Only One [Part 1]

onlyone

A Fanfiction by Felicia Rena

ONLY ONE

.

Cast:

Im Yoon Ah, Super Junior Cho Kyu Hyun, f(x) Victoria, Super Junior Lee Dong Hae, CNBLUE Jong Hyun

Rating: PG 13+

Genre: Romance, Hurt, Friendship

Length: Multi-chapter

Disclaimer:

Stories are mine and pure fiction. All cast belong to God.

Please don’t be plagiat :)

Note: Ini adalah FF KyuNa-ku yang pertama. FF ini awalnya terinspirasi dari lagunya BoA yang “Only One”, walaupun akhirnya alus ceritanya jadi agak melenceng dari lagunya. FF ini sebenernya udah mulai dibuat sejak beberapa bulan yang lalu dan berkali-kali berganti alur bahkan cast. Jadi semisal nanti readers ada yang nemu keganjilan atau ketidakcocokan alur di cerita ini, let me know. Siapa tahu ada detil yang terlewat sama aku. FF ini juga sudah di publish sebelumnya di blog pribadiku.

Hope you’ll enjoy this fanfic ^^

.

Oppa, apa yang kau lakukan?”

Yoona berusaha melepas sepasang tangan yang melingkari pinggangnya. Pemilik tangan itu hanya tertawa kecil kemudian melonggarkan pelukannya.

Wae? Apa kau tidak suka kalau aku peluk seperti itu?” tanya Kyuhyun dengan senyuman menggoda.

“Tidak di tempat umum,” gumam Yoona dengan kedua pipi yang memerah.

“Kalau begitu apakah kita harus melakukannya di tempat yang sepi? Kalau begitu, kajja!” Kyuhyun menyeringai jahil sambil menarik tangan Yoona.

Ya! Oppa! Lepaskan!”

Kyuhyun melepaskan tangan Yoona sambil tertawa senang karena berhasil menggoda kekasihnya itu. Wajah Yoona sudah merah padam sekarang dan terlihat sangat lucu dimata Kyuhyun. Bibir Yoona mengerucut kesal dan membuat Kyuhyun semakin gemas melihatnya.

“Bukankah kita sudah sepakat untuk merahasiakan hubungan kita dulu sampai waktu yang tepat? Aku belum siap kalau orang lain tahu tentang kita. Mereka pasti akan terus-terusan menggoda kita dan aku tidak suka itu,” ujar Yoona.

“Lalu?” tanya Kyuhyun santai.

“Jadi jangan bertindak mencurigakan. Orang lain akan mengira ada sesuatu di antara kita,” balas Yoona sambil melangkah pergi meninggalkan Kyuhyun.

“Tetapi memang ada sesuatu di antara kita, Yoona-ya,” sahut Kyuhyun sambil berjalan mengejar Yoona.

Oppa, kau ini sebenarnya mengerti atau tidak sih?” Yoona berhenti berjalan dan memicingkan matanya ke arah Kyuhyun yang justru nyengir lebar melihatnya.

Araseo. Aku mengerti,” jawab Kyuhyun sambil mencubit hidung Yoona.

“Aish! Aku tidak mengerti kenapa aku bisa menyukai laki-laki sepertimu,” gerutu Yoona sambil kembali berjalan meninggalkan Kyuhyun.

Ya! Tunggu aku!” Kyuhyun kembali berlari mengejar Yoona.

.

“Yoona-ya!”

Yoona menoleh dan melihat Victoria setengah berlari menghampirinya. Sunbae-nya itu mengacungkan selembar kertas di tangannya.

“Lihat ini!” Victoria menyodorkan kertas itu pada Yoona dengan mata berbinar.

Yoona menerima kertas itu dan membaca isinya. Kedua matanya membulat semakin ia membaca isi kertas itu. Senyum Victoria semakin lebar melihat ekspresi Yoona.

“Drama musikal?” Yoona menatap Victoria memastikan.

