Songfic : Tahu diri

tahu diri copy

Im Yoona – Kris Wu

Title : Tahu diri  || Author : Mheliya || Genre : Romance, Friendship, Sad|| Rated : Teen

Length : Songfic

Disclaimer : Inspirated Maudy Ayunda’s Song but plot of the story is mine. Sorry for all typos and grammatical eror. I hope you like it!!

*

Hai

Selamat bertemu .. Lagi

Aku sudah lama, menghindarimu

Sial ku-lah, Kau ada disini

Seoul, December 21st 2013

Aku menghirup wangi udara musim dingin. Sudah masuk pertengahan bulan desember. Dan salju pertama mulai turun. Aku merutuki kebodohanku mengabaikan ucapan Umma. Kini aku harus rela merasakan dinginnya yang menerobos pori-pori kulitku. Andai saja, Mr. Park tidak menyuruhku untuk ke butik menyerahkan desain buatanku. Mungkin saat ini aku sedang duduk didepan perapian dengan menyesap segelas coklat panas. Nyatanya, kini aku berdiri didepan butik dengan harapan salju akan berhenti turun. Bagaimana mungkin?

“Im Yoona..” kutolehkan kepalaku menatap sosok jangkung disampingku. Samar, tapi apa aku mengenalnya?

Sosok itu berjalan menghampiriku. Tersenyum manis, sedangkan aku hanya menatapnya bagai orang bodoh. “Hey, kau melupakanku?”

“Eung, Kau?” Pria itu terkekeh lalu menjabat tanganku.

“Aku Kris, dulu kita pernah satu kelas”

Aku membulatkan mataku. Pandanganku seolah memburam. Dia.. muncul lagi dihadapanku?

*

Sungguh tak mudah bagiku,

Rasanya tak ingin .. bernafas lagi

Tegak berdiri didepanmu kini

Sakitnya menusuki jantung ini

Melawan cinta yang ada dihati

Kris mengajakku ke café langganan kami dulu semasa sekolah. Aku memesan secangkir coklat panas, sedangkan dia cappuccino. Minuman favoritnya sejak dulu. Aku masih memandang tak percaya kearah Kris. Benarkah ini Kris yang dulu? Mengapa Kau mempertemukan kami lagi Tuhan?

“Bagaimana kabarmu rusa?” aku tersenyum tipis. Bahkan dia masih ingat panggilannya untuk-ku. Ku resapi wangi coklat yang kini ada ditanganku. Meskipun tidak seperti buatan Umma, namun aku sangat membutuhkan ini untuk menghangatkan tubuhku.

Kris masih memandangku. “Seperti yang kau lihat, aku baik” sahutku.

“Desain?” tebaknya

Aku mengangguk. “benar sekali. Kau, Dokter?”

Kris menundukkan kepalanya. Ada apa ini?

“Tidak, kurasa impianku menjadi Dokter harus ku buang jauh-jauh” sahutnya pelan. Kutatap Kris seperti tatapanku saat masih sekolah. Sosoknya yang dingin, hanya mencair ketika bersamaku. Dan itu alasan mengapa aku harus meninggalkannya.

“Kenapa?”

Kris kini menatapku, mencoba memberi jawaban lewat tatapannya. Ku hela nafas pelan, Kris berhentilah. Jangan meluluhkan apa yang telah ku bangun selama ini.

“Kau meninggalkanku disaat aku sangat membutuhkanmu, Kau bahkan tidak mau mendengar penjelasanku saat itu. Pergi dan hilang sampai aku bahkan tak tahu harus mencarimu dimana lagi” Dia mencariku? Kris mencariku?

“Maafkan aku” gumamku. Kemudian aku merasa suhu tubuhku memanas, ketika tangan besar Kris menggenggam erat tanganku.

“Tapi kini, aku tidak perlu lagi mencarimu. Karna Tuhan sudah berbaik hati mempertemukan kita” ucapnya. Aku tertegun, Kris berhenti seperti ini. Jangan buat semuanya berantakan.

