misterius ini. Motif pelaku juga akan terus dianalisa, demikian laporan kami” Pria itu mematikan televisi dengan wajah sedikit khawatir.Ia harus cepat-cepat mencari tahu kabar dan keberadaan Yoona. Donghae kemudian mengambil ponsel untuk menghubungi anak buahnya.

            Tak hanya Lee Donghae yang menyaksikan berita di TV itu, bahkan seluruh pegawai Blue House menjadi gempar karena berita ini. Alih-alih penasaran akibat berita mengenai kepulan asap itu, mereka lebih tertarik dengan rumor yang beredar mengenai hubungan Lee Jonghyun professor baru yang baru saja masuk kerja selama satu minggu dengan Reporter kondang Im Yoona. Dalam cuplikan berita, gambar keduanya sempat muncul selama acara pembukaan.Jonghyun tampak berjalan bersama Yoona sambil menggenggam tangan gadis itu.Belakangan Suzy jadi tahu, penyebab Jonghyun kelihatan terburu-buru semalam. Ternyata ia akan menghadiri acara itu bersama Im Yoona.

            Gadis itu memutuskan untuk meninggalkan segerombolan pegawai yang masih membicarakan hal ini.Sementara mereka menunggu Lee Jonghyun yang belum kelihatan batang hidungnya di kompleks Blue House. Dengan harapan pria itu akan mengkonfirmasi segala pemberitaan. Dan tentu Bae suzy juga menunggu pria itu, untuk menuntut tanggung jawab akibat kejadian tumpahan kopi di kemejanya. Sebenarnya ini hanya hal mudah, kalau saja ia tidak membuatnya menjadi ribet.

            Umur panjang, tanpa harus mencari-cari, Jonghyun sudah berjalan ke arahnya sambil tersenyum manis. Sepertinya aka nada banyak kejutan hari ini. Suzy ikut mendekat hingga keduanya bertemu di tengah jalan setapak pelataran taman Blue House. Jonghyun berhenti di hadapan Suzy, ia membawa sebuah tas belanja salah satu toko pakaian.

            “Ini. Untukmu” Katanya sambil menyodorkan tas itu pada Suzy. Gadis itu melirik sebentar tas tersebut tapi belum menerimanya. “Ambilah, aku minta maaf soal semalam” Lanjut Jonghyun.Ia meraih tangan Suzy dan mengaitkan pegangan tas tersebut pada jemarinya. Gadis itu mendelik menatapnya, tanpa tersenyum.

            “Apa ini?”Tanyanya.

            “Aku membelikanmu kemeja baru, maaf karena noda itu” Jelas Jonghyun lagi.Suzy kembali menatapnya.Pria itu kemudian berlalu begitu saja.

            “Ya! Lee Jonghyun-ssi!” Suzy menyusul Jonghyun.

            “Apa lagi?Maaf aku sudah terlambat!”Jawab Jonghyun agak ketus.Ia memang benar-benar sudah terlambat. Tadi pagi mobilnya tiba-tiba bermasalah, dan ia terpaksa harus ke bengkel dan pergi ke kantor naik taksi.

            “Aku, tidak bisa menerima ini. Ambil saja kembali” Jawab Suzy sembari menyerahkan tas belanjaan itu padanya. Jonghyun merasa heran, sebenarnya ada apa dengan gadis ini? Kenapa segala sesuatu harus dibuat menjadi rumit?

            “Bae Suzy-ssi, kenapa anda selalu membuatnya rumit. Aku hanya ingin bertanggung jawab atas insiden penumpahan kopi itu, ambilah, dan tolong jangan ikuti aku lagi!”Ujar Jonghyun keras.Ia segera bergegas meninggalkan gadis yang ia anggap aneh itu.

*

            “Yoong?Malam ini pulanglah lebih awal, kau tidak lupa kan hari ini hari ulang tahun Abeoji?” Kata Yuri melalui saluran telepon

            “Tentu saja aku ingat Yul, aku akan pulang lebih awal. Oh ya ada yang kau butuhkan? Biar aku yang membelinya” Jawab Yoona dengan suara yang datar.ia sedang berjalan menyusuri trotoar menuju halte bus.

