I DO LOVE YOU (2)

I DO LOVE YOU (2)

Written by Uple

Cast: Im Yoona, Lee Donghae, Lee Jonghyun, Jung Yonghwa, Seohyun, Bae Suzy

AU, Adventure, Action, Romance|Chaptered

Desclimer: Asli buatan aku

Note: Ekhmmm… mian readers. Update episode 2 nya agak lama nih. Hahahaha..

Semoga masih ingat episode lalu ya? Kalo udah gak ingat, langsung baca lagi aja.

Oke sip. Happy Reading

 

 

 

 

Lee Donghae pulang ke rumahnya dengan perasaan sedikit tidak nyaman sekaligus penasaran. Untuk pertama kali Yoona terlihat bersama dengan seorang pria—pria yang dalam spekulasinya adalah orang yang spesial untuk gadis yang dicintainya itu. Matanya mulai berair, bukan untuk tangisan, tapi untuk kantuk yang ditahan sejak tadi. Walau tengah berpikir keras, otak pria ini tidak akan berhenti bekerja begitu saja. Tangannya dengan cepat menggambar garis-garis abstrak di buku sketsa, seakan setiap gaun yang ia rancang itu berupa gambaran perasaannya. Kali ini coretan pensil berwarna yang ia satukan dengan kertas, lebih dominan warna abu-abu. Seperti perasannya yang memang saat ini sedang abu-abu. Donghae bisa melihat, bagaimana Yoona bersama Lee Jonghyun tadi. Mereka, kelihatan sangat akrab. Dan, kenapa ia tidak pernah melihat Lee Jonghyun sebelumnya? Demi langit dan Bumi, pria itu sejak lima tahun terakhir memang sudah menjadi stalker Yoona. Bukan untuk memata-matai gadis itu, tapi untuk mengawasi Yoona, memastikan ia dalam keadaan baik-baik saja. Jika ia tidak bisa melakukannya secara langsung, maka Donghae sesungguhnya memiliki perpanjangan tangan lain. Ia memiliki ratusan Bodyguard yang siap berkorban untuk melindungi Yoona, kapanpun dan kemanapun gadis itu pergi.

Pensil berwarna diletakkan tiba-tiba seperti baru saja teringat sesuatu Donghae mengambil ponselnya, menekan tombol angka satu, dan mencoba menghubungi seseorang.

“Apa Yoona sudah sampai di apartemennya?” Katanya begitu tersambung dengan panggilan yang dituju.

“Baguslah” Jawabnya singkat dan kembali menutup telpon. Tadi pegawai apartemen bilang, Yoona diantar oleh seorang pria. Mereka juga menyebutkan ciri-cirinya yang Donghae yakin bahwa itu memang Lee Jonghyun. Apapun yang membuat perasaannya gundah saat ini, Donghae tetap bersyukur, Yoona sudah sampai di rumah dengan selamat. Ia kemudian mulai merapikan peralatan menggambarnya dan menyimpannya di dalam sebuah box khusus. Box itu kemudian diletakkan di dalam lemari di dekat lemari es. Lelaki itu menghilang begitu saja dibalik pintu kamarnya.

*

Jonghyun pulang ke apartemennya sendiri setelah mengantar Yoona pulang. sebelum itu, ia singgah di sebuah mini-market untuk membeli beberapa keperluan pribadinya dan juga sekantung penuh ramyun rasa iga sapi favoritnya. Kantung belanjaan itu diletakkan begitu saja di atas westafel dapurnya yang masih sangat rapi. Apartemen ini memang benar-benar masih baru. Pihak blue house menyediakan rumah ini khusus untuknya. Jonghyun memang sudah diperhitungkan untuk menjadi orang penting setelah menjadi lulusan terbaik dari MIT. Lelaki itu menggantung mantel dan kunci mobilnya baru setelah itu menyalakan TV dan dan mulai menonton.

“….Penyelundupan heroin dan daun ganja kering April lalu, diketahui ada hubungannya dengan penyelundupan kayu illegal kali ini. komplotan yang diselidiki polisi sedikit membuat mereka menemukan titik terang untuk membongkat sindikat yang meresahkan kondisi Sosial dan perekonomian Korea Selatan selama lima tahun terakhir….” Jonghyun menekan tombol up volume untuk mendengar lebih jelas berita yang ditontonnya.

Semua hubungan ini sudah sedikit menjadi jelas. Beberapa sekitar pertengahan Maret, ditemukan mayat di sekitar lokasi penemuan penyelundupan heroin dan ganja kering ini” Begitu serius mendengar berita ini, Jonghyun tersentak kaget merasakan ponselnya bergetar. Ada panggilan masuk dari privat number. Walau demikian, ia langsung mengetahui siapa yang sebetulnya menelpon. Karena ini bukan pertama kalinya.

“Hello?” Katanya pelan.

“Mr.Lee ? its me Arnold, have you watched the TV?”

“Oh? Mr. Arnold? Yes I’m Watching” Jawab Jonghyun. Ia meletakkan kaleng minumannya sambil terus menerima telpon dan pandangannya tak lepas dari TV.

“This is yours, I mean, this is why I sent you to Seoul. I want you find out this problem, some reports that I’ve heard, this year South Korea will be their next target, since you are Korean, so I told the president to accept You in the Blue House” Jonghyun mengangguk selagi Mr. Arnold berbicara.

“So, you sent me to be killed sir?” Jonghyun terkekeh pelan, ia meminum lagi minuman kalengnya.

“I know your ability Mr. Lee. I didn’t send you without any reasons, I knew you can handle this. Its been five years, and we still couldn’t stop them”

“Thanks for believe in me Mr. Arnold, I’m so touched. Hahah” Kata Jonghyun dengan nada dibuat-buat manja.

“Stop doing aegyo!”

“Hei you know Aegyo? How can? Hahaha” Jonghyun semakin terkekeh.

