[Ficlet] Immortal Frozen

Girls-Generation-Yoona-The-Boys-Mr-Taxi-ver-Concept-pics-girls-generation-snsd-27497666-408-590

Immortal Frozen

HyukGumsmile

Cho kyu hyun Im Yoona

Romance, Action

Ficlet

Happy Reading^^

 

 

Pria itu berdiri kaku. Seluruh tubuhnya membeku menciptakan getaran lembut sehalus salju. Gedebum jantangnya bertalu. Ada asa yang masih ia simpan dalam kalbu.

Sempat berfikir jika semua ini semu. Dari awal, pilihannya memang tak salah tapi kesempatan untuk berada ditengah-tengah kecaman maut membuatnya sempat mengumpat.

Ia tak apa, mati dalam tugas pun bukan masalah besar baginya. Hanya saja, mungkin esensinya akan berbeda jika muzzle velocity itu berhasil memecahkan kepalanya.

Peluru jenis terbaru dengan dua sisi yang akan mengoyak seluruh isi kepalanya hingga habis. Dan amunisi semacam itu  kini tengah bersarang dalam sebuah baretta 92 italy hitam pekat yang tengah teracungkan tepat diatas pelipisnya.

“kau seharusnya tak mencoba untuk bermain-main denganku, kim jongin-ssi”

Dan suara itu semakin mempertegas waktu jika detik yang bergulir kini akan terasa setajam duri, semengiris pisau dan seruncing panah. Jongin menggetarkan kedua kakinya saat tubuh namja itu bahkan tak mampu untuk sekedar berteriak memekikkan beban emosinya.

“tsk! Kau terlalu lemah!”

Ia mendengar itu. Ia bahkan menyimak dengan baik setiap umpatan dan cercaan namja itu untuknya. Untuk kelemahannya. Untuk kekurangan yang seharusnya sudah ia perhitungkan sebelum mengambil keputusan sebesar ini.

“s sebenarnya kau mau apa?”

Namja itu tersenyum super menyeramkan. Sebuah senyuman tipis yang lebih tepat dikatakan sebagai seringaian setan. Pelatuk baretta 92 italy miliknya hampir memutuskan kontak utama manuju sarang peluru. Jemarinya sudadh semakin gatal. Dan ia sudah semakin bernafsu.

Ia tak suka membunuh seseorang, tapi jika berada diantara pilihan tertangkap atau menghilangkan sebuah nyawa, maka mungkin pilihan kedua tidak terdengar terlalu buruk.

“aku? Kau sedang bertanya padaku?”

Tungkai kaki jongin seketika semakin terasa melemas. Kini baretta itu bertumbukan langsung dengan kulitnya. Tepat berada diatas alis mata sebelah kanan. Jika tidak salah menerka, maka mungkin usai baretta itu meledak, seluruh isi otak kanannya mungkin akan berceceran. Hancur lebur.

Jongin memaksakan diri untuk terlihat tegar. Meski ia percaya jika terkadang ia tak akan mampu lagi. Dilain kesempatan. Dilain waktu. Ia ingin menyerah, tapi comunicator yang kini terselip diantara rambut tebalnya terus mendesis memintanya bertahan.

Namja itu tersenyum dengan mengangkat bahunya sekali, meremehkan jongin yang kini mau tak mau harus mengangguk pelan. Ia berjalan menuju samping, dengan moncong baretta yang terus tertempel erat dan bermain diatas kulit kepala jongin.

“kau ingin mereka mengutus kolonel mereka yang payah itu untuk berhadapan denganku. Bukan pegawai sehari jadi sepertimu. Kau tau, tugasmu ini terlalu berat, aku bahkan bisa membunuhmu bermenit-menit yang lalu. Meski sayang sekali,,”

Ia berhenti tepat disamping jongin, menyisir rambut pria itu pelan lalu tersenyum semakin licik. “kau terus diperintahkan untuk bertahan” simpulnya praktis usai comunicator seukuran kacang mete itu terjepit diantara jemarinya.

