Fake Love – 3

Image

by Flowssi ex:karinapp26

Cast: Yoona | Seohyun | Luhan | Sehun

Genre: School life, romance, friendship, sad

Ranting: PG13+

Poster by Ladyoong at YoongEXO

Chaptered

Secret admirer

HAPPY READING~^^

Disaat ini kita betemu, dan disini juga aku benci dengan hujan

“Ini untuk mu.” Setelah menunggu lama di kursi panjang, akhirnya Luhan menghampiri Yoona sambil membawa dua scop ice cream mint. Yoona tersenyum lalu menerima ice cream itu. “Terima kasih.”

Luhan juga hanya memamerkan senyuman nya. Lalu duduk di sebelah Yoona. Dia menatap wajah Yoona sebentar yang sedang memakan ice cream nya.

“Kau sekarang tinggal dimana?” Tanya Luhan memecah keheningan yang mereka ciptakan sendiri sedari tadi. Yoona menatap Luhan sebentar lalu menghelang napas. “Seperti dulu.”

Luhan mengangguk pelan. Dia tak tau mencari bahan omongan yang enak. Dia menghelang napas bosan. Yoona menghabiskan ice cream nya lalu menatap Luhan. “Aku pulang ya, ini hampir malam.” Yoona berdiri, lalu melambaikan tangan nya.

‘Kapan aku bisa menjadi bagian dari hidupmu lagi yoong.’

….

“Seohyun-a.” Seohyun terlonjak kaget saat ada seseorang yang masuk kamar tanpa ‘seijinnya’. Siapa lagi kalau bukan sahabat baik nya, Yoona. Yoona menampakan senyum tanpa dosa nya ke arah seohyun yang kini mentapnya tajam.

Yoona menghampiri Seohyun yang sedang duduk di kasur bermain tab. “Seohyun-a.” Panggil nya lagi, tetapi kali ini jauh lebih lembut dari yang tadi. Seohyun lalu menghelang napas nya panjang.

“Mwo?” Tanya Seohyun sambil tersenyum. Seohyun dan Yoona sadar, dengan panggilan yoona yang begitu lembut bisa membuat hati Seohyun luluh. Yoona menatap penuh harap ke arah seohyun dengan mem-pout kan bibirnya. Ia bingung harus bercerita mulai dari mana.

“Palli!” desah Seohyun sambil menggoyang-goyang kan pundak Yoona. Yoona menatap Seohyun kesal lalu mengangguk.

Yoona menceritakan semua yang ia alami hari ini dengan Luhan. Terkadang dia sedikit menghembuskan nafas nya kesal dan mengubah nada suara menjadi lebih berat. Dan terkadang Yoona menambahkan bagaimana suasana hatinya saat itu hingga membuat Seohyun tergelak dan tertawa. Yoona juga memperagakan sesuai dengan apa yang di ceritakan nya.

“Menyebalkan bukan?” tanya Yoona sambil melipat tangan nya lalu menghempaskan tubuh ramping nya di kasur empuk milik Seohyun. Seohyun menggeleng melihat tingkah laku yoona yang seperti anak kecil. Berbeda jauh dengan nya yang tingkah nya kedewasaan.Yoona dan Seohyun berbeda satu tahun. Tetapi, mereka seangkatan karena Seohyun dapat naik dengan tes nya yang memuaskan.

“Yoona.. apa Luhan pernah bertemu dengan mu sebelum nya?” Yoona yang tadinya ingin mereflek-an organ tubuh nya dengan menutup mata, tiba-tiba ia langsung kaget dan duduk sambil menatap Seohyun.

“Ma-mana aku tau. K-kau tanya luhan saja.” ucap yoona sedikit gugup lalu merebahkan dirinya di kasur seohyun.Seohyun sedikit berpikir sambil memegang dagunya. “Dari apa yang kau ceritakan tadi, aku menemukan sedikit keganjalan.” Tutur seohyun menatap yoona yang sedang menutup matanya.

“Maksudmu?” Tanya Yoona sambil membuka matanya lalu menatap Seohyun. “Ya-begitulah, nanti kau juga akan tau sendiri.” Yoona mengangguk mengiyakan pendapat dari sahabat karib nya itu. Menurut nya, tak sia-sia jika mengajak Seohyun untuk cerita ataupun sekedar curhat. Karena, Seohyun adalah teman yang enak jika diajak curhat.

