Heart Attack

Image

Author: Karinapp26

SNSD’s Yoona | CNBLUE’s Jonghyun

Genre: Sad

Ranting: PG12

One Shoot

DONT BE SILENT READERS ^^
HAPPY READING~~

…..

Cause I don’t wanna fall in love

Aku menatap foto itu. Hanya sebuah senyuman yang aku tampangkan. Aku sudah lelah untuk terus menangis dan menangis. Berharap namja brengsek itu akan datang padaku dan meminta maaf. Tapi apa gunanya, apa kah dia mempunyai rasa bersalah? apakah dia mempunyai perasaan yang tulus? cih, itu ilusi.

Mungkin memang benar apa perkataan teman-teman ku. Seharusnya aku tak berhubungan dengan dirinya. Berhubungan dengan orang yang sama sekali tak mencintaiku. Benar-benar mencintaiku dengan tulus. Apakah diantara hubungan ini hanya aku yang terlalu berharap? aku yang terlalu serius? aku yang terlalu senang?

Hanya dengan perkataan nya yang seperti itu bisa membuat jantung ku benar-benar mencolos ke bawah. Membuat darah ku berdesir hebat. Ya, aku tau memang itu terbaik untuk mu, bahkan janji-janji palsu mu yang membuat aku jatuh ke pelukan mu itu membuatku menangis hebat.

Flasback on

Aku merasakan ada tangan yang melingkar di pinggang ku. Bau aroma parfum menyengat ke indra penciuman ku. Aku hanya bisa tersenyum, aku tau, yang memeluk ku ini adalah orang yang benar-benar aku cintai. Orang yang membuat aku berubah menjadi lebih ceria, yang membuat aku nyaman berada di dekatnya. membuat aku selalu tertawa bersamanya.

“Yoona-ya.” Aku tertawa sedikit mendengar suara lucu nya itu. Aku pun sedikit berdeham untuk membalas panggilan nya itu. Aku merasakan dia semakin erat memeluk ku.

“Bogoshipo.” Aku bisa mengetahui perkataan itu. perkataan lembut nya yang membuat aku bisa senang seketika. Dialah yang membuatku bisa benar-benar senang. dia juga yang membuat ku bisa benar-benar merasakan apa itu cinta. Dan sekarang, aku benar-benar merasakan cinta, bersamanya.

“Nado.” Ucapku sambil tersenyum. Aku menyenderkan kepala ku di dadanya. Sungguh, hari ini terasa hari miliku sendiri.

“Aku ingin hari ini terus kita ingat.” Sekali lagi aku tersenyum begitu cerahnya. Aku ingin sekali berkata seperti itu kepadanya tadi, tapi dia sudah memikirkan nya duluan.

Flasback off

Aku berjalan. Tak tau arah mana yang kulaju. Yang penting, aku hanya ingin melupakan dia, melupakan apa yang dia pernah katakan, melupakan apa yang pernah dia lakukan untuk ku. Semua itu hanya bohong, hanya bohongan.

Kenapa bisa aku dulu begitu bodoh? begitu bodoh nya menerima cintanya? membawanya masuk ke dalam kehidupan ku, menjadi bagian penting dalam kehidupan ku. Aku bagaikan kucing yang masuk ke perangkap singa yang begitu luas.

///

You make me glow, but I cover up

Won’t let it show, so I’m

Puttin’ my defences up

Cause I don’t wanna fall in love

///

Aku membuka pintu rumah ku. Kulihat sebuah kertas berwarna coklat. Kulihat benar-benar kertas itu. Kuperhatikan hiasan-hiasan yang tertempel di kertas yang bisa dibilang -surat.

Mata ku mencolos seketika, Jantung ku berdegup kencang. Darahku berdesir hebat. Aku menangis sejadi-jadinya. Dua hari lagi ia akan menikah. Apa kau begitu dengan mudah nya melupakan ku? melupakan ku yang menjadi bagian dari hidupmu? melupakan ku yang sudah sering membuat tersernyum? tertawa? kau melupakan ku?!

