Memorable 5

memorable

 

Judul         : Memorable 5

Author      : HyukgumSmile

Genre        : Romance, Family

Rating       : PG-17

Main Cast  : Im yoona, Tiffany, Cho kyu hyun, Choi siwon, Im nara

 

Happy Reading^^

 

Saat itu kyu hyun masih 18 tahun. Hidup dalam kukungan dua yeoja tak menjadi masalah besar untuknya. Yang ia ingat betul, ia cukup bahagia ketika yoona ataupun tiffany tertawa dan terlihat bahagia saat mereka bersama.

Persahabatan mereka tak semulus yang orang-orang fikirkan. Tepat diusianya yang ke 16, kyu hyun mendapati diri jika ia menginginkan tiffany, sementara usai ia mendapatkan gadis bermata indah itu, yoona menyatakan perasaannya dengan gamblang.

Jelas, ia tak dapat memilih yoona. Gadis itu sudah seperti ‘adik’ kecil baginya meski yoona dan tiffany memiliki umur yang sama. Yoona selalu bersikap serius meski terkadang terlihat sangat kekanakan ketika berada disekitar mereka.

Kyu hyun memilih untuk tetap bersama tiffany, dan tak ingin sedikitpun kehilangan yoona-nya.

Saat mereka menginjak 18 tahun, tiffany berubah. Kedekatan kyu hyun dengan beberapa wanita ia jadikan alasan untuk terus mengekangnnya dari dunia luar. Tiffany menjadi protektif disaat kyu hyun seharusnya menjalani masa kuliahnya dengan serius.

Dan suatu malam, mereka bertengkar hebat. Tiffany meminta perpisahan yang sialnya, sudah diperhitungkan oleh kyu hyun sebelumnya. Kyu hyun tau tiffany belum dapat bertahan, dan kyu hyun tau hanya yoona yang akan mengerti masalah mereka.

Kyu hyun memang brengsek. Disaat setiap orang masih menyadari betapa besar cinta yoona untuknya, namja itu justru hadir dengan polemik betapa hubungannya dan tiffany hanya akan membaik jika yoona ada didalamnya. Ia bajingan, menyiksa yoona dengan godam besar yang terus menghantam pertahanannya.

Hari itu kamis. Yoona masih ingat saat kyu hyun datang usai melihat tiffany berciuman mesra dengan seorang pria. Untuk pertama kalinya, namja itu meminum alkohol tanpa kontrol. Hampir menangis mengingat kenyataan jika ia masih mencintai tiffany.

Aneh, paginya mereka dikejutkan dengan kenyataan jika kyu hyun dan yoona tak lagi melakukan segala hal dalam batasan wajar. Yoona kehilangan kegadisannya ketika kyu hyun tak sadarkan diri. dan kyu hyun kehilangan ribuan kata untuk meminta maaf.

Ia kehilangan tiffany, dan kehilangan yoona-nya.

Tubuh kyu hyun bergetar hebat. Air mata yoona yang masih meringkuk membelakanginya membuatnya merasa lebih baik untuk mati saja. Bahu telanjang gadis itu bergerak naik turun pertanda jika ia belum sanggup untuk menahan air matanya.

‘yoon..’

Yoona diam, tak merespon. Bahunya justru semakin bergetar dan isakan kecilnya terdengar samar. Kyu hyun memejamkan matanya rapat-rapat. Apa yang ia lakukan?!

‘yoon, aku..’ ia bergerak maju, menyentuh pundak yoona. Tubuhnya bergetar hebat ketika jemarinya menyentuh pundak tanpa helaian benang milik yoona. Dan seketika terhentak saat yoona menghalau tangannya lembut. Kyu hyun merasa begitu bersalah.

‘yoon, maafkan ak__’

‘sebaiknya kau bersiap-siap. Kita ada matakuliah pagi’

Yoona tak lagi sempat menyapanya semenjak hari itu. prediksi kyu hyun mengenai kehilangan besarnya sungguh nyata. Bahkan yoona tak lagi tampak ingin menatapnya ketika mereka beradu jalan diujung koridor kampus disuatu sore.

Semua terasa berbeda. Kyu hyun tak lagi tampak perduli pada tiffany yang anehnya semakin menjadi-jadi menggandeng seorang pria dihadapannya. Sialnya, kyu hyun justru merasa semakin terdesak kecaman dunia setiap kali menatap yoona tengah merenung dengan tatapan matanya yang kosong disebuah meja kafetaria kampus.

Kyu hyun brengsek. Dan benar-benar brengsek.