“Sudah sana, pulang!”  ucap Seohyun mendorong badan Yoona. Yoona menatap kesal ke arah Seohyun lalu mengangguk pelan. Di gerakan kakinya menuju ambang pintu rumah seohyun.

Yoona melangkahkan kakinya menuju rumahnya sambil menendang bebatuan yang berada di dekat kakinya. Ia menghembuskan nafasnya pelan sambil mengeratkan jaket yang ia pakai.

Kemudian ia mendongakan kepalanya. menatap taburan-taburan bintang yang ada di atas. Ia perlahan tersenyum pahit mengingat sesuatu yang tiba-tiba terlintas di pikiranya.

Flasback on

Yeoja itu menyenderkan kepalnya di bahu seorang namja yang sekarang berstatus sebagai namjachingunya. Kemudian ia mendongak ke atas. menatap langit sore yang sudah cerah setelah di terpa rintik-rintik air yang begitu deras.

Kemudian dia melihat beberapa bintang yang sudah berkumpul. Dia kemudian menatap aneh langit-langit itu. Kenapa di sore hari ini banyak bintang yang bertaburan?

“Kau melihat apa, hm?” Yeoja itu menggeleng pelan saat mendengar suara lembut namja. Ia kemudian menggeleng pelan sambil tersenyum. “Igo, kenapa ada bintang?”

“Waeyo? apa tak boleh?”  Tanya namja itu sambil tersenyum. Yeoja itu mengerucutkan bibirnya kesal saat mendengar pertanyaan yang berbalik kepadanya.

“Aniya, ini masih sore, eoh. Seharusnya bintang belum ada yang muncul.” ucap yeoja itu polos sambil memandangi langit-langit yang sudah bewarna oranye.

“Terkadang, bintang itu tak selalu datang pada malam hari, yoong.” Yeoja itu mangut-mangut mendengar penjelasan dari namja yang berada disebelah nya ini.

“Bintang itu sama sepertimu….”

“Apa maksudmu?” Tanya yeoja itu menatap namja yang berada di samping nya. Namja itu tersenyum lembut lalu mengelus pelan rambut yeoja-nya.

“Terkadang, kau lah yang paling ceria dan paling cerah. Tetapi, kau akan cepat lelah. Kau yang paling cantik, tetapi dalam hal apapun kau pasti meminta tolong. Bintang yang paling cerah dan terang akan cepat memudar, bintang yang paling sempurna mendapatkan bantuan bintang lain.”

Yeoja itu menundukan kepalanya. Menatap hemparan pasir-pasir putih yang berada di sekeliling mereka. Diantara dua perasaan yaitu malu dan perasaan senang.

“Jangan menunduk seperti itu, hm. wajah mu benar-benar memerah.” Ucap namja itu sambil memegang kedua pipi yang sangat berwarna merah seperti kepiting rebus.

“Kau benar-benar bisa membuatku malu, eoh.” Namja itu tertawa mendengar penuturan dari yeoja-nya itu. Namja itu lalu mengacak-acak rambut yeoja yang berada di sampinya.

Flasback Off

“Hey.” Yoona langsung mendongak kan kepalanya lalu menatap beberapa namja di depan nya memakai masker sambil menatap Yoona dengan senyum meremehkan.

Yoona mundur beberapa langkah. Lalu, ia merasakan menabrak sesuatu. Dia pun melihat ke belakang dan menemukan namja yang sama-memakai masker. Yoona langsung menjauh dan menatap mereka ketakutan.

“Kau mau kemana gadis cantik?” Tanya namja itu yang terlihat-mabuk. Yoona bisa mencium bau alkohol yang sangat pekat di indra penciuman nya. Yoona menutup hidung nya sebentar.

“Jangan sentuh aku!” Seru yoona saat ia merasakan ada yang memegang tangan nya. Berulangkali Yoona menyerukan hal yang sama. Tetap saja, namja-namja itu tetap menggoda dan berusaha membawa Yoona.