Akan kuusahakan untuk datang, kau tau. Aku bukan lah yeoja yang lemah, yeoja yang dengan gampang nya tiba-tiba langsung jatuh ke jurang yang begitu dalam, tidak. Hatiku memang bukan terbuat dari baja, tapi akan kubuktikan, hati ku bisa sekuat baja.

////

Aku melihat lagi kalung itu. Dimana kau memberikan ku sebuah kalung yang menurutku begitu berharga. Kau tau? Jika kau berada disini, mungkin kau akan senang jika aku masih menyimpan kalung itu, bahkan masih sanggup untuk memakainya.

Apa kau ingat pendekatan ku? apa kau ingat seberapa benci mu kepadaku? aku hanya ingin kau mengingatnya saja. Bukan untuk memikirkan nya, ya, hanya itu. Tetapi aku tersadar, kau sudah benar-benar bisa melupakan ku.

Setelah apa yang telah kita buat dulu.

Flashback on

Aku memincingkan pengelihatan ku saat melihat namja itu sedang membaca buku sambil bersenderan. Dia sangat senang berada di ruangan ini-perpustakaan. Aku tersenyum lalu mendekatinya. Aku tau, dia namja yang dingin dan mempunyai sikap yang benar-benar cuek, tapi aku percaya aku bisa mendekatinya.

“Hai, sedang membaca apa?” aku langsung duduk di sebelahnya. Dia hanya diam saja, meng-fokuskan ke buku yang ia baca. Mungkin dari tatapan nya, dia benar-benar tak sadar bahwa aku berada di samping nya. Aku menunduk sambil mengerucutkan bibirku.

“Buku tentang bintang.” Aku langsung mengadahkan kepalaku. Walau itu hanya satu kalimat, tapi itu benar-benar membuat mood ku berubah. Aku langsung tersenyum senang lalu mengangguk.

Aku ikut melihat apa yang ia baca. Terkadang, aku juga membaca sebagian kalimat dari buku itu. Terkadang juga, ekor mata ku melihat nya yang sedang serius membaca.

“Aku dulu pernah dijuluki sebagai bintang yang paling terang.” Guman ku tiba-tiba. Apa yang entah sadar membuatku ingin mencoba bercerita dengan nya. Dia mengadahkan kepalanya lalu menatapku. “Kau tau, bintang yang paling terang adalah bintang yang paling cepat mati.”

Aku terkejut dengan perkataan nya. Jujur, dulu aku begitu senang saat aku masih berada di ‘SEKOLAH DASAR’ mendapat julukan ‘bintang yang paling terang‘. Tapi perkataan namja ini benar-benar membuatku sadar akan apa yang selama ini aku anggap perkataan yang begitu membesarkan namaku, malah akan membuatku bisa malu sendiri.

“Tetapi, aku juga tetap begitu menyukai bintang.” Aku langsung memegang tangan ku lalu menatapnya. Dia hanya mengangguk-angguk lalu menghelang napasnya. “kau tau ada berapa bintang yang berada di alam semesta ini?”

Sepertinya aku pernah diberitau oleh seseorang mengenai alam semesta. Ayolah, jangan membuat dirimu malu di depan namja yang kau sukai. Jangan juga membuat ia menunggu jawaban mu terlalu lama. “Bintang-bintang yang berada di dunia ini sama dengan jumlah butiran pasir yang ada di dunia ini. Benarkan?”

Namja itu mengangguk lalu tersenyum. “Nice try.” Omona, dia benar-benar tersenyum untuk ku. Sungguh aku mimpi apa, dia benar-benar membuat ku terbang ke angkasa(?) Mungkin setelah ini, aku akan meelting.

Flashback off

Aku hanya bisa tersenyum sambil melihat tanggal yang berada di kalender itu. Kau tau, seharusnya ini Anniversarry kita yang ke-4 bulan. Tapi itu menjadi failed begitu saja. Haha, aku tau itu, seharusnya.

