[Freelance] Chaptered: Aka-Midori (Chapter 7 End+Epilog)

akmi

Title : Aka-Midori (Chapter 7 end + epilog)

Author : Upleize

Genre : Romance, Family, Friendship

Length : Chaptered

Ratings : PG

Cast :

Im Yoona

Lee Jonghyun

Jung Yonghwa

Kim Yuna

Other cast :

Lee Boyoung (Jonghyun’s  Mother)

Jung Sohee (Yonghwa’s Mother)

Lee Sangwoo (Jonghyun’s Father)

Desclaimer :

Note : Akhirnya sampai di chapter tamat nih.. thank you very much all ^^..Tulisan paragraph  bercetak miring adalah flashback memori!

Aka-Midori

            Jonghyun remaja siap berkemas pergi ke Jepang dengan membawa segala amarah, kesedihan, dan kekecewaannya. Dia berangkat ke bandara Gimpo sendirian, menuju rumah kakek neneknya —orang tua Ayahnya—di Tokyo. Dengan memantapkan segala perasaannya, Jonghyun telah yakin meninggalkan Korea, memutuskan untuk melupakan negaranya ini.

            Dan disinilah Jonghyun pertama kali bertemu dengan Kim Yuna—di ruang tunggu Bandara Gimpo. Kim Yuna dengan tujuan yang sama menuju Jepang. Mereka seumuran saat itu.

Jonghyun tak pernah lupa bahwa dirinya-lah yang membantu Yuna selama di Jepang, walau apapun yang terjadi, Jonghyun sudah sangat paham seluk-beluk tentang Jepang sehingga mudah baginya untuk menuntun Kim Yuna yang bisa dibilang seorang gadis yang takkan mampu bertahan saat itu. Dan rasa cinta itu muncul, untuk Jonghyun. Dan bagi Yuna sendiri, dia berkewajiban untuk mencintai Jonghyun setelah apa yang dilakukan Jonghyun pada hidupnya—disamping perasaan cintanya terhadap seseorang yang masih terpendam.

            Jonghyun mencintai Kim Yuna, hasrat untuk melindungi gadis itu terlalu besar untuknya. Walau Yuna tidak pernah meminta, Jonghyun merasa berkewajiban melakukannya. Semua ini hadir karena terbiasa selama bertahun-tahun.

*

            Yonghwa menunda kepulangannya ke Seoul setelah mendapati Im Yoona yang pergi tanpa pamit—ponselnya tidak dapat dihubungi, dan hanya meninggalkan pesan singkat—yang menurut Yonghwa—tak masuk akal. Bagaimana bisa gadis ini pergi—dengan Jonghyun—secara diam-diam? Rasa marah itu tak terbendung lagi.

Dari kejauhan, Yonghwa bisa melihat Im Yoona baru turun dari mobil—mobil Jonghyun—dengan wajah cerah. Ini membuat Yonghwa semakin geram. Kedua orang itu berbicara beberapa saat sebelum akhirnya Yoona melambai pada Jonghyun sebelum pergi.

Yoona bisa melihat Yonghwa yang telah berdiri menunggunya, mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi—apapun itu—dia tidak ingin terluka lagi.

“Kau dari mana?” Tanya Yonghwa pelan setelah berhasil menguasai diri.

“Aku pergi bersama Jonghyun” Jawab Yoona kemudian.

“Tanpa pamit padaku? Pergi dengan pria lain?” Yoona terdiam, tak ingin menjawab apapun.

“Kau pikir, aku tidak khawatir saat mendapati kamarmu kosong, dan resepsionis bilang kau pergi bersama seorang pria! Terlebih lagi ini di negeri orang Im Yoona”

“Aku mengirim pesan untukmu”

“Aku baru membacanya tadi pagi”

“Terima kasih karena sudah mengkhawatirkanku!” Yoona hendak beranjak dari sana sebelum Yonghwa menangkap lengannya.

“Ada apa denganmu?” Yoona berbalik, kali ini dia ingin menjawab.

“Kau bertanya ada apa denganku?” Dia mengulang pertanyaannya.

“Iya, Kau kenapa?” Yoona merasakan air mata menggenangi matanya, dia tidak bisa bertahan dengan semua ini lagi. Bagaimana bisa Jung Yonghwa masih mencintai Kim Yuna dan tetap bisa mengkhawatirkan dirinya? Dimana posisinya kalau begitu? Apa hanya pelampiasan semata? Yoona menatap Yonghwa tajam—matanya berkaca-kaca.