“Aku merindukanmu Yoona-ya” bisik Kris. Cukup! Aku tidak bisa terus berada disini. Kris bisa menghancurkan semuanya yang telah ku lakukan. Tidak,

Aku berdiri dan menyampirkan tas dibahuku. Kemudian membungkukkan badan kearah Kris yang masih bingung. “Kurasa aku harus pergi, senang bertemu denganmu. Kris-ssi”

Kulangkah kan kaki-ku meski terasa berat. Aku bersyukur Kris tidak mengejarku atau melakukan apapun yang membuat ku terus berada dalam situasi tadi. Tapi aku salah, ketika merasakan sebuah lengan melingkar dipinggangku

*

Dan, upaya ku Tahu diri

Tak s’lamanya berhasil

Apabila kau muncul terus begini

Tanpa pernah kita bisa bersama

Pergilah, menghilang sajalah.. Lagi

Grep!

Jantungku berdegup cepat. Desahan nafas begitu terasa menerpa tengkuk-ku. Aku mencoba memberontak tapi pelukan itu semakin mengencang.

“Jangan pernah tinggalkan aku lagi Yoona-ya. Jangan pernah” ku pejamkan mataku begitu kencang. Dadaku seolah ditimpah batu berukuran besar. Kemudian aku mulai membuka mataku yang mulai memanas.

“Hentikan ini Kris,” dibalik punggungku Kris menggeleng. Bagai seorang anak yang meringkuk dipelukan ibunya. Begitulah dia sepertinya.

“Kris, jika ada yang mengenal Kau ataupun aku itu akan jadi masalah. Jadi hentikanlah” ucapku tegas. “aku tidak peduli” jawabnya. Kuhela nafas pelan.

“Pikirkan Tunanganmu Kris, pikirkan itu. Jessica”

Pelukan itu perlahan mengendur. Kris melepaskan pelukannya kemudian membalikkan tubuhku dengan kasar agar menatapnya. “Kau tau?”

Ku anggukan kepalaku. “Beritanya sudah tersebar luas Kris. Anak dari pengusaha Wu Corp. bertunangan dengan Jessica Jung. Anak dari pemilik Jung Corp. Jadi, aku tidak ingin dengan bodohnya berurusan dengan keluarga Corp mu itu” tegasku.

Kris terdiam dengan masih menatapku. “Aku tidak bodoh Kris, jangan bawa aku kedalam urusanmu lagi. Aku lelah” teriakku parau. Air mataku telah menggenang.

Kris mendekap tubuhku, membenamkanku kedalam pelukannya. Kali ini aku tidak menolak. Aku menikmati aroma khasnya. “Aku selalu melibatkanmu Yoona-ya, maaf. Harusnya aku tidak pantas menemuimu lagi. Sejujurnya aku yang meminta Mr.Park menyuruhmu datang kebutik. Agar aku bisa menemui mu. Butik tempatmu bekerja sudah cukup bekerja sama cukup lama dengan perusahaanku. Maafkan aku Yoona-ya”

*

Bye

Selamat berpisah .. Lagi

Meski masih ingin

Memandangimu, lebih baik

Kau tiada disini

“Kris..” lirihku. Kekecewaan muncul ketika Kris mulai melepaskan pelukan hangatnya padaku.

“Sampai jumpa”

Tubuhku seolah kehilangan keseimbangan saat melihat sosok Kris menjauh. Aku terduduk sambil menangis terisak. Terjadi lagi, aku selalu yang menderita. “Kau bodoh Im Yoona..”

Dengan langkah gontai aku berjalan pulang kerumah. Seharusnya aku sadar, Kris tidak pantas bersamaku. Aku hanyalah seseorang yang selalu Ia libatkan dalam masalahnya. Dan Kris, Ya Tuhaaaaan, mengapa aku harus merasakan sakit ini lagi? Ini benar-benar menyakitkan.

