Memorable 3

Memorable

Judul         : Memorable 3

Author      : HyukgumSmile

Genre        : Romance, Family

Rating       : PG-17

Main Cast  : Im yoona, Tiffany, Cho kyu hyun, Choi siwon, Im nara

“kau seharusnya tak berbicara sekeras itu yoon”

“aku tau. aku tau jess!”

“kau tidak tau. jika kau tau maka kau tak akan melakukannya!”

Yoona menyambar keningnya cepat. mengurut bagian itu sedikit lebih keras dan pada akhirnya terduduk lemas.

“yoon?”

Ia salah. Ia mengaku. Ia tau ia terlalu bodoh.

Sungguh, kedatangan kyu hyun benar-benar membuatnya tak lagi dapat berfikir jernih. Namja itu memaksa untuk kembali masuk dalam kehidupannya. Meskipun nyatanya, namja itu memang tak pernah benar-benar pergi.

Tapi yoona sadar, ini bukan tujuannya untuk kembali.

Memutuskan kembali memang ia pilih sebagai keputusan terbaik –sejauh ini-. tapi jelas yoona ingin kembali karena alasan tertentu. Dan mengulang kembali hubungannya bersama kyu hyun adalah hal yang tak ingin ia lakukan.

Yoona kembali, jelas, karena ia merasa jika ia sudah cukup pantas untuk menerima kenyataan. Tak akan lagi terpuruk meski seluruh bayangan kelam masa lalu itu akan terus menghantuinya.

Semakin dekat. Bahkan ada didepan mata, jika ia kembali.

Namun ia sudah memikirkan ini ratusan kali. Yoona tak akan pernah lepas dari masa lalu jika ia tak mencoba untuk mengusirnya sendiri. Bayangan itu, sampai kapanpun tak akan pernah pergi, dan kembali untuk menghadapinya adalah pilihan bijak meski harus mengorbankan beberapa hal.

“yoon?”

Yoona mendesah gusar. Ini salahnya. Jelas salahnya ketika ia tak mampu mengontrol emosi itu agar tak menyeret nara dalam pusar kesakitan.

“ya, jess?”

“yoon,a aku tidak bermaksud membentakmu. Sungguh”

Yoona tersenyum miris “tidak. Kau benar. Aku tak pernah benar-benar mengenal nara”

Lalu hubungan ponsel itu hening cukup lama. Yoona tak berniat untuk berbicara. Kelu hatinya menjalar menuju otak dan bibir hingga sulit berbicara dan berfikir mungkin sangatlah wajar untuk saat ini.

“yoon..” yoona bergetar ketika suara jeassica tiba-tiba saja menjadi terlalu parau. Ia tau, jessica merasa bersalah. Tapi ia juga tak menampik jika kata-kata yeoja bermarga jung itu memang menyakiti hatinya.

Meskipun point bagusnya, yoona bisa lebih sadar akan banyak hal.

“yoon, maafkan aku. Aku salah, seharusnya aku tau bagaimana perasaanmu”

Yoona tersenyum samar. Linangan bulir kristal itu mulai tercetak jelas pada kantung matanya “tidak jess. Apapun yang terjadi nara tetaplah prioritas utamaku. Ia lebih penting dibandingkan apapun. Kau benar, aku tak seharusnya menyakitinya, -lagi” tegas yoona dalam sekali helaan nafas.

Bebannya berkurang, meski hanya sepersekian saja.

“biar aku lihat, sepertinya dia__”

“yoon..”

Yoona berhenti. Ia mendongak dan meski berusaha mati-matian untuk menahan segalanya, bulir itu pun akhirnya jatuh. Tak banyak, namun penuh kesakitan yang dalam.

“jess, aku kembali bukan untuk menangis” ujarnya parau.

Jessica jelas tau, yoona mulai memikul beban berat yang sebelum kepulangan ini pernah mereka coba bicarakan. Nyatanya, tebakan jessica benar. Akan ada yang terluka dan untuk saat ini, yoona telah mengorbankan putrinya.

“tenanglah. Kau pernah berkata jika kau jauh lebih kuat dari yang aku fikirkan”

Yoona mengangguk.