            “Tidak perlu, tadi Kyuhyun Oppa sudah menemaniku belanja” Jelas Yuri.Ia bisa membaca suasan hati Yoona saat ini. “Apa kau baik-baik saja?Apa aku perlu meminta Jonghyun menjemputmu saat pulang nanti?”Tawar Yuri antusias.

            “Ah! Tidak-tidak, aku akan pulang sendiri nanti” Tolak Yoona.Ia sekarang duduk di halte bus yang lima tahun lalu ia duduki dan mendapat kabar tentang kematian kedua orang tuanya. Lagipula ia sudah cukup merepotkan Jonghyun semalam.

            “Aku baru tahu dari Kyuhyun Oppa tadi, Jonghyun hari ini ulang tahun, sama seperti Abeojimu” Kata Yuri lagi.Yoona sedikit terkejut mendengar ini, bukankah sangat kebetulan?“Jadi kami juga ingin merayakan ulang tahunnya, kalau kau tidak keberatan” Lanjutnya lagi.

            “Benarkah?Baiklah.Aku akan sampai di rumah lebih awal setelah menyelesaikan sesuatu” Ujar Yoona sembari tersenyum.Ia ingin segera mengakhiri sambungan telepon ini agar bisa lebih berkonsentrasi mengenang kedua orang tuanya.

            “Hati-hati Yoong, kalau ada apa-apa hubungi saja kami” Yuri adak sedikit khawwatir mengingat mereka menceritakan insiden di hotel semalam, takut terjadi sesuatu dengan Yoona.

            “Baiklah, aku tutup teleponnya”

            “Oke.Hati-hati Yoong?”

            Yoona menggenggam ponselnya erat dan tersenyum tipis.Rasanya Kyuhyun dan Yuri sudah menjadi orang tua kedua baginya.Ia tidak bisa membayangkan bagaimana dirinya tanpa mereka. Ia masih sangat muda saat kehilangan orang tuanya. Walaupun Yuri seumuran dengannya, ia selalu bisa membawa Yoona ke penghidupan lebih baik. Mereka tinggal satu rumah di rumah keluarga Yuri. Dan Kyuhyun? Baik sebelum dan sesudah menikah dengan Yuri, ia sama saja. Pria itu sudah berperilaku sebagai kakak yang menjaga adiknya bagi Yoona. Sekarang ia sendiri memandang kosong ke arah orang-orang yang berlarian memperebutkan bus.

            Sore itu entah kenapa banyak sekali orang yang ingin naik bus. Mereka sibuk berebutan satu sama lain. Yoona tidak peduli.Ia baru saja dari makam orang tuanya dan mampir ke tempat ini. Mencoba merangkai kembali kenangan yang tersisa bersama kedua orang tuanya.Ia masih ingat, saat itu ia menaiki taksi dan sampai begitu saja di rumah sakit. Dan dokter bilang kedua orang tuanya tidak tertolong lagi akibat seluruh gas beracun sudah menyebar ke sistem peredaran darah di otak.

            Senyum gadis itu mengembang lagi.Ia sekarang mengingat hari-harinya yang ia buat gembira. Yoona selalu ingat pesan ibunya, untuk selalu hidup bahagia.Ia berjanji untuk hidup bahagia.Aku tepati janjiku Omoni Abeoji, aku hidup bahagia seperti pesan kalian.Batinnya.Setetes airmata kemudian muncul di sudut matanya. Hanya setetes, dan ia tidak menangis sama sekali.

            Dari balik tiang telepon umum, Lee Donghae diam-diam mengawasi gadis ini sejak pertama kali  ia mulai duduk di halted an termenung seperti itu. Ralat, pria itu mengikutinya sejak tadi, berjalan beberapa meter di belakangnya. Gadis itu terlalu fokus pada pikirannya sampai-sampai ia tidak memperhatikan ada yang mengikutinya dari belakang. Dalam hati Donghae berdoa, agar Yoona selalu diberi ketabahan dan kekuatan hati.Ia merasa bersyukur, gadis sebatang kara itu selalu kuat. Menunggu saat yang tepat untuk bilang bahwa ia tidak sendiri, ada Donghae yang siap menjadi sandaran baginya.