“Its my daughter, she’s been crazy all the time because of your country music KPOP”

“So I will invite you both here someday” Kata Jonghyun lagi. Mereka kemudian membicarakan keseharian Jonghyun selama di Seoul sebelum sambungan telponnya terputus.

Jonghyun berjalan ke arah dapur, di depan lemari piring, ia meletakkan sebuah koper disana. Dari luar tampak seperti koper pakaian biasa sebelum ia memutuskan untuk membuka koper itu. Jonghyun hanya menekan sebuah tombol berwarna merah baru kemudian koper itu terbuka secara otomatis. Dengan susunan seperti rak bertingkat di berbagai sisi. Di setiap tingkatan rak, terletak berbagai jenis pistol dengan ukuran sedang hingga kecil. Barulah di dasar koper, terletak dengan rapi sebuah revolver panjang lengkap dengan lilitan pelurunya. Ia memperhatikan setiap rak, baru kemudian mengambil salah satu pistol dan mengamatinya dengan seksama. Jonghyun mengangguk seakan sedang berbicara di dalam hatinya sendiri. Baru kemudian ia kembali menekan tombol lain yang berwarna biru di sisi kiri tombol merah. Koper itu tertutup secara otomatis sedetik kemudian. Lelaki itu mengangkat koper tadi dan berjalan menuju kamarnya.

Kali ini kalian tidak akan lolos Jonghyun bergumam sendirian sambil menatap lurus kedepan. Pikirannya harus fokus saat ini. ia harus membasmi sindikat penjahat nomor satu di Asia yang menurut sumber, mereka akan menguasai Korea Selatan setelah berkembang secara underground di negara-negara Asia Timur, seperti China dan Jepang.

*

“Kejutaaaaan!!!”

Yoona bisa saja pingsan, jantungnya seakan melompat dengan keras hingga dadanya menjadi sesak tiba-tiba karena terkejut. Ia terkejut dengan suara melengking pasangan pengantin baru yang baru saja memasuki ruang kerjanya. Walaupun mereka lebih muda darinya, tetapi pasangan ini adalah boss di tempatnya bekerja. Kang Minhyuk dan Jung Soojung baru saja menikah satu minggu yang lalu di Incheon, kampung halaman Soojung. Minggu lalu, Yoona belum sempat hadir karena ia sendiri masih mengudara ke luar negeri dan belum kembali ke Korea.

“Ya! Kaliaaaaaaaan!” Begitu menyadari kehadiran mereka, Yoona berhamburan memeluk Minhyuk dan Soojung secara bergantian.

“Kenapa sudah masuk kerja?” Tanya Yoona. Ketiganya kini duduk di sofa berwarna hitam yang ada di ruang kerjanya.

“Bisa-bisa aku dipecat kalau kelamaan cuti. Kau tahu kan, pasangan kakak beradik pemilik perusahaan ini? mereka itu psikopat! Kalau aku dipecat, aku dan isteriku yang cantik ini mau makan apa?” Minhyuk dengan nada merengek, Yoona senang melihat keduanya akhirnya berujung di pernikahan. Perjuangan Minhyuk untuk mendapatkan Soojung bukanlah perkara mudah, tapi berkat kegigihan pria yang lebih muda satu tahun darinya ini, mereka menikah.

“Onnie,ayo kita pergi makan. Kami akan mentraktirmu sebagai ganti kau tidak bisa hadir di acara pernikahan kami” Ajak Soojung penuh antusias.

“Baiklah, hari ini aku ingin makan yang enak-enak pokoknya!” Seru Yoona girang. Kebetulan sekali mereka ini. ia memang sedang lapar.

“Yang enak-enak? Maksud nuna jajjangmyun?” Minhyuk terkekeh sudah hafal benar makanan kesukaan Yoona.

“Ya!”

“Hahahahahah…”

Minhyuk, Soojung, dan Yoona bergegas menuju restoran ramyun yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kantor mereka. Restoran ini sudah menjadi langganan mereka, Yoona bahkan sering sekali kemari, walau ditengah kesibukannya yang cukup padat, ia selalu kembali kemari untuk sekedar menyantap Toppoki Ramyun sendirian.

“Ahjumma! Toppoki Ramyun untuk porsi tiga orang ya” Minhyuk melambai tangannya kea rah Ahjumma yang ada di meja order. Langsung paham, ahjumma itu bergegas mencatat dan membunyikan bel pada juru masak untuk disiapkan.

“Aku sudah lama tidak makan ini” Kata Soojung tak sabar.

“Aku juga, tiga bulan ini aku bolak-balik Afrika terus” Jelas Yoona antusias.

“Afrika? Pantas saja… Onnie, ayo kita pergi ke Salon setelah ini” Ajak Soojung, ia memperhatikan kulit Yoona yang tidak sedang berseri.

“Untuk apa? Apa aku sudah tidak cantik?”

“Anioo.. bukan maksudku begitu!” Soojung mencoba mengelak maksud sebenarnya.

“Benar! Kau sudah tidak cantik Nuna!” Seru Minhyuk to the point.

“Ya Kang Minhyuk! Kau ini!” Erang Yoona marah.

“Pokoknya, kalau kita bertemu lagi, aku sudah harus melihat kekasih Nuna!” Soojung menimpali dengan anggukan, mendukung perkataan Minhyuk.

“Kalian ini, mentang-mentang jadi pengantin baru, malah langsung menyuruhku menyusul?”

“Tentu saja! Atau kami akan menjodohkanmu dengan seseorang? Apa kau mau?”

“Shim Changmin? Atau Lee Seunggi mungkin?” Ejek Minhyuk lagi.

“Ya! Hahahhaha” Ketiganya sama-sama meledakkan tawa yang heboh sekali, hingga menarik perhatian beberapa pengunjung lain yang ada disana. Selang beberapa saat kemudian, Ahjumma pelayan datang dengan membawa sebuah wajan ukuran sedang yang sudah dipenuhi dengan ramyun yang belum direbus, toppokki, bumbu-bumbu dan side dishes lainnya. Beliau meletakkannya di atas kompor elektrik yang memang tersedia di atas meja. Ramyun Toppokki itu, langsung menarik perhatian ketiganya. Pembicaraan mereka menjadi ter-skip sesaat.

