Only One [Part 3]

onlyone

A Fanfiction by Felicia Rena

ONLY ONE

[part 1] [part 2]

.

Cast:

Im Yoon Ah, Super Junior Cho Kyu Hyun, f(x) Victoria, Super Junior Lee Dong Hae, CNBLUE Jong Hyun

Rating: PG 13+

Genre: Romance, Hurt, Friendship

Length: Multi-chapter

Disclaimer:

Stories are mine and pure fiction. All cast belong to God.

Please don’t be plagiat :)

Note: Sekedar info kalo FF ini juga sudah di publish sebelumnya di blog pribadiku :).

Hope you’ll enjoy this fanfic ^^

.

“Annyeong, Yoona-ya!” sapa laki-laki itu dengan nada ceria.

Yoona membelalakkan kedua matanya ketika menyadari siapa laki-laki itu.

“Ya! Lee Jonghyun! Kapan kau kembali dari Jepang?”

.

“Bagaimana hubunganmu dengan kekasihmu?”

Pertanyaan Jonghyun membuat hati Yoona kembali terasa seperti diremas dengan kencang.  Saat itu ia dan Jonghyun sedang berbagi cerita di dalam kamarnya. Ia sudah lama sekali tidak bertemu dengan sepupunya itu. Jonghyun adalah satu-satunya sepupu yang seumuran dengannya sehingga Yoona merasakan kedekatan yang lebih dengannya dan selalu bercerita mengenai apapun pada Jonghyun. Meskipun Jonghyun pindah ke Jepang tiga tahun yang lalu, Yoona masih sering berkomunikasi dengannya.

“Kami sudah putus,” jawab Yoona pelan.

Mwo?” Jonghyun membelalakkan matanya dengan kaget. “Kenapa? Apa yang terjadi? Bukankah terakhir kau bilang padaku hubungan kalian baik-baik saja?”

Yoona kemudian menceritakan semuanya pada Jonghyun. Ia bercerita bagaimana ia menemukan rahasia penyakit Victoria dan mengenai perasaan Victoria pada Kyuhyun. Ia juga mengungkapkan bagaimana ia meminta Kyuhyun untuk berada di sisi Victoria dan meninggalkannya. Yoona berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis selama ia bercerita pada Jonghyun.

“Kalau kau begitu mencintainya, lalu kenapa kau melepasnya?” tanya Jonghyun yang tidak habis pikir dengan keputusan Yoona.

Yoona tersenyum sekilas. “Victoria eonni mencintainya.”

“Tetapi kekasihmu—Kyuhyun tidak mencintainya kan? Aku tetap beranggapan jika keputusanmu itu adalah hal terbodoh yang pernah kau lakukan!” Jonghyun masih bersikeras.

“Victoria eonni lebih membutuhkannya,” lanjut Yoona. Dadanya mulai terasa sesak dan matanya mulai memanas.

“Lalu kau tidak membutuhkan Kyuhyun, begitu?” Suara Jonghyun mulai terdengar dingin dan sinis.

Yoona menggelengkan kepalanya. Setetes airmata akhirnya jatuh dan mengalir di pipinya yang nampak pucat. Ia buru-buru menghapusnya. Ia sudah berjanji pada Donghae untuk tidak menangis lagi. Tetapi mengapa mengingat tentang Kyuhyun selalu membuat airmatanya tidak bisa dibendung lagi?

“Bukan seperti itu,” bisik gadis itu. “Aku sangat membutuhkannya. Aku membutuhkannya untuk bernapas. Aku membutuhkannya untuk tertawa. Aku membutuhkannya lebih dari apapun.”

“Tetapi Victoria eonni jauh lebih membutuhkannya. Ia bahkan mungkin tidak punya banyak waktu lagi. Vic eonni adalah orang yang sangat baik. Aku tidak ingin ia menderita dengan keadaannya. Aku ingin ia bahagia dan bisa optimis dalam menghadapi cobaan yang sedang di alaminya,” lanjut Yoona.

