[FICLET] Thankful Love

thankfullove

A Fanfiction by Felicia Rena

THANKFUL LOVE

.

Main cast: Im Yoon Ah, EXO Kris

Rating: PG 15+

Genre: Hurt, Romance

Length: Ficlet

Disclaimer:

Stories are mine and pure fiction. All cast belong to God.

Please don’t be plagiat

Selamat hari Natal untuk semua yang merayakan🙂

.

Malam semakin larut di luar sana. Salju turun menutupi kota dengan warna putihnya. Suhu malam ini mencapai titik terdinginnya dalam beberapa hari terakhir. Namun rupanya, dinginnya malam tidak mampu menghalangi orang-orang yang sedang berbahagia merayakan malam Natal. Entah bersama keluarga, teman-teman maupun pasangan.

Berbeda dengan seorang pria yang kini sedang menatap keluar jendela. Kedua manik matanya mengamati pasangan-pasangan yang lewat di bawah apartemennya. Semua orang tampak bahagia di luar sana. Tetapi tidak dengan dirinya. Pada malam ini, tepat satu tahun yang lalu, ia kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupnya. Seseorang yang sebelumnya tidak pernah ia syukuri keberadaannya.

Kris—pria itu beralih dari jendela dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Bayangan pertengkarannya dengan wanita yang berstatus sebagai istrinya itu tidak pernah berhenti menghantuinya. Terutama sejak wanita itu kemudian menghilang tanpa kabar.

“Kau sudah berubah.” Masih jelas terngiang suara istrinya yang penuh kepedihan. “Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi?”

“Aku sama sekali tidak berubah. Aku masih sama seperti dulu,” sangkal Kris.

Saat itu, pria itu memang tidak menyadari apa yang membuat istrinya berkata seperti itu. Ia juga menolak mendengarkan keluhan istrinya yang mengatakan jika dirinya tidak pernah punya waktu untuk mereka berdua. Ia terlalu sibuk dengan pekerjaan dan urusan kantornya.

“Aku sama sekali tidak mengenal dirimu yang sekarang.”

Ia sama sekali tidak menyadari, bahwa ketika ia mulai mengutamakan pekerjaan di atas segalanya, hubungannya dengan istrinya mulai berubah. Lambat laun, hubungan mereka terasa seperti orang asing. Namun lagi-lagi, pria itu menolak untuk mengakuinya. Ia bersikeras bahwa hubungan mereka masih tetap sama. Bahwa tidak ada yang berubah di antara mereka.

Ia baru menyadari hal itu ketika semua sudah terlambat. Ia baru memahami perasaan dan penderitaan istrinya yang selalu berurai airmata selama setahun terakhir melalui buku harian yang ditinggalkan oleh istrinya. Ia sama sekali tidak tahu mengenai semua itu sebelumnya. Ia tidak pernah mau tahu. Dan kini, ia harus membayar semua keegoisannya.

Selama satu tahun ini, Kris berusaha menyibukkan diri dengan pekerjaannya. Ia bekerja jauh lebih gila-gilaan dari sebelumnya. Ia berharap jika ia sibuk dengan pekerjaannya, maka ia tidak punya waktu untuk memikirkan nasib pernikahannya yang di ujung tanduk. Dengan seperti itu, lambat laun mungkin cinta akan pudar dari hatinya.

Selama satu tahun ini juga, Kris berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik lagi. Walaupun disibukkan dengan segala hal, ia berusaha untuk menjadi seseorang yang menyenangkan bagi semua orang. Ia berusaha keras mengubah pribadinya yang dingin, egois dan tidak peduli menjadi lebih ramah dan perhatian.

Hasil dari semua kerja kerasnya selama satu tahun itu adalah ia mendapatkan posisi dan kekuasaan yang menjadi ambisinya. Namun rupanya semua itu tetap belum cukup untuk bisa menghapus cinta dan rasa sakit di hatinya. Kekuasaan dan harta yang dimilikinya tidak mampu menghilangkan wanita itu dari pikirannya maupun mengembalikan wanita itu padanya.

Kris mengambil pigura kecil di sebelah televisi. Ia mengusap wajah cantik yang ada di balik kaca pigura itu. Ia merasakan kerinduan yang membuncah menbanjiri dirinya. Jika ia bisa memutar balik waktu, ia rela kehilangan semua yang sudah diperolehnya selama satu tahun ini asal ia bisa kembali bersama istrinya. Ia rela menukar semua yang ia miliki saat ini dengan sebuah kesempatan untuk bisa memperbaiki pernikahannya.

Banyak orang mengatakan bahwa malam Natal adalah malam yang penuh keajaiban. Jika benar demikian, bolehkah ia berharap pada satu keajaiban?

“Yoona-ya, kembalilah padaku,” bisik Kris sambil tetap menatap foto istrinya. Ia berharap keajaiban akan membawa istrinya kembali padanya.