“Silahkan dinikmati” Kata Ahjumma.

“Ne!” Seru Ketiganya kompak. Ahjumma itu langsung kembali ke dapur.

“Aku penasaran dengan pria seperti apa yang akan jadi suamimu Onnie” Timpal Soojung. Minhyuk mengangguk cepat, saat itu ia sedang mencoba menahan rasa panas di mulutnya.

“Ya, kau ini baru saja sudah jadi pengantin baru, langsung mau menyudutkan aku seperti ini. memangnya kenapa? Kalau akau belum punya pacar?” Ujar Yoona sinis. Ia juga meniupi sendok ramyunnya.

“Ania.. Onnie” Soojung menjadi tak enak hati dengan perkataan Yoona.

“Soojung benar! Kenapa kau belum punya pacar juga?” Minhyuk malah berbeda dengan isterinya, ia lebih blak-blakan kalau soal ini.

“Kang Minhyuk!” Soojung dan Yoona kompak meneriaki Minhyuk. Lagi-lagi mereka menarik perhatian orang-orang yang ada di sana.

“Aku kenapa memangnya? Apa aku salah?” Tanggapnya pura-pura bodoh.

“Aku akan membawa pacarku ke acara prom di kantor malam minggu nanti” Kata Yoona tanpa basa-basi. Setelah itu ia mulai merutuki dirinya sendiri, darimana ia mendapatkan pacar dalam waktu tiga hari?

“Ya Im Yoona? Benarkah?” Tanya Minhyuk antusias.

“Kau? Memanggilku dengan banmal?”

“kau hanya setahun lebih tua dariku!”

“KANG MINHYUK!” lagi-lagi kedua gadis itu berteriak meneriaki nama Minhyuk, dan kali ini lebih kencang.

*

Jonghyun berjalan memasuki pelataran Blue House yang dijaga super ketat oleh para pengaman independen kepresidenan. Ia harus melewati beberapa detektor yang ada di pintu masuk. Wajahnya kemudian menjadi pusat perhatian beberapa pengawal baik pria maupun wanita yang sedang berjaga.

“Profesor Lee Jonghyun?” Kata seorang pria pengawal sambil meneliti kartu identitas Jonghyun dan wajahnya bergantian. Jonghyun mengangguk dan tersenyum tipis.

“Anda professor baru yang diterima di departemen keamanan negara?”

“Iya, dan saya rasa saya sudah terlambat saat ini. bisakah anda mempercepat proses pemeriksaan ini? Presiden sudah menunggu saya” Kata Jonghyun sedikit cepat, sudah muak dengan segala sterilitas ini. ia justru dikirim untuk mengamankan negara ini. pengawal yang sedang memeriksanya terdiam sesaat menatap wajah Jonghyun yang sudah sangat sinis.

“Anda harus tetap mengikuti prosedur yang berlaku” Kata sebuah suara yang muncul di balik barisan. Suara hak sepatu muncul seiring dengan pergerakan seseorang. Seorang wanita dengan potongan rambut sebahu dan diikat rapi ke belakang. Pengawal yang tadi memeriksa Jonghyun langsung membungkuk memberi hormat. Biar Jonghyun tebak, nampaknya wanita itu adalah kepala kesatuan. Wanita itu mengambil alih pemeriksaan Jonghyun. Ia memeriksa sekujur tubuhnya dengan cukup teliti. Jonghyun sendiri tidak berbicara banyak, lidahnya kelu saat wanita itu mulai menyentuh badannya untuk pemeriksaan.

“Anda sudah selesai professor Lee Jonghyun” Kata wanita itu lagi.

“Bagaimana kau tahu namaku?” Tanya Jonghyun agak kikuk. Ia memperhatikan wajah wanita itu lebih dekat. Tubuh wanita itu tidak terlalu tinggi sehingga Jonghyun sendiri harus menunduk.

“Profesor Lee?” Seorang pria menghampiri mereka. Jonghyun dan wanita pengawal tadi menoleh spontan. Jonghyun tersenyum lebar mengenali sosok yang memanggilnya tadi. Ia langsung beranjak meninggalkan wanita pengawal dan kesatuannya. Jonghyun sempat menoleh kembali pada wanita itu. Ia sempat melihat papan nama yang tertera di dada kiri wanita itu. Jadi, namanya Bae Suzy. Seulas senyum muncul di bibirnya. Sementara itu, Jonghyun mengikuti pria yang menjemputnya tadi memasuki ruang kerja barunya. Disana ada beberapa orang yang tergabung dalam im yang telah siap menyambut kedatangannya. Dua diantara mereka adalah wanita dan empat orang lain adalah pria, termasuk pria yang bersamanya ada.

“Annyeonghasseyo” Sapa Jonghyun terlebih dulu. Ia langsung membungkuk sebentar baru kemudian tersenyum.

“Mr. Lee Jonghyun selamat datang” Salah satu dari mereka mengawali acara jabat tangan dengan Jonghyun.

“Terima kasih, Tuan Park” Jonghyun langsung mengenali pria itu.

“Perhatian semuanya, ini Mr. Lee Jonghyun, pindahan dari Kanada. Beliau ditunjuk langsung oleh pak presiden untuk membantu kita disini” Jelas Tuan Park pada seluruh anggota Tim. Mereka serempak langsung berjabat tangan dengan Jonghyun sembari memperkenalkan diri masing-masing.

“Selamat datang Profesor Lee Jonghyun!”

“Hyung!” Jonghyun langsung mengenali pria berambut coklat yang menyambutnya barusan. Ia Jung Yonghwa, seniornya semasa pendidikan militer dan juga teman sekampung halaman, Busan. Pelukan hangat menjadi hadiah pertemuan mereka kali ini, rasanya sudah cukup lama Jonghyun tidak bertemu dengan pria ini sejak ia direkrut menjadi seorang anggota agen keamanan.