            “Kirimkan paketnya seperti biasa”

            Yoona sudah hendak berdiri, memutuskan untuk pulang saja. Tapi sebelum itu, ia baru ingat bahwa Yuri bilang, tadi Jonghyun hari ini ulang tahun. Toh tidak ada salahnya memberi pria itu sebuah kado.Sekaligus sebagai ungkapan rasa terima kasihnya. Tapi ia tidak punya referensi tentang kesukaan Jonghyun. Yoona memutuskan untuk berjalan menyusuri trotoar meninggalkan halte bus itu.Ia ingin singgah di sebuah toko pakaian, ingin membelikan Jonghyun sebuah sarung tangan musim dingin. Ini sudah musim gugur dan sebentar lagi musim dingin segera tiba.Satu langkah kaki Yoona, maka disana juga ada satu langkah kaki Donghae juga yang mengkutinya.Pria itu bisa melihat Yoona memasuki toko pakaian, dan keluar beberapa menit kemudian dengan membawa sebuah kantong kecil.Ia tidak ikut masuk ke toko karena akan tampak kecurigaan. Selagi gadis itu belum sadar kehadirannya, ia akan terus berjalan mengikuti gadis itu. Memastikan ia selalu baik-baik saja ketika sampai di rumah. Donghae juga tahu, ritual setiap tahun di hari ini adalah merayakan hari ulang tahun mendiang ayah Yoona. Maka gadis itu akan pulang ke apartemen Yuri untuk makan malam bersama. Yoona naik sebuah taksi untuk pulang ke gedung apartemennya.Ia akan berganti pakaian yang lebih rapi baru kesana. Entah apa yang ia pikirkan, mungkin saja semua ini karena Jonghyun juga akan diundang disana. Donghae buru-buru menaiki mobilnya dan mengikuti mobil taksi yang Yoona naiki.Pria itu melaju dengan kecepatan sedang.

*

            Kalau saja Yuri dan Kyuhyun tidak menelpon, Jonghyun mungkin lupa kalau hari ini adalah ulang tahunnya.Ia sedang berpikir keras mengenai kejadian semalam. Walaupun saat ini polisis masih terus melaksanakan penyelidikan, ia sendiri juga tidak ingin tinggal diam. Ia penasara, sebenarnya apa yang sedang terjadi. Kenapa itu bukan berupa asap beracun, baunya malah seperti parfum aroma mawar yang sangat menyengat. Berulang kali ia ikut meng-update informasi ini melalui berita internet, dan hasilnya masih sama. Terkecuali polisi telah menemukan barang bukti berupa beberapa buah tabung ukuran sedang dengan sebuah gambar aneh di bagian badan tabung.Gambar seperti *daun? Ah bukan, gambarnya lebih menyerupai bentuk bulan sabit. Bentukan bulan sabit itu berwarna merah muda.Berulang kali Jonghyun memperbesar gambar tersebut, mencoba lebih teliti lagi. Tapi ia belum menemukan sedikitpun petunjuk. Jadi tabung ukuran sedang berwarna biru itu adalah tabung yang digunakan untuk menyebarkan gas beraroma mawar tersebut.

            “Sedang apa Jong?”Yonghwa tiba-tiba muncul membuat Jonghyun agak sedikit tersentak kaget.Ia buru-buru menekan tombol esc untuk mengeluarkan window internet itu.

            “Anio Hyung, aku sedang mengerjakan laporan proyek beberapa hari yang lalu itu” Jelas Jonghyun asal, mencoba berkilah dari Yonghwa yang sudah mulai duduk hadapan mejanya.

            “Jadi?Apa hubunganmu dengan Im Yoona sudah sejauh itu?”Yonghwa terkekeh menggoda Jonghyun. Ah! Lagi-lagi pertanyaan ini, ia sudah dihujani pertanyaan serupa sejak tadi pagi. “Kami menonton berita tadi pagi, kau baik-baik saja?”Lanjut Yonghwa lagi.

            “Aku baik-baik saja Hyung” Kata Jonghyun.Ia tidak berniat melanjutkan perbincangan ini. Pria itu langsung segera bergegas, ponselnya baru saja bergetar dan Yuri memintanya untuk pulang ke rumah mereka lebih awal. Hari ini mereka juga akan memperingati hari ulang tahun ayah Yoona.

            “Kau mau pulang?”Tanyanya.Jonghyun mengangguk pasti.“Kapan-kapan mampirlah ke rumahku, makan malam bersama kami” Ujar Yonghwa.