Suara bel menyadarkan Kris dari lamunannya. Ia menoleh ke arah jam dinding. Sekarang sudah pukul setengah sepuluh malam. Waktu yang terbilang larut untuk bertamu ke rumah seseorang. Namun Kris tetap beranjak untuk membuka pintu sambil bertanya-tanya siapa yang akan ia temui di balik pintu itu.

Pintu terbuka dan Kris tidak pernah mempercayai apa yang ia lihat di hadapannya. Seorang wanita dengan rambut cokelat ikal balas menatapnya dari balik pintu. Im Yoona nampak sama sekali tidak berubah seperti yang terakhir kali diingat oleh Kris.

“Maaf karena aku datang tiba-tiba,” ucap Yoona ketika Kris masih terpaku menatapnya. “Aku tahu tidak seharusnya aku kembali ke sini setelah yang kulakukan tahun lalu tetapi—“

Kata-kata Yoona terpotong ketika tiba-tiba saja Kris menariknya ke dalam pelukannya. Ia memeluk erat tubuh kurus istrinya, memerangkap Yoona dalam rengkuhan kedua lengan besarnya. Seolah ia takut jika ia melonggarkan pelukannya sedikit saja, maka Yoona bisa kembali pergi darinya.

“Kau—kembali,” bisik Kris pelan. Kerinduan terdengar jelas dari suaranya.

“Apa kau ingin aku kembali?” tanya Yoona yang terdengar ragu. Kedua tangannya balas memeluk pinggang Kris.

“Aku merindukanmu,” ucap Kris sambil mengeratkan pelukannya. Sebelumnya, ia tidak pernah menyadari betapa kurusnya tubuh istrinya itu. Itu membuatnya semakin sadar jika selama ini, ia tidak pernah memperhatikan istrinya. Namun hari ini, ia seperti melihat semua yang tidak bisa ia lihat sebelumnya dari Yoona.

“Aku juga merindukanmu. Karena itu aku kembali,” sahut Yoona. Ia menepuk pelan punggung Kris yang nampak rapuh. Entah apa yang sudah dilalui pria itu selama satu tahun tanpa dirinya sampai membuatnya terlihat jauh berbeda.

“Jangan pergi lagi dariku. Aku mohon,” pinta Kris. Suaranya terdengar parau. “Aku membutuhkanmu.”

“Aku disini,” balas Yoona. “Aku tidak akan pergi lagi.”

Kris akhirnya melepaskan pelukannya namun kedua tangannya tetap melingkari pinggang istrinya. Ia menatap kedua mata Yoona seolah mencari kebenaran disana. Ia ingin memastikan jika Yoona tidak akan pernah meninggalkannya lagi untuk kedua kalinya.

“Aku kembali karena aku ingin meminta maaf padamu. Aku bersikap kekanak-kanakan saat itu. Tidak seharusnya aku pergi begitu saja tanpa berkata apa-apa. Selama satu tahun ini, aku banyak merenung dan aku menyadari kalau aku juga bukan istri yang baik. Aku bisa mengerti jika sekarang kau marah padaku dan—“

Lagi-lagi Kris memotong penjelasan Yoona dengan menempelkan ibu jari tangan kanannya di bibir wanita itu.

Gomawo,” ucap Kris. “Terima kasih karena sudah kembali. Terima kasih untuk memberiku kesempatan memperbaiki semuanya.”

“Aku mencintaimu,” bisik Yoona. Kedua matanya berkaca-kaca menahan tangis. Ia tidak sanggup melupakan Kris seberapa keras ia mencoba selama satu tahun. Pada akhirnya, ia selalu berakhir dengan merindukan suaminya lebih dan lebih lagi.

“Aku juga mencintaimu,” balas Kris sambil menempelkan keningnya di kening Yoona. “Kumohon jangan pergi lagi dariku.”

Yoona menganggukkan kepalanya. Wanita itu kemudian menutup matanya ketika bibir Kris menyentuh bibirnya. Pria itu menciumnya lembut dengan cara yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya. Ciuman itu sanggup membuat Yoona merasakan cinta yang mengalir dari suaminya.

“Terima kasih,” ucap Kris lagi, “karena kau tidak pernah berhenti mencintaiku.”

The End

Please leave your comment

26 thoughts on “[FICLET] Thankful Love

  1. Pingback: [FICLET] Thankful Love | Felicia Rena Fanfictions

  2. yoona and kris…yeah…
    romantis bgt…kekayaan itu tidak ada artinya jika kita kehilangan cinta…
    hahaha,,hidup tanpa cinta akan membuat hidup jdi hampa…
    berbahagialah untuk org2 yg telah menemukan cinta sejatinya…

  3. aaa daebakk x-)) feel nya dapet banget><
    ini nggak ada sequelnya ya? tapi udah keren sih🙂 suka endingnya❤

  4. cinta mengalahkan ego dan gengsi ya..so sweet ngena bgd di hati.seseorg bkal sadar seberapa berharga nya org itu setelah dia menghilang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s