Fake Love – 2

Gambar

Author: Karinapp26

Cast: Yoona | Seohyun | Luhan | Sehun

Genre: School life, romance, friendship, sad

Ranting: PG13+

Poster by Ladyoong at YoongEXO

Chaptered

CHRISTMAST GIFT

HAPPY READING~^^

Disaat ini kita betemu, dan disini juga aku benci dengan hujan

Luhan yang sadar akan sikap Yoona langsung menghampirinya. Ia berniat ingin meminta maaf. Walaupun ini memang sudah terlambat, tetapi tak ada salah nya kan minta maaf?

“Yoong?” Luhan memegang tangan yoona. yeoja itu diam seribu bahasa. Tolong jangan dekati ia lagi, jangan memanggil dengan sebutan itu dan jangan memegang tangan halusnya.

“Mianhae.” Sepatah kata itu membuat Jantung Yoona berdegup kencang. Rasanya ia ingin menangis dan mengeluarkan emosi nya yang ia pendam selama ini.

“Mianhae? untuk apa?” Yoona berusaha mengontrolkan emosinya. Siapa tau, Luhan meminta maaf bukan untuk kesalahan nya 2 tahun silam. Karena, dia juga sadar, suatu hari, Jika luhan benar-benar sadar akan penderitaan yang ia alami selama ini, ia akan berminta maaf.

“Ini, aku tak sengaja tadi mengambil ponsel mu yang jatuh. Tenang saja aku tak membukanya.” Lengkungan itu membuat jantung Yoona berdegup dua kali lipat dari yang tadi.

“G-gumawo.” Yoona membungkuk 90 derajat. Ia pun segera berlari menjauh dari Luhan. Takut ada apa-apa yang terjadi dengan dirinya.

….

“Bermain ToD yuk!” Ajak Seohyun membuyarkan lamunan Yoona. Yoona mengangguk sambil tersenyum senang. “Tidak enak jika berdua saja, ajak Sehun!”

Keempat anak itu sedang menunggu jawaban dari Sehun. Yoona, Seohyun, Victoria, dan Jungkok. Mereka memberi pertanyaan ‘Kapan terkahir kali kau mengompol?’

Sehun tau, dia menjadi primadona di sekolah. Tetapi jika ia memberitau tentang itu, Bisa-bisa ia akan malu seumur hidup. Yah, mau bagaimana lagi, tak ada jawaban selain ‘berbohong.’

“Terkahir, Hampir ke sekolah dasar.” Mereka berempat manggut-manggut mengerti. Sehun lalu memutar pensil milik Seohyun. Tiba-tiba….

“ADA SISWA YANG MAU BUNUH DIRI!”

Kelima anak itu langsung kaget saat menyadari ada seorang yeoja yang berteriak di ambang pintu kelas mereka. Mereka berlima sontak langsung keluar dari kelas dan menemukan segerombolan anak-anak yang berada di dekat teras sekolah.

“Mana siswa nya?” Tanya Jungkok ke seorang yeoja yang berada di sebelah nya. Yeoja itu menatap Jungkok sebentar, lalu jari telunjuk nya menunjuk ke atap sekolah.

Jungkok lalu memberitau Victoria, Yoona, Seohyun dan Sehun. Mereka melihat Yeoja dengan rambut coklat panjang dan mata hazel Sedang mengeratkan tangan nya.

Mata Rusa itu melihat seorang namja yang berada di dekat Yeoja yang hampir bunuh diri itu. Dia terdiam sejenak, apa yang akan dilakukan Namja itu?

Perlahan, Namja itu mendekat ke arah Yeoja yang akan bunuh diri itu. Dia berbicara dengan sangat lama yang membuat yeoja itu terdiam. Akhirnya, yeoja itu memeluk namja itu-Luhan.

Luhan akan naik ke atap memandangi langit. tetapi, dia melihat seorang yeoja yang berdiri di pinggir atap itu. Dia berteriak-teriak tak jelas. Apakah ia ingin bunuh diri?

“AKU MENCINTAIMU! KENAPA KAU TAK SADAR!”