Victoria menganggukkan kepalanya dengan bersemangat. “Universitas kita ini akan mengadakan drama musikal yang merupakan proyek gabungan dari jurusan seni tari, musik, drama dan yang lain. Apa kau berminat mengikuti audisinya? Kurasa ini menarik sekali!”

“Apakah eonni akan ikut audisinya?” tanya Yoona.

“Tentu saja! Ini kesempatan yang langka sekali dan kita tentu saja harus mencobanya. Pasti banyak yang bisa kita pelajari nantinya!” kata Victoria

“Baiklah, kalau eonni ikut, aku juga akan ikut. Kita berjuang bersama,” ujar Yoona sambil tersenyum.

“Bagus!” tanggap Victoria. Gadis itu kemudian melihat ke belakang Yoona dan berseru, “Kyuhyun-ah!”

Victoria berlari meninggalkan Yoona dan menghampiri Kyuhyun yang berjarak beberapa meter dari mereka. Yoona berbalik dan melihat Victoria yang sudah mencapai tempat Kyuhyun. Sunbae-nya itu tampak mengulurkan kertas yang sama dan meminta Kyuhyun untuk membacanya. Kyuhyun melirik ke arah Yoona sekilas sebelum menerima kertas dari Victoria dan membacanya.

Yoona hanya tersenyum melihat pemandangan itu. Dari apa yang di ketahuinya sejak pertama kali bertemu dengan Victoria dan Kyuhyun satu tahun yang lalu, mereka berdua memang bersahabat sejak kecil. Kedekatan Yoona dan Victoria yang berada di jurusan yang sama kemudian membawa Yoona mengenal Kyuhyun. Walaupun begitu, Victoria masih belum tahu jika Yoona dan Kyuhyun sudah menjalin hubungan sejak dua bulan yang lalu. Yoona memang meminta Kyuhyun untuk merahasiakan hubungan mereka karena Yoona tidak ingin orang-orang memperlakukan mereka dengan cara yang berbeda. Ia masih ingin fokus dengan kuliahnya tanpa terganggu dengan tanggapan-tanggapan orang lain. ‘Tidak perlu di gembar-gemborkan. Biar semua orang tahu secara natural saja,’ kata Yoona saat itu.

.

Yoona dan Victoria sepakat untuk mengikuti audisi pemeran drama musikal yang di adakan oleh kampus mereka. Tetapi mereka bersaing untuk peran yang berbeda. Victoria mengincar peran utama sementara Yoona memilih peran pembantu karena masih belum yakin dengan kemampuannya jika dibandingkan dengan senior-seniornya yang lain.

Di hari audisi, banyak sekali yang datang dan menonton. Audisinya memang dilakukan secara terbuka, jadi siapapun bisa menonton kecuali para peserta audisi yang dilarang menonton jalannya audisi.

“Apa kau merasa gugup?” tanya Victoria. Ia sudah menyelesaikan audisinya dan menemani Yoona mempersiapkan diri.

“Sangat,” jawab Yoona tegang. Ini adalah audisi pertamanya dan ia benar-benar tidak bisa menyembunyikan kegugupannya.

“Jangan khawatir. Semua akan berjalan baik-baik saja,” ujar Victoria sambil menepuk-nepuk pundak Yoona.

Yoona menggigit bibirnya dan berusaha untuk menenangkan diri. Saat itu Kyuhyun datang bersama dengan seorang laki-laki yang dikenali Yoona sebagai Lee Donghae, salah satu senior Kyuhyun yang paling dekat dengannya. Hubungan Kyuhyun dan Donghae sama dekatnya seperti Yoona dan Victoria.

“Donghae-ssiannyeonghaseyo,” sapa Victoria.

“Donghae sunbaeannyeonghaseyo.” Yoona turut menyapa Donghae.

Donghae tersenyum dan membalas sapaan Victoria dan Yoona.

“Jangan berwajah tegang seperti itu,” ucap Kyuhyun pada Yoona. “Tenangkan dirimu dan cobalah untuk lebih santai.”