            “Kapan Hyung?”

            “Kapanpun kau ada waktu, jangan lupa ajak juga kekasihmu yang terkenal itu” Kekeh Yonghwa.Menggoda seorang Lee Jonghyun rasanya menarik.

            “Hyung, kami hanya berteman” Kata Jonghyun singkat.Ia berjalan meninggalkan Yonghwa begitu saja setelah menepuk sekilas punggung pria itu.

*

            Donghae mengikuti Yoona hingga ke gedung apartemennya.Saat turun dari taksi Jonghyun juga baru saja menyerahkan kunci mobilnya pada petugas apartemen untuk diparkir. Dan mereka berpapasan begitu saja di depan pintu masuk. Begitu melihat hal ini, Donghae memutuskan untuk pergi saja.Setidaknya Im Yoona sudah aman sampai di rumah.

            Sementara itu Jonghyun dan Yoona saling terkekeh ketika berpapasan.Mengisyaratkan berjuta cerita yang mereka simpan selama di tempat kerja tadi.Bagaimana orang-orang bereaksi terhadap kehadiran mereka dan perasaan menjadi artis secara tiba-tiba.

            “Bagaimana harimu?” Tanya Jonghyun, saat keduanya memasuki lift

            “Menarik” Jawab Yoona singkat.Ia tersenyum kemudian. Jonghyun mengangguk, berniat menyimpan sendiri pengalaman kehebohan hari ini sendirian. “Ah! Selamat ulang tahun” Kata Yoona singkat.

            “Terima kasih” Jonghyun menengadahkan tangannya pada Yoona.

            “Apa?”

            “Kadoku?Kau tidak membelikanku kado?” Kata Jonghyun. Yoona berpura-pura merasa heran.Bukankah mereka baru saja kenal satu minggu ini? Bagaimana bisa ia langsung meminta kado padanya?

            “Aku lupa membelinya, lagian kau tidak bilang kalau kau ulang tahun hari ini.Aku saja tahu dari Yuri” Jelas Yoona, ia sedikit terbatuk menahan tawanya.

            “Pokoknya aku mau kadoku segera!”Rengek Jonghyun panuh harap.Ia seperti anak kecil kalau begini ceritanya. Mereka berdepat tanpa mempedulikan seorang ibu muda dengan anaknya yang baru saja masuk ke lift.

            Hingga mencapai depan pintu masuk, mereka terus berdebat mengenai kado. Yuri dan Kyuhyun langsung menyambut keduanya begitu wajah mereka muncul di layar intercom.

            “Saengil Chukkae!” Kata Kyuhyun dan Yuri bersamaan.Mereka menyemprotkan konfeti hingga memenuhi rambut Yoona dan Jonghyun.Yuri memegang sebuah kue bulat ukuran sedang dengan hiasan lilin kecil di atasnya.Memberi isyarat untuk Jonghyun meniupnya.Jonghyun meniup lilin dengan penuh semangat.

            “Terima kasih banyak” Katanya setelah lilin mati.Kyuhyun berhamburan memeluknya, sementara Yuri meletakkan kue di meja.“Selamat ulang tahun adikku” Kata Kyuhyun dengan nada yang sok bijaksana, ini membuat Yoona ingin sekali muntah.“Jangan dipaksakan Oppa, seperti bukan dirimu saja” Kata gadis itu.

            “Eiiii… gadis ini!”Kyuhyun ingin meraih kepalanya dan menjitak, namun Yoona buru-buru masuk ke dapur.

            “Jong, selamat ulang tahun” Yuri bergantian memeluk Jonghyun.Ibu hamil itu menyayangi Jonghyun seperti adiknya sendiri.“Terima kasih Yul” Balas Jonghyun.Ia ingin sekali berterima kasih atas perhatian Yuri selama ini.

            “Kalau anakku lahir nanti, aku ingin ia tampan sepertimu” Bisik Yuri, mencegah agar Kyuhyun tidak mendengarnya.Jonghyun tertawa melepas pelukan Yuri. “kau harus menyogokku agar tidak bilang hal ini padanya” Kata Jonghyun, ia menunjuk Kyuhyun yang sibuk bertengkar dengan Yoona.”Mana kadoku?”Jonghyun mengulurkan tangannya.