“AKU INGIN HIDUP DENGANMU!”

“KENAPA KAU MAU DENGAN YEOJA ITU!”

Sekiranya, itu lah yang didengarkan Luhan. Ia tak mau memperpanjang masalah, Ia pun mengampiri Yeoja itu. Matanya bisa melihat siswa-siswi yang menyaksikan nya dari bawah.

“Kenapa kau ingin bunuh diri?” Yeoja itu melihat ke arah Luhan. Matanya merah, Pipinya terlihat sembab, Sudah Luhan tebak, ia pasti habis menangis.

“Bukan Urusanmu.” Dua kalimat itu mengingatkan Luhan akan masa lalunya. Ia langsung menggeleng pelan. Tak boleh, tak boleh lagi mengingatnya.

“Kenapa kau bunuh diri untuk seorang namja? Harusnya kau buktikan ke dia bahwa kau bisa mencari yang lebih baik darinya, bukan dengan cara ini. Jika kau melakukan ini, namja itu bukan nya merasa bersalah. Banyak namja di dunia ini.” Yeoja itu terdiam mendengar kata-kata yang terucap dari mulut Luhan. Dia pun segera berlari menghampiri Luhan lalu memeluk nya erat.

“Gumawo.” Luhan membalas pelukan yeoja itu. Ia tau, ia seharusnya tak berbicara seperti itu. Ia seperti mendesis dirinya sendiri. Ia jujur, masih ada rasa bersalah di dalam benak nya.

Ia jujur begitu tak tega meninggalakan kenangan pahit pada yeoja lemah nya dua tahun silam. Perlahan, ia lihat ke bawah. Matanya tertuju kepada yeoja yang sedang berbicara dengan teman-teman nya.

‘Aku masih menyayangimu.’

….

Sebuah koridor yang luas tampak sangat sepi sekali. Koridor tak beratap itu mempunyai suhu yang rendah karena berada di lantai paling atas. Suasana sepi seperti inilah yang ia harapkan.

Sepatu nya ia langkahkan ke kursi yang berada dekat balkon. Dia duduk lalu membuka buku gambarnya. Otak nya memikirkan sketsa apa yang harus ia gambar.

Tangan nya membuat sebuah sketsa. Dengan gesit, lekuk jari nya terus saja mengalun-ngalun. Tanpa perlu penghapus, ia sudah biasa. Coretan dan decitan terdengar.

Ia menatap sketsa itu sebentar. Lengkungan dari bibir indah itu terbentuk. Ia sedikit mengataskan buku gambar nya lalu mengadahkan kepalanya. “Lumayan.”

Dua ekor angsa ditengah danau yang berkilap. Awan yang hampir tak terlihat karena bulan dan bintang sudah menerangi. Cahaya lampu menghiasi danau itu. Sekali lagi, ia puas dengan sketsa nya kali ini.

Kemudian, ia menyesap kopi yang ia beli tadi. Pandangan nya ia arahkan ke alam yang begitu luas terhampar di depan nya. Menurutnya, hari ini benar-benar dingin, Tetapi, dengan cuaca dingin inilah ia menikmati hobi Privasi.

Kelopak matanya tiba-tiba terhenti begitu saja melihat seseorang yang dengan lincah nya memasukan bola ke Ring.

Dia benar-benar tak berubah.

Yeoja itu mlihat tangan kanan nya, terlebih pada arloji putih yang terpasang di organ itu. Dia mendelik kecil, lalu menghabiskan kopi nya. Cepat-cepat ia berlari ke bawah. Dan mencari ruangan tempat ia melakukan kegiatan sore harinya.

Dia membuka pintu ruang seni menari. Perlahan, dilihatnya Sahabat-sahabatnya yang sedang duduk di ruang seni. Mereka bukan nya latihan malam sedang bermain-eerr, kartu?

“Kau kemana saja?” Tanya Jungkook menatap Yoona yang masuk lalu menaruh tas nya di kursi panjang.

“Sunbae, mana?” Tanya Yoona tanpa menjawab pertanyaan dari Jungkook. Ia melangkah mendekati sahabat-sahabatnya lalu ikut duduk bersama mereka.