‘yoon, tunggu!!’

Kyu hyun menahan pintu dengan sebelah kakinya. Membiarkan pintu tetap terbuka sebagian meski yoona bersikeras untuk menutupnya. Sore itu kedua orang tua mereka tengah pergi. kyu hyun tau yoona tak akan kemanapun disaat ia dititipkan amanah untuk menjaga rumah oleh orang tuanya.

‘yoon, kumohon berikan aku waktu. kita perlu berbicara’

Yoona tak menggubris. Punggungnya menekan pintu meski tak dengan kekuatan yang sebesar sebelumnya. Tiba-tiba kyu hyun merasa begitu sakit. Yoona melorot jatuh hingga terduduk didepan pintu.

Dengan cepat kyu hyun membuka pintu dan hampir memeluknya. Namun sekali lagi, yoona mengahalaunya halus.

‘jangan! Jangan sentuh aku..’

Kyu hyun dapat membaca dengan jelas gurat kekecewaan dalam mata yoona. Jelas, mereka tak pernah menginginkan kecelakaan macam ini menimpa hubungan persahabatan mereka. terlebih kyu hyun tau jika ia belum sanggup hidup tanpa candaan konyol yoona.

‘yoon, aku minta maaf..’

Mata mereka berkaca-kaca. Yoona dengan berjuta kesakitan dan kyu hyun dengan berjuta kepedihannya. Mereka saling tenggelam. Mencoba untuk kembali memeluk yoona, meski sekali lagi belum berhasil.

‘jangan sentuh.. aku kotor..’

Kyu hyun mendelik tajam, matanya merah membara. Ia tak suka perkataan semacam itu. yoona jelas bukan gadis yang seperti itu.

‘tidak! Kau tak seperti itu!!’

Yoona gamang. Matanya berpedar menatap apapun. Seolah mencari sesuatu yang begitu sulit hingga air matanya kembali mengalir. Yoona berdiri, diikuti kyu hyun. ia berlari menuju kamar dengan langkah kecil seperti tengah diburu hantu.

‘aku kotor’ isaknya dalam.

Kyu hyun menggeram. Sial! Ia tak pernah berniat mengotori yoona. Wanita itu salah satu yang terpenting dalam hidupnya! Mendadak kyu hyun menjadi begitu marah. Pada dirinya sendiri, dan pada kesadarannya. Memang logikanya terlalu kalut untuk merealisasikan yoona sebagai seorang tiffany saat itu.

Yoona tak kotor! Dan jikapun iya, kyu hyun jauh lebih kotor karena telah mengotori gadis polos itu.

Kyu hyun berjalan cepat. tangannya meraih dan mencengkram pergelangan tangan yoona kuat dan membaliknya seketika.

“yoon, sumpah ini bukan salahmu. Aku minta maaf”

Yoona terdiam menatap kyu hyun yang masih meliriknya tajam. Mata itu penuh penyesalan yang terlalu sukses membuatnya luluh. Yoona mungkin tak pernah salah jika ia masih mencintai kyu hyun, tapi ia salah karena membiarkan namja itu memiliki kegadisannya hingga menanamkan benihnya dalam diri yoona.

Bulir kristal terus mengucur tanpa henti sementara mata bening yoona semakin memerah.

‘demi tuhan yoon, aku akan bertanggung jawab!!’

Yoona bergetar. ‘bertanggung jawab?’ tiba-tiba gagasan memiliki kyu hyun menghantui yoona dengan cepat. hingga tanpa sadar detik kemudian ia telah berada dalam kukungan pelukan hangat kyu hyun.

Yoona terdiam. terhenyak pada kenyataan. Kyu hyun bertanggung jawab. Bukan berarti ia mencintai yoona. Ia menangis keras. Tubuhnya bergetar lebih hebat. Ia belum berfikir akan seperti apa perjalanan hidupnya kedepan hingga energi terakhirnya habis. Yoona merosot jatuh, menyembunyikan rasa sakitnya dalam lipatan lutut dan meraung keras.

‘yoon.. aku janji__’ Yoona menggeleng kasar.

‘kita sahabat. dan meski aku mencintaimu,, ini tetap saja tidak benar!!’

‘yoon.. yoon!!’

Kyu hyun berlari mengejarnya meski terlambat. yoona menghantam keras pintu dan menguncinya cepat. kyu hyun sempat menggebrak pintu dengan kepalan jari, berharap yoona akan patuh dan segera membukakan pintu untuknya.