“HELP ME!!” Yoona berteriak. Ia melihat kesana kemari. Suasana malam yang begitu gelap hanya diterangi benda-benda angkasa dan lampu-lampu yang berada di pinggir jalan.

‘Shit, kenapa jalanan begitu sepi!’ Yoona mengumpat dalam hatinya. Keringat dingin mengalir di sekujur tubuhnya. Padahal, suhu di seoul berada dekat dengan angka nol. Tapi, karena rasa takut yang terus menghantuinya membuat keringat mengalir.

Yoona melihat dua namja sedang berlari ke arah nya. Ia menyipitkan matanya. Begitu tak jelas, sisa-sisa hujan yang tadi datang menjatuhkan buliran-buliran air ke wajah nya.

“Ayo, ikut kita sayang.” Yoona tersadar, ia segera menepis tangan yang ingin memegang nya. Nafas nya kali ini memburu, semoga saja, dua orang tadi yang berlari akan menyelalamatkan nya.

Ia kemudian berjongkok dan menyembunyikan wajah nya di tengkuk nya. Ia juga merapatkan kedua kakinya. Berharap angin luar tidak menembus kehangatan yang ia ciptakan.

Dia menutup telinga nya agar tak mendengar berbagai godaan yang tertuju padanya. Ia tetap menutup matanya dan berharap ada orang baik yang akan menolong nya.

Suara rintihan, teriakan atau pukulan terdengar disitu. Yoona tetap bersikeras menutup telinga sampai ada yang menolongnya. Yoona menutup telinga nya lebih kencang lagi saat mendengar suara teriakan yang begitu nyaring.

Yoona merasakan ada yang mengetuk kepalanya. Ia mencoba untuk menghiraukan nya. Tetapi, ketukan di kepalanya tak kunjung berhenti. Akhirnya ia mendongak ke atas.

Perlahan senyum nya mengembang. Ia lalu berdiri dan memeluk namja yang berada di depannya ini. Ia memeluk sangat erat. Menumpahkan segala rasa ketakutan dan rasa gugup nya.

“Gu-gumawo sehun, ah.” Ucap Yoona sembari mengeratkan pelukan nya. Sehun hanya mengangguk lalu mengelus kepala Yoona pelan. Ia kemudian membalas pelukan Yoona.

Dibalik itu semua, ada namja yang sedari tadi berdiri beberapa meter di samping mereka. Namja itu hanya bisa tersenyum kecut melihat pemandangan ini. Pemandangan saat apa yang ia pernah lakukan. Tapi mungkin ia tak akan mendapatkan itu untuk selamanya. Ia tau bagaimana saat ia meninggalkan nya.

‘akan kah aku  mendapatkan kehangatan lagi darimu?’

….

Yoona merasakan getaran yang tiada henti menjuluri tubuh nya. Sekarang sehun merangkulnya. Memberikan banyak kehangatan pada tubuhnya. Ia menunduk sedari tadi.

Ia mengingat bagaimana saat ia merasakan keganjalan saaat memeluk Sehun. Ia merasakan getaran tak jauh darinya.

///

Yoona memeluk Sehun sangat kencang. Ia bisa merasakan ada yang mengelus kepala nya pelan. Yoona mengetahui bahwa itu adalah Sehun. Ia semakin menenggelamkan wajah nya di bahu Sehun.

Tetapi, dia merasakan keganjalan. Bukan kah tadi ada dua orang. Lalu siapa satu lagi?

Dia kemudian melepaskan pelukan Sehun dan melihat ke samping nya. Jantung nya berdegup dengan kencang. Kelopak matanya bertemu dengan kelopak mata yang ia benci.

Ia sebenarnya ingin marah kepada namja itu. Namja yang telah meninggalkan nya begitu saja dengan alasan yang membuatnya begitu menyakitkan. Dan yoona akan membuktikan bahwa, ia tak seperti yang dulu. Ia tak lemah seperti yang dulu.

“Sehun-ah, kau antarkan Yoona pulang, aku akan pulang sendiri.” Ucap Luhan lalu pergi meninggalkan mereka berdua. Sehun menggaruk tengkuk nya yang tak gatal. Ia merasa gugup karena hanya ada dia dan Yoona di tempat ini.