“Dia tak bisa datang karena ada urusan, yasudah, kita malas untuk pulang, jadi main kartu saja.” Jelas Seohyun. Yoona mengangguk mengerti lalu memperhatikan mereka. “Aku mau ikut main.”

Mereka semua menggangguk lalu mengulangi permainan dari awal. Victoria membagikan kartu kepada mereka masing-masing empat buah kartu.

Mereka begitu asyik bermain. Terkadang, tawaan dan candaan terdengar diantara mereka. Mereka semua menikmati masa-masa ini, dimana mereka bersama-sama bersenandung senang.

Menurut Yoona, jika ini kebahagiaan yang paling senang seumur hidup, ia ingin mengingat hari ini seterusnya.

Yoona memakirkan mobilnya di garasi. Dia terdiam sebentar, lalu menggigit bawah bibirnya.

Yoona menggeleng sebentar menetralisir pikiran nya yang kemana-mana itu. Dia tak habis pikir, kenapa namja itu bisa datang lagi ke kehidupan nya.

Flasback on

Yeoja itu sudah berdiri di hadapan namja itu. Tangan kanan nya di sembunyikan di belakang pundaknya, karena tangan nya memegang lolipop untuk diberi kepada namja ia sayangi.

Bunga-bunga sedang bermekaran. Banyak pasangan yang datang ke taman ini. Harum aroma bunga menambah menawan tempat ini. Dress pink yang dipandu dengan flat shoes crem menjadikan Yeoja itu seperti putri disini.

Yeoja itu menatap namja di depan nya. Tetapi, matanya menemukan keganjalan di lawan tatapan nya itu. Dia pun menghembuskan nafas “Wae?”

“Mianhae.” Sepatah kata itu mampu membuat jantung yeoja itu berhenti. Dia benar-benar menemukan keganjalan disana. Dia perlahan menurunkan tangan kanan nya, memperlihatkan lolipop yang sudah tak bersembunyi lagi. “Ige..Mwoya?”

“Mian aku harus meninggalkan mu.” Jantung yeoja itu mencolos, matanya mulai memerah. Tangan mengcengkram lolipop kuat-kuat. Satu kalimat itu mampu membuatnya hampir saja terjatuh.

Flasback off

Yoona memukul stir nya. Ia tak mau terlalu jauh memutar memori yang membuat hatinya sendiri sakit. Tapi, pikiran nya terus mengingatkan nya dengan masa lalu yang begitu pahitnya melanda.

Dia memegang tangan nya kuat. Kali ini tak boleh lagi jatuh kedua kalinya. Tak boleh. Dia itu yeoja yang kuat, yeoja yang pantang menyerah. Tidak seperti dulu, kekuatan nya yang lemah dulu bisa hilang karena semangatnya yang menyelapkan penyakitnya.

Dia tersenyum. “Aku akan membuktikan padamu bahwa aku tak seperti yang dulu, dan bahkan bisa mengalahkan mu.”

…..

Dia menatap sebuah kado yang berada di loker nya. Sekarang tepat pada tanggal “25-12-2013” Semua orang merayakan Hari natal. Pohon natal juga sudah berserakan di pinggiran jalan. Di lorong sekolah pun banyak terdapat pohon natal yang sudah dihiasi.

Pada malam hari pun juga banyak pasangan yang merayakan natal di tempat yang begitu romantis. Banyak juga yang menunggu hadiah dari Santa Claus.

Dia meliat kado itu baik-baik, saat ingin membukanya, terdapat sebuah tulisan yang begitu kecil. Sangaat kecil. Dia bingung, ada-ada saja yang mengirimkan nya hadiah. Padahal sebagian besar siswa-siswi disini sudah mempunyai pasangan sendiri-sendiri.

“MERRY CHRISTMAS YOONG!” Teriak seohyun menghampiri Yoona. Yoona langsung cepat-cepat menyembunyikan hadiah itu agar tak terlihat oleh Seohyun. Seohyun menatap Yoona dengan tatapan instens.

