I DO LOVE YOU (1)

i do love you poster

I DO LOVE YOU (1)

Written by Uple

Cast: Im Yoona, Lee Donghae, Lee Jonghyun, Kwon Yuri, Cho Kyuhyun

AU, Adventure, Action, Romance|Chaptered

Desclimer : Asli buatan aku

Note: Haloo readers, masih ingat sama authornya kuroii? I’m back with new story here *curcol* hahaha. Happy Reading

 

 

Zeus Residence and Apartment, Gangnam-gu, Samseong-dong, Seoul. 17.30 KST

Gadis itu menyeret langkah beratnya masuk ke dalam lift apartemen. Dengan wajah tampak begitu lelah, lingkaran hitam bawah matanya cukup jelas. Kepalanya berdenyut dan terasa pusing. Setelah melalui penerbangan selama kurang lebih 18 jam, ingin sekali dirinya cepat-cepat merebah di kasur empuk di kamarnya. Sebuah ransel  berat yang Ia bawa, dijatuhkan begitu saja di dasar lift sebelum Ia mencapai tombol-tombol angka dan pintunya hampir tertutup.

   “Tunggu!” Seru seseorang dari luar lift. Seseorang itu, buru-buru menyelinap masuk sebelum pintu tertutup.

Aigooo…” Keluh si gadis, dengan mata setengah tertutup. Kali ini Ia benar-benar merasakan efek Jetlag. Tangannya aktif memijat punggung atasnya sambil memperhatikan angka-angka dengan garis panah ke atas. Ia tidak begitu memperhatikan orang lain yang ada di sampingnya itu.

Im Yoona meraih ujung tali ransel miliknya itu, Ia tidak lagi cukup kuat untuk menggendongnya, menyeret tas itu mungkin bukan pilihan yang buruk. Begitu pintu lift terbuka, Ia langsung kembali menyeret kakinya perlahan keluar lift sambil menyeret tas ransel besar itu.

“Aku rasa, aku akan mati hari ini juga” Gumamnya tak jelas.

*

Tangan besar itu memencet sebuah tombol putih yang ada di dekat bagian luar pintu. Ia mendekatkan wajahnya ke kaca intercom agar bisa dikenali sang pemilik rumah.

“Hyung! Ini aku!” Seru laki-laki itu.

“Jonghyun-aaaahhhhh!” pemilik rumah buru-buru berhamburan memeluk Jonghyun dengan hangat. Mereka kemudian tertawa besar sekali.

“Ayo masuk! Yeobo!”

“Yeobo! Jonghyun sudah sampai!”

Wanita yang dipanggil Yeobo buru-buru keluar dengan setengah berlari. Celemek masih bertengger di badannya.

“Omo! Waeniriaaaaa?” Serunya tak kalah heboh. Ia langsung memeluk pria yang bernama Jonghyun itu dengan tak kalah hangat.

*

“Kapan kau tiba?” Tanya Kyuhyun pada Jonghyun. Jonghyun kini sedang berdiri memperhatikan sekeliling ruangan.

“Kemarin sore” Jawabnya singkat. Ia kembali meneliti rumah pasangan yang baru menikah satu tahun lalu itu. Di dinding bagian depan banyak foto-foto mereka yang bergelantungan. Ia beralih kesana untuk sedikit cekikikan geli.

“Kenapa tidak langsung kesini? Kau tinggal dimana?” Tanggap Kyuhyun. Ia ikut melihat foto-fotonya dan Yuri—Isterinya.

“Apa kakak ipar sudah hamil?” Tanya Jonghyun asal. Ia merasa terkoyak melihat foto pernikahan sepupunya itu terpampang di dinding sebelah kanan dalam figura antik yang ukurannya sangat besar.

“Jawab dulu pertanyaanku!” Seru Kyuhyun marah.

“Jonghyun-ah” Yuri memanggil Jonghyun untuk mendekat. Jonghyun berbalik dan berjalan mendekati kakak iparnya itu.

“Jangan coba-coba bersekongkol di belakangku lagi” sindir Kyuhyun. Mereka berdua sejak dulu memang seperti ini. kan rasanya tidak lucu, kalau Ia harus cemburu karena Jonghyun. Tanpa peduli dengan Kyuhyun, Jonghyun malah langsung mendekatkan telinganya ke mulut Yuri.

“Jinjayo?” Jonghyun berniat hanya berbisik, tapi Kyuhyun sudah mendengar suaranya.

“Kwon Yuri, Lee Jonghyun! Kalian ini!” Geramnya. Jonghyun tertawa besar sekali.

“Yeobo… ayo kita makan” Kata Yuri kemudian. Ia sudah selesai memasak makanan kesukaan Kyuhyun, kesukaan Jonghyun juga.