Jonghyun memejamkan kedua matanya sambil menggelengkan kepalanya. Ia benar-benar tidak bisa memahami jalan pikiran wanita. ‘Mereka benar-benar rumit,’ pikir Jonghyun. Baginya, yang dilakukan Yoona tetaplah hal bodoh. Menurut pandangannya, yang dilakukan Yoona hanya akan menyiksa baik dirinya sendiri, Kyuhyun maupun Victoria. Tetapi seperti biasanya—yang sudah sangat ia hapal—tidak ada yang bisa mengganggu gugat keputusan yang sudah dibuat oleh Yoona. Hal itu jugalah—menurut dugaan Jonghyun—yang membuat Kyuhyun akhirnya setuju dengan keputusan gadis itu.

.

“Kenapa kau datang kesini? Bukankah hari ini kau belum masuk kuliah?” Yoona mengernyit bingung ketika melihat Jonghyun tiba-tiba muncul di kampusnya.

“Memangnya kenapa? Aku kan ingin melihat-lihat kampus ini sebelum aku masuk kuliah.” Jonghyun menjawab pertanyaan Yoona dengan santai. “Hei, kau sudah tidak ada kuliah kan? Bagaimana kalau kau memberikan tur singkat padaku?”

Yoona mencibir ke arah Jonghyun dan mendengus. “Tidak mau. Aku lelah dan ingin segera pulang.”

“Ayolah. Aku akan mentraktirmu setelah ini kalau kau mau mengantarkanku berkeliling,” tawar Jonghyun sambil tersenyum menggoda.

“Benarkah? Kau akan mentraktirku apa?” Yoona langsung tampak bersemangat.

“Yoona-ya!”

Yoona menoleh ketika mendengar seseorang memanggil namanya. Jantungnya berdegup kencang ketika ia melihat Victoria berjalan mendekatinya dengan senyum riang. Kyuhyun berjalan di belakang Victoria sambil menatap lurus ke arah Yoona.

“Yoona-ya! Sudah lama sekali kita tidak bertemu!” Victoria memeluk Yoona sementara Yoona membalas pelukannya dengan senyum ragu.

Yoona tahu Kyuhyun masih memandanginya namun ia sengaja menghindari kontak mata dengan laki-laki itu.

“Ini untukmu.” Victoria melepas pelukannya lalu menyodorkan sebuah amplop berwarna ungu pada Yoona.

“Itu undangan untuk pesta ulangtahunku. Kau harus datang,” jelas Victoria seolah bisa membaca kebingungan Yoona ketika menerima amplopnya.

“Kau akan datang kan?” tanya Victoria.

“Ah—“ Yoona seakan baru tersadar dari lamunannya. Tanpa sengaja ia bertemu pandang dengan Kyuhyun. Laki-laki itu memberinya tatapan yang sulit untuk di artikan.

“Kau akan datang kan?” tanya Victoria lagi setengah mendesak Yoona.

Ne. Tentu saja aku akan datang, eonni,” jawab Yoona sambil mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun.

“Bagus sekali! Gomawo!” Victoria terlihat sangat senang mendengar jawaban Yoona.

Kyuhyun tersenyum getir ketika Yoona kembali menghindari tatapannya. Ia akhirnya berhenti menatap gadis itu. Pandangannya beralih pada seorang laki-laki yang berdiri di samping Yoona. Ia mengamati laki-laki itu dari atas sampai bawah dengan kedua alis menyatu. Ia merasa mengenal laki-laki itu.

“Lee Jonghyun?” panggil Kyuhyun yang nampak kaget dan ragu.

Kini giliran Jonghyun menautkan alisnya ketika mendengar Kyuhyun memanggil namanya. Sesaat kemudian ia membelalakkan kedua matanya dan mengangkat telunjuknya menunjuk Kyuhyun. “Hyung! Kyuhyun hyung!” balasnya.

Yoona terkejut ketika melihat Jonghyun dan Kyuhyun yang sudah saling mengenal dan sekarang sedang berpelukan seperti sahabat lama yang  melepas rindu.

“Kau sudah kembali dari Jepang?” tanya Kyuhyun.

“Ya. Dan mulai sekarang aku akan kuliah disini. Kau juga kuliah disini rupanya, hyung?” balas Jonghyun.

Yoona dan Victoria bertukar pandang heran melihat kedua laki-laki yang sudah sibuk mengobrol itu. Baik Jonghyun maupun Kyuhyun nampaknya melupakan kehadiran Yoona dan Victoria disana.

Nugu—seyo?” Pertanyaan Victoria seketika membuat obrolan Kyuhyun dan Jonghyun berhenti.