Yonghwa sendiri kurang peka dengan keadaan Yoona.

“Ayo kita pulang ke Seoul” Kata Yoona kemudian sembari berlalu meninggalkan Yonghwa.

“Im Yoona! Im Yoona!”

*

Kim Yuna membenamkan diri di kamarnya seharian. Frustasi dengan kenyataan bahwa ayahnya telah membunuh ayah Jung Yonghwa dan kenyataan bahwa dia harus menanggung dosa ayahnya selama separuh hidupnya ini. Bayang-bayang Yonghwa kembali hadir—berputar di kepalanya. Dia menangis seharian di kamarnya yang gelap, matanya bengkak merah.

“Aboji…. Waeeee????” Isaknya. Dia menjerit sambil menangis.

“Oppa… Yonghwa Oppa….” Isaknya lagi, memperhatikan foto Yonghwa yang tergeletak begitu saja di lantai.

Kim Yuna terus menangis, tiada hal yang bisa dilakukannya saat ini, tidak ada hal yang melegakan sekalipun. Dia benar benar sebatang-kara.

Jklekkk!!

Pintu kamarnya terbuka sedikit, dan seseorang masuk—Jonghyun.

“Yuna! Kim Yuna! “ Jonghyun Shock melihat keadaan Yuna yang mengenaskan.

“Jonghyun-ah…” Dipeluknya Jonghyun erat, membuat baju Jonghyun basah oleh airmata dan lendir di hidung.

“Kenapa seperti ini?” Jonghyun mendekapnya panik. Alih-alih menjawab, tangis Yuna bahkan semakin kencang. Jonghyun membiarkan Yuna terus menangis tanpa lagi bertanya.

*

“Minumlah” Jonghyun membuatkan Cokelat panas kesukaan Yuna. Yuna mengangguk pelan dan meneguk perlahan minumannya.

Jonghyun memperhatikan Yuna dengan seksama, mencari celah untuk kembali bertanya mengenai masalah gadis ini.

“Apa Yoona sudah kembali ke Korea?” Jonghyun terkejut dengan pertanyaan Kim Yuna. Karena melihat keadaan Yuna saat ini, dia jadi lupa tujuannya untuk datang kesana.

“Er… mereka akan terbang malam ini”

“Antarkan aku menemui Yonghwa Oppa Jonghyun!” Jonghyun sudah menduga, tangis Yuna semua karena Yonghwa. Agak geram, namun dia berhasil mengendalikannya. Sementara Yuna, dia tidak lagi takut untuk mengucapkan nama Yonghwa di depan Jonghyun, ada hal yang lebih penting dari itu, mungkin setelah ini, semua akan berakhir dan dia tak perlu lagi membuat Jonghyun atau yang lain menderita.

“Baiklah” Jonghyun menuruti Yuna. Sebetulnya dia juga penasaran, apa yang akan dilakukan gadis itu nanti.

*

“Kau masih mencintai Kim Yuna?” Yonghwa terdiam mendengar pertanyaan Yoona.

“Ada apa denganmu?” Mengalihkan pembicaraan

“Aku tanya padamu, apa kau masih mencintainya?” Yoona tetap dengan pertanyaannya

“Tidak. Aku sudah tidak mencintainya lagi.” Elak Yonghwa berbohong

“Berhenti berbohong Yonghwa-ya, kau pikir aku tidak menderita dengan semua ini? Kau pikir, dengan seenaknya mempermainkan perasaanku yang tulus mencintaimu?”

“Yoona… aku…”

“Selama ini aku harusnya sadar dan tidak berharap lebih padamu. Aku begitu bodoh menganggap semua perlakuan baikmu itu sebagai rasa suka padaku”

“Bukan seperti itu, maksudku… aku…”

“Kau hanya merasa kasihan padaku kan? Hah! Nappeun namja!” Airmata Yoona akhirnya tumpah ke pipi halusnya.

“Aku, memang masih mencintainya, tapi aku denganmu berbeda. Aku ingin membuka lembaran baru denganmu dan…….”

“…..dan kau akan terus mencintainya, meskipun kau bersamaku”

“Cukup Yoona” Yonghwa mencoba menyeka airmata Yoona, namun ditepisnya pelan.