*

Weirdo Coffeshop, Hongdae, Mapo-gu, Seoul 19.30 KST

Lee Jonghyun sibuk memperhatikan kepulan asap yang menyembul dari atas permukaan cangkir kopi susu yang baru Ia pesan beberapa menit yang lalu. Tangannya saling bertautan dengan pandangan yang lurus. Kebiasaannya menggerakkan kaki, sepertinya belum hilang sejak dulu. Kelihatan seperti orang cemas, tetapi Lee Jonghyun memang punya kebiasaan menggerakkan kakinya tanpa Ia sendiri sadari. Setelah memastikan kopi susu itu sudah cukup dingin, dengan meraba cangkirnya, ia mengaitkan telunjuknya di tangkai cangkir dan mulai menyesapnya perlahan—dua kali teguk. Desahan kecil bisa terdengar, mungkin kopi susu itu memang nikmat. Kesempatan berjalan-jalan mengelilingi kota Seoul akan ia manfaatkan sebisanya sebelum waktu bekerja tiba. Menurutnya kota ini banyak berubah setelah ia tinggalkan 10 tahun silam.

Jonghyun mengalihkan pandangannya ke sebuah televisi layar datar yang bergelantungan tak jauh dari tempatnya duduk. Sesekali menonton acara TV tidak buruk. Saat ia kembali ke negara ini, negaranya sudah berubah dengan industri pertelevisian yang meningkat pesat. Orang-orang di berbagai belahan dunia bahkan  tahu tentang apa yang mereka sebut KPOP.

“…..Saya Im Yoona, langsung dari Manila Filipina..”

Kening pria itu mengerut melihat cuplikan sebelum acara berpindah ke music bank. Ia seperti mengenali gadis yang barusan muncul di TV tadi. Apa dia seorang reporter? Jonghyun bertanya-tanya. Ia sempat bertemu dengan gadis itu beberapa hari yang lalu saat di lift. Saat itu ia akan menemui Yuri dan Kyuhyun. Senyumnya mengembang tanpa sengaja begitu mengingatnya.

Bunyi bel pintu café, mengalihkan perhatian Jonghyun. Ia menoleh untuk melihat siapapun yang datang. Café ini tampak sepi. Bukan-apa apa, hanya saja di daerah ini terlalu banyak café, kita bebas memilih yang mana saja. Seseorang menggenggam besi kenop pintu kaca sebelum ia mendorongnya. Gadis itu masuk dengan jaket tebal menutupi seluruh tubuhnya. Senyum Jonghyun ditangkap oleh gadis itu saat ia menatapnya. Lucu memang, saat kita mendapati pria yang tiba-tiba tersenyum saat melihat kita. Im Yoona hanya akan berjalan cuek menuju meja order. Jonghyun pikir, itu gadis yang Ia temui di lift apartemen, dan itu juga gadis reporter TV yang barusan Ia tonton.  Makanya, ia tersenyum. Tersenyum karena lucu. Kebetulan sekali bukan? Bisa bertemu gadis itu disini setelah ia bertanya-tanya, apa benar gadis reporter itu adalah gadis yang ia temui di lift. Ini semacam jawaban takdir. Kadang Jonghyun beranggapan, ekspestasinya berlebihan. Ini hanya kebetulan saja. Tapi kebetulan yang lucu. Rasa lucu itu membuatnya tidak berhenti tersenyum walau Yoona sudah berjalan melewatinya dan duduk di bangku dekat jendela. Arah pandang Jonghyun tak lepas dari gadis itu. Ia memesan dua cangkir kopi, mungkin ingin menemui seseorang. Rasa panik kemudian melanda seluruh perasaan pria itu. Apa mungkin gadis itu akan menemui pacarnya? Ayolah Lee Jonghyun, ini bukan urusanmu.

*

 

Yoona sesekali mencuri pandang pada pria berwajah pucat yang duduk tak jauh dari tempatnya. Hatinya terus bertanya, apa mereka pernah bertemu? Pria itu selalu tersenyum saat melihatnya. Seperti orang yang saling mengenal saja. Dan Yoona yakin, mereka tidak saling mengenal. Bahkan Ia berani mengaku kalau ini pertama kali ia melihat pria aneh itu. Gadis itu menghangatkan kedua telapak tangannya dengan mengenggam erat badan cangkir yang sudah dipenuhi dengan cappuchino latte hangat. Ia memilih memperhatikan kepulan asap yang muncul dari permukaan kedua cangkir baru kemudian membuang pandangan keluar jendela. Udara sangat dingin.

Bel pintu café berbunyi. Gadis itu otomatis menoleh, orang yang ia tunggu mungkin sudah datang. Ternyata tidak. Ada seseorang yang keluar, dan ia yakin, yang keluar tadi adalah pria berwajah pucat yang tersenyum padanya sejak tadi itu. Sesekali ia melirik jam tangan yang melingkari pergelangan tangannya.

“Oh? Disini!” Bel kembali berbunyi. Seseorang ya ia tunggu sudah datang. Gadis itu mendekati Yoona dengan wajah sumringah.

“Ya!” Sambutnya.

“Kau menunggu lama? Maaf, tadi aku mampir ke kantor suamiku sebentar!” Jelasnya.

“Kau belum bilang? Kalau kau hamil? Hm? Kau menyetir? Ishhhh!” Yoona menyentil kepala Yuri tanpa ragu.