“Oh? Doctor Jung? Kalian saling mengenal?” Tanya Tuan Park antusias

“Tentu, kami ini dulu dijuluki duo Busan” Jelas Yonghwa sambil terkekeh pelan. Jonghyun ikut memamerkan gigi-giginya.

“Baguslah kalau begitu, kalian bisa bekerja sama dengan baik nantinya” Timpal Tuan Park lagi. “Mr. Lee, ini meja kerja anda” Beliau menunjuk sebuah meja yang diapit dua buah jendela besar pada Jonghyun. Pria itu mengangguk sebelum kembali melempar senyum kea rah Yonghwa.

*

Siang itu Yuri tidak bisa menemani Yoona ke butik milik Donghae. Dan dengan terpaksa gadis itu harus pergi sendirian kesana. Ia ingin membeli sebuah baju baru yang akan dipakainya ke prom malam minggu nanti. Kali ini ia tidak akan membiarkan Kang Minhyuk sialan itu mengejeknya. Ia ingin tampil beda kali ini. entah mengapa, kata-kata Minhyuk ia tanggapi seperti ini. dan kabar buruknya adalah, siapa yang mau ia ajak pergi ke malam prom nanti? Pacar saja tidak punya.

“Annyeonghasseyo!” Sapa Yoona begitu ia memasuki butik Donghae.

“Im Yoona-ssi?” Donghae yang kelihatannya cukup kaget dengan kehadiran Yoona buru-buru melipat Koran yang baru saja ia baca. Ia beranjak dari tempat duduknya, kentara sekali kalau pria ini kelihatan sangat sumringah saat melihat Yoona. Yoona sebetulnya agak kikuk dengan keadaan ini. tapi apa boleh buat, satu-satunya orang yang bisa ia andalkan saat ini hanya Lee Donghae dalam hal memilih baju yang cocok untuknya.

“Anda datang sendirian?” Donghae melihat keluar etalase, mencari sosok Yuri. Yoona menggeleng pasti.

“Kali ini aku datang sendiri Donghae-ssi” Kat a Yoona pelan. Ia tampak sedikit malu-malu. Donghae bisa membaca hal ini. ia sendiri bingung harus apa, jujur ini pertama kali Yoona datang ke butiknya tanpa Yuri.

“Ah, begitu ya? Bagaimana? Ada yang bisa saya bantu?” Tanya Donghae mencoba mencairkan suasana.

“Aku, ingin anda mencarikan baju yang cocok untukku Donghae-ssi. Aku kurang mengerti tentang fashion” Jelas Yoona sungguh-sungguh.

“Benarkah? Jangan khawatir Yoona-ssi, semua pakaian anda cocok memakainya, apapun itu, anda akan tetap kelihatan cantik” Kata Donghae sepenuh hati. Untuk hari ini, ia sangat bahagia dan bersemangat.

“ah, terima kasih Donghae-ssi” Yoona ikut tersipu tapi pura-pura mengalihkan pandangannya.

“Lewat sini?” Keduanya berjalan beriringan mengelilingi puluhan gantungan baju yang berjejer. Sesekali Donghae berhenti dan mengmabil beberapa baju dan mencoba mencocokkannya di tubuh gadis itu.

“Kalau boleh saya tahu, anda mau pergi ke mana?”

“Aku ada acara prom malam minggu ini di kantorku” Jelas Yoona. Ia sudah agak merasa nyaman dengan keadaan mereksa saat ini. ia ikut menilai beberapa baju-baju yang tergantung.

“Acara prom? Apakah anda pergi bersama Lee Jonghyun-ssi?” Tanya Donghae hati-hati. Yoona agak tersentak mendengar nama Jonghyun. Kenapa ia baru ingat soal Jonghyun? Kenapa ia tidak mencoba menguhubungi Jonghyun saja?

“Eh?”

“Apa anda akan pergi bersama Lee Jonghyun-ssi?” Yoona kembali meyakinkan dirinya. Ia dan Jonghyun kan baru saja bertemu sebanyak satu kali. Tapi sudah tiga hari ini mereka saling menghubungi satu sama lain. Mereka sudah berteman sekarang.

“Iya, aku akan pergi dengan Jonghyun” katanya mantap, walau ia sendiri belum juga meminta persetujuan Jonghyun soal ini. dalam benaknya ia akan minta Kyuhyun saja untuk bilang pada Jonghyun.

“Begitukah?” Di sisi lain, Donghae merasa sedikit terkejut, jadi dugaannya benar selama ini, Yoona dan Jonghyun memang sepasang kekasih.

“Iya, aku akan pergi dengan Jonghyun-ssi, Donghae-ssi” Yoona tersenyum kearah Donghae, ia semakin percaya diri dengan keputusannya untuk mengajak Jonghyun ke acara prom.

“Yoona-ssi, bagaimana kalau baju yang ini saja?” Donghae mengambil sebuah baju yang ada di dalam lemari kaca. Baju itu tampak sederhana namun elegan. Donghae tahu, baju ini akan sangat pas jika Yoona yang memakainya. Yoona mengalihkan pandangannya ke baju yang dimaksud, dan ia merasa begitu terkesan dengan model desainnya.

“Ingin mencobanya?” Tanya Donghae sembari tersenyum. Yoona spontan mengangguk tanpa melepas pandangannya dari baju itu. Donghae kemudian membuka lemari kaca yang dimaksud dan mengambil baju itu.

“Cobalah dulu!” Katanya sambil menyodorkan baju pada Yoona.

“Baiklah, aku akan mencobanya dulu Donghae-ssi” Seru Yoona, baru kemudian ia berlalu ke kamar ganti. Donghae menyaksikan punggung Yoona dengan senyum miris. Belum lagi selesai memikirkan tentang Yoona, Donghae dikejutkan dengan sebuah panggilan dari ponselnya.