“ingin aku berpendapat lain?”

Lalu yoona menggeleng.

“tidak. Aku memang kuat” cecarnya dalam gelagap yang terputus.

“kalau begitu tenanglah. Kau pasti bisa. kita pernah membicarakan ini sebelumnya. Dan kau berhasil sejauh ini”

Yoona kembali mengangguk. Kristal itu memang tak terus menerus turun. Tapi tetap saja, ada beberapa hal yang kembali membuat yoona harus mengeluarkannya dengan terpaksa.

“tidak ada lagi air mata. Itu keinginanmu”

“tapi ini nara, jess. Aku tidak bisa”

Mereka kembali diam. “yoon, justru karena ini tentang nara. Kau harus jauh lebih baik jika ingin putrimu tak lagi tersakiti. Dengar yoon, nara adalah alasanmu untuk menghadapi dunia. Dan meski dunia mulai berontak, kau harus tunjukkan sebesar apa kekuatanmu untuk kembali menguasainya. Ini hidupmu, kau harus bisa. demi nara”

Dan air mata terakhir itu jatuh. Yoona tak sanggup menahannya. Perkataan jessica terlalu benar. Dan perkataan itu juga terlalu gamblang menunjukkan jika ia belum sekuat pemikirannya.

Yoona masih lemah, bahkan untuk ujian ringan yang baru saja ia temukan.

“jess, aku akan__”

“tenangkan dirimu dulu. Jangan temui nara dalam keadaan seperti ini. kau hanya akan lebih menyakitinya”

Lalu hubungan ponsel itu terputus hingga itu saja.

__

“yoon, ini aku tiffany. Bisakah kau keluar? Aku sudah mencarimu beberapa hari ini”

Yoona mendesah. Menutup voice mail dengan malas lalu bersandar melonggarkan sendi. Ini sudah yang ketiga kalinya hari ini. dan entah sudah yang keberapa kalinya untuk minggu ini.

Tiffany terus datang dan mengusiknya. Aneh, dulu ajang untuk saling mengusik kehidupan adalah salah satu yang ‘mereka’ sukai. Yoona akan sering mencari tau siapa namja yang tengah tiffany sukai untuk mengerjainya habis-habisan.

Pun dengan kyu hyun yang terus mengolok nilai rendah yoona dalam pelajaran matematika. Dan tiffany dan yoona yang berusaha bergabung untuk mengetahui rahasia kelam kyu hyun yang tak pernah ia tunjukkan.

Kyu hyun tak terlihat menyukai yeoja lain. Ia bahagia bersama tiffany dan yoona. Nilainya juga tidak buruk, bahkan nilainya adalah yang paling baik diantara mereka bertiga.

Ia pendiam, tak banyak bertingkah dan mengatur segala perbuatannya dengan akurat. Memang, namja itu telah menjadi perfeksionis sempurna semenjak ia masih terlalu muda.

Namun pada akhirnya, yoona dan tiffany bisa menemukannya. Kyu hyun gila minum. Meski bukan itu point pentingnya. Tapi justru karena itu, mereka tau jika kyu hyun berusaha mati-matian menguruskan perut buncitnya untuk menyaingin beberapa namja berotot yang mencoba mendekati yoona ataupun tiffany.

Dan yang paling penting adalah, ia tak mampu. Meski setelah beberapa bulan tubuhnya memang terlihat lebih atletis, perut kyu hyun tak sedikitpun menunjukkan perubahan. Tak ada kotak-kotak yang membuatnya terlihat lebih seksi.

Dan yoona masih ingat bagaimana ia terpingkal hebat ketika kesimpulan itu ia tarik satu pihak bersama tiffany. Nyatanya, hingga terakhir kali mereka bertemu, perut kotak itu memang tak pernah terbentuk.

Namun sekarang semua terasa jauh berbeda. Yoona bukan lagi bagian dari mereka. entah sejak kapan ia berkesimpulan seperti itu. yang jelas, yoona tau kesimpulannya benar.

Kyu hyun memilih bersama tiffany. Meninggalkannya dalam kesendirian yang dingin. meski memang benar pada beberapa kesempatan kyu hyun tak pernah ingin kehilangan yoona dari formasi mereka.