“Namanya Jonghyun. Lee Jonghyun,” jawab Kyuhyun. “Jonghyun adalah adik kelas dan sahabatku saat SMP. Kau tidak mengenalnya karena kau menghabiskan SMP dan SMA-mu di China. Kami sudah tidak bertemu lagi sejak ia pindah ke Jepang tiga tahun yang lalu.”

“Begitu.” Victoria menganggukkan kepalanya mengerti. Ia kemudian tersenyum pada Jonghyun dan mengulurkan tangannya. “Annyeonghaseyo, namaku Victoria. Aku adalah pacar Kyuhyun.”

Yoona mengarahkan pandangannya ke tempat lain ketika Victoria mengatakan statusnya. Penjelasan Victoria itu membuat hatinya kembali terasa diiris. Perih rasanya.

Jonghyun menyadari perubahan sikap Yoona dan ia mengerti alasannnya. Laki-laki itu balas tersenyum pada Victoria dan membalas uluran tangannya.

“Lee Jonghyun,” balas Jonghyun.

“Jonghyun-ssi, apakah kau juga bisa hadir di pestaku? Aku berharap kau bisa datang,” undang Victoria.

Tiga orang yang mendengarnya sama-sama menatap Victoria kaget, terutama Jonghyun, mengingat baru hari itu ia bertemu dengan Victoria.

“Sahabat Kyuhyun adalah sahabatku juga. Jadi aku ingin kau juga datang di pestaku,” jelas Victoria. Sepertinya ia menyadari kekagetan Jonghyun mendengar undangannya.

“Ah, begitu?” Jonghyun dengan cepat menguasai dirinya dan kembali tersenyum. “Baiklah. Aku akan datang. Terima kasih untuk undangannya.”

“Jangan lupa, aku menunggu kedatangan kalian,” kata Victoria sambil tersenyum manis.

Yoona menatap kosong punggung Victoria dan Kyuhyun yang berjalan menjauh. Ia bahkan tidak menyadari lirikan Jonghyun yang terarah padanya.

“Hei,” Jonghyun memanggil Yoona. “Aku lebih tampan dari Kyuhyun hyung kan?”

Kata-kata Jonghyun itu sukses membuat dirinya mendapat sikutan dari Yoona. Walaupun Yoona tahu jika Jonghyun mengatakan itu hanya untuk mengalihkan perhatiannya yang sejak tadi tidak berhenti memandangi Kyuhyun dan Victoria.

“Tetapi aku tidak menyangka jika Kyuhyun-mu itu adalah Kyuhyun yang sama dengan sahabat semasa sekolahku,” kata Jonghyun yang masih meringis sambil memegangi rusuknya yang terkena sikutan Yoona.

“Kenapa aku bisa tidak tahu kalau ia adalah sahabatmu?” tanya Yoona. Ia menatap Jonghyun dengan kening berkerut.

“Itu karena kita berbeda sekolah saat SMP. Kau juga dulu tidak mau kukenalkan pada teman-temanku kan,” jawab Jonghyun.

“Begitu,” gumam Yoona pelan.

Jonghyun menatap Yoona yang masih muram kemudian meraih tangannya. “Kajja!” ajaknya sambil menarik Yoona pergi. “Tidak usah berkeliling kampus ini. Lebih baik kita pergi jalan-jalan saja. Aku akan mentraktirmu setelah itu.”

Yoona membiarkan Jonghyun menariknya. Perlahan sudut bibirnya tertarik membentuk senyuman. Ia tahu Jonghyun ingin menghiburnya dan ia merasa sangat berterima kasih padanya.

.

“Yoona-ya, kau yakin akan datang ke pesta Victoria-ssi?” tanya Jonghyun lewat ponselnya.

Hari itu adalah hari ulang tahun Victoria dan pestanya akan dilangsungkan nanti malam di rumah Victoria. Jonghyun bisa merasakan keresahan Yoona akan pesta itu. Sepupunya itu pasti tidak ingin melihat kemesraan yang ditampilkan Victoria dan Kyuhyun di pesta nanti. Di sisi lain, Yoona merasa jika ia harus datang ke pesta itu. Ia tidak ingin mengecewakan Victoria karena tidak hadir di pestanya.

“Kalau kau tidak ingin datang—“

“Tidak!” Yoona memotong perkataan Jonghyun. “Aku harus datang!”