Jongin melebarkan kedua bola matanya tak percaya. Demi tuhan! Ia yakin jika comunikator yang telah dirancang sedemikian kecil itu tak akan menimbulkan kecirugaan semacam apapun.

Jongin yakin ia tak sedikitpun berbuat salah. Tapi sesuatu seperti menghentak logikanya dengan cepat. Mungkin jongin benar, keputusannya untuk menerima pekerjaan ini terlalu muluk. Ia tak diciptakan untuk menerima beban mental seberat ini. Ia juga tak dididik untuk merasa tertekan sedemikian rupa.

“mengapa kau tak berpikir ribuan kali untuk menghadapiku secara langsung? Atau kau memang diutus untuk menjadi umpan sebelum kolonelmu datang?”

Jongin terdiam. Sialan. Manusia ini terlalu pintar.

“a aku—“

“ucapkan selamat tinggal pada dunia, kim jongin-ssi!”

DOR!

Revolver itu berhenti dengan ujung bibir yang memanas.

“siagakan medis! Bawa jongin pergi. Dae jun, ah rim dan songki segera kepung layar kiri! Dae hyun dan eun na, bawa beberapa orang lainnya untuk menyisir daerah kanan! Kosongkan ruangan ini segera!!”

Namja itu tersenyum, revolver miliknya menghilang diterjang sebuah peluru sebelum ia sempat memperkenalkannya pada jongin. Disana, didepan sana, berdiri seorang yang kini masih mengacungkan sebuah senjata padanya.

“shit!” umpatnya manis.

Seluruh manusia yang mulanya hanya berdiam diri kini menjadi ribuan kali lebih panik. Banyak pasang mata yang hampir melebar karena menyaksikan langsung aksi pembunuhan sadis itu kini berteriak histeris.

Yoona menatapnya bengis. Dari dalam gedung pusat pemerintahan seoul malam itu, ia menghujam langsung manik lelaki itu dengan pedang indranya. Mereka beradu dalam satu garis lurus, lalu dalam detik berikutnya lelaki itu tersenyum dan menghilang diantara kerumunan.

Yoona berbalik badan, menemukan beberapa orang yang masih berdiri dibelakangnya dengan mengacungkan senjata.

“pastikan gedung ini kosong dalam waktu sepuluh menit. Cheonsa! Telusuri kemungkinan jejak peledak dan kau, ji yeon, segera ambilkan SIG P250 DCC SWITZERLAND milikku didalam box”

“tapi kolonel—“

“aku pergi. Move! Move! Move!!”

Yoona kembali berbalik, jejak langkah lelaki itu terpantau tenang meski kini ia bergerak dengan lebih lincah. Yoona mengekang Heckler miliknya lalu melangkah maju.

Yoona menggeram kesal, langkah panjangnya segera berlari menyusuri beberapa nyawa yang masih sempat berlarian menuju jalan keluar gedung. Menyusuri jejak bayangan terakhir yang ia dapati menjelang lantai dua datang.

BRAK!

Pintu darurat itu terbuka lebar, yoona segera mengacungkan senjatanya demi melindungi diri lalu tak lama mendongak mendapati gedebum langkah kaki. Ia melirik keatas lipatan tangga dan kembali mengacungkan senjata.

“jangan bergerak! Berhenti disitu!!”

Masih dengan revolver yang berisi amunisi, yoona melangkan menuju anak tangga pertama. Langkah kaki mereka yang saling bertubrukan mengisi denting kosong ruangan tanpa nyawa itu.

Tangan kanan yoona tak pernah berhenti untuk mengacung meski tak sekalipun bertindak untuk menarik pelatuk.

“berhenti atau—“

“atau?”

Yoona berhenti. Seluruh nafasnya tumpang tindih dan tak beraturan. Tak lama kepalanya mendongak dan wajah lelaki itu tengah berada dua lantai diatasnya. Ia tersenyum sekilas dan menatap yoona dalam-dalam.

“kau masih sama. Tak pernah bisa menghentikanku. Masih ingin mencoba?”

Yoona berdesis geram. “kau hanya terlalu beruntung, sialan!”