“Mudah bagimu bicara seperti itu, oppa,” balas Yoona setengah menggerutu.

Donghae tertawa mendengar jawaban Yoona. “Kyuhyun benar, Yoona-ya. Jangan terlalu tegang. Gugup disaat seperti ini itu wajar, tetapi kau harus berusaha mengontrolnya supaya ketegangan itu tidak mempengaruhimu di atas panggung nanti,” kata Donghae.

Yoona menganggukkan kepalanya mendengar nasihat dari Donghae. Ia mencoba untuk kembali menenangkan dirinya dan sedikit berhasil. Ia merasa sedikit rileks selama beberapa saat. Tetapi ketika namanya dipanggil untuk naik ke atas panggung, ketegangan itu kembali menghampirinya dan membuatnya sesak napas untuk sesaat.

“Berjuanglah, kau pasti bisa,” ucap Donghae sambil tersenyum memberi semangat pada Yoona.

Hwaiting!” seru Victoria sambil memeluk Yoona sekilas.

“Lakukan saja yang terbaik yang kau bisa,” pesan Kyuhyun.

Yoona menatap mereka bertiga dan tersenyum. Ia kemudian melangkahkan kakinya mantap ke arah pintu menuju panggung untuk melakukan audisinya.

Setelah selesai melakukan bagiannya, Yoona kembali ke belakang panggung aula sambil menghela napasnya. Bahkan untuk peran pembantu saja ia tidak yakin akan mendapatkannya. Ia merasa sangat gugup saat audisi tadi dan ia tidak yakin dengan hasil yang akan diterimanya nanti. Berbeda sekali dengan Victoria yang begitu optimis dan masih tampak berseri-seri bahkan setelah menjalankan audisinya tadi.

Victoria masih menunggu Yoona di belakang panggung bersama Kyuhyun. Mereka berdua sedang duduk mengobrol dan langsung bangkit berdiri ketika Yoona mendekati mereka.

“Dimana Donghae sunbae?” tanya Yoona ketika ia tidak menemukan sosok Donghae yang semula bersama mereka.

“Ia pulang lebih dulu. Ada urusan katanya,” sahut Victoria. “Bagaimana audisinya?”

“Entahlah. Aku sangat gugup tadi. Aku tidak yakin bisa mendapatkan peran itu,” ungkap Yoona.

“Tenang saja. Aku tahu kau penari berbakat. Para juri pasti bisa melihat itu, Yoona-ya. Jangan khawatir,” kata Victoria sambil mengelus lengan Yoona.

“Yang penting kau sudah melakukan yang terbaik,” sambung Kyuhyun.

Yoona tersenyum mendengar kata-kata Victoria dan Kyuhyun. Perasaannya menjadi lebih baik setelah mendengarkan perkataan mereka.

“Bagaimana kalau kita makan siang bersama?” usul Victoria. “Kajja! Sudah lama sekali kita tidak pergi bertiga!”

Yoona melirik ke arah Kyuhyun yang menganggukkan kepalanya singkat. Ia kemudian balas tersenyum ke arah Victoria. “Baiklah,” sahutnya.

.

“Apa yang sedang kau pikirkan?” Kyuhyun menepuk pelan puncak kepala Yoona.

Saat itu Kyuhyun dan Yoona sedang berjalan bersama menyusuri pinggiran sungai Han. Tempat itu adalah tempat favorit Yoona yang kemudian juga menjadi tempat favorit Kyuhyun.

“Apakah kau masih memikirkan audisi itu?” tebak Kyuhyun.

Yoona menganggukkan kepalanya pelan. Ia menggigit kecil bibir bagian bawahnya.

“Aku tidak yakin aku akan berhasil mendapatkan peran itu. Aku tidak bisa bernyanyi dengan cukup baik,” jawab Yoona.

“Tapi kau penari yang luar biasa,” hibur Kyuhyun. “Mereka tidak seharusnya menyia-nyiakan penari hebat sepertimu.”

