[Freelance] Kuroii (Chapter 5 : Beautiful Goodbye)

kuroii poster

            Author : Upleize

Title : Kuroii (Chapter 5 : Beautiful Goodbye)

Cast : CNBLUE Jonghyun, SNSD Yoona

Genre : AU, Action, Romance, Family

Length : Chaptered|Ratings : PG-15

Desclaimer : Really Mine

 

Note : perhatian, baca chapter ini gausah bingung ya, ada scene lanjutan dari beberapa bagian chapter sebelumnya. Alias alurnya maju mundur. Coba dirangkai sendiri ya. Happy Reading😀

Previous chapter preview :

“Dengan segenap keberanian yang Ia kumpulkan selama berjalan mendekat tadi, Im Yoona akhirnya memeluk Kuroii tanpa ragu. Ia, terlalu rindu pada pria itu. Tak peduli bagaimana nantinya, menekan rasa takut pada Kuroii dijadikan sebagai pilihan yang Ia pilih saat itu.

Maafkan aku, Kuroii

“anak buah Takeshi sudah menyadari keberadaan Yoona sejak tadi. Puncak sasaran mereka adalah Yoona. Seseorang mendekat dan memaksa Yoona berdiri menodongkan pisau di lehernya. Yoona menjatuhkan tas selempangnya dan menjadi sangat ketakutan. Ia memilih memejamkan matanya selagi orang-orang itu mengajaknya berjalan.

“Apa yang kalian lakukan?”

            “Kuroii?”

Bentukan senyum muncul di bibir semua orang yang menyandera Yoona. Kuroii mendekati mereka. Mereka malah semakin senang, Kuroii sukses masuk perangkap!

 

 

Kuroii memegang tangan Im Yoona tanpa ragu saat gadis itu melepaskan pelukan dan menyeka airmata. Masih  ada rasa takut di dadanya. Tapi tangan hangat Kuroii seperti memberikan jawaban, bahwa pengecualian hanya untuk pria itu. Ia bisa mempercayai Kuroii. Hati dan perasaannya tidak mendengarkan dia.

Mereka berjalan menyusuri trotoar selama beberapa saat sebelum akhirnya Kuroii membantu memasangkan helm pada kepala Yoona. Ia ingin mengajak gadis itu ke suatu tempat.

Selama perjalanan, Kuroii seperti biasa hanya terdiam fokus pada jalan dengan sesekali melirik pada seseorang yang Ia bonceng, atau mengintip spion, untuk melihat wajah Yoona yang tampak kaku baru kemudian terkekeh sendiri. Im Yoona merasa tegang, tetapi keinginan untuk bertemu Kuroii terlalu kuat sehingga bisa membuat yang lain kalah. Kecepatan motor sport Kuroii semakin kencang menjauhi beberapa mobil yang tadinya sejajar dengan mereka. Memaksa Im Yoona harus melingkari lengannya di pinggang Kuroii walau sebetulnya gadis itu agak enggan melakukannya. Ia cukup malu dan tak berhenti merutuki dirinya sendiri, menyesal sudah memeluk Kuroii tadi.

Yoona cukup familiar dengan jalan yang mereka lewati. Gadis itu bertanya-tanya dalam hati walau tak bergumam sedikitpun pada Kuroii lantaran masih  terlalu malu untuk memulai pembicaraan. Mulutnya mungkin bisa ternganga saat Ia dan Kuroii memasuki sebuah gerbang besar yang sempat Yoona perhatikan, ada beberapa orang yang sepertinya adalah Security berpakaian serba hitam lengkap dengan kacamata. Yoona sadar, Kuroii mengajaknya ke Ryuchi. Markas besar Yakuza itu.

“Ya! Apa yang mau kau lakukan?” gadis itu tidak malu lagi dan langsung berteriak saat Kuroii sudah turun dari motornya. Yoona tentu saja tidak bisa turun karena tubuhnya terlalu kurus dan kecil untuk bisa turun dari motor sport besar milik Kuroii. Kuroii mendeliknya sebentar dan tersenyum. Baru kemudan pria itu mengangkat tubuhnya turun dari motor.