            “Aku tidak sempat membelikanmu kado, tapi aku memasak makanan kesukaanmu hari ini.Spaghetti Cheese?” Kata Yuri. Ia menunjuk meja makan. Jonghyun kembali memeluk Yuri sebelum akhirnya mereka ikut bergabung dengan Kyuhyun dan Yoona.

            Setelah melakukan ritual penghormatan terhadap mendiang ayah Yoona, Yuri langsung menyiapkan peralatan makan di atas meja.Jonghyun dengan senang hati membantunya.Sementara itu Yoona masih duduk terdiam di hadapan foto ayahnya yang sengaja di letakkan di tengah menu makanan yang disiapkan.Mencoba mengenang kenangan bersama mereka.

            “Apa ayah Yoona meninggal sejak ia kecil?”Tanya Jonghyun hati-hati pada Yuri.

            “Lima tahun lalu Jong, mereka meninggal akibat keracunan gas di laboratorium” Jonghyun mengangguk, tidak berniat melanjutkan pertanyaannya lagi karena Yoona sudah selesai dan ia sementara mendekati mereka.

            “Kalian membicarakanku ya?”Katanya menebak.

            “Duduklah nona manis, jangan terlalu ge-er!” Timpal Jonghyun. Mereka hampir selesai menata meja.Ia langsung duduk di hadapan Yoona.

            “Kyuhyun-ssi, ayo kita makan” Panggil Yuri.

            “Yoona-ya, ada parsel untukmu!”Kyuhyun datang dengan sebuah parsel berisi buah-buahan dan beberapa bahan makanan.

            “Parsel lagi?Aku masih penasaran siapa yang mengirim parsel ini setiap perayaan hari ulang tahun ayah?”Yuri beranjak dari duduknya.Ia mengambil parsel itu dari genggaman Kyuhyun. Berharap menemukan sesuatu yang baru atau petunjuk siapa pengirimnya.

            “Lagi-lagi pengirimnya hanya menyantumkan gambar aneh ini” Ia mengangkat sebuah kartu ucapan dengan gambar bulan sabit terlentang berwarna merah muda. Yoona yang sudang mulai makan, menoleh sebentar baru kemudian melanjutkan kembali makannya.Jonghyun juga tidak terlalu penasaran dengan hal itu.Ia lebih penasaran, kenapa Yuri bisa memasak seenak ini.

            “Apa kau punya pengagum rahasia?Rasanya tidak mungkin” Timpal Kyuhyun.Ia duduk di samping Yuri.

            “Sudah cukup! Im Yoona, Cho Kyuhyun! Kalian ini bisakah satu hari tidak bertengkar?”Kata Yuri ketus. Saat Yoona baru saja akan membuka mulutnya. Jonghyun terkekeh sendirian memperhatikan ketiga orang dewasa ini.

*

 

 

Osaka, Japan.           

            Perjamuan makan malam di sebuah rumah tradisional Jepang berlangsung hikmat.Dengan beberapa tamu yang diberi kehormatan untuk menggunakan pakaian tradisional jepang walau sangat kontras dengan wajah beberapa orang yang memang seperti orang Barat kebanyakan.Mereka mengawali perjamuan dengan minum teh hijau bersama.

            “Tegukan pertama kita untuk mereka yang jatuh” Kata seseorang yang memimpin makan malam itu.Ia duduk di ujung meja, menghadap tamu-tamu yang lain. Setelah itu, masing-masing orang meneguk dengan hati-hati teh hijau. “Tegukan yang ke dua untuk persaudaraan kita” Katanya lagi sebelum memimpin yang lain meneguk teh untuk tegukan ke-dua.

            “Informasi yang diperoleh, FBI dan CIA sudah mulai bergerak dan mencium misi ini” Ujar seseorang dengan suara lantang.

            “Kita biasa berjalan secara underground, pengecohan bisa terjadi” Timpal yang lain. Beberapa diantara mereka saling mengangguk.

            “Tegukan yang ketiga, untuk keberhasilan kita” Kali ini sang pemimpin jamuan, langsung berdiri dan mengangkat gelasnya tinggi-tinggi.

            “Untuk kita!”Seru mereka semua.Kemudian gelas mereka digerakkan dengan pola yang sedikit aneh.seakan memutar sebentar dan ke atas, baru setelah itu diteguk.