“Jangan khawatir. Kau harus yakin kalau kau akan mendapatkan peran itu. Dan kalaupun ternyata tidak—yah, berarti peran itu tidak cukup baik untukmu dan pasti ada peran-peran yang lebih bagus lagi untukmu nantinya,” tambah Kyuhyun.

Yoona tersenyum pada Kyuhyun. “Gomawo, oppa,” ucapnya.

“Sekarang, jangan memasang wajah seperti itu lagi,” kata Kyuhyun sambil mengacak rambut Yoona. “Kita sudah jarang sekali bisa keluar berdua seperti ini karena kau selalu sibuk latihan untuk audisimu. Jadi untuk malam ini, lupakan audisi itu sebentar saja dan hanya pikirkan aku. Arachi?”

Araseo, oppa,” sahut Yoona sambil tertawa.

“Yoona-ya,” panggil Kyuhyun.

Yoona menoleh dan melihat Kyuhyun sedang menatapnya dengan lembut namun serius.

“Kau tahu aku mencintaimu kan? Aku sangat mencintaimu dan hanya mencintaimu,” ucap Kyuhyun.

Yoona tersenyum mendengar ucapan Kyuhyun. “Aku tahu, oppa,” jawabnya. “Nado. Aku juga mencintaimu.”

.

Besok adalah hari pengumuman audisi. Sudah beberapa hari ini Yoona tidak bisa tidur memikirkan hasil audisi pertamanya itu.

“Kau tidak tidur lagi semalam?” tanya Victoria.

Yoona menopang kepalanya dengan tangan kirinya di atas meja. Kedua matanya terasa berat dan lingkaran-lingkaran hitam terlihat jelas di bawah matanya.

Mollaseo, eonni. Aku tidak tahu kenapa aku tidak bisa tidur seperti ini,” sahut Yoona.

Ya! Apa kau tahu kalau penampilanmu begitu mengerikan bahkan dari jauh?” Kyuhyun tiba-tiba muncul dan menepuk puncak kepala Yoona. Ia menarik kursi di sebelah Yoona dan duduk. Donghae yang datang bersama Kyuhyun juga menarik kursi di sebelah Victoria dan ikut duduk.

“Apa kau benar-benar tidak tidur semalaman?” tanya Donghae.

Yoona menganggukkan kepalanya pelan. Ia tahu penampilannya saat ini pasti terlihat mengerikan. Kalau bisa juga ia pastinya tidak ingin terjaga semalaman hanya karena memikirkan hasil audisi. Entah apa yang membuat audisi ini terasa begitu penting baginya. Mungkin karena ini adalah audisi pertamanya.

“Kau benar-benar mengkhawatirkan hasilnya ya?” Donghae tersenyum geli. “Kalau kau seperti ini, kau bisa sakit nanti. Bagaimana jika kau lolos audisi tetapi jatuh sakit dan tidak bisa ikut latihan? Kau pasti tidak ingin seperti itu kan?”

Yoona menegakkan posisi duduknya sambil menggelengkan kepalanya dengan ngeri. Donghae tertawa kecil melihat ekspresinya.

“Karena itu lebih baik kau pulang sekarang dan pergi tidur,” kata Kyuhyun sambil bangkit berdiri diikuti oleh Donghae.

“Kau mau kemana?” tanya Victoria pada Kyuhyun.

“Aku harus mencari bahan untuk tugas. Beruntung ada Donghaehyung yang mau membantuku. Kajja hyung,” ujar Kyuhyun.

Donghae menganggukkan kepalanya. Ia sudah akan berjalan pergi ketika ia kembali menoleh pada Yoona. “Pastikan kau tidur malam ini kalau kau benar-benar tidak ingin jatuh sakit. Araseo?” pesannya.

“Ah, dan mata panda sama sekali tidak cocok untukmu,” timpal Kyuhyun sebelum melangkah pergi bersama Donghae.

Yoona mendengus kesal mendengar ucapan Kyuhyun namun tersenyum setelahnya. Victoria menatap punggung Kyuhyun dan Donghae yang berjalan menjauh. Gadis asal China itu kemudian menoleh ke arah Yoona dengan senyum lebar terukir di wajahnya.