Nyatanya, itu hanya terjadi pada bulan-bulan pertama. selanjutnya, walau yoona acap kali ikut dalam acara kencan persahabatan mereka, yoona tetaplah akan menjadi orang ketiga yang hanya mampu diam menatap betapa dua orang didepannya terus berbahagia tanpa tau bagaimana perasaan yoona sendiri.

“tiff, maaf aku sedang sibuk beberapa hari ini. bisakah kau menunggu? Mungkin lusa atau beberapa hari lagi?”

Yoona tak tau harus memulai dari mana. Yang jelas ia harus kembali melangkah. Dan beberapa hari kedepan ingin ia pergunakan untuk menata diri agar tak perlu ada lagi rasa curiga dan beban terpendam antara ia dan tiffany.

__

“aku fikir kau benar-benar tak akan menemuiku lagi”

Yoona tersenyum menimpali perkataan tiffany. “aku sibuk, maaf” sahutnya.

Tiffany menggeleng sekali “tidak. Aku yang terlalu memaksamu”

Mereka kembali tertawa. Sore itu akhirnya ia memutuskan untuk menemui tiffany. Terlalu lama membuat yeoja itu menunggu juga tak akan baik bagi yoona.

“jadi, kau tidak membawa gadis kecil itu lagi?”

Yoona menatap tiffany lamat “tidak tiff. Ah, hari itu aku minta maaf. Nara hanya tidak terlalu terbiasa dengan orang asing. Aku takut dia mengeluarkan reaksi yang berbeda”

“tapi dia terlihat nyaman bersama kyu hyun. aku sendiri yang meminta kyu hyun untuk menjaganya saat itu. aku fikir dia akan baik-baik saja”

Yoona tersenyum samar. “terimakasih. Mungkin saat itu aku terlalu takut”

Yoona memalingkan wajahnya saat tiffany menatapnya penuh selidik “aneh, aku sempat berfikir jika dia itu anakmu. Kau terlalu protektif padanya”  tiffany tertawa seolah bualannya adalah lelucon yang lucu.

Semenara yoona terliat tak perduli. Ia menatap taman bermain anak yang kali ini tak lagi berisikan tawa ceria nara. Gadis kecil itu memang sudah membaik semenjak beberapa hari yang lalu.

Dan yoona terpaksa menitipkannya pada ji yeon –salah satu staff kepercayaannya- selama ia bertemu tiffany. Yoona tak ingin mengambil resiko tau-tau kyu hyun datang dan meminta penjelasan berlebih padanya.

“yoon, kau baik-baik saja?”

Yoona menatap tiffany lebih dalam “tiff..” gumamnya “bukan kyu hyun kan yang memintamu untuk menemuiku?”

__

“dia bertanya seperti itu?”

Tiffany mengangguk sekali. “aneh, dulu perhitungannya tak seakurat ini”

Kyu hyun terdiam sesaat. Memalingkan wajah untuk berfikir. Tiffany benar, perhitungan yoona tak pernah seakurat ini. yeoja itu tak terlalu suka menebak-nebak. Baginya, apa yang akan terjadi maka biarlah terjadi.

Dan yoona juga tak pernah menyimpan rasa curiga. Kepolosan yeoja itu memang terlalu berlebihan, dulu. Tapi entahlah hal apa yang bisa menjadi alasan mendasar untuknya berubah.

Yang pasti, kyu hyun benar-benar terperangah.

“dia bahkan memintaku untuk tak terlalu membicarakanmu”

Kyu hyun berpaling cepat. Apa? lelucon macam apa ini?!

**

“kumohon tiff”

“tapi yoon, tentu ada alasan yang mendasari ketakutanmu”

Yoona terdiam. “hanya lakukan saja. Seperti yang sering ita lakukan dulu”

“yoon, apa yang kita lakukan dulu selalu memiliki alasan pasti. Aku tak bisa menjanjikan sesuatu yang tak kumengerti”

Yoona menatap yeoja itu memohon. Tolonglah, apapun akan ia lakukan asal tiffany tak perlu menyananyakan alasannya menjauhi kyu hyun.