            Sungguh hal ini diluar dugaan siapapun.Dan tidak pernah diketahui selama bertahun-tahun.Semacam ritual perayaan kumpulan mafia seluruh dunia dan perencanaan misi yang lebih besar untuk tahun ini.

*

            Sementara itu, Donghae sedang sibuk menerima sebuah telepon yang ia terima saat baru saja memasuki apartemennya. Tampaknya pembicaraan serius, itu telepon dari ayahnya yang saat ini menetap di Alaska. Sesekali mereka akan pulang ke Korea untuk mengunjunginya. Mengomentari soal wanita pendamping hidupnya yang belum juga ia kenalkan.

            “…Ayah harap, kau tidak melupakan siapa dirimu sebenarnya” Kata suara di telepon. Donghae mendengus pelan.Ia sedang mengatur napasnya.

            “Baik ayah.Jaga diri anda” Donghae mengakhiri telepon itu.Ia beralih ke sebuah map berwarna cokelat di atas meja. Map dengan tulisan tentang data lengkap Lee Jonghyun yang baru saja dikirim anak buahnya siang tadi.

            Ia segera membuka amplop cokelat itu. Ada beberapa lembar kertas putih yang ia keluarkan. Kertas-kertas itu berisi data tentang identitas Jonghyun. Sesaat ia membaca dan mengangguk-angguk seakan mulai menangkap beberapa informasi mengenai pria yang ia anggap sebagai kekasih Yoona itu.

            “Seorang ahli komputer lulusan terbaik MIT….” Ia memberi jeda untuk ini, sebelum membaca riwayat pekerjaan Jonghyun. “Staff keamanan jaringan Negara, Prof. Lee Jonghyun” Ia kembali mengangguk.

            “Jadi, ia juga seorang dosen tidak tetap di Kyunghee University” Lanjutnya.Mulutnya kemudian komat-kamit sendirian.

            “Masih sangat muda, dan… hei hari ini ulang tahunnya?”Ia ingat soal Yoona yang berpapasan dengan Jonghyun tadi. Mungkin mereka akan merayakan ulang tahun Jonghyun di rumah Kyuhyun. Belakangan Donghae juga mengerti, Yoona singgah di sebuah toko pakaian pastilah untuk membelikan Jonghyun sesuatu.Rasa kecewa kemudian kembali menggerogoti hingga kerongkongannya. Kertas dan amplop cokelat itu dilempar begitu saja di atas meja sebelum ia sendiri pergi ke dapur untuk mengambil air.

            Cepat atau lambat, ia harus segera menemukan cara untuk merebut Yoona kembali dari Jonghyun. Ia sudah mencintai Yoona, bahkan sebelum Jonghyun bertemu dengan gadis itu? Donghae terlalu naïf jika ingin menjadi seseorang yang merelakan cintanya begitu saja. Setidaknya ia perlu berjuang bukan?

*

            Setelah makan malam di rumah Yuri da nada acara nonton DVD  bersama, Yoona dan Jonghyun memutuskan untuk pulang. Jonghyun mengantar Yoona sampai ke depan pintu apartemennya yang hanya berbeda lantai dengan apartemen Kyuhyun. Mereka berjalan menyusuri koridor sambil sesekali membicarakan hal kecil lalu kemudian bertengkar karena salah satu diantara mereka tidak ada yang mau mengalah.

            “Apa kau pernah tahu, siapa yang mengirimu parsel seperti ini setiap tahun?” Tanya Jonghyun. Ia berjalan sambil menenteng parsel yang dikirim untuk Yoona tadi. Yoona mengangkat bahu penanda bahwa ia juga selalu bertanya-tanya siapa pengirimnya.

            “Siapapun dia, orang itu pasti kaya raya” Kekeh Jonghyun geli.Yoona ikut tersenyum sembari kaki mereka terus melangkah menyusuri koridor.

            “Akan begini terus, saat ulang tahunku juga.Bahkan saat ulang tahun ibuku” Kenangnya.Ia selalu mendapat bingkisan serupa saat ada perayaan ulang tahun. Si pengirim juga tak jarang sering mengirimkannya hadiah.