“Aku akan bilang padanya, tidak nona besar! Aku naik taksi tadi” Jelas Yuri polos. Yoona ingin sekali menampar sahabatnya itu.

“Minumlah, aku sudah pesankan susu stroberi hangat untukmu” Ia menunjuk cangkir berwarna hijau yang sudah diam di meja sejak tadi.

“Jangan coba-coba kau minum kopi ya? Ingat bayimu!” Gerutunya kesal.

“Ne.. ahjumma! Tapi, apa ada yang salah dengan minum kopi?” Seru Yuri dengan tertawa mengejek. Yoona ingin sekali menyentilnya lagi.

“Kau ini! minum saja susu!”

“Jadi? Bagaimana perjalananmu kali ini?”

“Aku akan kembali ke Afrika….”  Yoona sudah 5 Tahun terakhir bekerja sebagai reporter di stasiun TV besar Korea. Masyarakat mengenalnya dalam program TV the savior. Program tv yang melakukan perjalanan ke daerah atau negeri-negeri yang terkena bencana atau perang.

“Apa kau tidak lelah?” Keluh Yuri.

“Anio… aku masih ingin berkelana sebelum menikah, masih banyak tempat yang belum aku datangi Yuri-ya” Jelasnya penuh semangat

“Menikah? Apa kau sudah punya calon? Pacar saja tidak punya” Cibir Yuri.

“Aku percaya padamu” Tanggap Yoona.

“Apa maksudmu?”

“Aku percaya kau akan mencarikan yang cocok untukku” Yoona merangkul bahu sahabatnya dengan penuh percaya diri.

“Apa? Kau pikir aku biro jodoh apa?” Yuri kesal dengan pernyataan Yoona. Tidak satu kali ia sudah coba carikan pacar untuk temannya ini. Mungkin, Yoona terlalu selektif sehingga setiap orang yang ditawarkan selalu tidak sesuai dengan hatinya.

“Hahahaha… habiskan susumu, atau aku akan lapor pada Kyuhyun Oppa, kau hamil”

*

Zeus Residence and Apartment, Gangnam-gu, Samseong-dong, Seoul. 17.30 KST

Yuri baru saja mengeringkan rambutnya seusai mandi. Ia duduk di depan meja rias dan mulai menyisir rambu panjangnya yang lurus itu. Sementara Kyuhyun sudah lengkap dengan piamanya duduk manis di tempat tidur sedang membaca Koran terbitan malam yang baru saja diantar ke apartemen mereka.

“Tadi aku menemui Yoona” Kata Yuri. Ia berbicara sambil terus menyisir rambutnya.

“Apa dia baik-baik saja?” Jawab Kyuhyun.

“Iya, baik. Tapi tampak begitu lelah” Jelas Yuri. Ia kemudian berdiri mendekati tempat tidur dan duduk di hadapan suaminya.

“Kau menyuruhnya berhenti bekerja lagi?” Tanya Kyuhyun curiga. Ia kini menatap Yuri.

“Itu kau tahu… aku menyuruhnya berkencan”

“Dan dia bilang, dia masih ingin berkelana bukan?” sepertinya Kyuhyun sudah hafal jawaban Yoona. Jawaban yang sama selama bertahun-tahun.

“Kalian bertemu di apartemennya?”

“Tidak tentu saja, kami ke hongdae”

“Wah! Kwon Yuri, kau dan Im Yoona hanya tinggal di lantai yang berbeda di apartemen ini!” Tanggap Kyuhyun antusias. Mereka tinggal satu gedung apartemen dan kenapa harus jauh-jauh ke Hongdae.

“Sudahlah… laki-laki memang jarang mengerti soal wanita!” Yuri sudah melompat ke kasur dan menutupi tubuhnya dengan selimut.

“Ah… lusa aku ulang tahun, bagaimana kalau kita makan bersama Jonghyun? Aku yang traktir!” Usul Kyuhyun.

“Wah benar juga, baiklah!” Jawab Yuri. Kemudian keduanya terdiam sesaat. Mencoba mengaitkan koneksi sinyal-sinyal telepati mereka. Yuri perlahan menatap Kyuhyun, begitupun sebaliknya Kyuhyun menatap Yuri. Sepertinya pikiran mereka sudah mulai menyatu.

“Aku tahu!” Seru keduanya bersamaan.

“Aku akan mengajak Yoona juga. Ia akan ke Afrika hari sabtu ini” Katanya lagi.

“Kali ini kita harus berhasil, Yoona itu cantik menurutku, Jonghyun akan menyukainya… kau tolong dandani sedikit” Pinta Kyuhyun. Yuri mengangguk sumringah.

“Ah tunggu…..”

“Apa kau sudah punya hadiah untukku nanti?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba. Yuri malah meraih bantalnya dan membenamkan bantal itu ke wajah suaminya.

“Kau pikir, kau anak SD? Choding!” Umpat Yuri.