“Hah! Kita hentikan saja sampai disini” Yoona berdiri memunggungi Yonghwa yang mematung. Merasa bersalah, Yoona pasti mendengar perkataannya pada Ibu semalam.

*

Yoona dan Yonghwa berjalan beriringan keluar dari hotel tempat mereka menginap. Di depan pintu hotel sudah ada beberapa mobil suruhan ibu Yonghwa untuk menjemput mereka. Keduanya tampak sedang perang dingin. Setidaknya dengan hal ini Im Yoona menjadi lega, sudah mengungkapkan isi hatinya. Mengenai perasaanya terhadap Yonghwa, dia memilih untuk membiarkannya larut begitu saja, hanya waktu yang bisa menyembuhkan lukanya.

Langkah mereka terhenti saat Jonghyun dan Yuna masuk ke dalam lobby Hotel.

“Oppa!” Yuna langsung berlari mendekati Yonghwa. Yonghwa sendiri kaget dengan tindakan Yuna itu. Dia bisa melihat keadaan wajah Yuna yang sembab, bisa ditebaknya gadis ini menangis seharian.

“Kim Yuna….”

“Mianhe….” Yuna menunduk meminta maaf. Dan kemudian dia berlutut. Yoona, Yonghwa, Jonghyun terkejut.

“Kim Yuna.. apa yang kau lakukan?” Jonghyun mencoba membantu Yuna berdiri, namun gadis itu menolaknya.

“Biarkan aku minta maaf Jonghyun!” Yuna kembali menangis.

“Oppa… maafkan kesalahan keluargaku. Maafkan ayahku, maafkan aku!” isak Yuna, masih dalam keadaan berlutut.

“Kim Yuna!” Yonghwa mencoba membuatnya berdiri, sambil memperhatikan sekeliling. Orang-orang memperhatikan mereka.

Yonghwa kemudian, ikut berlutut. Tanpa ragu menghapus airmata Yuna dengan kedua jempolnya.

“Ini bukan salahmu” Kata Yonghwa pelan, dia mendekap Kim Yuna erat. Keduanya menangis bersama. Yonghwa pikir, sudah lama sekali Yuna menderita untuk kesalahan yang tidak pernah dia lakukan. Gadis malang yang selalu ingin dilindunginya namun tidak bisa.

“Apa yang kalian lakukan?” Jung Sohee tiba-tiba muncul sembari melepaskan pelukan keduanya.

“Sajangnim…” Yuna kemudian berlutut di hadapan Jung Sohee.

“Hentikan Yuna-ya!” Yonghwa mencegahnya namun sia-sia. Kim Yuna sudah berlutut di hadapan Jung Sohee. Pemandangan yang memilukan.

“Aku mohon maafkan ayahku… maafkan keluarga kami.. maafkan aku!” Isak Yuna sesegukan.

“Pengawal, seret gadis ini keluar!”

“Sajangnim.. aku mohon, maafkan aku!” Pinta Yuna dia bahkan meremas kain celana Jung Sohee.

“Omoni… Jebal!” Yonghwa menyusul Yuna berlutut.

“Jung Yonghwa! Cepat berdiri!”

“Ania… Omoni..” Kedua anak muda ini terus saja berlutut di hadapan Jung Sohee sambil menangis hebat. Memohon maaf kepada wanita itu.

Yoona menitihkan airmatanya saat melihat mereka. Dia tak menyangka, ternyata seperti inilah besar cinta Yonghwa pada Yuna. Sementara Jonghyun berdiri di sampingnya. Keduanya seakan mematung tanpa komentar sedikitpun.

Beberapa pengawal suruhan Sohee datang dan langsung memisahkan Yuna dan Yonghwa secara paksa—bak adegan film.

“Omoni!”

“Sajangnim!”

Ibu Yonghwa masuk ke dalam mobil tanpa peduli apa-apa lagi. Menyisakan tangisan Yonghwa dan Yuna yang sangat hebat. Perlahan Yonghwa kembali merangkul Yuna.

“Maafkan aku Oppa…”

“Sudah kubilang ini bukan salahmu”

“Maafkan aku… maafkan aku”

*

            Jung Sohee sebetulnya tidak tega dengan keadaan tadi. Sepanjang perjalanan, beliau diam-diam menangis. Dia merindukan Yonghwa anaknya, ingin memaafkan Kim Yuna atas kesalahan yang tidak pernah dilakukannya dan masih banyak hal lain yang ingin dia tebus.