Sehun dan Yoona saling bertatapan. Mereka berdua merasakan getaran anggota tubuh mereka. Yoona menelan saliva nya dalam-dalam dan mencoba berbicara untuk memecah keheningan. Begitu pun juga sehun. Tapi lidah nya terasa kelu.

“T-tunggu ap-apa l-lagi Yoona, ayo!” Ajak sehun, kemudian ia menggandeng Yoona. Yoona langsung menunduk karena tak ingin memperlihatkan wajah kepiting rebus nya kepada Sehun.

///

“Yoona-ya, apa kau ingin membeli cappucino dulu?” Tawar Sehun sambil menatap Yoona. Yoona berpikir sebentar lalu mengangguk dan menatap Sehun. Kemudian, ia sadar wajah nya begitu dekat dengan Sehun. Yoona yang sadar langsung memalingkan wajahnya.

“M–mian.” Ucap Sehun yang sepertinya juga sadar. Yoona menunduk untuk menyembunyikan wajah nya. Sehun pun juga merasakan wajah nya memerah.

Suasana hening menyelimuti keadaan mereka. Tak ada satupun yang berani berbicara. Sehun dan Yoona sibuk dengan pikiran masing-masing. Tak terasa, mereka sudah berada di depan sebuah kedai. “Seperti biasa sehun-ah.”

Sehun mengangguk senang.  Kemudian ia menyuruh Yoona untuk duduk di salah satu meja dekat tempat pemesanan. Sehun mendekati tempat pemesanan tersebut lalu membaca menu nya sebentar.

“1 Capuccino latte dan 1 capuccino mikrofroam.” Pelayan itu menuliskan pesanan sehun. Lalu ia mengulang kembali apa yang di pesan Sehun. Sehun mengangguk lalu membayar total pesanan nya. Kemudian ia diberi capuccino latte dan capuccino mikrofroam.

“Ini.” Ucap sehun sambil memberikan capuccino latte kepada Yoona. Yoona tersenyum lalu menerima capuccino latte itu. “Kajja!” seru Yoona sambil menggandeng tangan Sehun.

….

Yoona merebahkan tubuh nya di kasur. Ia merasa lelah atas hari ini. Ia kemudian tersenyum malu saat mengingat kejadian dimana wajah nya begitu dekat dengan Sehun. Ia kemudian mengambil bantal untuk menutupi wajah nya yang memerah.

‘Tuhan ada apa dengan ku?!’ batin Yoona sambil senyum-senyum sendiri. Ia memegang jantung nya yang berdegup kencang. Ia bahkan tak menghiraukan telepon dari Seohyun.

Kemudian, ia bangun dan teringat Luhan. Ia ingat bagaimana mimik Luhan pada saat itu. Tak tau mengapa, ada rasa bersalah menjuluri tubuh nya. Ia sendiri bingung mengapa bisa begitu.

Seharusnya yang merasa bersalah bukan dia melainkan Luhan. Kenapa Luhan tak pernah meminta maaf atas kejadian dulu? Apa kah Luhan masih sama seperti yang dulu? Yoona takut rasa yang dulu pernah ia rasakan kembali lagi.

Ia takut Luhan akan menempatkan hati Yoona. Ia takut ia terjatuh lagi kedalam perangkap Luhan. Yoona langsung mengacak rambutnya. Ia menghilangkan semua pikiran-pikiran nya tentang namja brengsek itu.

Kemudian ia mengambil ponselnya untuk menceritakan apa yang barusan ia lakukan kepada Seohyun. Lalu, ia meruntuki kebodohan nya sendiri saat mengetahui bahwa beberapa menit yang lalu Seohyun sudah menelpon nya 2 kali.

“Kenapa aku tak sadar?” ucap Yoona sambil meruntuki diri nya sendiri. Lalu ia mengangkat bahu sambil mencoba menelpon Seohyun. Ia tersenyum saat telepon nya diangkat oleh Seohyun.

“Yeobuseyo.”

“Seohyun-ah.”

“Yoona-ya! Kenapa tadi telepon ku tak diangkat eoh?”

“Kkk, mianhae tadi aku sibuk berpikir.”

“Cih, berpikir, alesan saja.”

“Hahaha, jadi kau mau bicara apa?”

“Aku ingin menanyakan tugas kimia, tapi tidak jadi.”