“Yoona-ya, kurasa Donghae-ssi menyukaimu,” ucap Victoria.

Yoona balas menatap Victoria dengan kedua mata terbelalak kaget. “Eonni, apa maksudmu? Itu tidak benar,” sergah Yoona.

“Eii, aku bisa melihat tatapan dan perlakuannya padamu,” kata Victoria sambil tersenyum menggoda. “Sepertinya ia perhatian sekali padamu.”

Aniyeyo, eonni. Kurasa itu bukan perhatian yang berlebih,” sahut Yoona.

“Lalu, apakah kau menyukainya?” tanya Victoria.

Ne?” Yoona merasa kaget dengan pertanyaan Victoria yang tiba-tiba.

“Apakah kau menyukai Donghae-ssi?” ulang Victoria tidak sabar.

Ani—aniyeyo, eonni. Aku menyukainya tetapi tidak seperti yang kau pikirkan,” jawab Yoona.

“Apa kau mau tahu satu rahasia?” ujar Victoria sambil tersenyum misterius.

Yoona mengangkat kedua alisnya bingung ke arah Victoria.

“Aku menyukai Kyuhyun.”

Pengakuan Victoria bagai petir menyambar di siang hari bagi Yoona. Ia terpaku selama beberapa saat dan tidak tahu harus menanggapi seperti apa pengakuan Victoria barusan.

“Kau terlihat sangat kaget. Apakah ada yang aneh?” tanya Victoria.

Yoona tersadar dan segera menggeleng. Jantungnya berdebar sangat kencang dan tiba-tiba saja ia merasakan ketakutan yang tanpa alasan.

“Aku sudah menyukainya sejak kami masih kecil tetapi kurasa ia tidak pernah menyadarinya,” lanjut Victoria. “Tapi tidak apa-apa. Aku akan tetap menunggunya sampai kapanpun.”

“Karena itu, Yoona-ya,” Victoria menatap Yoona, “jika kau menyukai seseorang, kau juga harus mengatakannya padaku,eohArachi?”

Yoona mengangguk pelan tanpa tahu apalagi yang harus dikatakannya. Pikirannya terasa kosong dan suara Victoria terdengar sangat jauh.

“Ah, dan jangan beritahu Kyuhyun tentang hal ini,” pesannya. “Yaksok?”

Victoria menyodorkan jari kelingkingnya ke arah Yoona sebagai tanda perjanjian. Yoona menatapnya sesaat sebelum menyambutnya dan mengaitkan jari kelingkingnya sendiri dengan jari kelingking Victoria.

.

Pengumuman audisi untuk pemeran drama musikal akhirnya keluar. Seperti yang sudah diduga sebelumnya, Victoria berhasil mendapatkan peran utama itu! Hal itu sebenarnya sama sekali tidak mengherakan bagi Yoona. Yang membuat Yoona terkejut adalah, ia juga berhasil mendapatkan peran yang diinginkannya.

Chukhahae, Yoona-ya!” seru Victoria riang sambil memeluk Yoona setelah mereka melihat pengumuman itu.

Yoona masih tampak belum mempercayai hasil dari pengumuman itu. Victoria terus memeluknya dan melompat-lompat kecil dengan girangnya.

Chukhahae, untuk kalian berdua.” Kyuhyun tiba-tiba sudah muncul di belakang Yoona dan Victoria. Donghae juga berdiri di samping Kyuhyun. Kedua pasang mata lelaki itu menatap pengumuman yang tertempel di papan. Walaupun pandangan Kyuhyun hanya terpatri pada nama Yoona disana.

Chukhahaeyo,” ucap Donghae pada Yoona dan Victoria.

“Ah! Donghae-ssi, Kyuhyun-ahgomawo!” balas Victoria dengan senyum lebar.

“Benar juga! Kita harus merayakannya!” usul Victoria kemudian.