“Yeobo.. apa yang harus aku lakukan?” Jung Sohee memandangi foto suaminya sembari bertanya. Rasanya selama bertahun-tahun dia telah menjelma menjadi monster kejam yang memperlakukan Kim Yuna dengan seenaknya.

*

            Hari itu kepulangan Yoona dan Yonghwa kembali tertunda. Yonghwa memutuskan untuk mengubah rencananya. Dia ingin membawa Kim Yuna pergi jauh dari jangkauan ibunya. Kalau-kalau beliau bisa merencanakan hal jahat lagi.

“Jonghyun? Maafkan aku…” Kata Yuna. Dia sungguh berterima kasih, selama ini bisa memiliki Jonghyun sebagai sandaran hidupnya.

“Sudahlah, jangan minta maaf terus.. kau ingat sudah berapa kali kau minta maaf?” Jonghyun menggosok puncak kepalanya, kemudian mendekapnya.

“Jaga dirimu baik-baik, tidak akan ada aku saat kau menangis nanti” Kata Jonghyun lagi.

“Gumawo…”

Disisi lain, Yoona dan Yonghwa juga tengah berbicara.

“Maafkan aku…”

“Sudahlah… lupakan saja”

“Aku akan terus ingat, kalau kau itu menyukaiku!” Goda Yonghwa

“Ya! Mau mati ya?” Keduanya kemudian berpelukan erat. “Jaga dirimu baik-baik” Bisik Yonghwa.

“Kau juga Yonghwa-ya!”

Jonghyun dan Yoona mengantar Yuna dan Yonghwa ke bandara. Hari ini mereka akan terbang ke Eropa untuk sementara menghindari ibu Yonghwa. Keadaan menjadi lebih baik sekarang. Tidak ada lagi yang tersakiti, sebenarnya jika kebenaran hati terungkap.

“Apa kau puas sekarang?”  Yuna meninju dada Jonghyun

“Ya! Apa maksudmu?”

“Sekarang Aka-Midori bersatu kan? Itu keinginanmu kan? Cih!”

“Tentu saja” Jonghyun tanpa ragu merangkul Yoona sembari tersenyum

“Ya! Apa kalian jadian di belakang kami?” Yonghwa dan Yuna terkejut melihat mereka.

“Itu bukan hal baru lagi, kalau kalian saja bisa saling mencintai di belakang kami!” Jawab Jonghyun enteng.

“Ya! Im Yoona Daebak! Pantas saja kau minta putus dariku!”

“Jung Yonghwa?”

PLAK!

Tamparan Yoona sukses mendarat di pipi Yonghwa.

*

Karena……..

“Saat bersama Im Yoona, aku akan selalu merasa bahagia”

            “Begitu juga denganku, saat bersama Lee Jonghyun, tak ada hal lain selain bahagia yang bisa kurasakan”

EPILOG

            “Hei gadis kecil? Apa yang kau lakukan di rumahku?” Tegur Jung Sohee pada seorang anak kecil yang berlarian di ruang tamu rumahnya.

“Jaeha Oppa! Kemari!” Gadis kecil itu malah tidak mempedulikan Jung Sohee. Tak lama kemudian seorang anak laki-laki yang sedikit lebih besar dari  gadis kecil itu muncul.

Keduanya berjalan mendekati Jung Sohee dan memeluknya.

“Halmoni!” Seru keduanya kompak.

“Ya.. hahaha.. ige mwoya?” Jung Sohee terkekeh, bahkan dia tidak mengenali anak-anak ini. Dengan hangat tangannya menyapu kepala kedua anak kecil itu.

“Appa!!!” Seru Jaeha kemudian. Membuat gadis kecil dan Jung Sohee ikut menoleh.

Dari balik pintu Yonghwa muncul didampingi seseorang.

“Yonghwa-ya…”

“Appa!” Anak-anak itu memeluk Yonghwa, Jung Sohee sadar, anak-anak tadi adalah cucu-cucu-nya, anak Yonghwa.

“Yonghwa, ini kau? Benar-benar kau?” Sohee semacam tidak percaya dengan kehadiran anak yang sudah lama tidak ditemuinya. Pertemuan terakhir mereka sekitar 7 tahun lalu, saat di depan pintu hotel di Jepang. Yonghwa memeluk ibunya penuh kasih sayang, dia teramat rindu dengan beliau.