“Tapi—“

“Aku akan datang!”

Jonghyun menghela napasnya. Ia sangat mengenal sepupunya itu. Jika Yoona sudah bersikeras memutuskan sesuatu, maka tidak ada lagi yang bisa menghalanginya.

“Baiklah. Aku akan menjemputmu jam enam kalau begitu,” ujar Jonghyun sebelum memutus sambungan telepon.

.

“Yoona-ya!”

Yoona menoleh dan melihat Victoria menghampiri dirinya dan Jonghyun. Gadis asal China itu tampak cantik dalam balutan gaun berwarna merah yang menunjukkan lekuk tubuhnya. Namun pandangan Yoona jatuh pada laki-laki yang berjalan di belakang Victoria. Laki-laki itu menatap tajam pada dirinya.

“Aku senang sekali akhirnya kau datang!” sapa Victoria sambil memeluk Yoona lalu menoleh ke arah Jonghyun. “Kau juga, Jonghyun-ssi. Kupikir kalian tidak akan datang.”

“Mana mungkin kami tidak datang, noona,” sahut Jonghyun sambil tersenyum. “Maaf karena kami terlambat. Yoona membutuhkan waktu berjam-jam lamanya untuk berdandan, jadi aku harus menunggunya dulu.”

 Yoona menginjak kaki Jonghyun dan membuat laki-laki itu meringis kesakitan. Victoria yang tidak menyadari kejadian itu hanya tertawa mendengar kata-kata Jonghyun.

Omo! Yoona-ya, kau beruntung sekali punya kekasih seperti Jonghyun,” kata Victoria.

Yoona dan Jonghyun sama-sama membelalakkan kedua mata mereka. Di belakang Victoria, seluruh tubuh Cho Kyuhyun kini menegang.

MwoAniye—aaw!”

Yoona lagi-lagi menginjak kaki Jonghyun dengan sedikit lebih keras. Laki-laki itu menoleh kesal ke arah Yoona untuk menuntut penjelasan.

Neeonni! Aku memang sangat beruntung,” ucap Yoona sambil memeluk lengan Jonghyun dan menarik laki-laki itu mendekat.

Baik Jonghyun maupun Kyuhyun sama-sama terkejut dengan ucapan Yoona. Kedua laki-laki itu menatap Yoona dengan pandangan bertanya.

“Padahal dulu kupikir kau akan bersama dengan Donghae-ssi,” ujar Victoria tanpa menyadari ucapannya membuat ekspresi wajah Kyuhyun mengeras.

“Tapi kalian berdua cocok sekali,” sambung Victoria. Kata-katanya yang terdengar tulus justru membuat hati Yoona terasa berdenyut nyeri. Ia tidak ingin membohongi sunbae-nya itu, tetapi menurutnya semua akan lebih mudah jika seperti ini.

“Kalau begitu, aku akan meninggalkan kalian berdua. Nikmati saja pestanya, eoh?” sambung Victoria sambil mengedipkan sebelah matanya pada Yoona.

Yoona menjawabnya dengan senyum dipaksakan, namun Victoria sudah berbalik sehingga tidak melihatnya. Yoona terus memandang Victoria yang mengaitkan lengannya pada Kyuhyun dan berjalan menjauh.

Ya!” Suara Jonghyun menyadarkan Yoona dari lamunannya. “Apa yang kau lakukan tadi?”

Yoona melepaskan pegangannya pada lengan Jonghyun dan menghela napasnya.

Mianhae,” bisik gadis itu. “Jadilah kekasihku untuk malam ini saja.”

Jonghyun mendengus kesal. “Kau ingin Kyuhyun hyungmembunuhku ya?”

Yoona tersenyum kecil, namun kedua bola matanya masih memancarkan kesedihan dan rasa sakit. Jonghyun yang melihat hal tersebut menghela napasnya dan menepuk pelan punggung sepupu kesayangannya itu.

Gwenchana? Apa kau baik-baik saja?” tanya Jonghyun dengan nada khawatir.

Yoona menjawab pertanyaan Jonghyun dengan sekali anggukan kepala walaupun ia tahu bahwa Jonghyun tidak bisa ditipu. Laki-laki itu masih menatap khawatir pada dirinya.

“Bagaimana kalau kita berdansa?” tawar Yoona dengan nada yang dibuat seceria mungkin.