Apa terdengar logis jika yoona berkata ‘tiff, nara anakku bersama kyu hyun. aku hanya tak ingin dia tau’

Bunuh saja yoona jika ia harus melakukannya.

“apapun itu tiff, aku hanya tak ingin bersamanya untuk beberapa saat”

Tiffany berkerut tak percaya “jadi alasanmu untuk pergi selama ini memang kyu hyun?” pekiknya.

Yoona terdiam. “tiff, aku tidak bisa memberi taumu segalanya”

“tapi aku sahabatmu, yoon!”

“percayalah, apapun yang terjadi diantara kita –kau, aku dan kyu hyun-, dulu, tak akan pernah terulang dengan cerita yang persis sama. Kita sudah berbeda tiff, kau bersama kyu hyun dan aku memiliki duniaku sendiri”

“yoon, bukan maksud kami meninggalkanmu”

“aku tak berkata seperti itu. Sungguh. Hanya,, tiff, kau tentu tau aku pernah menyukainya”

**

“ya,, aku memang tau dia menyukaimu dulu. Tapi, ini konyol. Maksudku, kita sudah bersama. Tentu dia dapat berfikir dengan lebih jernih untuk tak kembali menyukaimu”

Kyu hyun bungkam. Pembicaraan tiffany dan yoona benar-benar membuatnya tak mampu berbicara. Oh hell! Ia pikir hanya ia dan yoona yang tau mengenai rahasia itu.

“bagaimana kau bisa tau?”

Tiffany menatap kyu hyun tak percaya “kau tak tau, kyu? Lihat saja tatapan memuja yang hanya ia berikan padamu dulu. Semua orang tau itu!”

Kyu hyun terperanjat kaget. Semua orang? Apa semua orang selain dia juga tau alasan mengapa yoona pergi lima tahun lalu? apa semua orang kecuali dia tau segala hal mengenai persahabatan mereka?

“kyu?”

“sejak kapan??”

Tiffany terlihat berfikir sejenak “semenjak kau menyelamatkannya dulu. Ingat waktu kita harus berlari dari seekor anjing karena melempari rumah kayu itu dengan batu?”

**

“cepatlah tiff!”

“aku tidak berani, kyu. Bagaimana jika pemilik rumah marah?”

Kyu hyun berdecak kesal “memang itu tujuan kita!”

PLETAK!

“bisakah kau sekali saja menjadi anak baik?”

Kyu hyun mengusap belakang kepalanya. Bagian itu terasa sedikit berdenyut dan mungkin akan sedikit berbekas. “yoon, ini namanya bersenang-senang” jawabnya asal.

“kita bisa menanam bunga dikebun eomma, bu__”

“itu tidak menyenangkan!”

“Cho kyu__”

Yoona kecil terdiam. pergelangan tangan kyu hyun yang besar menyumal bibir tipisnya dengan cepat.

“yoon, jika kau terus berisik maka ini tak akan pernah berhasil” ia melirik tiffany sebentar “ayo lakukan!”

Tiffany memejamkan matanya erat, batu besar pemberian kyu hyun itu masih ia genggam. Oh sial! Bagaimana jika pemilik rumah benar-benar marah?

“kau yakin ini benar?”

Kyu hyun menagngguk pasti. Lalu tiffany memberanikan diri untuk melemparkannya. Selang beberapa waktu, pintu itu bergedebum dengan keras. Dan tak beberapa lama setelahnya seorang wanita tua keluar dengan wajah yang memerah padam.

“anak-anak sialan! Youl, kejar mereka!”

Yoona membelalak tak percaya, sementara tiffany sudah mendahului mereka dengan terlebih dahulu berlari. “lari!!!”

Yoona mendengar itu dengan jelas, namun reflek tubuhnya berbeda. Bulir peluh dingin itu justru keluar lebih cepat. dan sejenak yoona tersadar ketika tali leher anjing dari kejauhan sana telah terlepas.

“yoon! Ayo lari!!”

Dan yoona tersentak kuat saat jemari kyu hyun menggenggam jemarinya. Menariknya untuk menjauh. Mereka berlari, tak lebih cepat namun anjing itu terlihat semakin mengecil.