Akhirnya ia menyerah. Kyu hyun masih mendengar isakan yoona dari dalam. Lalu itba-tiba tubuhnya merosot, bersandar pada daun pintu.

‘aku tau kau ada disana..’

Yoona tersentak. Membekap mulutnya semakin kuat agar kyu hyun berhenti mendengar tangisannya.

‘percuma yoon. Aku mengenalmu lebih dari separuh umur kita. Jangan bodoh!’ rutuknya.

Yoona tak bergeming. Kenyataan jika namja itu masih mengenalnya dalam membuat yoona merasa semakin menginginkannya meski jauh didalam sana tatapan sendu tiffany selalu membayanginya. Yoona menggeleng kasar.

‘yoon..’

Tak ada jawaban.

‘yoon aku bersumpah akan bertanggung jawab dengan cara apapun. Kau wanita berhargaku, yoon. Jangan membuatku menderita’

Yoona terhenyak. Ingin sekali berteriak agar kyu hyun tak perlu mengeluarkan kata-kata yang berkemungkinan besar akan memperdalam rasa cintanya.

‘aku akan bertanggung jawab. Apapun yang terjadi!’

 

“yoon.. yoona..” kyu hyun menghempas kepalanya kuat. keringat dingin terus mengucur membasahi separuh tubuhnya hingga pertengahan malam.

“yoon!! Aku.. aku akan__ yoon!!”

 

Hampir satu bulan sesudahnya, sikap kyu hyun memang berubah. Persahabatan mereka seperti kembali pada masa ‘tak ada satupun yang saling memiliki’. Kyu hyun tak melanjutkan perdebatannya dengan tiffany. Namja itu justru bersikap lebih netral dan mementingkan setiap perkataan yoona.

Entah dimulai dari detik berapa, yoona kembali menaruh rasa percaya. ‘tanggung jawab’ yang pernah kyu hyun janjikan membuatnya berfikir jika kesempatan kedua bukanlah hal yang sulit.

Bibirnya kembali mengembangkan sebuah senyuman tipis yang cantik. Lalu kyu hyun merespon perubahannya dengan sebuah sorakan gembira. Tak perlu dipungkiri, kyu hyun memang berubah.

Yoona dapat merasakan delikan tajam tiffany ketika kyu hyun lebih memilih menemaninya menuju perpustakaan kampus daripada berbelanja beberapa keperluan tiffany.

Yoona sadar. Namun asumsi memiliki kyu hyun menancap kuat dalam hatinya beberapa waktu belakangan. Yoona mengusap sayang perutnya. Sial! Ia akan menjadi ibu saat usianya bahkan belum menginjak 20 tahun.

Tapi bukan masalah besar. Yoona pernah membayangkan betapa memiliki malaikat kecil yang akan ia banggakan bersama kyu hyun pasti amat menyenangkan. Bahagia itu menghampiri yoona beberapa saat terakhir.

‘yoon, tiffany menerimaku kembali’

Dan memupus bersama bara yang hangus dalam tetesan racun kematian. Bahagia itu menghantamnya. Membalasnya dengan bala duri tajam yang menyiksa.

Yoona masih ingat binar keseriusan yang kyu hyun tunjukkan ketika kata ‘tanggung jawab’ itu ia lontarkan. Lalu yoona sadar binar kebahagiaan kyu hyun cepat atau lambat akan menghancurkan seluruh angan-angannya.

 

“yoon..”  kyu hyun menggeleng cepat “yoon jangan pergi!!”

 

‘yoona!!’

Kyu hyun mengempas tangannya pada dinding beton. Sepercik kental darah kemudian keluar meski tak banyak. Ia gamang. Seluruh orang mencari keberadaan yoona termasuk dirinya. yoona menghilang seperempat malam usai ia berkata jika ia kembali menjalin cinta dengan tiffany.

Sialnya, kyu hyun tak pernah tau. seminggu usai kembali berhubungan, mereka bertengkar. Kali ini entah mengenai apa, yang jelas kyu hyun kembali setelah ia merasa jika ia membutuhkan yoona.

Ia selalu merasa tenang jika gadis itu mengusap kepalanya lembut dan memberikannya nasihat ringan. Anehnya, kyu hyun adalah satu-satunya orang yang baru menyadari jika yoona telah menghilang. Jauh sebelum ini.

 

“yoon.. yoona!!”

aku akan bertanggung jawab. Apapun yang terjadi!’

“tidak.. tidak..”

‘aneh, ternyata yoona belum menikah. Aku fikir siwon itu suaminya’

‘mom!!’