Jonghyun kini justru memandangnya dengan tatapan aneh seolah Yoona adalah makhluk dari planet asing yang tiba-tiba muncul di hadapannya.

“Apa kepalamu barusan terbentur sesuatu?” tanya Jonghyun dengan nada bingung.

“Sudahlah! Kajja! Ayo kita berdansa!” Tanpa menunggu jawaban dari Jonghyun, Yoona sudah menarik laki-laki itu menuju lantai dansa.

Ya!” protes Jonghyun ketika Yoona menarik tangannya.

“Kau adalah kekasihku untuk malam ini, jadi bersikaplah seperti seorang kekasih yang baik,” ucap Yoona.

Jonghyun mencibir mendengar perkataan Yoona, namun akhirnya ia mengalah dan membiarkan Yoona membawanya berdansa.

Selama mereka berdansa, Jonghyun selalu berusaha membuat lelucon untuk membuat Yoona tertawa. Ia akan mengomentari apapun yang ia lihat. Yoona sampai tidak bisa berhenti tertawa sejak awal mereka berdansa sampai kini lagu kedua. Dari tempatnya, Jonghyun melihat bahwa Victoria dan Kyuhyun juga sudah turun ke lantai dansa. Jonghyun kemudian mengatur gerakannya sendiri supaya Yoona tidak perlu melihat ke arah Victoria dan Kyuhyun.

Victoria melihat Jonghyun mengucapkan sesuatu dan Yoona yang tertawa lebar mendengarnya. Gadis itu tersenyum sementara Kyuhyun membawanya berputar di lantai dansa.

“Yoona dan Jonghyun cocok sekali ya,” komentarnya tanpa menyadari bahwa rahang Kyuhyun mengeras mendengarnya.

“Jonghyun sepertinya orang yang baik dan Yoona kelihatan bahagia bersamanya,” lanjut Victoria.

Kyuhyun hanya diam dan tidak menanggapi kata-kata Victoria. Sejak tadi, hatinya terasa sakit sekali melihat Yoona berada dalam pelukan lelaki lain dan tertawa karena lelucon yang dibuat oleh lelaki lain. Ia masih belum merelakan Yoona untuk orang lain sekalipun laki-laki itu adalah sahabat lamanya. Ia berusaha keras untuk mengendalikan dirinya supaya tidak menarik Yoona dan membawanya pergi dari tempat itu. Namun kata-kata Victoria berikutnya membuatnya benar-benar nyaris hilang kendali.

“Pasti akan menyenangkan melihat mereka berdua menikah suatu saat nanti.”

Kyuhyun merasakan seluruh tubuhnya kembali menegang. Perutnya bergejolak dengan perasaan marah dan cemburu.

“Apakah kau keberatan jika kita bertukar pasangan dansa?” tanya Victoria.

“Eh?” Kyuhyun terlihat sudah tidak fokus. Kedua mata laki-laki itu tampak kosong.

“Apakah kau keberatan jika kita bertukar pasangan dansa?” ulang Victoria dengan kalimat yang sama persis dengan sebelumnya.

“Tidak. Aku tidak keberatan,” jawab Kyuhyun datar.

Victoria tersenyum dan menarik tangannya. Kyuhyun hanya membiarkan dirinya ditarik seperti biasa, namun ia merasa langkahnya semakin berat ketika menyadari Victoria sedang membawanya ke tempat dimana Jonghyun dan Yoona sedang berdansa.

Jonghyun melihat Victoria dan Kyuhyun yang datang mendekat. Ia menelan ludahnya ketika menyadari tatapan Kyuhyun yang seolah ingin menenggelamkannya hidup-hidup ke sungai Han. Victoria menepuk pundak Yoona dengan senyum yang seolah tidak bisa hilang dari wajahnya.

“Apakah kau keberatan jika aku berdansa dengan Jonghyun?” tanya Victoria.

“Eh?” seru Yoona dan Jonghyun yang sama-sama terkejut. Mereka berdua kemudian saling berpandangan seolah meminta persetujuan dari yang lain.

“Ehm—er—baiklah,” jawab Jonghyun selanjutnya.

Victoria kemudian menarik Jonghyun kembali ke lantai dansa meninggalkan Kyuhyun dan Yoona berdua. Sesekali Jonghyun akan menoleh cemas ke arah Yoona dan berharap semoga ia tidak membuat keputusan yang salah dengan meninggalkan mereka berdua.