“Hayo, kado dari siapa?” Goda seohyun sambil menatap Yoona lalu tertawa sedikit. “anio.. itu hanya hadiah dari eomma ku tadi.” Wajah Yoona memerah. Seohyun mengerucutkan bibirnya sebentar. “Untuk apa hadiah itu dibawa ke sekolah?”

Yoona diam seribu bahasa. Seharusnya ia tak berbohong kepada Seohyun. Dia sendiri yang akan kena. Dia menghembuskan nafasnya kesal. “Molla, Secret admirer.” Guman Yoona.

“Penggemar mu Yoong, hahaha.” Tawa Seohyun tetap menggoda Yoona yang semakin kesal dengan tawa Seohyun. Yoona melipat tangan nya. Seohyun memberhentikan tawa nya setelah melihat perubahan wajah dan mood Yoona.

“Coba kulihat.” Yoona langsung memberikan kado itu kepada Seohyun. Seohyun membukanya dan melihat surat nya. Ia menatap tulisan itu sebentar.

“Sepertinya aku mengetahui tulisan ini.” Ucap Seohyun sembari mengingat-ingat sesuatu. Yoona dengan malas menatap Seohyun yang masih serius berpikir. “Sudahlah seo, tak usah diurusi.” Yoona duduk di tempat duduk nya dengan lemas.

“Yoong..Yoong..” Seohyun menggeleng-geleng melihat sikap Yoona yang seperti itu. Dia sudah terbiasa menerima hadiah dari seseorang, dan sikap nya akan malas seperti itu.

“Yoong, kapan kau sadar bahwa aku mencintaimu?”

“Yoona, kau tau, tadi Luhan begitu menarik!” seru teman nya, Sara. Yoona menghembuskan nafas nya pelan, kenapa semua menyukai Luhan? Kau tau? Luhan itu hanya memakai topeng nya, hanya topeng.

“Apa bagusnya Luhan?” celetuk Yoona. Sara menatap nya tajam, masa Yoona tak mengetahui kehebatan Luhan. Padahal, Yeoja-yeoja sudah banyak mengagumi nya dan banyak yang mengetahui kehebatan nya. “Kau akan lihat jika Luhan menari.”

Yoona berjalan ke arah ruang seni. Dia penasaran apakah benar jika Luhan akan benar-benar terlihat hebat jika dia menari. Tiba-tiba suara decitan terdengar.

Yoona makin penasaran akan suara decitan itu. Dia segera mendekati ruang seni. Semakin penasaran akan suara decitan yang semakin dekat, semakin keras suaranya.

Deg

Ruangan yang luas dan begitu gelap, diiringi nada-nada jazz yang teratur. Namja di tengah ruangan itu menari dengan gesitnya. Beberapa decitan terdengar. Layak nya dia merasa bahagia disitu. Sebagaimana itu adalah panggung yang megah dan mewah. Badan nya dengan mendengar alunan nada langsung saja bergerak.

Yoona terdiam menatap namja yang sedang menari itu. Dia merasa, semua dunia ini teralihkan oleh namja itu. Angin sepoi-sepoi yang membuat rambutnya terbang pun sama sekali tak dihiraukan nya.

Pikiran nya pun mulai menerawang jauh ke memori nya yang dahulu. Dimana dia pernah menari bersama seseorang. Yoona memegang dadanya tersebut saat mengingatkan perassaan nya pada kenangan masa lalunya.

Flashback on

“Putar badan mu, lalu berjalan beriringan.” Yeoja itu menuruti perkataan seorang namja di depan nya.

Namja itu pun memegang pinggang nya. Membuat sensasi berbeda menjuluri tubuh nya. Namja itu menatap yeoja yang berada di depan nya lembut. “Mari kita menari bersama.”

Kedua pasangan itu menari dengan indahnya seperti memutar lingkaran yang berada di tengah kehidupan yang begitu penat. Seakan dunia ini milik mereka sendiri. Kedua kelopak mata itu saling bertemu, memancarkan kesejahteraan yang abadi.