Revolver itu kembali mengacung, kepala lelaki itu hilang dan gedebum langkah meereka kembali bersahut-sahutan. Yoona merasa hampir mati. Seluruh nafsanya habis untuk meniti anak tangga hingga pada akhirnya mereka tiba pada lantai paling atas.

BRAK!

Pintu terbuka. Yoona berhenti dan lelaki itu kini bertepatan berada dihadapannya. Menatapnya dengan salah satu tangan yang bersarang didalam saku. Ia tersenyum dan semuanya semakin membuat yoona muak.

“sialan! Aku tak akan memaafkanmu!!” bentaknya.

Lelaki itu tak menanggapinya dengan benar. Ia justru berjalan dengan tenang dan tersenyum tipis “lalu aku harus seperti apa? Meminta maaf?”

Yoona mendecak kesal “kau hampir membunuh bawahanku, brengsek!”

“dan dia hampir membuat kesabaranku habis, sayang”

Yoona tersentak. Lelaki itu maju lalu dalam sepersekian detik bibir mereka bertemu. Ia menekannya kuat-kuat. Meraih tengkuk yoona dan menghisap bibirnya dalam.

“manis sekali” bisiknya usai itu.

Tatapan yoona melembut seketika lalu revolver miliknya tau tau sudah bersarang dengan benar. “aku sudah memperingatimu untuk tidak mendatangi kantor pemerintahan. Kau terlalu bengal”

Dan lelaki itu tertawa.

“aku hanya ingin menemui baek ji young. Dia perlu mempertanggungjawabkan nyawa saejin yang harus bunuh diri karena bajingan itu”

“tapi dia mentri. Kau tidak bisa bertindak semaumu!”

“aku bisa. Hanya mungkin waktuku belum tepat”

Lelaki itu tersenyum lembut. Bibirnya kembali mengecupi bibir yoona lembut lalu mengusapnya pelan.

“kolonel?! Kolonel apa kau disana?!”

Yoona menarik revolvernya cepat. Mengekangnya lalu segera menjatuhkannya pada dada kiri lelaki itu. Ia tersenyum samar, membuat dada yoona penuh akan gedebum kencang.

“aku harus pergi. Terimakasih sudah datang. Aku merindukanmu”

Ia mengecup puncak kepala yoona sekilas, berjalan menjauh lalu tak lama sebuah gebrakan pintu terdengar.

“pergilah!” tutur yoona

Ia kemudian berlari. Tak lama, sebuah helikopter datang dan sebelum sempat melompat, namja itu berbalik, menatapnya menggoda dengan kerlingan mata. “aku tunggu dirumah” tuturnya tanpa suara.

Dan semua menghilang.

“kolonel?!”

“kolonel SIG P250— dimana dia?”

“kau baik-baik saja?! Dimana cho kyu hyun?”

Yoona menghela nafasnya sekali lalu berbalik, revolver miliknya segera tersarungkan dan ia berjalan mendekat. “siapkan masa, dia turun dengan sebuah tali pengaman. Jelajahi daerah ini hingga radius dua kilo meter”

Semua terdiam tak percaya. “jadi, kolonel, dia berhasil kabur?”

“lagi?”

Dan yoona mengakhiri semuanya dengan sebuah anggukan mantap.

 

Ketika cinta bahkan tak bisa memilih kau harus berada dipihak yang mana.

Cho Kyu Hyun. Pimpinan besar ‘Death Active’. Pembunuh bayaran nomor satu. Pemilik hati yoona.

 

-FIN-

 

Bhahaha..

Aku gak tau ini harus dibilang apa. Hanya sebuah coretan kecil yang gak terlalu penting. Tapi karena aku pikir kalian selalu ingin KyuNa moment, maka aku selipkan salah satunya disini karena memorable itu masih akan panjang untuk menanti KyuNa moment-nya.

Ini iseng loh. Cuma sekedar efek dari keinginan untuk menghapus rasa bosan dan frustasi karena seminggu lagi mau UN. Seharusnya aku udah hiatus dari tiga minggu yang lalu, tapi karena respon kalian selalu bikin aku senang, aku mau gak mau harus terus semangat buat ngelanjutin memorable. Terimakasih banyak, ya, readers^^

Jadi, silahkan kalau ada yang mau mengomentari cerita ini. Tapi setelahnya jawab pertanyaan aku, ya.