Yoona, Kyuhyun, dan Donghae sama-sama menoleh ke arah Victoria dengan alis terangkat.

“Kita berempat,” lanjut Victoria. “Bagaimana kalau kita berempat makan siang bersama? Tenang saja, aku yang akan membayar.”

Mianhaeyo, Victoria-ssi,” Donghae tampak menyesal, “terima kasih untuk tawarannya tetapi sepertinya aku tidak bisa ikut. Aku harus bertemu dengan salah satu dosen untuk membahas tugas akhirku.”

“Benarkah? Sayang sekali,” gumam Victoria.

Donghae melihat ke arah jam tangannya. “Kurasa sekarang aku juga harus pergi untuk mempersiapkan beberapa bahan,” katanya.

“Kalian bertiga pergilah,” ujar Donghae. “Aku harus pergi sekarang. Sekali lagi, selamat atas keberhasilan kalian berdua.Annyeong!”

“Jadi, hanya kita bertiga,” lanjut Victoria setelah Donghae meninggalkan mereka. “Bagaimana? Kalian mau kan?”

Selama beberapa saat, baik Yoona maupun Kyuhyun tidak ada yang menyanggupi tawaran Victoria. Keduanya sama-sama terlihat berpikir. Victoria sepertinya menyadari hal itu dan mulai merajuk.

“Ayolah,” bujuknya. “Apalagi yang kalian pikirkan? Aku yang akan bayar, jadi kalian tidak perlu khawatir.”

“Yoona-ya, kau mau kan?” Victoria langsung bertanya pada Yoona sambil memegang tangannya.

N—ne?” Yoona tampak gugup. Ia menatap Victoria kemudian ganti menatap Kyuhyun. Gadis itu masih berpikir sebentar kemudian akhirnya mengangguk setelah Victoria menatapnya dengan memohon.

“Kyuhyun-ah, kau juga ikut kan?” Kini Victoria ganti bertanya pada Kyuhyun.

Yoona kembali menatap Victoria dan Kyuhyun bergantian. Mau tidak mau ia kembali teringat akan pengakuan Victoria kemarin.

“Baiklah. Ayo kita pergi.” Kyuhyun segera menyanggupinya setelah Yoona setuju untuk pergi.

Mereka bertiga pergi bersama menggunakan mobil Kyuhyun. Victoria mengajak mereka pergi ke sebuah restoran yang menjadi langganannya. Dalam perjalanan, Victoria bahkan menelepon restoran itu dan memesan tempat untuk mereka bertiga.

“Selamat datang nona Song. Sudah lama sekali Anda tidak datang ke restoran kami,” sambut seorang pelayan sambil membuka pintu ketika Victoria, Yoona, dan Kyuhyun datang.

Joesonghaeyo. Maaf, aku sibuk sekali akhir-akhir ini jadi tidak punya kesempatan untuk mampir kesini,” jawab Victoria.

“Mari saya antarkan ke tempat Anda,” kata pelayan itu lagi sambil mempersilakan mereka untuk berjalan masuk.

Pelayan itu mengantarkan mereka ke sebuah ruangan VIP. Yoona tidak bisa menghentikan keterkejutannya. Ia memang sudah sering mendengar bahwa Victoria adalah anak orang kaya, tetapi ia belum pernah membuktikannya sendiri. Baru hari ini Yoona melihat sekaya apakah kira-kira Victoria sampai menjadi langganan di restoran mewah seperti ini dan bahkan menggunakan ruangan VIP.

“Pesan saja apa yang kalian mau. Makanan disini enak-enak lho,” kata Victoria setelah pelayan tadi pergi dengan meninggalkan buku menu.

Yoona membelalakkan kedua matanya melihat harga yang tertera di buku menu yang dipegangnya. Dengan harga semacam itu, memang sudah seharusnya makanan disana enak. Yoona sendiri berasal dari keluarga menengah ke atas, namun tetap saja ia tidak pernah menghabiskan uang sebanyak itu hanya untuk sekali makan.