*

Sungguh tak mudah bagiku

Menghentikan segala

Khayalan gila, jika kau ada

Dan ku cuma bisa

Meradang, menjadi yang disisimu

Membenci nasibku yang tak berubah

Seoul, December 25th 2013

“Merry Christmast…” Teriak Karyawan dibutik. Kali ini aku merayakan hari natal bersama temanku. Setelah kejadian beberapa hari yang lalu, aku selalu memilih untuk mencari keramaian.

Taeyeon unnie, merangkul tubuhku kemudian memelukku. Dia adalah istri dari Mr.Park

“Kau gadis yang kuat Yoona, aku tau bagaimana perasaanmu saat ini” bisiknya. Air mataku tumpah tak tertahan. “Mengapa kau tidak mengatakan jika perusahaannya donator terbesar butik ini? Mengapa kau tidak mengatakannya padaku Unnie”

“Saat itu aku ingin mengatakannya padamu, Dia melarangku Yoong. Dia bilang kau akan menolaknya jika tau semuanya. Maafkan aku”

Aku mengangguk, lalu kembali memeluk tubuh Taeyeon unnie. Dia sudah ku anggap sebagai kakak-ku.

“Selamat datang” Aku dan Taeyeon unnie menoleh kearah pintu butik yang terbuka. Jantungku berdegup cepat. Disana, berdiri sosok Kris dengan stelan Tuxedo. Tunggu, bukankah itu buatanku? Tapi astaga, Mr.Park bilang desain ku sungguh jelek. Dasar pria itu!!

Aku dan Taeyeon tersenyum dan melangkah menghampiri teman-temanku.

“Selamat datang Tuan Wu dan Ny. Jung” Langkahku terhenti. Kris tidak sendiri rupanya. Aku membalikan tubuhku membelakangi mereka. Aku tidak bisa seperti ini. Aku tidak bisa,

Aku mulai melangkah menjauhi mereka. “Im Yoona,” seketika langkahku terhenti. Dengan enggan aku membalikkan tubuhku kembali.

Jessica, berjalan menghampiriku. Gadis ini lebih cantik dari yang kulihat di Televisi. Dia sangat cocok dengan Kris.

“Kau Im Yoona kan?” Aku mengangguk sekilas. Tanpa sengaja tatapan ku dan Kris bertemu.

“Kris sudah menceritakan semuanya tentangmu. Terkadang aku iri dengan persahabatan kalian. Terlebih padamu. Kau sudah mengenalnya cukup lama. Dan pasti kau mengetahui segalanya tentang dia” Aku tersenyum tipis. Kris menceritakan sebuah kebohongan yang tidak masuk akal.

“Kau berlebihan Jessica-ssi” ucapku. Taeyeon unnie menghampiriku. Kemudian menggenggam tanganku.

“Lebih baik ayo kita makan. Nanti makanannya keburu dingin” serunya. Semuanya bersorak gembira, Jessica berjalan mengikuti teman-temanku. Dibelakangnya Kris mengekor. Tatapan mata kamu bertemu (Lagi). Hingga Kris berjalan melewatiku.

Taeyeon unnie menepuk tanganku mengajakku bergabung. Aku mengangguk. “Terima kasih Taeyeon unnie”

*

Dan, upayaku tahu diri

Tak s’lamanya berhasil

Apabila kau muncul terus begini

Tanpa pernah kita bisa bersama

Pergilah.. Menghilang sajalah

Lagi..

Ku lirik arloji ku, Jam sudah menunjukkan waktu tengah malam. Tidak ada kendaraan jam segini. Aku harus rela berjalan kaki hingga sampai rumah. Andai tadi aku pulang lebih cepat. Aku tidak perlu kemaleman seperti ini. Huh!

Tiiin

Aku menoleh, ketika sebuah mobil berhenti disampingku. Perasaanku mulai tidak enak. Ya Tuhan, apa itu orang jahat?

“Tidak baik seorang gadis berkeliaran malam-malam begini” Rupanya Kris. Ku hela nafas lega.

“Apa yang kau lakukan disini? Bukankah kau sudah pulang tadi?”