Dan aku juga melihat esok adalah hari dimana kau akan menikah, mempunyai kehidupan baru dan mempunyai kehidupan yang lebih dari kehidupan lama mu bersamaku. Aku cuma bisa berharap saja, kau datang padaku dan meminta maaf kepadaku. Tapi, itu cuma harapan saja.

Harapan.

///

But you make me wanna act like a girl

Paint my nails and wear high heels

Yeah, it’s you, make me so nervous

That I just can’t hold your hand

///

Aku melihat mu di depan altar. Kau begitu gagah dengan tuxedo mu. Ku akui, kau juga begitu tampan. Rambutmu yang benar-benar tertata dengan seseorang yeoja yang berada di samping mu. Tidakkah kau tau bahwa aku melihat mu dari sini? melihatmu dengan senyum manis mu. Apa kau bahagia dengan yeoja itu?

Tidak kah kau berharap aku yang berada di situ, menemanimu? membuat janji suci dengan mu setelah menjalin hubungan yang berbulan-bulan? apa kau benar-benar sudah menhilangkan dari pikiran mu dengan mudahnya?

Aku akhirnya datang kepadamu. memberi ucapan selamat sembari tersenyum. Apa kau tau apa arti senyuman ku sesungguh nya? apa kau benar-benar tau?

Dan dengan mudahnya kau mengucapkan terima kasih tanpa ada rasa bersalah di kelopak mata mu. Apa kau amnesia? siapa yang membuatmu melupakan ku? Apakah hanya aku disini yang merasa sedih?

Aku tau, tak banyak lagi yang bisa kuungkapkan untuk mu, tak ada lagi senyuman, candaan ataupun tawaan yang kau pamerkan kepadaku. Kau ingat kita tak seperti dulu lagi bukan? bahkan kau sudah benar-benar bisa melupakan ku. Aku akan menyusulmu, dan sama sepertimu. Melupakan hal yang benar-benar pahit untuk terus diingat.

///

Never break a sweat for the other guys

When you come around, I get paralyzed

And everytime I try to be myself

It comes out wrong like a cry for help


Pain’s more trouble than it all is worth

I gasp for air

It feels so good, but you know it hurt

///

Aku berada disini. Di depan sungai han, tempat dimana kau menyatakan cinta padaku dan mengambil ciuman pertamaku. Apa kau kira aku langsung lupa begitu saja? tidak mudah bagiku untuk melupakan mu.

Perlahan, aku mencopot kalung yang terpasang di leher ku. Ku genggam kalung itu erat. Aku hanya bisa tersenyum menatap kalung itu. Semakin lama ku simpan kalung itu, semakin perih aku mengingat memori-memori lama yang dulu kita buat.

Aku langsung melemparkan kalung itu cepat. Aku melihat kalung itu jatuh ke dalam sungai, kau tau? semoga dengan apa yang aku lakukan ini, aku bisa benar-benar melupakan mu.

“Semoga kau bahagia, Selamat tinggal Lee Jonghyun.”

///

The feelings I lost in my love

They’re burning, I’m not giving up

And there’s no one else to blame

So instead I’ll take off in a run

I’m flying too close to the sun

And I’m burst into flames

Demi Lovato – Heart Attack

END

Note: Annyeonghaeseyo *bow* ini pertama kalinya aku ngeluarin cast jonghyun sama yoona. Karena aku ngelihat banyak yang nyukain couple ini jadi, mau coba-coba dulu ngebuat ff nya. Maaf kalo ending nya mereka gak nyatu. Semoga puas dengan ff ini ya ^^

12 thoughts on “Heart Attack

  1. Kenapa harus sad ending thor,
    Buat sequelnya dong tapi ada moment yoona jonghyun.
    Kalo bisa yoona sama jonghyun di satuin lagi dan happy ending thor .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s