“kau bilang dia tidak memiliki anjing!” tiffany memekik keras ketika mereka sampai pada pagar rumahnya. Wajahnya berkeringat dan terlihat marah.

“ayolah tiff, ini menyenangkan”

“menyenangkan kepalamu! Brengsek!!”

Dan gedebum pintu pagar terdengar. Kyu hyun terkekeh geli menatapnya, lalu beralih menatap yoona yang masih terdiam.

“ya tuhan yoon, kau berkeringat! Ahaha, kau pasti tak akan melupakan hari ini”

**

Kyu hyun tersenyum samar. Ia ingat. Ingat betul hari itu.

“kyu?”

“ya?”

Ia tersentak. Dan tiffany menyadarkannya cepat. “kau ingat?”

Kyu hyun mengangguk sekali. Hanya terlalu tidak menyangka jika kejadian itu akan menyebabkan yoona memiliki perasaan khusus semacam rasa.. suka?

Mereka terlalu sering bersama. Bahkan melewati banyak hari dengan tawa yang menggema kencang. Konyol saja jika karena suatu kejadian yoona dapat menyukainya.

Tapi sesuatu seperti itu mungkin tak dapat dipungkiri. Terkadang logika memang tak akan menyatu dengan kenyataan. Karenya nyatanya, yoona pernah mengungkapkan rasa itu padanya.

Dan yang harus kyu hyun sadari lagi, rasa itu tumbuh dalam dirinya. mungkin seperti yoona menaruh rasa padanya, seperti itu juga ia menaruh rasa yang sama terhadap tiffany.

“kurasa semenjak itu. karena setelahnya ia tak pernah berhenti membicarakanmu”

Kyu hyun kembali mengangguk. Lalu ia teringat satu hal yang benar-benar membuatnya tak berhenti untuk berfikir.

“tiff, apa yoona memiliki seorang suami?”

“setauku tidak. Tapi mungkin…”

**

“ya, aku tau kau pernah menyukainya. Tapi itu sudah berlalu lama. Aku percaya padamu, yoon”

Yoona mendesah gusar “tiff, aku yang tidak percaya pada diriku sendiri”

“jadi kau,, merasa akan kembali menyukainya?”

Yoona tersentak “bukan! Bukan seperti itu” ia memejamkan matanya erat “tiff, aku tak ingin menyakiti siapapun. Percayalah, ini yang terbaik untuk kita”

“tapi kyu hyun ingin kita seperti dulu. Tak perlu ada yang berubah bukan? Ya.. selain pendirian dan status kita masing-masing” tambah tiffany.

Yoona tersenyum samar “itu terlalu mustahil, tiff”

“yoon__”

“kumohon, bisakah kita hidup tanpa menyakiti siapun?”

Kedua wanita itu saling bertatapan. Melontarkan tatapan tak mengerti dan permohonan yang dalam. Lalu tiba-tiba tiffany membelalak tak percaya.

“yoon, kau sudah memiliki kekasih?”

Dan senyum samar yoona tak menjelaskan apapun.

**

“dia hanya tersenyum” tiffany mengedikkan bahunya acuh. “tapi kami berjanji akan bertemu lusa di incheon”

“untuk apa?”

“ia akan menjemput seseorang disana”

__

“yaya, aku mengerti”

“….”

“tidak. Aku hanya bermain ketika aku bosan”

“….”

Nara terkiki geli “tidak juga. Hanya selang pagi hingga makan malam buatan eomma selesai”

Nara menjauhkan ponsel miliknya “tidak perlu berteriak, aunt”

Yoona menatap putrinya. Mengulum senyum ketika berkali-kali membuat jessica berteriak karena jawaban lucunya.

Aneh, nara benar-benar bukan anak menjelang empat tahun sepertinya. Ia terlalu pintar untuk memancing emosi jessica. Meskipun yoona tau jessica tak akan benar-benar emosi. Mereka hanya bergurau. Dan yoona menyukai acara seperti itu.

Daripada nara terus bermain dengan kaset game miliknya, lebih baik ia menghubungi yeoja itu. lebih banyak hal positif yang akan ia dapat. Salah satunya, permintaan gadged baru yang akan kembali disetujui oleh jessica.