            “Ah! Kau bilang, aku hanya tua 15 hari darimu?Berarti ulang tahunmu tanggal 30 nanti?”Tanya Jonghyun antusias.Yoona mengangguk, matanya menyipit karena sudah sangat mengantuk.

            “Ngomong-ngomong kau belum memberiku kado?”Ujar Jonghyun tiba-tiba.Yoona baru ingat soal sarung tangan itu.Ia meraba saku mantel panjangnya, ah! Sarung tangannya masih ada.

            “Sampai!”

            “Ini apartemenmu?”Jonghyun menyerahkan parsel itu pada Yoona.Gadis itu mengangguk.Jonghyun meneliti pintunya sebentar.

            “Selamat ulang tahun Jong… pakailah ini.Agar kau tidak kedinginan” Yoona mengambil tangan Jonghyun dan memasangkan sarung tangan itu.Jonghyun membiarkan tangannya dibalut sarung tangan. Rasanya…. Sungguh hangat.

            “Untukku?”

            “Hm!”

            “Gumawo… Uhuk” Jonghyun terbatuk, dan Yoona kembali mengambil parsel yang tadi ia letakkan di lantai saat memakaikan sarung tangan pada Jonghyun. Entah kenapa rasa penasaran menggelitik saat ia menangkap sebuah kartu ucapan yang bergantung di parsel itu. Jonghyun mencoba membaca kartu ucapan itu.Ia membuka lembarannya dan tidak ada tulisan apapun, melainkan hanya sebuah gambar seperti bulan sabit tertidur berwarna merah muda.

            “Pengirimnya hanya menaruh gambar itu selama ini” Jelas Yoona begitu menyadari ras penasaran Jonghyun terhadap kartu ucapan itu. Pria itu kemudian menatapnya, tapi untuk tidak menimbulkan kecurigaan, ia melunakkannya dengan senyum.

            “Masuklah” Ujarnya.Gadis itu mengangguk patuh.“Gumawo” Kata singkat itu mengakhiri pembicaraan mereka. Yoona masuk ke dalam rumah meninggalkan Jonghyun yang masih tertinggal di depan pintu dengan pertanyaan besar. Itu gambar yang sangat familiar dengannya, gambar bulan sabit… atau..gambar daun? Entahlah..itu adalah gambar yang sama dengan gambar yang ada pada badan tabung gas itu.Apa ini terhitung petunjuk? Tapi apa? Tunggu dulu… Rosella?

To be continued…

Annyeonghasseyo.Readers yang berbahagia. Makasih sudah menunggu dan membaca cerita ini.Oke, dari komentar-komentar yang udah nyempil di episode satu dan dua kemaren, kayaknya banyak yang penasaran ya.kira-kira si Yoona akhirnya bakal sama siapa, Sama si Ajong atau Donghae? So, Deerburning or Yoonhae sih?Ini juga belom setengah cerita loh, udah maen tebak-tebakan aja. Ga usah maen feeling deh, kira-kira si Yoona bakal sama siapa, ikuti skenario author aja. Nikmati aja dulu ceritanya.Nanti kalo udah tengah jalan baru deh boleh tebak-tebakan.Oke? Sip.

48 thoughts on “I DO LOVE YOU (3)

  1. jangan bilang donghae oppa anaknya mafia😦 andwe …

    siapa yg nyebarin gas thu ??
    donghae oppa ?? gak mungkin
    mafia ??

    siapa yg ngegendong yoona eonni pas ada gas thu ???
    donghae oppakh ??

    sebenernya siapa shi donghae oppa thu ?? dia thu jahatkh baik ??

    terus thu para mafia mau ngelakuin rencana besar apa coba ?? kenapa bawa2 yoona eonni…

    lebih banyak moment yoonhyun.. dari pada moment yoonhae ….
    berharap d chapter slnjut.a moment yoonhae lbh banyak…

    d tunggu klnjutannya secepatnya,. jangan lama2 ngepostnya ya thor… 🙂

  2. woahhhhhhh kerennnnnnnnn^^ jangan donghae oppa ada hubungannya lagi sama mafia2 itu haha bikin deerburning couple aja thorrr^^

  3. who is donghae? kenapa bikin penasaran itu orang. bikin penasaran sama statusnya donghae. nextnya ditunggu chingu. mau buktiin apa bener yoona bisa ga suka sama donghae

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s