“Waeyo?”

“Yoona-ya, tadi tak tau mengapa saat aku bertelponan dengan dia aku merasakan jantung ku berdegup tak karuan!”

“Jinjjayo?! nugu nugu nugu?”

“Luhan!”

“Nde? L…Luhan?”

“Ehem! Bagaimana ini Yoong?! sepertinya aku menyukainya!”

“….”

“Yoong?”

“Ah..Jika kau menyukainya nyatakan saja p-perasaan mu padanya! haha, aku lelah, aku tidur dulu ne. Annyeong!”

Yoona cepat-cepat mematikan telepon nya. Ia kemudian menghelang napas panjang. Ia takut Seohyun akan masuk ke perangkap Luhan. Ia tak mau Seohyun seperti dirinya yang menjadi yeoja bodoh.

Ia berjanji kepada dirinya sendiri untuk tak menyetujui hubungan Seohyun dan Luhan. Ia akan tetap pada pendirian nya. Ia begitu karena ia benar-benar menyayangi seohyun seperti adik nya sendiri. Walaupun umur mereka hanya terpaut beberapa bulan saja. Sikap kekanak-kanakan Seohyun mampu membuat Yoona menjuluki nya seperti anak tk.

…..

Murid-murid yang berada di bawah naungan Kim seongsangnim atau lebih tepatnya kelas 12B akan mengikuti olahraga basket. laki-laki maupun peremupuan sudah siap di lapangan untuk pemanasan.

Yoona sedang menali sepatu nya. Ia sekarang akan membuktikan kepada namja yang pernah meninggalkan nya begitu saja bahwa ia tak selemah yang dulu namja itu pikirkan. Ia tersenyum lalu segera berdiri.

Pemasanan pun dimulai. Beberapa siswa yang tak menyukai pemanasan tak melakukan nya dengan baik. Tapi, Sehun, Yoona, dan Jungkook tertawa bersama. Mereka bukan nya melakukan pemanasan malah bercanda.

“Sehun, Yoona, Jungkook!” Yoona, Sehun dan Jungkook langsung diam seribu bahasa saat nama mereka dipanggil oleh Kris Seongsangnim. Mereka tebak pasti akan ada hukuman bagi mereka. Seohyun dan Victoria yang melihat kejadian itu langsung tertawa pelan.

“Putar lapangan sebanyak 5 kali!” Yoona, Sehun dan Jungkook langsung membungkuk lalu memutar lapangan sebanyak 5 kali. Satupun dari mereka tak ada yang mengeluh. mereka malah berlomba dan saling tertawa.

Dari kejauhan tampak seorang namja yang sedang memperhatikan mereka. Namja itu tampak bingung karena sepengetahuan nya yeoja yang sekarang ia perhatikan tak mungkin melakukan seperti itu.

“Kau memperhatikan siapa Lu?” Luhan langsung terbuyar dari lamunan nya saat mengetahui seorang yeoja di sebelah nya berbicara padanya. Luhan malu untuk mengakui bahwa sedari tadi ia memperhatikan Yoona.

“Yoona? kau tau? dia sudah berubah eoh. Dahulu, dia begitu lemah dan tak bisa berolahraga seperti kita ini. Tetapi, beberapa bulan kemudian. Dia depresi dan tak ingin ditemui satu orang pun. Dia bilang dia di tinggal oleh.. em, maaf, katanya namja brengsek. Dan itu membuat tekad nya kuat. Ia bertekad untuk menguatkan jiwa raganya.

Dia terus berlatih dan berlatih. Ia pun juga menjalani beberapa pengobatan dan terapi. Akhirnya, ia sembuh total. Bahkan, dia lebih sering mengajak ku bermain basket karena sekarang permainan itu menjadi hobby nya. jujur aku sangat senang melihat perjuangan gigih nya dan itu pun membuahkan hasil. Dan dia bilang dia tak akan depresi seperti dulu lagi.”

Luhan terdiam. Bibirnya kelu. Ia tak bisa bergerak ataupun berbicara lagi setelah mendengar cerita yang begitu panjang dari Seohyun. Ia menyesal, ia tak mengira bahwa sepeninggalnya dulu membuat Yoona seperti itu.