‘ahjussi, dia menjagaku’

‘siwon-ssi,, apakah, nara anakmu?’

‘bukan. Nara milik yoona’

“yoon.. Yoona!! IM YOONA!!”

Drrt.. Drrt..

Kyu hyun terduduk lalu menghela nafasnya cepat. jantungnyamemburu, tumpang tindih semakin rakus untuk menghirup oksigen sebanyak mungkin. Ia perlu itu, apapun, yang mampu membuatnya tenang.

Dadanya naik turun tak seirama. Semuanya kacau. Fikirannya, jantungnya bahkan hatinya. Kyu hyun memejamkan matanya erat-erat, lalu sekelebat bayangan mimpi yang masih bersisa menusuk labirin hatinya.

Sial!

Ia tak bisa berfikir banyak sekarang!

Drrt.. Drrt..

Kyu hyun melirik ponsel yang bergetar. Jemarinya terulur untuk meraih ponsel lalu melihatnya sejenak. Kyu hyun menengadah, mencoba menetralkan nafasnya yang belum sama sekali ingin berkompromi.

Ponsel mati. Lalu dalam sekejap mata kembali berbunyi.

“yeobseo?”

Suasana menjadi hening. Tak ada jawaban yang terdengar dari seberang. Kyu hyun melirik ponselnya lalu sadar jika panggilan itu masih berlangsung.

“yeobseo?” ulangnya.

Kyu hyun dapat menerka seperti apa ekspresi tiffany saat ini. dan benar saja, ia mendengar helaan nafas kasar yeoja itu dari seberang.

“kau kemana saja? Aku menghubungimu berkali-kali sejak pagi. Apa kau tak ingin bekerja? Dan,, apa yang kau lakukan? Kenapa nafasmu seperti itu?”

Kyu hyun melirik jam lalu memejamkan matanya sejenak. Bibirnya belum berniat untuk berbicara. Bayangan mimpi itu masih menghantui pikirannya.

“Cho kyu hyun! aku berbicara padamu!!”

“ya tuhan berhentilah berteriak tiff. Ini masih pagi dan kau membuatku semakin pusing”

Sejenak diam. Kyu hyun jelas tau tiffany tak akan menerima alasan macam apapun jika itu sudah menyangkut panggilan telepon darinya.

“a apa? coba katakan lagi..”

Kyu hyun menghela nafasnya malas “nanti kuhubungi lagi”

“tidak. Tidak, cho kyu hyun aku baru saja menghubungimu!!”

“maka berhentilah berteriak tiffany! Aku sedang tak ingin mencari masalah denganmu. Berbicaralah seperti seorang wanita”

“ada apa denganmu?!!”

Ya ampun wanita ini.. kyu hyun menggeram dalam hati. Demi tuhan, ia sedang tak ingin diganggu oleh siapapun termasuk tiffany. Entahlah, ia ingin sendiri. Gagasan seperti itu telah menjadi tekad bulatnya.

“tiff, kumohon. Aku ingin beristirahat”

Akhirnya ia memelankan suaranya. Kyu hyun merasa tak akan pernah menang jika tiffany terus berteriak bahkan jika nanti wanita itu menangis. Kyu hyun tak ingin mendengar keluhan macam apapun yang mungkin akan semakin memberatkan kinerja otaknya.

“kau.. sakit?” kyu hyun mendengar suara tiffany ikut menurun. Ia pasti mulai cemas, seperti sikap biasa tiffany.

“tidak. Aku hanya butuh istirahat. Jangan khawatir”

Terdengar helaan nafas dari seberang. Kyu hyun ikut menghela nafas. Mereka bukan dalam keadaan yang baik untuk bertengkar atau bermesraan sekalipun. Kyu hyun dan tiffany sadar akan hal itu.

Terlihat jelas dari jawaban kyu hyun yang ingin sambungan telepon mereka segera diakhiri.

Akhirnya tiffany mengalah. “baiklah. Aku tutup..”

Bunyi sambungan itu berhenti. Selebat rasa bersalah mendatangi kyu hyun. raut kecewa tiffany mungkin akan tercetak jelas menjelang ia meminta maaf nanti. Tapi lebih dari itu, kyu hyun sadar jika nafasnya belum lagi teratur.

Ia merebahkan diri, menyangga kepalanya dengan lengan lalu menutup matanya erat.

 

 

__

“iya mom..”