“Apakah kalian sudah memutuskan akan memesan apa?” tanya Victoria setelah beberapa menit berlalu.

Kyuhyun dan Yoona mengangguk hampir bersamaan. Yoona sendiri memutuskan untuk memilih makanan yang namanya terdengar paling normal dan harganya juga sedikit lebih masuk akal.

Ketika Victoria berdiri untuk memanggil pelayan, tiba-tiba saja gadis itu kehilangan keseimbangannya dan terhuyung. Yoona dan Kyuhyun menoleh dengan kaget ketika Victoria menabrak kursi dan hampir terjatuh jika saja ia tidak berpegangan pada meja.

Eonni!” Yoona segera berdiri dan menghampiri Victoria, begitu pula dengan Kyuhyun.

Eonni, ada apa? Apakah kau sakit?” tanya Yoona panik.

Gwaenchana, Yoona-ya. Aku baik-baik saja. Aku hanya merasa sedikit pusing,” sahut Victoria sambil tersenyum lemah.

“Kurasa sebaiknya kita pulang saja. Kau jelas sedang tidak sehat dan butuh istirahat. Kita bisa makan siang bersama di lain waktu,” ujar Kyuhyun.

Victoria tidak menolak ketika Kyuhyun dan Yoona membantunya untuk berdiri dan berjalan.

“Aku akan mengantarkanmu pulang,” kata Kyuhyun. Ia kemudian menoleh pada Yoona. “Yoona-ya, apakah—“

Gwaenchana! Tidak apa-apa, aku bisa pulang sendiri,” ujar Yoona cepat. “Oppa, sebaiknya kau mengantarkan Victoria eonnisaja.”

Aniya. Tidak, Kyuhyun-ah,” tolak Victoria. “Kau bisa mengantarkanku dulu kemudian mengantarkan Yoona pulang kan?”

“Baiklah,” ucap Kyuhyun pada Victoria. “Kami akan mengantarkanmu pulang dan setelah itu aku akan mengantarkan Yoona pulang.”

.

Yoona sedang berjalan sendiri menuju perpustakaan ketika ia mendengar suara-suara dari salah satu ruang kelas kosong. Karena merasa penasaran, Yoona mengintip ke dalam ruang kelas tersebut dan melihat Victoria sedang berlatih sendirian. Yoona baru akan meninggalkan tempat itu ketika tiba-tiba ia melihat Victoria kehilangan keseimbangannya dan terjatuh.

Eonni!” Yoona berlari masuk ke dalam ruangan itu dan langsung menghampiri Victoria yang tampak terkejut dengan kedatangannya.

Eonni, kau baik-baik saja?” tanya Yoona sambil membantu Victoria berdiri.

“Oh, Yoona-ya,” sapa Victoria sambil tersenyum. “Gwaenchana. Aku baik-baik saja. Jangan khawatir, tadi aku hanya terpeleset.”

Yoona mengerutkan keningnya namun tidak membantah kata-kata Victoria. Ia yakin Victoria jatuh bukan karena terpeleset. Sepertinya gadis itu belum benar-benar sembuh dan masih pusing sehingga kehilangan keseimbangannya ketika melakukan gerakan berputar.

Eonni, bagaimana keadanmu sekarang? Apakah kau masih sakit? Kalau begitu kau seharusnya istirahat dulu,” ujar Yoona.

“Aku baik-baik saja, Yoona-ya,” ulang Victoria. “Kurasa aku hanya lelah karena terlalu banyak berlatih.”

Eonni, jangan terlalu keras pada dirimu sendiri,” kata Yoona. “Kau adalah penari yang hebat. Saat ini yang harus kau khawatirkan bukan tarianmu tapi kesehatanmu.”

Victoria menganggukkan kepalanya. “Kurasa kau benar, Yoona-ya. Mungkin sebaiknya sekarang aku pulang dan istirahat.”

“Itu ide yang bagus,” sahut Yoona sambil tersenyum. “Istirahatlah sampai kau benar-benar sembuh, eonni. Setelah itu, aku yakin kau pasti bisa kembali berlatih dan menari dengan lebih bagus lagi.”