Kuroii kembali meraih tangan Yoona mengajaknya berjalan melintasi halaman utama Ryuchi. Gadis itu mengikuti langkah cepat Kuroii dengan takut-takut. Kuroii malah santai berjalan begitu saja. Sesekali mereka melewati beberapa orang yang menunduk memberi hormat pada Kuroii dan heran menatap Yoona.

“Kau? Tidak akan melakukan apapun padaku kan?” Kata Yoona menghentikan langkahnya. Kuroii ikut berhenti dan terkekeh pelan. Pria itu kembali menarik Yoona. Mereka berjalan cukup jauh dan Yoona semakin sadar, tempat yang mereka tuju semakin tidak ramai, dan ada seorangpun yang terlihat. Tak disangka Ryuchi akan sangat luas seperti ini.

“Jangan membunuhku” Tangis gadis itu pecah selagi berjalan. Memaksa Kuroii harus menghentikan langkahnya lagi. Pria itu mendekatkan wajahnya ke wajah Yoona, baru kemudian menggeleng tersenyum. Menjanjikan suatu perlindungan utuh dan membuat gadis itu percaya.

Dan akhirnya mereka tiba di sebuah gundukan tanah yang sudah tumbuh rumput yang dipangkas rapi. Menjadikan gambaran seperti bukit di tengah halaman yang luas. Kuroii mengajak Yoona duduk berdampingan dengannya. Pria itu mengeluarkan sesuatu dari kantong jaket Kulit yang Ia kenakan, baru menyerahkannya pada Yoona.

“ini apa?” Kuroii tersenyum menunggu reaksi Yoona.

“Ini….???”

“Ibuku”

“Ibumu?” Kuroii mengangguk tersenyum.

“Kalian begitu mirip” Kata Kuroii lagi. Im Yoona bisa melihat sudut bibir Kuroii terangkat. Pria ini jauh lebih sering tersenyum sekarang. gadis itu ikut tersenyum. Kuroii benar, Yoona memang mirip ibunya. Itu alasan kenapa Ia menolongnya malam itu.

“Terima kasih” Kuroii menatap Yoona dengan tatapan ‘untuk apa?’

“Karena, kau sudah menjadi temanku selama aku disini” Gadis itu balik menatap Kuroii.

“Maafkan aku, belakangan menghindarimu. Jujur aku takut padamu, aku takut dengan duniamu, aku takut karena kau… membunuh seseorang” Kali ini Yoona menyembunyikan matanya dari Kuroii.

“Sudah sepantasnya seperti itu” Jawab Kuroii

“Tapi….”

“Ini duniaku Im Yoona, takdirku adalah seorang Yakuza” Ucap Kuroii pelan. Pria itu membuka dua kancing paling atas kemejanya, dan Yoona bisa melihat sedikit penampakan tattoo yang Ia yakini sebagai tattoo bergambar naga. Ini pertama kali Ia menyebut nama Yoona. Gadis itu menatap Kuroii dalam baru kemudian meraih tangan pria itu, membuat Kuroii tersentak sedikit.

“Kau tetap teman terbaikku, terima kasih untuk semuanya selama ini” Yoona menyandarkan kepalanya di bahu Kuroii, melupakan semua yang mengganggu pikirannya.

*

“Apa yang kalian lakukan?”

“Kuroii?” Walau dalam keadaan disandera Yoona bisa melihat dengan jelas Kuroii yang tengah, terengah-engah berteriak. Wajah putih pria itu kini berubah merah padam. Bisa ditebak Ia mungkin berlari sampai ke apartemen Yoona untuk memastikan keadaan gadis itu. Kuroii memperhatikan orang-orang yang berserakan di lantai tak sadarkan diri. Ada banyak darah disana.