“…”

“ya tuhan, tanyakan saja padanya. Aku tidur tepat waktu, sungguh!” nara melirik siwon dengan senyuman memohon pertolongan. Siwon tersenyum, lalu menggerakkan dagunya pertanda jika ia percaya bahwa nara masih dapat menyelesaikan perdebatan sengit bersama eommanya kali itu.

Nara mendengus, melihat siwon belum ingin membantunya berdebat membuatnya sedikit kesal.

“….”

“aku hanya bangun terlambat. memangnya apa yang salah?”

“….”

“demi apa mommy, aku bukan bocah kecil yang__”

“….”

“iya aku tau. aku memang masih empat tahun. tapi..”

“….”

Nara menghela nafasnya malas. Lalu ponsel itu terjulur pada siwon yang tengah asih menonton televisi. Namja itu meletakkan remote controlnya lalu menatap nara penuh selidik.

Nara berekspresi seolah ‘sudah, kau saja yang berbicara’, mengedikkan bahu lalu berjalan menuju pantri apartemen. Siwon tertawa pelan.

“halo?”

“ya im nara! Kau__ halo? Kenapa..”

Siwon terkekeh makin kencang. Ia melirik nara yang kini tengah memandangnya tersenyum licik. Gadis kecil itu justru tengah asik dengan satu cup es krim coklat yang baru saja ia keluarkan dari lemari pendingin.

“mana dia?”

Siwon menggeleng menatap nara pasrah. “oh, jadi kau bukannya ingin berbicara padaku?” tukas siwon balik bertanya.

“mana mungkin, aku sedang__ ya tuhan gadis itu pintar sekali menghindari omelanku”

Siwon tertawa renyah menanggapi rutukan yoona dari balik telepon. Dasar, kedua ibu dan anak ini memang tak pernah ada habisnya untuk berdebat.

“tenanglah yoon, mungkin dia bosan untuk terus diingatkan”

Yoona mendengus “oh, dan kau mulai membelanya?”

“bukan begitu. Tapi dia masih kecil,, dan kau tau anakmu ini paling benci dicecar perkataan terlalu banyak”

Siwon dapat mendengar helaan nafas yoona dari balik sambungan telepon. “lalu, jika aku tidak mengingatkannya mungkin dia akan tidur sangat amat larut”

“tidak. Dia tidak tidur larut malam. Percayalah..”

“ya, tapi dia tidur ‘sedikit’ lebih malam dari jadwal yang aku perkirakan”

Siwon terkekeh kencang. Lalu tiba-tiba yoona meneriakinya dari seberang.

“ya ampun, pantas saja suara anakmu terdengar nyaring. Kau menurunkannya dengan baik, kurasa”

“choi siwon!!”

“arraseo arraseo.. jangan berteriak terus. Kau bisa kehilangan suaramu”

“kalian membuat kepalaku hampir pecah. Bisa kau jelaskan pukul berapa ia tidur hingga harus terbangun pukul sepuluh pagi?”

Mulanya siwon terkekeh pelan “yoon, ia tidur tepat waktu. pukul sembilan, bukan?” yoona diam, memilih untuk menunggu perkataan siwon berikutnya. “tapi kami terbangun pukul tiga untuk menonton liga inggris”

Siwon pikir, yoona akan berteriak. Seperti biasa, yoona akan mengeluarkan rasa geramnya melalui teriakan dengan volume yang tak bisa dikatakan kecil. Tapi kali ini ia justru diam dan menghela nafasnya putus asa.

Siwon mengulum senyum. Ia tau kali ini yoona tak akan berteriak, tapi ia akan mengeluarkan satu ancaman yang mengerikan bagi kelansungan hidup siwon dan nara sendiri.

“hhh~ aku tidak marah, sungguh” siwon mengulum senyum dalam rasa penasaran “tapi setelah aku menginjak apartemen itu nanti, jangan harap kalian bisa keluar dengan wajah penuh senyuman”

 

 

__

“sajangnim”

Kyu hyun melirik sekertarisnya yang baru datang membawa dua map. Ia kembali duduk tegak, meletakkan ponselnya lalu menarik map yang sekiranya akan ia analisa untuk beberapa saat kedepan.

“ada lagi?”

Kyu hyun menanggap gerak gelengan dari wanita didepannya. “ini dokumen terakhir, hari ini dewan direksi memutuskan untuk membubarkan rapat usai debat panjang mereka. mungkin akan ada pertemuan kembali lusa atau minggu depan, sajangnim”

Kyu hyun mengangguk. Lidahnya bergerak membasahi bibirnya yang kering. Seperti biasa, rapat konyol yang memperdebatkan posisi dan harta itu tak ada habisnya. Kyu hyun bahkan paling benci ketika ia diminta appanya untuk mendatangi rapat direksi.