“Yoboseo?” Kini ia berjalan menjauhi tempat koleksi baju-bajunya. Dengan cepat ia memasuki ruang kerjanya dan mengunci pintu dari dalam. Rasanya pembicaraan ini sangat ribadi dan rahasia, ia mngecilkan suaranya hingga hanya terdengar bisikan.

“Bagus, selesaikan semuanya hingga tuntas, dan jangan biarkan satu orang pun dari mereka yang lolos” Kata Donghae dalam kilasan percakapannya di telepon. Pria itu buru-buru mematikan sambungan telpon begitu sadar bahwa Yoona masih di dalam kamar ganti. Begitu keluar ruangan, Yoona ternyata baru saja keluar dari kamar ganti tapi tidak mengenakan pakaian yang ia berikan tadi.

“Loh? Bajunya tidak dicoba?”

“Anio, Donghae-ssi, aku menyukainya, tapi aku tidak biasa menunjukkannya pada pria” Kata Yoona tersipu.

“Jadi? Apa anda ingin mengambilnya?” Tanya Donghae lagi. Sebetulnya ia agak kecewa karena tidak bisa melihat Yoona mengenakan pakaian yang ia rancang sendiri itu.

“Aku sungguh menyukainya, aku akan mengambil baju ini” Yoona menyerahkan baju itu pada Donghae, dari wajahnya gadis itu tampak sangat senang dan puas dengan baju itu.

“Aku rasa Jonghyun-ssi akan dangat menyukainya juga” Tambah Donghae, Yoona hanya menanggapinya dengan senyuman baru kemudian ia beralih menuju ke meja kasir. Donghae mengikutinya dari belakang dan kemudian menyerahkan baju tadi pada pelayan untuk dibungkus.

“Anda, tidak perlu membayar kali ini” Donghae mencegah Yoona menyerahkan kartu kreditnya. Gadis itu menoleh dengan tatapan heran, lagi-lagi pria ini begini.

“Tidak Donghae-ssi. Kali ini aku tidak akan membiarkan baju itu sampai di tanganku dengan gratis” Tolak Yoona, Ia kembali menyodorkan kartu kreditnya, dan Donghae masih tetap mencegah hal itu terjadi.

“Traktir aku minum kopi di kedai dekat pertigaan jalan, sebagai gantinya kau tidak perlu membayar untuk baju ini” Kata Donghae mantap. Yoona menatap nanar pria di hadapannya ini, apa pria ini rela bangkrut dan menutup usahanya? Bagaimana biasa ia memberikan baju semahal ini padanya? Setelah menimang-nimang tawaran Donghae, Yoona akhirnya setuju dan menerima tawar itu.

Dan saat ini, Ia dan Donghae sedang berjalan menyusuri trotoar menuju kedai kopi yang Donghae maksud, kedai yang ada di pertigaan jalan. Tidak ada yang memulai pembicaraan, keduanya berjalan dalam diam. Yoona sibuk mengayunkan tas belanjaannya sambil menikmati hiruk-pikuk jalanan. Donghae sendiri merasa, tidak ada topik yang perlu mereka bicarakan saat berjalan, mungkin ia bisa memulai saat mereka sudah berada di kedai nanti, ia sesekali memperhatikan gadis yang ada disampingnya ini dengan senyum mengembang. Ia senang, sungguh senang dengan keadaan ini. Saat hendak menyeberangi jalan, Donghae dengan sengaja memegang tangan Yoona hingga gadis itu menjadi tercekat kaget. Baru kemudian ia sendiri menuntun Yoona untuk menyeberangi jalan sebelum mencapai kedai kopi yang mereka maksud. Setelah menyeberang, barulah genggaman tangan itu dilepaskan.

“Er… terima kasih” Yoona tersenyum agak kikuk setelahnya. Ia merasa keadaan ini semakin aneh dan tidak mengenakkan.

“Mari kita masuk, kau harus mencoba coklat panas di Kedai ini” Donghae melebarkan tangannya mengajak gadis itu masuk ke kedai. Yoona ingin mengakui sesuatu saat ia mulai memperhatikan sekeliling ruangan. Kedai ini adalah tempat yang sangat bagus, desain interiornya modern tapi tidak melupakan sensasi natural. Walaupun terletak di tengah-tengah keramaian kota, kedai kopi ini tetap terlihat nyaman untuk menenangkan pikiran. Donghae menuntun Yoona untuk duduk di meja yang ada di sudut ruangan. Gadis itu bisa melihat sebuah iPad di atas meja, mereka menggunakan sistem computer untuk order. Jadi, pelanggan tak perlu repot repot untuk memesan di meja order.

“Kau bisa menyetel lagu kesukaanmu disini” Bisik Donghae sambil melirik iPad yang masih bersandar pada penyangganya. Yoona mengangguk senang, ia suka ssekali suasan kedai ini. Donghae meraih iPad itu dan mulai memilih menunya sendiri.

“Yoona-ssi? Aku pesankan coklat panas? Anda ingin makan kue apa?” Tanya Donghae tanpa melepaskan pandangannya ke iPad.

“Baiklah, aku ingin cokelat panas dan Roti bakar ayam, aku sedikit lapar” Keluh Yoona sambil memegang perutnya. Donghae tidak melewatkan kesempatan untuk melihat ekspresinya. Pria itu tersenyum dan mengangguk. Jari-jarinya bergeser dengan cepat di layar gadget itu.