Kris tersenyum lalu menarikku untuk masuk kedalam mobilnya. “Aku hanya mengantar Jessica pulang, dan aku kembali lagi kesini. Aku tau kan akan pulang larut malam. Maka dari itu aku menunggumu di sebrang butik tadi”

“Kau mau apa?” tanyaku ketika Kris membuka pintu mobilnya. “mengantarmu Im Yoona, aku tidak akan membiarkanmu pulang sendirian. Berbahaya”

Aku menggeleng, “Tidak terima kasih, rumahku hanya tinggal beberapa blok lagi. Lebih baik kau pulang saja duluan!”

“Keras kepala” Kris mendorong paksa tubuhku agar masuk kedalam mobilnya. Aku berontak. “Ya!! Ish”

Kris tersenyum penuh kemenangan ketika aku telah berada didalam mobilnya. Diperjalanan hanyalah suara deru mobil yang terdengar, aku lebih memilih pemandangan turunya salju diluar. Mengapa rumahku yang hanya beberapa blok lagi terasa lama ya?

Kris menghentikan mobilnya, aku menoleh. “Mengapa berhenti?”

“Tadi kau tidak mau ku antar. Sekarang aku berhenti malah protes. Kau tidak berubah Im Yoona” aku terdiam.

*

Berkali-kali kau berkata

Kau cinta, tapi tak bisa

Berkali-kali ku tlah berjanji

Menyerah..

Kami memutuskan untuk beristirahat di Taman dekat rumahku. Suasana masih hening sampai akhirnya Kris mengeluarkan suaranya.

“Minggu depan aku menikah” Glek! Aku menahan nafas begitu saja ketika Kris mengucapkan kata itu. Harusnya aku tau, cepat atau lambat ini akan terjadi. Kris akan menikah dengan gadis yang pantas dengannya.

“Oh, baguslah. Selamat yaa” aku tersenyum tipis sambil menoleh kearahnya. Kris memasang wajah datarnya. “Wajahmu sangat menyeramkan jika tersenyum seperti itu”

Suasana kembali hening diantara kami. Aku memejamkan mataku, mencoba melepaskan rasa sesak yang teramat begitu menyiksaku. “Sampai saat ini, aku masih mencintaimu Yoong” Tidak. Jangan lagi Kris.

“Aku bahkan rela melangsungkan pernikahan ini karna mu. Karna aku sangat mencintaimu” Aku menggeleng. Tidak, hentikan ku mohon.

“Kau pantas bahagia Kris, kau menikah dengannya karna kau mencintainya”

“Aku mencintaimu Yoong, hanya kau didalam hatiku. Aku tidak ingin keluargaku menyakitimu. Aku ingin kau bahagia, menemukan pria yang mencintaimu apa adanya. Dan mampu menjagamu sepenuh hati”

Kau pria itu Kris, aku tidak bisa berjanji apakah aku akan bahagia setelah ini? Maaf

“Semoga dikehidupan yang lain. Kita akan dipersatukan. Merajut cinta bersama, tanpa ada halangan apapun. Aku mencintaimu” Mataku memejam saat bibir beku itu menyentuh bibirku. Kris melumat bibirku dengan lembut. Aku membalas ciuman Kris.

Biarlah sekali ini saja, biarkan aku merasakan bagaimana rasanya dicintai oleh seorang Kris Wu. aku sangat mencintainya.

“Terima kasih telah menjadi bagian dari hidupku selama ini. Kau masih pemiliknya Yoong, tak ada yang bisa menggantinya” Ku dekap tubuh Kris yang bergetar. Hentikan Kris, jangan membuat aku semakin sulit menerima ini. “Aku mencintaimu Kris, berbahagialah”

*

Dan, Upayaku tahu diri

Tak s’lamanya berhasil

Apabila, kau muncul terus begini

Tanpa pernah kita bersama

Pergilah, menghilang sajalah

Pergilah, menghilang sajalah

Pergilah menghilang sajalah

Lagi…

Disini aku berdiri, disebuah gereja megah tempat pemberkatan pernikahan Lelaki-ku. Kris, aku bisa melihatnya mengenakan tuxedo berwarna hitam dengan kemeja putih sangat tampan. Tatapan kami saling bertemu, sampai aku hanya bisa meneteskan air mataku. Kris menggelengkan kepalanya, menyuruhku agar tidak menangis.