*

 

Paradiso gallery and boutique, Itaewon, Yongsan-gu, Seoul 14.00 KST 

            Yuri dan Yoona masuk ke toko tempat mereka biasa berbelanja pakaian. Menurut Yuri, toko ini harus tetap mereka kunjungi sampai kapanpun. Pasalnya sang pemilik tidak jarang akan memberikan diskon untuk keduanya untuk sebuah baju yang hanya bisa dicapai dengan harga ratusan won. Keduanya seperti biasa menggantung mantel di gantungan dekat pintu masuk, baru kemudian masuk dan memilih.

“Apa Kyuhyun sudah gila?” Yoona masih tak habis pikir, Kyuhyun meminjamkan kartu kreditnya pada mereka agar bisa berbelanja kostum untuk ulang tahunnya nanti malam.

“Kau menyebut suamiku gila? Ya!” Yuri protes. Tapi tangannya masih menyentuh dengan aktif semua baju yang bergantungan.

“Iya, dia itu kan pelit sekali. Lagipula, aku masih punya banyak baju, untuk apa beli baju baru jika hanya pergi makan malam untuk merayakan ulang tahunnya coba?”

“Ya! Kalau kau protes lagi, aku akan membotakkan rambutmu itu!” Ancam Yuri kesal. Ia mengambil sebuah gaun selutut dengan warna pink soft  baru kemudian disandarkan pada tubuh sahabatnya.

“Bagaimana ini?” Tanyanya. Yoona ikut memperhatikan baju itu dengan tatapan malas.

“Kandidat satu” Seru Yuri. Ia menyerahkan baju itu pada Yoona untuk segera dicoba. Yoona langsung dengan patuh menuju ruang ganti. Walau semua terasa aneh, bukankah bagus jika Ia dibelikan baju baru? Yang mahal pula.

Sementara Yoona ke kamar ganti, Yuri terus berburu-baju terbaik yang menurut pandangannya. Ia meraih gaun di setiap deret gantungan.

“Kandidat dua… kandidat tiga… kandidat…..”

“Oh? Yuri ssi?”

“Oh? Annyeonghasseyo!”

Lee Donghae, pemilik Butik muncul di depan Yuri. Menurut Yoona dan Yuri, pria ini paket lengkap. Masih begitu muda tapi punya usaha di bidang fashion yang sangat maju di gangnam dan itaewon. Butik dan galeri ini punya cukup banyak cabang di Seoul. Dan lebih hebatnya lagi, Ia sendiri yang merancang baju-baju yang dijual disini.

“Anda bersama…..?”

“Oh? Yoona? Ia sedang di kamar ganti” Jelas Yuri. Ia sepakat dengan hatinya, pria ini sudah menyukai Yoona sejak dulu. Sejak mereka mulai menjadi pelanggan tokonya. Itulah alasan mengapa mereka selalu diberi harga diskon untuk setiap baju yang mereka beli. Sudah berulang kali Yuri bilang pada Yoona tentang hal ini, hanya mungkin sense Yoona berbeda. Pria ini jauh dari tipe idealnya. Hanya karena Ia seorang designer, bukan berarti pria itu seseorang yang gemulai bukan? Maksud Yuri, Lee Donghae tampan dan mapan. Tapi gadis sekeras kepala Im Yoona tidak mungkin akan menyerah begitu saja dengan argumennya. Ia memandang Lee donghae sebagai pria yang sama sekali tidak cocok kehidupannya yang penuh dengan petualangan.

“Kalian butuh bantuan?” Tawar Donghae.

“Ah, kita tunggu Yoona keluar saja dulu Donghae ssi!” Tanggap Yuri.

Kenop pintu kamar ganti berputar searah  jarum jam. Pintu terbuka, dan Yoona keluar setelah mengenakan gaun selutut tadi. Tubuhnya yang sangat ramping menambah kesan anggun. Bahkan rambut sebahunya yang jarang disisir saja sudah membuatnya cantik dan manis.

Yuri melirik Donghae yang terpana dengan kecantikan alami seorang Im Yoona sambil terkikik geli.

“Yuri-ya! Bagaimana?” Tanya Yoona, Ia tidak memperhatikan Donghae yang menatapnya terkagum-kagum.

“Yoona-ssi, Yeppomida.” Seru Donghae pelan. Yoona yang kaget buru-buru membungkuk malu. Ia sudah melakukan banyak gaya tadi. Berputar, bahkan berlagak selayaknya model. Ia ingat, Yuri bilang Donghae menyukainya. Bagaimana bisa Ia bertingkah begini di depan Lee Donghae? Heol!

“Annyeonghasseyo!” Katanya.

“Annyeonghasseyo Yoona-ssi”

“Ah.. Ne…”

*

Lee Donghae akan mengajak Yuri dan Yoona untuk duduk minum kopi sebentar di ruang kerjanya saat mereka selesai berbelanja. Dan itu terjadi juga hari ini. setelah Yoona mencoba semua baju yang Yuri pilihkan dan memilih salah satunya, mereka diajak untuk minum kopi oleh Lee Donghae. Yoona ingin menolak mati-matian untuk ini, tapi Yuri mencegahnya dengan alasan, sebagai rasa terima kasih karena Donghae sudah memberikan sedikit potongan harga pada mereka.