*

Yonghwa memarkir mobilnya di depan sebuah kedai kopi yang ada di pertigaan jalan. Jonghyun turun dari mobil penumpang bersamanya. Yonghwa memberi kode pada Jonghyun untuk langsung masuk saja, karena ia sendiri sedang menerima telepon. Jonghyun mengangguk singkat dan kemudian masuk ke dalam kedai. Matanya menjadi liar kemana-mana dan akhirnya berhenti di suatu tempat yang menurutnya pas. Ia menyukai suasana kedai ini walau baru pertama kali kesini. Hari ini Yonghwa mengajaknya untuk makan siang bersama dengan isterinya dr. Seo Joohyun dari Seoul International Hospital. Jonghyun langsung duduk di salah satu dari empat bangku yang mengelilingi meja bundar itu. Tubuhnya dihadapkan kearah jendela yang ada di sisi kanan tempat duduknya. Suasana kedai ini sangat menyenangkan menurutnya. Sesekali ia tertarik untuk menoleh kearah televise layar datar yang sedang memainkan video klip salah satu girlband. Jonghyun selalu tertarik dengan hal baru yang adadi negaranya ini. bahkan anak atasannya Mr. Arnold yang memang asli orang Amerika saja menyukai KPOP. Kepalanya tanpa sadar ikut mengangguk-angguk mengikuti irama musiknya.

“Apa kau begitu menyukainya?” Suara Yonghwa membuyarkan konsentrasinya pada televisi layar datar itu. Jonghyun menoleh dan tersenyum, Yonghwa datang bersama seorang wanita yang Jonghyun yakini, ia adalah dr. Seo Joohyun isteri Yonghwa. Jonghyun berdiri dan menyambut kedatangan Seohyun.

“Annyeonghasseyo, Lee Jonghyun imnida” Jonghyun langsung menyodorkan tangannya.

“Seo Joohyun Imnida” Seohyun menyambut tangan Jonghyun sembari mengulum senyum. Mereka kemudian duduk dan mulai memesan makanan.

“Hari ini aku akan mentraktir kalian” Ujar Yonghwa antusias.

“Benarkah?” Seohyun menatap suaminya dengan setengah terkekeh. Jonghyun juga ikut tersenyum.

“Tentu! Ya! Lee Jonghyun, aku pikir kau sudah melupakan aku, tapi ternyata kita memang ditakdirkan untuk bertemu lagi” Yonghwa menatap Jonghyun lekat-lekat, pria yang ditatap lagi-lagi hanya bisa tersenyum.

“Jadi? Apa yang membuatmu kembali ke Korea?”

“Aku diterima di departemen yang sama denganmu Hyung setelah melewati berbagai seleksi tingkat tinggi yang cukup melelahkan” Jelas Jonghyun. Ia tidak mungkin menyebutkan kenyataan bahwa ia adalah salah satu anggota agen Amerika yang diutus untuk memberantas gembong mafia berbahaya yang mulai merambati akarnya di Korea.

“Aku dengar kau lulusan terbaik MIT, selamat ya” Yonghwa menepuk bahunya.

Pembicaraan mereka terhenti saat pelayan datang dan membawakan makananpesanan mereka. Seohyun, Yonghwa, dan Jonghyun mulai menyantap makanan mereka. Makanan sederhana dan mengenyangkan.

“Isteriku, sangat menyukai makanan disini”

“Jadi? Ini alasanmu membawaku kemari hyung? Mau pamer?” Sergah Jonghyun kemudian.

“Hahahahaha…”

*

 

Kemungkinan untuk tidak menemukan Jonghyun di kedai yang sama dengannya rasanya mustahil. Yoona baru menyadari bahwa ia dan Jonghyun hanya duduk di meja yang berbeda satu meja kosong. Ia bisa melihat Jonghyun yang sedang bersama dua orang lain yang tengah asik berbincang. Donghae yang penasaran ikut melihat arah pandang Yoona, dan ia bisa melihat Lee Jonghyun dari samping.

“Jonghyun-ssi?” Tanyanya. Yoona mengangguk. Ini kesempatannya untuk minta tolong pada Jonghyun. Entah kenapa, ia begitu gampang jika urusannya dengan Jonghyun.

“Donghae-ssi? Boleh aku permisi sebentar?” Yoona pamit pada Donghae bermaksud menghampiri Jonghyun. Gadis itu akhirnya berdiri dan berjalan, sementara Donghae terus saja memperhatikannya.

“Yoona?” Jonghyun menghentikan makannya begitu melihat Yoona sudah berdiri tepat di hadapan meja mereka. Yonghwa dan Seohyun juga ikut menoleh.

“Jonghyun-ah” Kata Yoona lengkap dengan senyumnya. Jonghyun ikut membalas senyum gadis itu. Ia bisa melihat Yoona memberikan kode untuk mereka berbicara sebentar. Jonghyun langsung paham dan ikut berdiri.

“Hyung, aku permisi sebentar bisa?” yonghwa mengangguk, kemudian saling berbagi pandang dengan Isterinya. Yoona menarik lengan Jonghyun agak menjauhi beberapa meja.

“Ada apa?” Tanya Jonghyun.

“Aku ingin minta tolong padamu” Yoona mulai beraksi tanpa malu-malu.

“Menolongmu? Apa?”

“Tapi kau harus janji untuk menolongku” Desak Yoona. Jonghyun merasa gadis ini sangat lucu.

“Kau ini! baiklah, asal jangan yang aneh-aneh ya?” Jonghyun sebetulnya penasaran dengan apa yang Yoona ingin katakan. Maka ia begitu mudah menurutinya.

“Aku…. Aku… aku ingin kau menemaniku di acara prom di kantorku malam minggu nanti” Kata Yoona agak tersipu. Jonghyun langsung paham dan hampir saja meledakkan tawanya. Rupanya gadis ini ingin ia menjadi pacar pura-pura. Jangan salah, Lee Jonghyun ini seorang agen rahasia, ia dulu pernah belajar menjadi mata-mata dan detektif.

“Lagi-lagi permintaan aneh, dan apa? Kau sekarang bicara banmal padaku?” Jonghyun pura-pura marah. Gadis ini kenapa begitu cepat mengakrabkan diri dengannya?

“Yuri bilang kita ini seumuran, kau bahkan hanya tua 15 hari dariku!” Rengek Yoona.