“Omoni….” Suara seseorang membuat mereka harus melepas pelukan.

“Yuna-ya!” begitu mendengar namanya disebut dengan akrab, Yuna tak kuasa menahan tangisannya. Dia kemudian berlutut dan memeluk ibu Yonghwa. Jung Sohee akhirnya bisa menerima Kim Yuna sebagai menantunya.

*

“Kenapa kulitmu selalu tetap seperti itu? Padahal kau kan selalu mandi air laut?” Kata Yoona sembari mengeringkan rambut Jonghyun dengan handuk.

“Aku ini Zombie!” Seru Jonghyun.

PLAK!

“Kenapa kau menamparku?” Yoona langsung berdiri meninggalkan Jonghyun yang meringis kesakitan.

“Ya! Im Yoona!” Jonghyun berusaha mengejar. Dia merasa ada yang tidak beres.

Sesampainya di rumah tidak ada tanda-tanda Yoona di dalam rumah.

“Im Yoona? Yoona-ya! Kau dimana?”

Kemudian terdengar bunyi aneh dari kamar mandi.

“Yoona-ya! Kau kenapa? Apa kau tidak apa-apa? Ya! Buka pintunya!” Jonghyun panic mengetuk berulang pintu kamar mandi itu.

“Yoon…….”

Pintu terbuka. Yoona menyeka bibirnya dengan tissue.

“Kau? Tidak apa-apa? Apa yang terjadi?” Yoona terdiam sesaat, kemudian dia memeluk Jonghyun, membenamkan kepalanya di dada Jonghyun. Mengusap pelan dadanya yang dibalut kaos putih. Jonghyun kemudian menangkap tangan Yoona, meminta penjelasan.

“Selamat tuan Lee, sebentar lagi kau akan jadi ayah”

*

END

21 thoughts on “[Freelance] Chaptered: Aka-Midori (Chapter 7 End+Epilog)

  1. Ahhhh akhirnya akamidori kkk~ padahal yong~yoona juga cute deh klo jadi couple… Kkk~ On Dec 7, 2013 9:41 AM, “Im Yoona Fiction” wrote:

    > TRIput posted: ” Title : Aka-Midori (Chapter 7 end + epilog) Author : > Upleize Genre : Romance, Family, Friendship Length : Chaptered Ratings : PG > Cast : Im Yoona Lee Jonghyun Jung Yonghwa Kim Yuna Other cast : Lee Boyoung > (Jonghyuns”

  2. Akhirny tamat jg ni cerita, aka-midori bersatu happy ending hip-hip hooray \(^o^)/
    tp syng d sini moment so sweet so sweet-anny deerburning sedikit
    rada ngegantung ya, ga d ksh tau yoona-jonghyun nikah, tau” si yoona hml aja hehe
    ga apa” deh yg penting mereka happy end
    thanks author, good ff & tetep berkarya fighting!! fighting!!😀

  3. Happy ending horeeee tp chapter finalnya kurang panjang jd kurang puas dg deerburning moment nya..lbh dramatis yonghwa – yuna hehehe… Ditunggu lg ff deerburning berikutnya

  4. Selamat yah Jonghyun…udah mau jadi ayah aja..kapan bikin ny kalian…:P ko ga undang2 waktu nikah ny..kekeke..
    Seneng akhir ny happy ending buat semua..Aka-Midori bersatu..yeiy..tapiii..mana adegan kisue2 ny..haha berharap nih liat mereka unyu2an..di part ending ini seperti ny malah feel ny lebih ke Kim Yuna-Yongwha yah..cinta mereka tuh kuat bnget..eciee..
    Tapi keren lah.. saya tetep suka sama ff mu yg ini Chingu..dan makasih sudah rampungin(?) ff ny ini sampai selesai…
    Next di tunggu karya2 mu yg lain lagi Chingu..DeerBurning ^^…oke..FIGHTING!!

  5. Finally , akhir yang bahagia …
    Tapi aq ngerasa ff ini lebih ke cerita yuna-yonghwa daripada yoona-jonghyun.
    Tp tetep nice story …😀

  6. Baca ff ini udaah lama banget dah.
    Hr ini mau trowback ceritanyaa.m.
    ak tetep suka baca dari awal sampe akhir gak putus bacanya..
    ini slaha satu ff favoritekuu…
    kalo d baca2 lg enak kali ya kalo authornya tetiba pny ide mau squel.. haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s