Selain ia belum menjadi pemilik sah perusahaan, appanya juga masih terlalu bugar untuk digantikan. Kyu hyun belum ingin memimpin perusahaan besar appanya dimasa muda seperti ini. ia masih harus menyelesaikan banyak hal sebelum memilih untuk berkutat dengan dokumen sepanjang umurnya.

“sajangnim, tuan cho mencoba menghubungi anda pagi ini. beliau mencari anda namun anda belum datang”

“eum.. ponselku mati” jawab kyu hyun sekedarnya.

“sajangnim, mungkin tuan cho sebentar lagi akan datang. Beliau terlihat sangat ingin bertemu anda usai pulang dari colorado semalam”

Kyu hyun mendongak, menatap sekertarisnya meminta jawaban. “kau mengatur jadwalku untuk menemuinya?” tanyanya sengit.

Yeoja itu mengangguk “tuan cho meminta saya untuk mengosongkan jadwal anda hingga sore ini. maaf sajangnim, saya tidak bisa membantah”

Kyu hyun mengepalkan pena miliknya kuat. sial! Kenapa laki-laki tua itu selalu mengatur hidupnya?! Kyu hyun mempersilahkan sekertarisnya keluar lalu meremas rambutnya kasar. Ia tak pernah berniat untuk hidup dalam keluarga serba pengatur seperti ini.

Drrt.. Drrt..

Kyu hyun menghela nafasnya kasar. “siapa lagi kali ini” rutuknya.

Ia meraih ponselnya lalu terdiam saat nama seseorang terpampang sebagai incomer call. Kyu hyun segera berdiri, memilih untuk duduk pada sofa ujung ruangannya lalu menganggat panggilannya cepat.

“ya, spence?”

“oh, hai marc. Bagaimana kabarmu?”

Kyu hyun berdecak sekali “katakan saja informasi apa yang kau dapat, spencer lee”

Terdengar suara tawa renyah dari seberang. Kyu hyun menarik nafasnya dalam sebelum akhirnya spencer mulai bernada serius.

“sebenarnya ini bukan berita yang patut untuk ku umbar. Kau terlalu mencampuri kehidupan pribadi seseorang. Tapi,, ya, bukan masalah selama kau yang meminta” sambungan sepi dalam hitungan detik, terdengar suara ketikan jemari pada keyboard komputer dari seberang lalu spencer kembali berbicara “namanya choi siwon. Lahir 7 april di london. Umurnya 24 tahun dan memiliki tiga kewarganegaraan yang belum ia urus. Terakhir ia menggunakan kewarganegaraan amerika miliknya, namun terdengar kabar jika ia akan mengganti seluruh kewarganegaraannya menjadi korea”

Kyu hyun tersentak “tunggu tunggu! Untuk apa?”

Spencer terdengar menghela nafas “aku tidak menyelidiki alasannya untuk memilih kewarganegaraan korea, mungkin dia ingin menikah atau melirik barang satu atau dua wanita untuk ia kencani atau yang lebih logisnya lagi, ia akan menetap dalam waktu yang cukup lama di korea”

Kyu hyun terdiam.

“boleh aku lanjutkan?”

“ya, silahkan”

“selama di amerika, ia dipanggil andrew choi, tercantum dalam akte dan kewarganegaraannya. Namun ia masih memiliki dua nama yang masih kucoba untuk telusuri. Choi siwon memiliki empat produksi mobil yang mendunia. Dua diantaranya terpusat di newyork dan selebihnya tersebar disekitar korea, jepang, taiwan dan eropa”

“produksi mobil?”

“eum. Salah satunya hyundai. Porce merah yang sering kau gunakan juga produksi miliknya. Lamborgini modulo climax terbaru dan masih banyak lagi. kau akan tercengang jika mengetahui saham dan kekayaan yang ia miliki. nama ayahnya, -yeah, masih ayahnya sih- sudah tercatat sebagai salah satu pemegang produksi besar dunia”

“choi siwon memiliki dua orang yeodongsaeng, satu diantaranya pernah menggemparkan berita new york karena kematiannya yang tragis. Semenjak itu ia dan adiknya menghilang dari peredaran paparazi. Keluarga mereka tertutup dan hanya menyanggupi wawancara  untuk acara tertentu”

“kematian seperti apa?” kyu hyun mengerutkan keningnya penasaran.