Selama beberapa saat, tidak ada satupun di antara Yoona dan Kyuhyun yang bergerak. Mereka sama-sama terdiam tanpa saling menatap. Walaupun begitu, keduanya bisa merasakan kerinduan yang terpancar dari yang lain. Butuh usaha keras bagi Kyuhyun untuk tidak menarik Yoona ke dalam pelukannya saat ini.

Kyuhyun mengulurkan tangannya untuk mengajak Yoona berdansa. Yoona menggigit bibirnya dan menatap tangan Kyuhyun yang masih terulur. Akhirnya ia meraih tangan itu dan membiarkan Kyuhyun membimbingnya untuk berdansa.

“Sudah berapa lama hubunganmu dengan Jonghyun?” Kyuhyun membuka percakapan di antara mereka.

Yoona mengenali nada cemburu dalam suara Kyuhyun yang sama sekali tidak berusaha ditutupi oleh laki-laki itu. Rasanya ia masih belum percaya jika Yoona bisa menggantikannya secepat itu. Sementara dirinya sendiri belum bisa melepaskan Yoona dari pikiran dan hatinya.

“Ehm—belum lama,” jawab Yoona pelan.

“Apakah kau bahagia bersamanya?” Kyuhyun kembali bertanya dengan suara yang lebih lirih. Yoona merasakan sesak di dadanya ketika nada cemburu dalam suara Kyuhyun menghilang dan digantikan dengan nada yang lebih lembut. Gadis itu bisa merasakan jika Kyuhyun juga sedang mengalami sakit yang sama dengannya ketika laki-laki itu mengira dirinya dan Jonghyun adalah sepasang kekasih.

“Ya,” bisik Yoona yakin. “Aku bahagia.”

Kyuhyun tersenyum lembut seperti tatapannya pada Yoona sekarang. “Baguslah kalau begitu,” ucapnya. “Aku tidak akan memaafkan Jonghyun jika ia membuatmu menangis. Kau boleh mengatakan itu padanya.”

“Aku berharap kau akan selalu bahagia bersamanya, Yoona-ya. Ia—“ Kyuhyun ragu untuk melanjutkan. “ia laki-laki yang baik.”

Yoona berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis. Sikap Kyuhyun yang seperti itu justru membuat hatinya terasa hancur. Setelah semua keegoisan yang ia paksakan pada Kyuhyun, laki-laki itu masih mendoakan kebahagiaannya dengan tulus.

Yoona merasa bersyukur ketika Victoria dan Jonghyun kembali pada mereka. Ia tidak tahu lagi sampai berapa lama ia bisa bertahan untuk tidak meluapkan emosinya yang sebenarnya di depan Kyuhyun.

“Apa saja yang kalian bicarakan?” tanya Jonghyun ketika Victoria dan Kyuhyun sudah meninggalkan mereka berdua.

“Ia bilang ia tidak akan memaafkanmu jika kau membuatku menangis,” bisik Yoona lirih. “Ia juga bilang kalau kau adalah laki-laki yang baik dan ia berharap aku bahagia bersamamu.”

Jonghyun mengusap pelan punggung Yoona mencoba memberikan ketenangan pada gadis itu. “Tenang saja. Aku adalah kekasihmu untuk malam ini dan aku akan membuatmu tetap tersenyum sepanjang malam.”

BRUK! PRANG!

Semua orang menoleh ketika mendengar suara benda pecah. Mereka terbelalak kaget ketika melihat Victoria tiba-tiba terjatuh dan menabrak meja membuat beberapa benda di atasnya terjatuh dan pecah. Kyuhyun yang saat itu sedang mengobrol dengan salah satu temannya segera berlari ke arah Victoria. Ia kemudian menggendong Victoria dan membawanya masuk ke dalam.

Yoona menggigit bibirnya ketika melihat kejadian itu. Melihat bagaimana Kyuhyun berlari ke sisi Victoria membuat hatinya serasa diremas dengan sangat kuat. Begitu menyakitkan rasanya.

Sebuah tepukan ringan mendarat dibahu Yoona diiringi kata-kata, “Apakah kau ingin pulang?”