“Hahahaha… baiklah, aku akan membantumu kali ini”

“Gumawo” Yoona langsung memeluk lengan Jonghyun tanpa malu-malu. Donghae lagi-lagi melihat hal ini. Yonghwa dan Seohyun juga tanpa sengaja melihat hal ini.

“Ya! Lepaskan” Kata Jonghyun memperingati. Ia bisa melihat wajah Yonghwa yang tampak mengejeknya.

“Kau kemari sendiri?”

“Tidak, aku bersama Donghae-ssi!” Yoona menunjuk Donghae, Jonghyun langsung membungkuk sebentar begitu bertemu pandang dengan Donghae. Donghae sendiri memutuskan untuk berdiri dan menghampiri mereka. Ia membawa tas belanjaan Yoona bersamanya.

“Jonghyun-ssi?” Sapanya ramah.

“Donghae-ssi, anda kemari bersama Yoona?” Tanya Jonghyun. Ia sempat memperhatikan penampilan Donghae yang tampak elegan seperti terakhir kali mereka bertemu di sungai Han tempo hari.

“Jangan salah paham, Aku mengajak Yoona-ssi untuk minum di kedai ini” Jelas Donghae sungguh-sungguh. Jonghyun agak bingung dengan kata-katanya barusan, namun ia hanya tersenyum dingin. Tunggu dulu! Rasanya ia mengenali pin yang tersemat di dada kiri Jas Lee Donghae. Ia memperhatikan lebih seksama pin itu, selagi mereka berdiri. Namun untuk tidak membuat curiga, Jonghyun buru-buru mengalihkan pembicaraan.

“Apa anda akan pulang sekarang?” Tanya Jonghyun.

“Iya, Yoona-ssi sudah bersama anda sekarang,” Donghae menyerahkan tas belanjaan Yoona pada gadis itu.

“Aku akan pulang bersamamu saja Jong!” Seru Yoona. Ia sudah tidak tahan dengan segala rasa kaku antara dirinya dan Donghae sejak tadi.

“Baiklah” Kata Jonghyun pasti.

“Kalau begitu saya pamit dulu” Pamit Donghae.

“Terima kasih Donghae-ssi” Balas Yoona, Donghae lalu berlalu meninggalkan mereka meninggalkan spekulasi di kepala Jonghyun sebenarnya ada apa diantara mereka. Begitu memastikan Donghae sudah keluar dari kedai, Jonghyun kembali menoleh pada Yoona.

“Apa?” Ujar Yoona, begitu Jonghyun tidak melepaskan tatapannya.

“Kau ini!” Jitakan Jonghyun sukses mendarat di kepalanya. Ia menyadari perasaan Donghae terhadap gadis disebelahnya ini. Tapi Yoona malah bersikap seolah-olah mereka adalah pasangan saat di depan Donghae. Tanpa mempedulikan ringkihan Yoona, ia segera menarik gadis itu untuk kembali ke tempat duduknya bersama Yonghwa dan Seohyun tadi. Pasangan suami isteri itu mungkin sudah lama menunggunya.

“Hyung, boleh aku meminjam mobilmu sebentar?” Kata Jonghyun pada Yonghwa. Ia sendiri tidak membawa mobil. Mobilnya ia tinggalkan di kantor, sementara dirinya harus mengantar Yoona pulang ke rumah.

“Eh? Bagaimana kalau kita sama-sama saja? Aku tidak akan membiarkanmu memakai mobilku kali ini” Tolak Yonghwa, ia masih ingat apa yang Jonghyun lakukan terhadap mobilnya yang dulu. Pria itu belajar menyetir dengan mobil Yonghwa dan akhirnya mobil tersebut rusak akibat menabrak pohon pinus.

“Baiklah, tolong antarkan aku mengambil mobil di kantor” Jonghyun melirik kea rah Yoona yang masih saja diam. Ia menyikut lengan Yoona, memberi kode untuk memberi salam pada kedua orang lain.

“Ah! Annyeonghasseyo!” Kata Yoona kemudian.

“Aku tidak tahu, kau kenal akrab dengan reporter Im Yoona” Kata Seohyun, yang sedari tadi menebak apa yang ada di benaknya sendiri.

“Ah… ne..” Yoona membungkuk kearah Seohyun sebentar

“Anda cantik sekali Yoona ssi” Puji Seohyun.

“Aku rasa ada yang harus kau jelaskan padaku nanti Jonghyun ah!” Kata Yonghwa, ia sendiri sudah berdiri dan bersiap untuk pergi. Jonghyun sudah tahu, setelah ini ia akan dihujani pertanyaan mengenai Yoona. Bagaimana ia bisa mengenalnya dan lain-lain.

*

Tumpukan cup mie rasa iga sapi tergeletak di lantai begitu saja. Beberapa buah kaleng minuman soda juga berserakan di atas meja. Disana juga ada kulit kacang dan beberapa bekas bungkusan cemilan lainnya. Malam sudah cukup larut, dan seorang Lee Jonghyun masih berkutat dengan laptopnya. Ia sedang mengumpulkan informasi sebanyak banyaknya mengenai gembong mafia yang ia tangani. Sesekali ia terkantuk-kantuk tapi kemudian kembali bangun akibat getaran ponsel tanda ada berkas yang masuk. Ada beberapa strategi yang harus ia susun sebelum menerobos masuk ke jaringan musuh. Jari-jarinya tak berhenti mengetikkan kode-kode rahasia aneh yang digunakannya sebagai persenjataan di dunia jaringan. Jonghyun mencoba menembusk akses markas besar mereka. Berulang kali dilakukan, usahanya masih tetap nihil. Sudah dua minggu ia di Korea, namun belum satupun titik terang yang menunjukkan keberadaan markas mereka. Lingkaran matanya semakin menghitam dan menebal. Tapi pria itu tetap tidak menyerah. Ia harus bekerja lebih cepat lagi. Para gembong mafia itu sudah berjalan lebih cepat sekarang. saat ini sasaran mereka berubah menjadi gadis-gadis remaja yang akan dijual belikan. Perdagangan manusia. Harus ia akui, mereka sepertinya memiliki metode penjalanan program dalam satu pola.

k ke ponselnya dan menimbulkan getaran di sekeliling meja. Itu pesan dari Yoona. Gadis unik ini selalu mengganggunya. Seulas senyum terukir di bibir Jonghyun. Yoona hanya mengingatkan tentang acara prom besok malam. Ia bahkan menyuruh Jonghyun untuk tampil dengan tampan. Ponsel Jonghyun kembali bergetar. Kali ini dari Yonghwa, ia hanya mengingatkan jika besok pagi mereka akan ada kelas Taekwondo dan kelas menembak. Menarik, soalnya Yonghwa menambahkan, pelatih Taekwondo mereka adalah gadis yang bernama Bae Suzy itu.