“yeah,, ekhm,, bunuh diri” ujar spencer lebih pelan. Kyu hyun semakin mengerutkan keningnya.

“ada apa dengan nada bicaramu?”

Spencer berdehem sekali “mereka keluarga berada, bahkan ketika aku melacak keberadaan mereka, mereka dapat membalikkan keadaan dengan melacak keberadaanku dan membunuhku sewaktu-waktu. keluarga choi tidak dapat dipandang sebelah mata, mereka tak ingin privasi keluarga mereka terkuak dihadapan media”

“jadi, berita kematian itu..”

“sebenarnya,, aku tidak bisa mendapatkan data valid dari masalah ini. tapi,, salah satu adiknya yang tersisa pernah bercerita jika gaewon, anak nomor dua keluarga choi, bunuh diri karena ditinggalkan seorang pria. Aku tidak bisa melacaknya lebih dalam. Maaf, hanya seperti itu yang bisa kulakukan”

Kyu hyun menghela nafasnya dalam “tidak ada yang lain? Seperti,, bagaimana kelakuannya selama ini? maksudku, sebelum__”

“sebelum bertemu yoona-mu?” kyu hyun tak menyahut, ia tau spencer terlalu cerdas untuk tak menunggu jawabannya. “choi siwon bukan anak yang terlalu aktif. Ia menghabiskan masa kuliahnya selama tiga setengah tahun lalu bekerja diperusahaan biasa untuk menyamarkan diri. emm, berita penting yang harus kau tau, yoona-mu itu tidak tau banyak hal mengenai siwon meski mereka telah lama bersama. Yeah, dia tau bagaimana kekayaannya, tapi tidak dengan beberapa masa lalu yang kekasihnya tutupi”

“masa lalu?”

Hening untuk beberapa waktu, kyu hyun berdehem agar spencer mau buka suara. Tak berapa lama namja itu mendengar suara hening yang menyeramkan “marc, kau tau,, mereka keluarga kaya. Kurasa siwon dan kau sadar betul maksud perkataanku”

Kyu hyun menelan ludahnya perlahan. Oh, ia lupa memikirkan hal itu. jika siwon sendiri adalah anak dari seorang yang terlanjur kaya raya, maka hubungan mereka tentu bukanlah hal yang akan terus bertahan sepanjang masa.

“spence, aku__”

“aku ada tugas lima belas menit lagi, akan lebih baik jika kau berfikir sendiri dan biarkan kau menyampaikan beberapa hal lainnya” kyu hyun mengangguk sekali “lima tahun yang lalu, yoona mengasingkan diri menuju amerika. Ia bersembunyi di daerah virginia selama beberapa saat sebelum bertemu jessica, seorang wanita yang menjadi sahabatnya hingga saat ini”

“ia melanjutkan kuliahnya yang sempat terhenti disana. Lalu bekerja pada perusahaan yang sama dengan choi siwon. Mereka bertemu empat tahun yang lalu, dan resmi menjadi sepasang kekasih dua tahun belakangan”

“hanya itu?”

“aku sedang menyelesaikan pencarianku. Oh! Yoona datang sendiri, tanpa seorang teman. Pergaulannya bukan termasuk dalam kalangan yang terlalu bebas, tapi,,”

Kyu hyun bertanya penuh rasa penasaran. Ia masih mendengar jemari hyuk jae bergesekan dengan keyboard komputer menghasilkan suara yang entah mengapa membuatnya semakin tak sabaran.

“emm,, dia hamil”

“APA?!” kyu hyun tersentak “b bagaimana bisa?”

Spencer terkekeh dari seberang. Terdengar meremehkan sekaligus mengandung cibiran. “marc, kau seharusnya berfikir lebih jernih untuk masalah ini. Ia tak pernah berkencan dengan siapapun, dan lagi, anaknya lahir saat yoona baru menetap enam bulan disana”

Kyu hyun terdiam cukup lama.

‘seharusnya kau berfikir lebih jernih untuk masalah ini’

‘ia tak pernah berkencan dengan siapapun’

‘anaknya lahir setelah menetap enam bulan’

‘mom!’

‘aku akan bertanggung jawab. Apapun yang terjadi!’

‘aneh, ternyata yoona belum menikah. Aku fikir siwon itu suaminya’

‘bukan. Nara milik yoona’

 

“spence__”

“marc, aku harus pergi. lain kali kita bicarakan lagi”

Dan sambungan telepon terputus tepat disaat kyu hyun mulai berfikir jika keberadaan nara terkait kuat dengan dirinya.

 

-TBC-

P.S : Comments are Love

With love, Park ji yeon.