Flashback off

Yoona merasakan ada yang memegang pundaknya. Dia pun langsung berbalik dan kaget akan seseorang yang berada di depan nya. Yoona menatap namja itu dari atas hingga bawah.

“Sedang apa kau disini?” Tanya yoona gelagapan. Namja itu benar-benar membuat nya membuyarkan lamunan nya. Apakah sedari tadi dirinya hanya diam disitu dan menatap ke dalam jendela?

“Harus nya aku yang bertanya dengan mu, kenapa kau ada disini?… kau…. melihatku menari?” Luhan menatap Yoona yang sekarang salah tingkah. Yoona bingung mau menjawab apa. Dia terlalu gengsi untuk jujur kepada namja di depan nya.

“Aku hanya berjalan-jalan saja, tiba-tiba aku menemukan ruangan ini dan melihat ruangan ini gelap, itu saja.” Jawab Yoona terlihat gugup. Jujur, jantung nya berdegup kencang saat berada didepan namja ini.

“Jujur saja, jangan-jangan kau mengintip ku menari!” Goda Luhan sambil menatap Yoona yang wajah nya sudah seperti kepiting rebus. Yoona benar-benar malu saat ini, tapi dia sudah menebaknya bahwa wajahnya sudah memerah.

“Yasudah, ayo, ikut aku.” Ucap Luhan menarik tangan Yoona. Yoona pertama bingung akhirnya mengikuti juga. Darah nya bersdesir lebih deras. Dia benar-benar jantung nya akan mencolos.

….

“Ini untuk mu.” Setelah menunggu lama di kursi panjang, akhirnya Luhan menghampiri Yoona sambil membawa dua scop ice cream mint. Yoona tersenyum lalu menerima ice cream itu. “Terima kasih.”

Luhan juga hanya memamerkan senyuman nya. Lalu duduk di sebelah Yoona. Dia menatap wajah Yoona sebentar yang sedang memakan ice cream nya.

“Kau sekarang tinggal dimana?” Tanya Luhan memecah keheningan yang mereka ciptakan sendiri sedari tadi. Yoona menatap Luhan sebentar lalu menghelang napas. “Seperti dulu.”

Luhan mengangguk pelan. Dia tak tau mencari bahan omongan yang enak. Dia menghelang napas bosan. Yoona menghabiskan ice cream nya lalu menatap Luhan. “Aku pulang ya, ini hampir malam.” Yoona berdiri, lalu melambaikan tangan nya.

‘Kapan aku bisa menjadi bagian dari hidupmu lagi yoong.’

… TBC…

Note: Annyeonghaeseyo! maaf agak kelamaan untuk nge-post ff ini, karena dari kemarin author kebanyakan project lain dan kebanyakan waktu di sekolah. Mungkin ini bakal author post vers yang lain, ditunggu aja ya kelanjutan chapter nya ^^ Kemarin author juga bingung sama vote nya sendiri, banyak yang minta sehun maupun luhan jangan sama seohyun, tapi.. nanti ditunggu aja ya, kelanjutan nya..

21 thoughts on “Fake Love – 2

  1. wahaha, makin seru thor^^
    pengennya di FF ini HunHan rebutan yoong /LOL/
    itu secret admirer yoong siapa? #berharap.sehunie.
    ditunggu lanjutannya,,
    semangat><keep.writing

  2. Akhirnyaaaa dipost jugaaaa
    Duuuhhh luhan pengen kembali lagi tuh sama yoona
    Terus sehun? Duh mollayo._.
    Secret admirernya yoona jangan2 sehun?
    Please luyoonhun jjang!! Jjang!!

    Ditunggu kelanjutannya thor’)9

  3. Thorr fake love tmbh krn critx…pngnx hunhan ngrebutn yoong unnie.. yg jdi secret admirerx mau luhan atau sehun gx mslah..yg pnting seo jgn smpe sma hunhan aq gx bkl relaa thorr..oke lnjutt ^^

  4. Hadiah dari sapa tuh? Cyekilehhhhhhh hun ya hun ya . Hun kan?. Luhan kamu itu gimna sih beb — kamu udah sayang apa gak? Jan gantung feel ku dong yanqek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s