Suara tegukan air yang Jonghyun bisa terdengar karena suasana aparemennya yang benar-benar sepi. Saat tombol enter ditekan, senyumnya kemudian melebar. Pria itu akhirnya bisa menembus pertahan p

Konsentrasi Jonghyun menjadi teralihakan, saat ada sebuah pesan masuertama jaringan mereka. Tapi? Tunggu dulu… Jonghyun seperti mengenali gambar Daun yang ada di layar. Gambar lambang daun yang sama dengan….. dengan…. Ia mencoba mengingat dimana ia pernah melihat lambing serupa.

“Lee Donghae?” Jonghyun memberi jawaban terhadap pertanyaannya sendiri.

 

To be Continued…

Please leave comment and review

34 thoughts on “I DO LOVE YOU (2)

  1. hayooloh jangan2 Donghae yg diem2 ketua gembong…huft.
    .di tambah dia suka banget ya ma Yoona,hmm..ko yah aku ngrasa nanti Jonghyun ada suatu cerita sama Suzy,,andwae,,
    haah baru awal nih,,belum ada yg mesti di koment’in lebih lanjut,selain bahasa ny oke,,cerita ny walau masih part 2 udah mulai seru,,dan semangaaaat buat part 3 ny,,cepat di lanjut,FIGHTING!!!

  2. Wahh apa donghae oppa bos mafia it? Aigo aku kasihan jg sh sm donghae yg bertpk sblah tangan mah yoona😦 ,di tnggu lanjtn.a thor🙂

  3. waaahh jngan2 donghae oppa bos mafia ,makin pnasaran nih
    jonghyun jngan sampai suka ama susy ,pngenya yoona ama jonghyun ngk maw couple lain

  4. aduch mkin bingung aja .,.sbenernya hae itu cpa ….msa bos mafia …! Ntr end nya yoonhae aja donk….!
    Knapa y00na cuek bget ma hae …pdhal dah berthun2 hae suka ma yoona .

  5. apa ini akhirnya jongyoon couple????aku ngerasa gitu karena kebanyakan jongyoon moment
    yoona ga punya perasaan sedikitpun ama donghae,trus donghae itu mafia ya???
    sedih karena disni donghaenya menderita bgt bahkan setiap bicara ama yoona formal bgt..huwaaaaa

  6. OMG!!
    Donghae pengedar GANJA..???? Imposible
    Wajah kalem g-t, jdi pengedar ganja..? Ampyuun
    Seruu siihh,, hdi sdikit beda sma cerita2 kbanyakan.
    Thorr, qok yg d ceritain jonghyun teruss? Yoonhae donkk. Jeball

  7. Akhirnya publish jga.

    Wah kyaknya kbanyakan moment joongyoon nya deh dri pda yoonhae.
    Apa donghae bos mafia?
    Cinta donghae brtepuk sbelah tangan.
    yoona kok ngga peka ya?
    Nextt

  8. muka kyk donghae jd gembong mafia..hahhaha
    gx bisa ngebayangin..
    yoona kq kaku bgt ma donghae ya..
    ditunggu kelanjutannya..

  9. Hmmmm ,, kyaknya donghae punya rahasia deh ,, jngan blang klo donghae itu pimpinan mafia yg lg dburu jonghyun ,,, oalaahh kyaknya jonghyun sama suzy dehh ,

  10. Kyaaaaaaa keren bingit
    Suka baca ff yg genre’a kya gini
    Ni ff YH pa YJ?!
    Tapi q berharap sich ff YH
    Next part’a jangan lama” thor

  11. baca part 1&2
    comment dsni ajh y😉

    bgus crtany, moga yoonhae . hehe
    itu rhsia hae apa ? mafia ?

    flashback part1 itu kyu blm tau yul hamil? lucu kyuri nya.

    lnjut chingu ..

  12. Komentnya gabung sini aja ah…….
    Seru ceritanya bikin penasaran…… Donghae misterius banget? Siapa sebenarnya donghae?….
    Nextnya dtunggu

  13. Jadi curiga nich…. salah2 Donghae sebenarnya bos mafia narkoba yg diincar sm Jonghyun. Oya Jonghyun couple nya Yoona aja ya Thor…. jgn sm Suzy… I like JongYoon… hehehehe

  14. Wahhh
    Makin keren ceritanya
    Penasaran sma klnjutan ny
    Jgn” donghae oppa
    Mafia
    Toppp bnget thor
    Daebaakkk

  15. ohh….jadi jonghyun itu adalah seorang agen.apakah lee donghae adalah anggota mafia?wah ff ini seru karena ceritannya seperti kehidupan biasa tapi ada rahasia didalamnya……ditunggu ya chapter selanjutnya

  16. sebenernya siapa donghae? kok jonghyun bisa curiga gitu sama donghae. penasaran status donghae yang ngerangkap jadi desinger itu. next chingu

  17. Suka ffnyaa, apalagi sm semua couple yg ada disini, kyuri, yongseo,deerburning,hyukstal, aigoook thorr daebak ☺☺

    Izin baca yaa thornim, aku reader br, gomawooo 😊😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s