“Gaun yang cream itu memang cocok untuk anda” Ujar Donghae saat ia meletakkan kembali gelas kopinya di atas meja.

“Ah.. ne..” Yoona menunduk membenarkan. Tangannya mencengkram pergelangan tangan Yuri yang hendak mengambil gelas kopinya. Yuri sedang hamil, dan jangan minum kopi. Tidak baik untuk kesehatan janinnya. Setidaknya itu menurut Yoona.

“Jadi? Hari ini kalian akan kemana?”

“Ah, kami akan menghadiri pesta ulang tahun” Jelas Yuri. Ia tak masih tidak bisa meraih gelas kopinya sendiri. Tangan Yoona terlalu kuat mencengkram.

“Pastilah orang yang berulang tahun special ya? Sampai beli baju segala!”

“Iya! Sangat special!” Cibir Yoona sinis. Ia bisa membayangkan wajah tengil suami Yuri—Kyuhyun.

“Ahhh… jadi begitu” Ujar Donghae Nampak sedikit kecewa.

“Iya…” Ketiganya terkekeh kemudian.

Donghae lagi-lagi menatap Yoona tanpa berkedip. Gadis itu tidak tahu lagi cara untuk mengalihkan perhatiannya saat ia sudah meneguk habis semua kopi di gelasnya dan gelas Yuri. Ia merasa risih. Sangat risih. Mereka tidak akan lagi ke tempat ini hingga tahun depan saja.

“Anda masih melakukan perjalanan?” Tanya Donghae.

“Iya, minggu ini aku akan kembali lagi ke Afrika!”

“Anda memang seorang pekerja keras Yoona-ssi” Puji Donghae, membuat Yoona semakin salah tingkah. Yuri tidak terlalu ambil pusing dengan mereka, Ia sepertinya sedang saling sms dengan Kyuhyun.

Drrrrrrttttt…. Drrrrrrrrrrrrtttttt…

“Yeoboseo….?”

*

Uno Café and Restaurant, Pyeongchang-dong. Jongno-gu, Seoul. 18.30 KST

Kyuhyun dan Yuri sudah duduk manis di salah satu meja di restoran berarsitektur Italia itu. Ia sengaja memilih tempat ini karena sangat jauh dari kesan ramai kota Gangnam. Tempat yang letaknya agak sedikit kearah puncak di seputar kawasan perumahan elit dan tempat berkumpulnya gallery-gallery. Distrik Pyeongchang-dong memang salah satu yang terkenal dengan keasrian dan art yang disugukan di tempat ini. jauh dari keramaian kota Seoul dan sangat romantis.

“Apa kau sudah bilang pada Jonghyun alamat tempat ini?” Tanya Yuri agak panik. Ia tahu, Jonghyun baru pulang dari luar negeri dan mungkin belum terlalu familiar dengan tempat yang Kyuhyun pesan.

“Kau jangan meremehkan adik sepupuku itu ya? Jonghyun itu seorang navigator, kau tahu?” Jawab Kyuhyun tenang. Ia malah sibuk bermain game di ponselnya.

“Im Yoona! Gadis ini tidak bisa sekali saja libur dari pekerjaannya?” Yuri semakin gusar. Saat duduk dengan Donghae tadi siang, Yoona tiba-tiba harus ke kantornya setelah Ia mendapat telpon. Yuri khawatir kalau gadis itu tidak jadi datang, atau mungkin jadi datang tapi dengan dandanan yang norak abis.

“Tenanglah, mereka itu sudah dewasa” Kyuhyun tak mengalihkan tatapannya dari layar seidikitpun.

“Ya! Cho Kyuhyun! Kau ini!” Yuri semakin geram pada suaminya.

“Waeee?” Jawab Kyu santai.

“Bisakah tidak menyebalkan satu hari ini saja?”

“Bagaimana aku tidak menyebalkan coba? Kau saja tidak membelikanku hadiah, malah sibuk mengurusi dua orang yang sudah cukup dewasa untuk berjalan sendiri kemari” Jawab Kyuhyun tak kalah geram. Yuri langsung kalah dan diam.

“Tenanglah, Jonghyun akan datang. Sebentar lagi!”

*

Jonghyun berjalan memasuki restoran yang dimaksud kakak sepupunya tadi siang. Cukup sulit menemukan tempat ini. Salah satu distrik kota Seoul ini sudah banyak berubah, sehingga ia sempat kebingungan dengan arah jalannya. Begitu masuk, dengan langkah santai Jonghyun menengok ke kanan dan ke kiri mencari sosok yang Ia kenali. Ah! Ia melihat mereka. Kyuhyun dan Yuri yang saling meneriaki satu sama lain tanpa peduli orang-orang yang memperhatikan mereka. Mereka memang seperti itu sejak sebelum menikah, semasa pacaran malah lebih parah. Tanpa perlu berteriak, dengan pasti Jonghyun melangkah mendekati meja mereka dengan setengah terkekeh. Di belakang Jonghyun, seorang gadis berjalan dengan setengah berlari setelah membaca pesan yang ada di ponselnya. Hak sepatunya yang cukup tinggi membuatnya agak kesusahan mengatur keseimbangannya.