“tidak, tidak. Hmm, arraseo..”

Nara melirik yoona sebentar “ne. Geurom,, aunt, aku harus mandi” nara terlihat berbincang sebentar kemudian ponsel itu sudah berada didekat tangan kiri yoona.

“aku mandi, mom”

Yoona menatap gadis kecil itu lucu. Ia mendengus malas lalu mengangkat ponsel miliknya “jadi, apa saja yang dimintanya?”

Jessica terbahak keras diujung sana “tidak ada, dia bilang dia akan sibuk dengan beberapa pasang barbie minggu ini”

Yoona ikut tertawa. Dasar nara.

“jadi, dia kembali pagi ini?”

Yoona tersenyum tipis, “ya, begitulah” jawabnya menganggukkan kepala.

“biar kutebak, kau pasti sedang memasak”

Yoona tergelak tak tertahankan, jessica tau betul apa yang ia lakukan “bagaimana kau bisa tau?” tanya yoona pura-pura terkejut.

“sederhana saja, tak ada hal lain yang bisa kau lakukan selain memasak”

“YAK!!”

Yoona masih tersenyum saat sambungan internasional itu terputus. Ia melirik jam sebentar, masih ada dua jam lagi. yoona berjalan mendekati kamar nara.

“nara, kau sudah mandi?!” pekiknya.

Yoona menggeleng tak percaya saat suara gaduh terdengar dari dalam kamar. Tentu saja. Nara akan memainkan PSP miliknya sebelum menyentuh air. Selalu saja.

“im nara, jika kali ini kau masih menyentuh benda itu aku berjanji tak akan lagi menghubungi jessica!”

“YA MOM, AKU MANDI!!” pekik gadis itu cepat.

__

Nara menarik ujung dress kembangnya untuk turun. Sial! Ia tak pernah suka jika eommanya membelikan pakaian yang seperti ini. terlihat aneh dan tak nyaman.

Nara melepaskan seatbelt miliknya lalu pintu terbuka dari arah luar. Yoona segera menggendong gadis kecil itu menuju pintu masuk lalu menurunkannya.

Seperti biasa, nara tak menyukai hal-hal seperti itu.

Yoona melirik sekitar, papan informasi menunjukkan pesawat dari jepang baru saja landing. Mungkin ia masih perlu menunggu 10-15 menit. Jadi yoona memutuskan untuk mengambil tempat duduk didekat pintu kedatangan.

“nara, turunkan kakimu!” Yoona melebarkan matanya garang.

“tapi mom__”

“kau menggunakan dress, mana boleh duduk seperti itu” yoona menurunkan kedua kaki nara lalu mengatur kembali dressnya yang terlihat sedikit kusut.

“aku sudah menolak memakainya”

“dan aku tidak memberimu izin untuk menggunakan tshirt polosmu jika kau masih ingin menjemput__”

“yoon!!”

Yoona menoleh, pun dengan nara. Lalu yeoja itu tersenyum ramah. “tiff!!” panggilnya.

Tiffany mendekat lalu memeluk yoona erat. “sudah datang?”

Yoona menggeleng pelan. “kau sendiri, jam berapa pesawatmu akan berangkat?”

Tiffany melirik arlojinya sebentar. “masih tigapuluh menit lagi” ia tersenyum, malirik yoona kemudian beralih pada nara. “oh, kau ikut lagi?” sapanya.

‘tentu saja. Eomma tak mungkin meninggalkanku!’ batin nara.

Nara memutar bola matanya kecil lalu melukis senyum dengan keterpaksaan. Setelah itu, ia memberengut ketika pipinya menjadi sasaran cubitan tiffany.

“kau lucu sekali” ujar yeoja itu melirik nara gemas.

Yoona tersenyum saat nara memberengut. Selalu saja, nara tak suka diperlakukan seperti bayi yang baru lahir. Lucu? Memangnya ia sedang melontarkan candaan?

“kau sendiri?”

Tiffany melirik belakangnya sebentar, kemudian tangannya melambai dan yoona dengan cepat tau siapa itu.