Suara music pertanda mempelai wanita berbunyi, pintu gereja terbuka lebar. Lalu muncul sosok Jessica yang berjalan dengan Sang Ayah diiringi gadis kecil dibelakangnya. Jessica sangat cantik. Bahkan para tamu berdesah tak percaya melihatnya. Ketika Ayah Jessica menyerahkan tangan Jessica agar digenggam Kris, aku seolah mati rasa.

“Kau baik-baik saja Yoong?” Umma menatapku. Kemudian aku tersenyum meyakinkannya.

Taeyeon unnie menggenggam tanganku juga agar meyakinkanku. Aku sungguh beruntung memiliki orang yang menyayangiku.

“Dihadapan Tuhan, aku bersaksi mempersatukan cinta kedua insan dalam ikatan pernikahan. Jessica Jung, apa kau menerima Kris wu sebagai suamimu. Yang akan hidup bersama denganmu. Menjadi ayah dari anak-anakmu?” Semua para undangan menatap penuh harap. Jessica mengangguk. Tubuhku semakin lemas.

“Dan, Kris Wu apa kau menerima Jessica Jung sebagai istrimu. Yang akan hidup bersama denganmu, menjadi ibu bagi anak-anakmu?”

Aku memejamkan mata kemudian menarik nafas pelan. “Aku bahagia Kris, aku berjanji akan menemukan kebahagiaanku. Kelak dikehidupan yang lain, aku ingin selalu bersama dengan mu” batinku. Dan tepat saat itu Kris mengangguk. “Ya, aku bersedia”

Aku menoleh pada Umma dan Taeyeon unnie yang tersenyum.

“Kini, dihadapan Tuhan dan disaksikan oleh para kerabat kalian resmi menjadi Suami Istri. Silahkan berciuman”

Para undangan bersorak ketika Kris mengecup pelan bibir Jessica. Binaran wajah Jessica terlihat bahagia. Kris, tatapan mata kami kembali bertemu. Kali ini aku tersenyum lalu mengangguk.

Aku menghampiri kedua pasangan baru itu, Jessica memeluk ku begitu erat. “Terima kasih sudah datang Yoona, aku sudah menganggapmu temanku. Kuharap kita bisa berteman”

Aku mengangguk. “tentu saja”

Kemudian aku berjalan kearah Kris, kami berjabat tangan. “Selamat Krissie” grep!

Kris memeluk tubuhku dengan erat. “Kau harus berjanji untuk bahagia Yoong, kelak aku akan menagih semua itu. Jika kau tidak bahagia. Aku akan datang lagi padamu” bisiknya. Aku mendorong tubuh Kris sambil tertawa.

“Aku berjanji..”

Aku berjalan menjauhi pasangan itu, berjalan keluar gereja untuk menghirup udara bebas. Aku sudah merelakan Kris untuk bahagia, aku sangat senang.

“Im Yoona?” ku hentikan langkahku. Terlihat sosok jangkung berlari menghampiriku. Aku mengernyit, siapa dia?

“Kau?”

“Aku Oh Sehun, teman kuliahmu dulu” astaga benarkah dia Sehun? Aku tersenyum manis. Kurasa Tuhan mulai membuka jalan kebahagiaan ku. “Senang bertemu denganmu lagi Sehun-ah”

THE END

*NO SEQUEL*

13 thoughts on “Songfic : Tahu diri

  1. Pingback: Songfic : Tahu diri | YoongEXO

  2. aku suka banget lagu ini T.T
    feelnya paling kerasa waktu kris ninggalin yoona, rasanyaaa…. T.T

    nice ff, keep writting unnie🙂

  3. Ff nya bagus banget thor…ini ff terfavorit deh😉 apa nggak ada sequel nya thor?😦 coba bikin sequel thor😦
    tp FF nya keren kok🙂🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s