Ada yang mau Memorable dipost besok pagi?

Aku tunggu sampai jam oo.oo🙂

 

With love, Park ji yeon.

76 thoughts on “[Ficlet] Immortal Frozen

  1. ahh keren banget saeng, apalagi pas quetes terakhirnya. daebak deh
    padhal awal-awalnya gak ngerti ama ceritanya, tapi ternyata keren banget😀

  2. kerenn unn….
    gg nyangka trnyat amreka ada hubana hahahaha…
    yoong unni gg smpe hti dch buat ngkap kyuppa…:):):
    bkin seq nx dong unn.. msih blum jlas hubngannx yoona ma kyuhyun tu apa,,,
    :):):)

  3. bgs min…btuh sequelnya al y msh bngung hbungn yoona eonni ma kyu oppa tu pa.suami istri pa psangan kekasih..hehe

  4. Hahaha . .
    Ini keren k0k unN,mskipun hanya CORETAN q juga gc yakin bkal bisa buat c0retan yg kyak gini . .
    M0ment.x KyuNa Jjang🙂
    Mem0rable.x dtnggu unN🙂

  5. kyaaa,, keren pake bgt ,, apalgi moment nya kyuna,,, aduh yoong smp gk tega mo nangkep kyu..

    author buat sequelnya donk,, pas mreka ktmu drmh, trus apa yg mrka lakukan drmh gtu,.. hehe

    gomawo:-)

  6. ahahahaha
    astaga… ini pasti mengguncang bgt kalo sampe terjadi di real live.
    ini bener2 diluar ekspektasi bgt. dua profesi berbeda disatukan oleh rasa fana cinta
    manis sekali

  7. Ide ceritanya keren, tapi lebih keren lagi tata bahasanya. Deskripsinya bisa detail gitu. Bisa kali bagi ilmunya😀

  8. hahahaa asli keren. profesi yang beda. yang satu kolonel, yang 1 pembunuh bayaran. wauuw. ternyata bisa disatukan kayak gini. hahaha asli menarik banget thor !!!😀

  9. Wow. Kyu sama Yoong pacaran? Kyu penjahat, Yoong agen negara. Wah, pasti bakal keren ceritanya nih😀 Jadi penasaran kelanjutannya..

  10. kisah cnta yg rumit antara yoong n kyu,. satu pmbunuh byar satu ny lgi agen negara,.😀

    ad squel ny gak? cz crita ny seru n mnarik bnget,. (y)

  11. Meskipun pendk, critanya menarik kok. Aku ska aplgi pas moment kyuna. Untk koreksi aja, msh ada pnulisan kta yg salh. Tetap semangat ya eonni dlm nulis ff nya

  12. Jadi ini before story nya “Ingelbert” ya? Yg Q baca dulu malah Ingelbert.a,,
    Tp masih penasaran sama hubungan.a KyuNa,
    Ha ha, sgitunya Yoona ngebiarin Kyuhyun lari, walau harus
    ngorbanin kerjaan.a gagal,,,

  13. Oooo, ini cerita sebelum INGELBERT ya?? Hehehe baru ngeti niihhh, ngomong ngomong kyuna disini pacaran atau suami istri sih? Ah bodo amat yang penting ff daebaaak. Hehehe

  14. ini bner” gk bisa dtebak jlan ceritanya bner” wow…
    ternyata yoona yg seorang kolonel kekasih kyuhyun yg seorang pimpinan pmbunuh bayaran…
    ini bner” keren..

  15. anyeong chingu, aku lg free dan iseng2 ngacak2 blog ini. ehh ketemu sama ini ff.. ff nya seru,ngingetin aku sama film mr. and mrs. smith..
    daebak….

  16. Omg ! Daebakkk ….
    Keren banget ceritanya ! Genrenya action tp so sweet. Wkwk …
    Jd yoona cinta sama buronannya, dan tinggal bersama ? Omo !
    Coba ini dibuat chapter, pasti tambah ok .😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s