“tidak, kyu hyun mengantarkanku”

Yoona melemparkan tatapan tak sukanya seketika. Seharusnya tiffany mengerti maksud percakapan mereka dua hari yang lalu. bukannya justru membiarkan kyu hyun tetap ada disekitarnya seperti ini. sungguh, yoona merasa sangat amat tidak nyaman.

“hai, yoon!”

Yoona mengangguk kaku “hai, kyu” balasnya.

Yoona membuang wajah. Ia tau betul tatapan seperti apa yang akan dilontarkan kyu hyun padanya. Namja itu tentu belum puas dengan pertemuan pertama mereka diapartemen yoona beberapa hari yang lalu.

Belum lagi kenyataan yang mungkin saja akan membuat kyu hyun sangat amat penasaran. Ia sempat mendengar nara memanggil yoona dengan sebutan eomma.

Kyu hyun baru saja akan melontarkan pertanyaan basa basi miliknya ketika tiba-tiba gadis yang ia temui di apartemen yoona menarik ujung baju yeoja itu.

“mom, pintunya terbuka!!”

Gadis itu tampak antusias. Beberapa orang tampak keluar dari pintu dan kyu hyun memperhatikan bagaimana yoona mulai terlihat berharap.

Mungkinkah jika..

“EDD!!”

Ketiga dari mereka segera menoleh, nara telah berlari menjauh dan tau-tau sudah berada dalam pelukan seorang namja tinggi. Nara menciumi pipi namja itu berkali kali, lalu namja itu menangkap keberadaan yoona dan melambai.

Tiba-tiba saja kyu hyun merasa risih. Dulu, ia dan yoona sering melakukan hal serupa ketika kyu hyun baru terlihat dari belokan jalan saat akan menjemput yoona untuk pergi bersama. Dan saat ini, ia merasa berbeda. Namja itu merebut segala hal yang dulu yoona berikan padanya.

Kyu hyun tak suka.

Jelas ia tak suka.

Namja itu mendekat, merangkul yoona dalam pelukan sarat akan kerinduan lalu mengecup pipi yeoja itu lembut. Yoona tersenyum. Jemarinya terselip pada lengan namja itu, berjalan mendekati kyu hyun dan tiffany lalu berkata…

“perkenalkan, Choi siwon”

Namja itu menunduk memperkenalkan diri. perlu kyu hyun akui, dia memang tampan. Persis seperti ciri-ciri yang dulu selalu yoona sebutkan sebagai kriteria lelaki masa depannya. Jadi, inikah dia?

“yoon,, dia..” tiffany mengarahkan tatapannya pada siwon lalu terlihat sedikit terperangah. Ia mengerjap sesaat, lalu menatap yoona tak percaya. Yoona mengangguk pasti.

“eum. Uri namja!” tuturnya.

-TBC-

Hppay New Year^^

With love,Park ji yeon.

168 thoughts on “Memorable 3

  1. Yeah! Ed is Swion!!! Yippee…
    Tp enath kenapain my deepest heart, aku merasa kayanya akhirnya bkl Kyuna nh #pleasedon’t
    Thor, mungkin untuk sedikt masukan, Honestly aku merasa ada something weird dari part sebelumnya pas yoona usir kyuhyun.. Kaya ada yang ga nyambung ke part ini.. Ada something lost🙂
    Anyway..I still love the story line! It keep getting more complicated n interesting!
    Thanks n GBU

  2. Sebenernya yoona sma siwon itu gmana ???
    Hem sebenernya aku gk seberapa suka klo siwon jadi org kedua…
    Aku maunya siwon jadi yg pertama..
    Tpi gk pa2 deh…
    Ceritanya seru si

  3. aku bingung sebenernya ama siwon sama yoona. ceritanya kan disini mereka pacaran dah lama . bahkan dari pas mereka masih di amerika. dan siwon juga sayang banget sama nara kayanya. tapi kenapa mereka ga nikah aja. makin seru daebak. kyuhyun udh sama fanny ajaaa deh hahahah

  4. Karakter siwon pengertian dan care bgt…kyu nya malah rada egois nih kyknya, jd pgn tau lanjutnya makin bikin jengkel gak nih si kyu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s