“Bug!!!” Gadis itu menabrak punggung Jonghyun dengan keras. Sampai-sampai pria itu harus terdorong ke depan hingga membungkuk. Spontan Jonghyun berbalik dan mendapati seorang wanita terduduk dibawah kakinya sedang memegangi kakinya yang mungkin terkilir.

“Oh? Gwenchanaseyo?” Seru Jonghyun tanpa ragu. Ia langsung duduk dan memeriksa keadaan gadis itu.

“Im Yoona! Ya! Gwenchana?” Yuri sudah datang duduk di samping Jonghyun. Memeriksa kaki Yoona yang terkilir.

“Aniya… kakiku sakit sekali” Yoona menjerit hingga hampir menangis.

“Sudah kubilang jangan pakai sepatu hak tinggi!” Kyuhyun sudah duduk disamping Yuri membuka sepatu Yoona.

“Oppa! Appo!” Keluh Yoona pada Kyuhyun.

“Gadis nakal!” Kyuhyun malah menyentilnya pelan.

“Jonghyun-ah, ayo bantu dia berdiri!” Perintah Kyuhyun pada Jonghyun yang sedari tadi melongo melihat ketiga orang itu. Ia buru-buru mengalungkan lengan Yoona di lehernya sendiri, baru kemudian pelan pelan membantu gadis itu berdiri.

“Disini saja, aku akan ambil es batu!” Kyuhyun segera berlari meninggalkan mereka saat Yoona sudah duduk di salah satu kursi.

“Sini! Kakimu” Kata Kyuhyun begitu datang membawa seember penuh esbatu yang dibalut dengan kain bersih. Dengan hati-hati Ia mengompres memar yang ada di pergelangan kaki Yoona.

“Ah! Oppa! Sakit!” Jerit Yoona.

“Kau ini! hati-hati sedikit kenapa sih?” Keluh Yuri kesal.

“Jonghyun, kompres kakinya. Semua ini kan gara-gara kau! Dia menabrakmu tadi” Jonghyun mengerutkan keningnya. Kyuhyun dan Yuri kalau lagi marah-marah memang selalu salah sasaran. Bagaimana bisa Ia yang salah kalau gadis ini yang menabraknya? Ahhh.. sudahlah. Dengan enggan Jonghyun mengganti Kyuhyun mengompres kaki Yoona. Ia melakukannya dengan hati-hati. Memang kelihatan tidak bagus kalau kaki mulus itu ada noda memar membiru. Saat Jonghyun sedang duduk mengompres, Kyuhyun dan Yuri malah saling mengkode satu sama lain. Semoga acara perjodohan yang mereka lakukan ini berjalan lancar.

*

“Yoong? Ini Lee Jonghyun. Adik sepupu Kyuhyun Oppa yang baru pulang dari Kanada” Yuri memperkenalkan Jonghyun. Yoona melirik pria di sampingnya itu sebentar.

“Lee Jonghyun imnida!” Jonghyun menyerahkan tangannya pada Yoona. Gadis itu menyambut dengan hangat uluran tangan Jonghyun.

“Im Yoona imnida” Jawabnya singkat. Saat menatap wajah Jonghyun, Ia sepertinya mengingat pernah bertemu dengan pria ini.

“Jonghyun ssi? Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” Tanya Yoona pelan. Jonghyun sudah saja hampir menjawab, bahwa dua hari yang lalu mereka bertemu di sebuah café di Honghae sebagai orang asing. Tapi Ia sendiri yang memotongnya, “Ah…tidak-tidak,” Kata gadis itu cepat. Jonghyun hanya menanggapinya dengan senyum tipis.

“Jonghyun-ah, apa kau sama sekali tidak mengenalnya? Gadis ini bahkan terkenal di seluruh Korea!” Timpal Kyuhyun sebelum ia memakan sepotong biskuit berbumbu yang disediakan untuk hidangan pembuka—setidaknya itu menurut mereka, nama Italia makanan ini terlalu sulit untuk diucapkan.

“Ah Jinjayo?” Jonghyun pura-pura terkejut sambil menatap Yoona dengan mata melotot. Yoona terlihat kesal sekali dengan Kyuhyun.

“Oppa! Ish!” Gerutunya.

“Jonghyun-ssi, apa anda bekerja?” Tanya Yoona lagi. Jonghyun sepakat dalam benaknya, bahwa Yoona memang cocok untuk jadi seorang reporter. Ia terlalu banyak bertanya daritadi.

“Ahh…” Agak ragu menjawabnya Jonghyun meminta bantuan Kyuhyun.

“Kau kalau bicara hati-hati Yoona-ya! Jonghyun ini, dia baru saja diterima bekerja di Blue House sebagai staff ahli di bagian keamanan dan pertahanan jaringan negara, dan aku yakin sebentar lagi ia akan dipromosikan menjadi kepala bagian!” Jelas Kyuhyun panjang lebar. Yoona hanya bisa menganga sambil menatap Jonghyun yang tenang.