Tanpa menolehpun, Yoona tahu siapa yang berbicara padanya. Ia menganggukkan kepalanya dalam-dalam. Airmatanya mulai terkumpul di pelupuk matanya dan memberontak untuk dibiarkan keluar. Tidak, Yoona sama sekali tidak ingin menangis disini, maka ia membiarkan Jonghyun menuntunnya dan membawanya pergi dari tempat itu.

.

“Kau ingin pergi kemana?” tanya Jonghyun dengan kedua tangan memegang kemudi dan pandangan lurus ke depan. “Kau pasti tidak ingin pulang ke rumah dalam keadaan seperti itu kan?”

“Kemanapun,” jawab Yoona lirih. Bendungan airmatanya sudah tidak tertahankan lagi. Ia menyerah dan membiarkan cairan bening itu membanjiri wajahnya.

Jonghyun menyalakan mesin mobilnya dan mulai melaju pergi dari rumah Victoria. Sepanjang perjalanan, laki-laki itu hanya diam dan mendengarkan isak tangis yang sesekali keluar dari mulut Yoona.

Jonghyun menjalankan mobilnya sampai ke tepian sungai Han. Setelah memarkir mobilnya, ia mematikan mesin mobilnya dan duduk diam sambil mengetuk-ngetuk kemudinya. Ia masih membiarkan Yoona meluapkan segala emosinya tanpa berkata apa-apa.

“Aku tidak ingin menangis,” ucap Yoona di sela-sela tangisannya. “Aku cengeng sekali. Aku tidak boleh menangis lagi.”

“Aku benar-benar tidak mengerti dengan diriku sendiri. Aku yang meminta Kyuhyun oppa untuk melakukan ini semua dan seharusnya aku senang karena ia melakukannya dengan baik. Tetapi kenapa hatiku terasa sangat sakit?” tangis Yoona.

Jonghyun menghela napasnya. Ia merangkul Yoona dan membiarkan gadis itu menangis di bahunya. Membiarkan airmata gadis itu membasahi kemeja sampai kulitnya. Sesekali ia akan menepuk atau mengelus pelan lengan Yoona untuk sekedar memberikan ketenangan pada sepupunya itu dan untuk memberitahunya bahwa ia akan selalu ada di sisinya.

.

“Jonghyun-ah,” panggil Yoona.

Jonghyun menoleh dan melihat Yoona yang mengulas senyum kecil untuknya. Bekas-bekas airmata tampak sudah mulai menghilang di wajah gadis itu walaupun ia masih terlihat pucat.

Gomawo,” ucap Yoona tulus. “Terima kasih karena kau sudah menemaniku dan menghiburku.”

Jonghyun balas tersenyum dan menyahut, “Bukankah malam ini aku adalah kekasihmu? Seperti yang sudah kukatakan tadi, aku akan membuatmu tertawa dan berhenti menangis.”

Yoona tertawa mendengar jawaban Jonghyun. “Aku pasti akan benar-benar bahagia jika memiliki kekasih sepertimu, Jonghyun-ah.”

“Sayang sekali, waktumu untuk menjadi kekasihku sudah habis nona Im. Tidak mudah untuk menjadi kekasihku mengingat banyaknya gadis yang mengantri untuk mendapatkan gelar itu. Aku memberimu kesempatan istimewa malam ini, tetapi tidak untuk lain kali,” gurau Jonghyun dengan ekspresi menyebalkan.

Yoona tertawa geli melihat tingkah sepupunya itu. “Ternyata kau ini playboy sekali. Aku berubah pikiran. Sudahlah, cepat pulang sana.”

Jonghyun berpura-pura memperlihatkan ekspresi terluka. “Huh, setelah meminta bantuanku, sekarang kau membuangku.”

Laki-laki itu tertawa kemudian kembali menatap Yoona dengan tatapan yang lebih serius. “Berjanjilah padaku kau tidak akan menangis lagi dan segera pergi tidur. Kau pasti tidak ingin punya mata panda sepertiku kan?”

Araseo,” sahut Yoona. “Aku janji.”

“Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu sekarang. Kau istirahatlah,” kata Jonghyun sambil masuk ke dalam mobilnya.

Ne. Kau juga hati-hati di jalan. Annyeong!” ucap Yoona melalui kaca jendela yang dibuka oleh Jonghyun.

Jonghyun tersenyum kemudian menjalankan mesin mobilnya. Ia melambaikan tangannya pada Yoona sebelum membawa mobilnya pergi.