187 thoughts on “Memorable 5

  1. wah kesel deh jadi sama kyuhyun, yoona seperti pelampiasan aja saat kyu dan tiffany sedang dlm masalah, walaupun dia bilang akan bertanggung jawab tapi tau2 dia bilang balik lagi sama tiffany, coba gimana perasaan yoona gk hancur… Udah yoona sama siwon aja daripada sama masa lalunya.. Gk nyangka ternyata siwon anak orang kaya yg bener2 wow hehehe , lagipula siwon juga sangat sayang ke yoona sama nara… Mereka dah ada kehidupan masing2 jadi biar seperti itu aja🙂

  2. Wah siapa itu spence? Temennya kyuhyun? Trus buat apa kyuhyun nyari tahu tentang kehidupan yoona,? Jadi nara anaknya kyuhyun kah?

  3. ckckckckck kyu baru nyadar kalau nara anak nya slama 5 lu kmana ajh.. gx rela klau sampe nara i ambil ama kyuhyun gx ridho lillahitaala.. tadinya mu komen daritadi eh mlh error n baru bisa komen sekarang tapi yg penting gw gx jadi sider ya chingu..

  4. ngebayangin ekspresi sama keadaan tiffany nanti gimana kalo dia udah tau nara itu anak yoona sama kyuuuu wkwkwk

  5. menurut aku kyuhyun d luar kesadarannya dia mencintai yoona sebagai perempuan, cuma dia tetep memyangkal dan beralasan yoona iti d anggap adik kecilnya.
    masalalu seperti apa ya yg siwon sembunyiin dari yoona ??
    tambah penasaran aja..

  6. kyu bner2 b……egois bgt udah ad tiff msh aj brhrp yoona ad untkny n jls2 dia tau yoona ska ma dia….ksian bgt yoona….wah keluarga siwon kya bgt ya

  7. Kyuhyun itu sebenarnya suka sama yoona atau tif sih. Dia blng akan bertanggung jawb tp kok malah balik ke tif…

  8. kyuhyun mah kenapa egois bgt disini. aku malah jadi ngedukung yoona sm siwon aja. itu jelas yoona udah sakit hati bgt digituin kyuhyun.

  9. kukutuk kyupil jd manusia kecebong #dikeroyokSparkyu
    ini kyupil bner” bikin aq kesel..seenak jidat ye dia mainin hati yoona eonni ku😦
    disaat brantem ma tipachan nyari yoona..disaat baikaan ma tipachan yoona dianggep kek bayangan ><

  10. emang kesalahan kyuhyun, katanya mau bertanggung jawab tp malah kembali bersama tiffany. dasar gak bisa dijaga omongannya.
    udah mulai terang ni kayanya tentang siapa sebenarnya appa nara.

  11. Wooahh … ternyata Siwon seorang konglomerat. Rejeki nomplok buat yoona. Haha ..
    Tp yoona gak boleh kembali pd kyuhyun. Andwee ! Lelaki gak bertanggung jawab gitu.
    Kasian yoona, dijadikan pelarian sampai hamil gitu.
    Makin penasaran sama part selanjutnya .

  12. OMG! Kayanya Kyuhyun semenjak ketemu Yoona lagi mulai jadi dingin sm Tiffanny y..
    Oh no.. Ternyata Siwon orang yg penh misteri y?😦
    Things keep going complicated now…
    N aku semakin galau baca FF ini…
    Aku suka bangt liat siwon n nara together, n jujur aku ga pign mereka terpisahkan..
    Tp entah kenapa merujuk pada ‘misteri’ Siown, aku jd ragu mereka akan tetap bersama….

    Continue to next chap..
    Thanks n GBU

  13. Yah kyuhyun sepertinya bentar lagi bakalan bisa nebak klo nara itu anaknya…
    Aku gk suka sma perilaku kyuhyun yg seenaknya dengan yoona…
    Pas lagi dijauhin tiffany baru lari ke yoona…
    Aku masih berharap klo yoona sma siwon aja deh hehehehe
    Gk pa2 ya eon aku brrharap gitu…
    Walaupun nti aku akhirnya jga bakalan sakit hati

  14. gara gara kyu liat fanny sama namja lain . dan ia pun mabuk. ahhh !! kenapa harus yoona disini yang kayanya jd korban kebodohan kyu. astaga kyu! ku kutuk kau. edd tolong lah kawinkan yoona segeraaa. aku ga mau yoona balik sama kyu, aku lebih kepadamu edd hohoho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s