“Wah! Daebak! Hebat sekali Jonghyun-ssi”

“Anieyo Yoona-ssi!” Jonghyun menggaruk tekuknya yang tidak gatal. Penjelasan Kyuhyun agaknya berlebihan sekali.

*

 

Banpo bridge, Seoul 21.00 KST

Yoona dan Jonghyun berjalan beriringan mendekati bangku di tepi bawah jembatan Banpo setelah membeli kopi yang dijual di kedai yang tak jauh dari sana. Setelah acara makan malam bersama tadi, Kyuhyun meminta Jonghyun mengantar Yoona pulang, dan dengan senang hati, Yoona mengajak Jonghyun singgah untuk melihat air mancur sungai Han yang berpencar indah dari jembatan Banpo.

“Wah!” Seru Jonghyun begitu menyaksikan pancaran air yang menyatu dengan sinar lampu warna-warni kemudian terlihat seperti pancaran air yang berwarna-warni.

“Indah bukan?” Jonghyun mengangguk menyetujui. Keduanya duduk dalam diam sambil menikmati keindahan itu bersama-sama dengan segelas kopi di tangan masing-masing.

“Apa kakimu masih sakit?” Tanya Jonghyun sambil memperhatikan kaki Yoona yang tidak lagi dibalut sepatu hak tinggi yang tadi ia kenakan. Sekarang malah berganti dengan sepatu kets milik Yuri yang ketinggalan di mobil Kyuhyun.

“Tidak apa-apa kok! Hhehehe” Yoona memamerkan gigi-giginya yang putih, seakan tak mau kalah Jonghyun juga unjuk gigi.

“Apa kau sering kemari?” Jonghyun kembali membuka pembicaraan.

“Aku pernah kemari, tapi tidak sering… aku lebih banyak menghabiskan waktu di luar negeri daripada di Korea, Jonghyun-ssi, aku bahkan pernah ke Kanada tiga tahun lalu. Sayangnya kita belum berkenalan saat itu. Hahahaha!”

“Hahahahahaha…..” Jonghyun mengangguk baru kemudian meneguk lagi kopinya.

“Mereka kreatif” Yoona memalingkan wajahnya ke Jonghyun, Jonghyun sendiri mengangguk sebelum melanjutkan kata-katanya “Orang yang merancang jembatan ini, mereka kreatif sekali bukan?” Lanjutnya.

“Tentu… mereka sangat kreatif, lihat warna-warna yang indah itu” Yoona menambahkan. “Sejak dulu, aku ingin menjadi pelangi” Lanjutnya.

“Kenapa?”

“Jonghyun-ssi, apa kau menyukai warna-warna yang terpancar di air itu?” Tanya Yoona sembari telunjuknya menunjuk sembarang kearah jembatan yang sedang memancarkan air dengan pantulan cahaya lampu warna-warni.

“Aku sunggung menyukainya, sangat menyegarkan pandangan”

“Itulah alasanku ingin menjadi pelangi, aku ingin seperti pelangi yang bisa membuat orang-orang selalu tersenyum saat melihatnya” Jonghyun terdiam sejenak mencerna kata-kata Yoona. Suasana tiba-tiba hening, mulai ada perasaan aneh yang mengocok perut mereka masing-masing.

“Lebih baik kita pulang, ini sudah malam” Jonghyun melirik arlojinya. Mereka sudah disini selama satu jam lebih.

“Baiklah…” Yoona ikut berdiri mengikuti Jonghyun yang sudah berdiri.

“Jonghyun-ssi? Apa aku boleh meminta sesuatu?” Jonghyun menghentikan niatnya untuk melangkah, begitu Yoona mengatakan hal itu. Ia berbalik memandangi Yoona.

“Ada apa?”

“Aku tahu, ini konyol… sebelum aku mengucapkannya, aku ingin bertanya padamu satu hal, apa… kau sudah punya pacar?” Tanya Yoona agak ragu. Jonghyun terkejut dan menggeleng pasti. Baiklah, gadis ini lucu sekali.

“Baguslah, karena aku ingin menggandeng tangan anda!” Yoona langsung menggandeng tangan Jonghyun tanpa aba-aba dan kemudian menariknya berjalan.

“Kenapa anda ingin melakukan ini Yoona-ssi?” Jonghyun pasrah mengikuti langkah Yoona dan terkekeh hebat.

“Aku hanya…. Tidak punya pacar untuk digandeng tangannya” Jawab Yoona polos. Jonghyun menghentikan langkahnya, dan membuat gadis itu juga ikut berhenti. Ia pikir apa penjual kopi tadi sudah memasukkan semacam alcohol dalam bentuk bubuk di minuman kopi yang mereka beli? Im Yoona sangat blak-blakan untuk hal ini.

“Kenapa berhenti?” Tanya Yoona bingung.

“Apa anda mabuk?” Tanya Jonghyun agak ragu.