Flasback On

“Luhan-a.” Namja itu memutarkan bola mata nya kesal. Ia tak mudah dibodohi oleh yeoja lemah di depan nya ini. Jujur dari dulu ia malu karena mempunyai yeoja yang lemah seperti ini. Dia adalah anak basket dan futsal. Sementara ia mempunyai yeoja yang tak bisa berolahraga.

“Kita akhiri saja hubungan ini!” Ucap Luhan sambil menatap tajam Yoona. Yoona menundukan kepala nya. Ia menyesal pernah menjadikan Luhan ke dalam bagian hidupnya. Seharusnya ia tau. Ia akan menjadi bahan ejekan teman-teman Luhan.

Ia tau ia lemah. ia tau ia mempunyai penyakit yang membuatnya tak bisa membuat nya menjadi hyperactive. Tetapi, apakah Luhan tak pernah mau menghargai keadaan nya?

“Mian.” Sepatah kata itu membuat luhan semakin kesal. Hanya satu kata itu untuk menghilangkan rasa kesal dan malu luhan selama ini? Luhan pikir apa kata itu pernah cukup? hanya mengatakan saja?

“Heol, hanya mengatakan kata itu saja? kau tau dari dulu aku malu? mempunyai yeoja lemah seperti mu! sebenarnya aku tidak tega menolak mu. Banyak yeoja yang lebih baik darimu. Seharus nya aku bercapacaran saja dengan Tiffany yang mengikuti cheerleader. Ataupun Sooyoung yang juga mengikuti basket. Tidak dengan mu yang tak bisa apa-apa.”

Yoona mengepalkan tangan nya. Menahan sakit jantung nya yang tiba-tiba kambuh lagi. Ia hanya bisa tersenyum tipis saat mendengar ucapan pedas dari Luhan. Ia tau selama ini Luhan pasti malu mempunyai dia. Tetapi, apa Luhan merasakan bagaimana menjadi dirinya?

“Jangan pernah berharap ada aku yang berada di samping mu lagi.” Ucap Luhan langsung berjalan menyenggol bahu Yoona. Yoona memegang dadanya yang begitu sakit.

“Kau akan menyesal! aku jamin!” Yoona menahan air mata yang hampir sukses keluar dari pupil matanya. Ia memegang dadanya. Nafas nya begitu memburu. wajah nya pun sudah memerah.

flasback off

Setelah permainan basket selesai Seohyun, Yoona, Sehun, Victoria dan Jungkook berkumpul bersama. Mereka saling bercerita dan bercanda. Yoona sekarang tersenyum penuh kemenangan. Ia pasti yakin, Luhan akan bingung melihat perbedaan yang ada padanya.

“Yoona!” Yoona langsung menoleh saat menemukan Sara yang tengah memanggil nya. Sara pun melambaikan tangan pada Yoona, meng-isyaratkan Yoona untuk mendekat padanya. Yoona mengangguk lalu tersenyum.

“Aku harus ke sara dulu, jangan membicarakan aku eoh!” Seru Yoona. Victoria langsung tersenyum evil sambil menyenggol tangan Yoona. “Kita akan membicarakan mu!” candanya. Yoona lalu tertawa, tangan nya pun memukul pelan punggung Victoria.

“Ada apa Sara?” Tanya Yoona. Sara langsung tersenyum senang saat Yoona mendekatinya, ia langsung menarik Yoona menuju ke tempat loker-loker para siswa. Sara menunjuk loker Yoona. Yoona mendekat ke lokernya dan melihat ada sebuah bunga. Dan disitu tertera bahwa pengirim nya adalah Luhan.

“Lihat! itu dari luhan yoona-ya! seharunya kau merasa senang! kau benar-benar beruntung! pasti sebentar lagi kau akan dijadikan nya sebagai pacarnya!” seru sara dan mengundang beberapa perhatian yeoja-yeoja yang berada dekat dengan mereka.

Yoona melihat bunga itu dengan tatapan sinis. Lalu bunga itu ia lempar ke arah Sara. Sara dan yeoja-yeoja yang mengerubungi Yoona kaget atas sikap Yoona. “Bunga itu untuk mu saja. Aku tak membutuhkan bunga itu!” ucap Yoona lalu berjalan pergi.