Ne, sonsaengnim,” balas Victoria sambil tersenyum jahil pada Yoona. Gadis itu lalu mulai membereskan barang-barangnya.

“Kalau begitu aku pulang dulu, Yoona-yaAnnyeong!” Victoria melambaikan tangannya dan beranjak pergi meninggalkan Yoona.

Yoona tersenyum dan masih berdiri diam sampai beberapa saat. Ia kemudian menghela napasnya dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling kelas. Saat itulah indra penglihatannya menangkap sebuah buku yang tergeletak dibawah salah satu meja.

Yoona menunduk dan mengambil buku itu. Ia membuka halaman pertamanya dan menemukan nama Victoria disana.

“Oh, Victoria eonni meninggalkan bukunya,” gumam Yoona sambil berjalan ke arah pintu dan melongok keluar. Victoria sudah tidak terlihat lagi di lorong.

Yoona membuka-buka halaman berikutnya untuk melihat apakah buku itu buku yang penting atau tidak. Halaman-halaman buku itu berisikan catatan gerakan-gerakan yang dibuat oleh Victoria. Yoona sedang mengagumi setiap gerakan yang ditorehkan Victoria ke dalam buku itu ketika sebuah kertas yang terlipat terjatuh.

Yoona mengambil kertas itu dan membaca bagian atasnya. Disitu tertulis nama salah satu rumah sakit terkenal di Seoul. Yoona mengernyitkan keningnya. Ia tahu ia tidak boleh membaca milik orang lain tanpa ijin tetapi kali ini rasa penasarannya menang. Ia membaca baris demi baris isi kertas tersebut dan kedua matanya terbelalak lebar ketika ia sampai di bagian diagnosis.

“Radang—otak?”

To be Continued

Please leave your comment

18 thoughts on “Only One [Part 1]

  1. Wah… sprtnya Yoona bakalan menyerahkan Kyuhyun nich ke Vic. Krn dia tau Vic sakit. Tp apakah Kyuhyun mau ya… hehehe…. sorry thor pridiksi saja… lanjut….

  2. . ..owh~ jdi kya gini awalx. psti(hampir) dech semua epep klo prsahabatan tiga orang, 1 yeoja 2 namja atau sebalikx bkln kena scandal cinta segitiga dan ujung”x yg brstu psti cast utamax hehe~ lnjutt…

  3. Pingback: Only One [Part 2] | Im Yoona Fiction

  4. Pingback: Only One [Part 3] | Im Yoona Fiction

  5. Paling ga bs komen kl ud nyangkut sahabat jd cinta..
    Itu moment paling menyakitkan untuk smua org yg pernah ngalaminna..
    Yoona ga mgkn ngalah ke vic kan?kasian kyu kl amp dy nyerah..

  6. Daebak chingu ceritanya menarik tp sayang pemeran utamanya bukan yoonhae couple padahalaku suka banget sma yoonhae tapi yoona dipasangin sma siapapun pasti cocok ya heee ups sebelumnya kenalin aku rider baru maaf ya chingu aku baca ff nya gk sengaja nemuin block ni aku sukaaaaaa bgt sma ceritanya nex partnya jgn lama2 ya xhingu gomawo chingu yg baik

  7. Oow…ow…. victoria suka sama kyu padahal kyu dan yoona udah pacaran…. plus vic radang otak…. oh my God…. pasti yoona ngalah buat vic? Iya gak siiih?

  8. Ah keren, penasaran gimana nasib yoona selanjutnya. Kasian sih Vict umma, tapi kasian Yoona juga harus ngorbanin perasaannya demi orang lain. DAEBAK!^^b

  9. yahh ternyata vic diam-diam suka sama Kyu T.T
    aku mohon jangan sampai KyuNa putus gara-gara vic, bisa aja vic ngegunain penyakit nya sbg alasan mendapatkan Kyu
    #KyuNa_Jjang!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s