“Lee Jonghyun-ssi, kau ini! bagaimana bisa aku mabuk hanya dengan minum kopi!” Ia menggandeng Jonghyun lagi. Kali ini dengan meletakkan kepalanya di pundak Jonghyun. Dan Jonghyun? Ia semakin heran dengan tingkah Yoona yang menurutnya sangat aneh. Tunggu dulu? Apa gadis ini menyukainya? Bukankah itu kabar baik?

“Oh? Im Yoona-ssi?” Panggil seseorang. Sontak Yoona dan Jonghyun berbalik, masih dalam keadaan bergandengan tangan, dengan kepala Yoona bersandar di bahu Jonghyun.

“Oh? Lee Donghae-ssi? Annyeonghasseyo!” Yoona melepaskan gandengan Jonghyun dan berdiri tegak. Jonghyun menoleh dan memperhatikan Yoona.

“Annyeonghasseyo! Sedang apa anda disini…? Dan… ini?” Donghae menunjuk Jonghyun yang sudah tersenyum tipis terlebih dahulu.

“Perkenalkan, ini Lee Jonghyun” Yoona memperkenalkan Jonghyun pada Donghae.

“Lee Jonghyun”

“Lee Donghae” Keduanya berjabat tangan erat dan membagi senyum. Donghae sempat memperhatikan pakaian Yoona yang baru saja mereka beli di butiknya tadi. Jadi? Ini orang special yang dimaksud? Lee Jonghyun orangnya? Donghae dengan cepat secara bergantian menatap Yoona dan Jonghyun. Ia merasa cemburu melihat hal ini. kelihatannya, gadis yang ia sukai selama ini sudah memiliki seseorang yang special. Lihat saja gaya mereka berjalan tadi. Yoona bahkan menggandeng tangan pria yang bernama Lee Jonghyun ini.

“Donghae-ssi? Kami rasa, kami harus pulang” Jonghyun menyadarkan Donghae dari lamunannya.

“Baiklah, hati-hati di jalan”

To be continue

 

 May leave comment and review?

35 thoughts on “I DO LOVE YOU (1)

  1. critanya bgus sich pi ni ntar yoonhae or jungyoon sich ! Ko mlah bnyk m0ment jgyhun ma yoona dripd donghae , lauw q sich pgennya yoonhae aja hehehehehe…?

  2. I miss Youuu upleiz..welcome back..!
    yah sudah tbc aja..berasa belum puas nih..
    Galau bakal kalo ini sampe konflik cinta segitiga.. Antara YoonHae atau JongYoon aku mesti dukung yg mana??? *ngga ada yg nyuruh dukung sih,hehe
    Suka deh persahabatan antar Kyu-Yoon-Yul,bikin senyum2 sendiri…
    Ah,jadi ga sabar part 2 ny,bener2 belum puas baca ny,,di tunggu,FIGHTING!!

  3. kasihan donghae, di sini dia mlhan kya org yg cinta.a bertepuk sebelah tangan…
    cerita.a bagus, rasa.a baru kli ini aq baca ff.a yoona eonni dia jd reporter, biasa.akn yoona pasti jd pebisnis…

    d tunggu klnjutan.a, jgn lama”….. 🙂

  4. keren keren keren….
    aq smpai gk prcya klu d akhir.a ternyata mereka punya hubungan, mka d tengah” kliatan kya bnran…

    inti.a, cerita.a bagus koq… 🙂

  5. keren,critanya bagus tp boleh gk klw kata2 a..nda-nya diganti kau aja..soalnya jd kyak formal&trlalu tinggi bwt prcakapan biasa#trserah author sih, overall keren kok.. fighting thor!

  6. keren,critanya bagus tp boleh gk klw kata2 anda-nya diganti kau aja..soalnya jd kyak formal&trlalu tinggi bwt prcakapan biasa(?)#trserah author sih, overall keren kok.. fighting thor!

  7. waaahh, semoga ini cerita deerburning._.
    suka ceritanya😀 cuman bahasanya menurutku terlalu formal. tapi tetep keren. next chapter ditunggu🙂

  8. Keren cerita nya
    Jonghyun oppa
    Knpa pura” ngga knal dgn
    Yoona eoni
    Lucu lhat tingkah kyuhyun oppa dan yuri eoni
    D tnggu chap slnjutnya

  9. full couple yoona yg aq suka smua nya ad disini,tp syg kyuhyun oppa disini sm yuri… kajja min di lanjut!!!! jd bingung kira2 ending nya jongyoon or yoonhae ya???

  10. Wahhhhhhh , bkalan ad prsaingan antara dua orng lee , :p tapi kok yoona mendadak ngegandeng + brsikap mesra sama jonghyun yaaa , ap jgan2 yoona suka sama jonghyun ,? Kasian haepa salah paham gitu😥

  11. yoonhae jjang. ayo nih kenapa yoona ga bisa jatuh cinta sama donghae gegara kerja mereka ga berhubungan. aneh nih yoona. next chap ditunggu yoonhaenya chingu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s