Yoona pergi sambil menundukan kepalanya. Jujur ia tak pernah menunjukan sikap dingin nya ini. Dia tau dia mendapatkan tatapan sinis dan beberapa bisikan tak mengenakan tentang nya. tetapi apa daya? ia sudah terlanjur benci dengan Luhan. Walau begitu, ia sebenarnya sadar, di lubuk hatinya yang paling dalam, ia masih menyukai Luhan.

…..

“Mwo?! apaan ini? Yoona menolak bunga dari luhan! dasar yeoja sombong! tak ku kira ternyata dia benar-benar jual mahal!” ucap seorang yeoja berkepang sambil melipat tangan nya.

“Heol! ada apa ini? Yoona.. Im Yoona? Kau yakin?” tanya yeoja yang rambut nya di gerai. Ia melirik ke arah teman nya yang tadi menyebarkan gossip tentang Yoona.

“Iya! Ku kira Yoona adalah yeoja yang baik, ternyata.. ckck, aku tak menyadari sifat nya yang begitu sombong!” ucap Yeoja yang berkepang. Yeoja yang rambutnya di gerai mengangguk, lalu ia menatap teman nya yang satu lagi menahan amarah nya.

“J- are you okay?” tanya yeoja yang rambut nya di gerai kepada teman nya yang rambutnya di kuncir kuda. Sepertinya, rambutnya yang dikuncir kuda adalah ketua dari kelompok itu.

“Yoona-ya, game on!” Yeoja itu tersenyum sinis sambil mengepalkan tangan nya. Ia benar-benar tak terima atas perlakuan Yoona yang seperti itu. Yeoja macam apa dia yang menolak bunga dari salah satu Flower boy di sekolah.

— To Be Continued —

Note: Loha~!! akhirnya ff part 3 jadi juga. Ini sebenarnya udah kebocor masa lalu Yoona sama Luhan, sebenernya ff ini juga udah mau aku akhirin di part ini. tapi, ada temen aku yang usul buat di tambahin lagi dan juga genre nya ditambahin ada konflik nya. menurutku bagus juga ide nya. Jadi aku bakal tambah part lagi. Semoga kalian suka sama ff ini ya, maaf kalo kelamaan nge-post nya😀

22 thoughts on “Fake Love – 3

  1. Adhh spa lgi nie yg mau jhtn yoongie ntar d.gampar seung gi bru tau rasa*eh*

    ahh suka suka suka*ala ipin* luhan kmu jht bgt sieh blng yoongie lemahh ihh nysl kn kmux skrng..sbnrx g rela ad moment seohan*kipas mana kipas* tpi lebih g rela lgi klo ada moment seohun..pokox akhrx hrs yoonhun ne thorr*jiwa shipper* klo luyoon g dech soalx udh prnah nyktn yoongie jdi ya gitu dech..pokox jgn lma” ne pleass. ok paithing<333

  2. Aduh kenapa udh to be continue aja nih thor..
    Jadi penasaran yoona mau di apaain sama para yeoja-yeoja yg sirik itu.
    Aku tunggu kelanjutannya ya thor,jangan lama-lama

  3. aku udah lama tau ff-ini,tapi awalnya gak minat baca gara-gara ada seohyun..hehehe..
    maaf ya baru komen di part ini..ditunggu..berharap yoonhun

  4. Maf qhu hax coment d’chap 1 nya ja, coz qu ksasar nhe d’blog nhe..
    Tp critax kren n bnyakn donk moment.x seyoong.
    Bwt yoona lpain luhan, n falling in love with sehun
    .d’tnggu chingu chap 4, jgn lma yhac..
    Keep writing

  5. mian baru komen ehehe mian nde?:) hwaaaaaaa penasaran bangettttttt kelanjutannya ehehehe lanjut thor fighting, aku tunggu kelanjutannya:) next chapter jebbal^^

  6. Dih ku mencium aroma bully bully . Haha . Lah luhan itu jahat bat dah stopir pen jambak tonjok apa yang kamu lakukan *boxing . Seo kekny suka ma luhan bukan keknya tapi mah udah suka . Ah ya yoonhun plisss . Ya kapel fav . Keep writing and hwaitibg thorr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s