.

Victoria membuka kedua matanya dan merasakan pusing kembali menyerangnya. Kepalanya terasa sakit sekali. Ia meraba laci di sebelah tempat tidurnya untuk mencari obatnya. Setelah menemukannya, ia langsung meminum obatnya dengan kedua mata terpejam menahan sakit. Butuh waktu beberapa lama sampai rasa sakitnya mulai mereda.

Victoria menghela napasnya berkali-kali. Rasa sakit masih setia bersarang di kepalanya walaupun sudah jauh berkurang. Gadis itu kemudian kembali membuka matanya dan menerawang ke depan.

Ia mengingat ketika tadi malam ia melihat Kyuhyun dan Yoona berdansa di pestanya. Ia melihat bagaimana cara Kyuhyun menatap Yoona. Tatapan yang terlihat tulus dan—penuh cinta. Kyuhyun bahkan tidak pernah menatapnya seperti itu. Bahkan ketika Kyuhyun sudah kembali padanya-pun, ia masih memergoki Kyuhyun beberapa kali mencuri pandang ke arah Yoona dan menatapnya dengan tatapan yang sama.

Apakah mungkin sebenarnya—Tidak, Victoria tidak ingin berburuk sangka baik pada Kyuhyun maupun pada Yoona. Keduanya adalah orang yang sangat berarti baginya.

Victoria menggelengkan kepalanya berusaha menjernihkan pikirannya. Ia tidak boleh terlalu memikirkan hal itu lagi. Ia tidak ingin kejadian tadi malam terulang kembali. Ketika tengah memikirkan apa yang mungkin terjadi di antara Kyuhyun dan Yoona, tiba-tiba saja kepalanya terasa sakit dan membuatnya jatuh pingsan.

Kejadian itu membuat Kyuhyun akhirnya tahu tentang penyakitnya. Ia sempat takut Kyuhyun akan meninggalkannya karena tidak mau berhubungan dengan gadis berpenyakitan seperti dirinya. Namun diluar dugaannya, Kyuhyun berkata bahwa ia akan selalu ada disisinya dan menemaninya untuk melewati semua ini. Victoria benar-benar merasa beruntung memiliki Kyuhyun.

Karena itulah, Victoria yakin tidak ada sesuatu yang terjadi di antara Kyuhyun dan Yoona. Kyuhyun mencintainya dan ia tahu Yoona menyayanginya. Ia memilih untuk percaya pada mereka berdua.

.

to be continue

please leave your comment

11 thoughts on “Only One [Part 3]

  1. annyeong…
    sorry q kment nya d part ini aja ea..
    smga kyua nya brsatu, & vict unn smbuh dan dpt pnganti kyu,,,
    hehee
    oh ea btw author line brapa ??kan jlas mau mnggl apa…:)
    next nya dtnggu ea thor…
    fighting!!!

  2. Kren critax, tp syg agk sdh gt ngebcax.. Kciant yoona ma kyuhyun. Bkin Nyesakn hati bcax. Chap 4 nya, bwt kyuhyun cmbru donk eoni ma sehun n msukn sehun donk sbg pcr bru yoona (plakk/bnyk maw.x nhe)
    maf eoni qu bru c0ment d’part ne, coz bru sles ngrusn msalh sch0ol jd bru bs skrg bca ff n c0ment..

  3. kasihan kyuhyun dsini…
    temen.a jd pacar mantan.a ! kya ap ya rasa.a…

    knp victoria gk peka sama keadaan,..
    jdi.akn kya gini keadaan.a…

    inti.a, cerita.a bagus koq…
    d tunggu kelanjutan.a…
    jgn lama” 🙂

  4. Kasian victoria juga yaa…. kebahagiaan yg ia rasakan benar2 semu…. bakal jadi seperti apa ya hubungan mereka…. teteup semoga happy ending yaa…..

  5. Aduhh aku baca nya nyampe nangis ;(
    yoona eonni mengaku jonghyun adalah pacarnya… kyuhyun tidak tau kalau jonghyun adalah sepupu yoona..
    Ff nya semakin SERU
    Ayo dilanjut eonni..
    kapan chapter 4 nya di publish? aku udah gak sabar pengen tau kelanjutan ceritanya.
    SEMANGAT!!!!
    #KyuNa_Jjang!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s