Tanpa berbicara lagi, Kuroii mengeluarkan pedangnya. Bersiap menyerang mereka semua termasuk orang yang menyandera Yoona. Pria itu diam di tempatnya memperhatikan gerak gerik lawan yang mulai kepanasan ingin menghajarnya. Kuroii mengusap pedangnya dengan kedua jarinya mulai dari pangkal pedang hingga ujungnya, seperti mengasah pedang itu. Baru kemudian Ia memejamkan matanya, deang itu diletakkan tegak lurus di depan hidungnya.

Beberapa saat Kuroii tak bergerak. Beberapa orang yang ada disana ikut memperhatikan Kuroii. Yoona sendiri berpikir keras bagaimana caranya lolos. Baru akhirnya Kuroii menggerakkan tangannya ke depan, memajukan pedangnya hingga ke depan dan kemudian menebaskannya ke udara. Kaki Kuroii bergerak cepat mendekati orang-orang itu. Ia kemudian menendang pria yang menodong Yoona, di bagian lengan. Semacam melumpuhkan lengannya, entah teknik apa yang Ia gunakan. Tapi yang pasti pria itu langsung tersungkur ke tanah begitupun Yoona. Kuroii bergerak cepat menarik tangan gadis itu. Membawanya ke dekapannya.

Gwenchana?” Tanya Kuroii. Im Yoona mungkin bisa merasakan detak jantung Kuroii yang berdegub sangat kencang. Yoona mengangguk pelan. Kuroii meminta Yoona duduk bersembunyi di tempat yang masih bisa Ia jangkau.

*

            “Bersihkan tempat ini, sebelum polisi datang” Perintah Kuroii pada anak buahnya, dan mereka menunduk menyanggupi. Tempat itu memang harus steril sebelum ada yang datang. Jika diflashback Kuroii menyelesaikan pertarungan dalam waktu singkat. Ia berhasil menumbangkan semua anak buah Takeshi.

Kuroii menarik tangan Yoona mengajaknya keluar dari lobi apartemen.  Ia berpikir untuk kembali menitipkan gadis  itu di apartemennya bersama Kyuhyun.

Im Yoona bisa merasakan tangan Kuroii menguasai tangannya yang melingkar di pinggang pria itu. Apa boleh buat, berpegangan agar tidak jatuh adalah hal yang sah jika kecepatan motor sport Kuroii seperti ini—kencang sekali—menurut Yoona. Kuroii sadar, Yoona ketakutan. Rasa bersalah menggerogoti seluruh perasaannya, Ia sudah terlalu jauh melibatkan gadis itu. Maka itu, Ia mencoba menenangkan tangan Yoona yang dirasakan sedikit bergetar dengan menggenggamnya erat.

Sementara gadis itu membenamkan kepalanya di punggung Kuroii sambil menikmati tiupan angin malam yang sangat dingin. Ia takut, tapi lebih baik begini. Jaminannya untuk hidup seperti sudah diserahkan pada pria yang saat ini memboncengnya.

Cklekkk tiiinnn.. tiiinnn..

“Sepertinya Hyung tidak di rumah” Kata Kuroii, Ia menarik tangan Yoona dan masuk ke dalam ruang tamu.

Yoona melayangkan pandangannya ke sekeliling ruangan, ia kembali mengingat saat pertama kali sampai di tempat ini. tempat Ia dititipkan setelah diselamatkan oleh Kuroii waktu itu. Kondisinya tidak banyak berubah, hanya saja—terlihat sedikit lebih rapi. Sepertinya rumah ini sudah tidak ditempati satu minggu oleh pemiliknya.

“Hyung sementara tinggal di rumah ayah” Jelas Kuroii selagi menuangkan Air Es yang baru saja dikeluarkan dari Kulkas. Yoona mengangguk pelan.

“Minum?” Tanya Kuroii. Yoona menggeleng dan tersenyum tipis. Gadis itu terlalu diam hari ini.

“Lebih baik kau tidur” Kata Kuroii lagi. Kali ini ia memegang kedua pundak Yoona dan menghadapkan wajahnya langsung ke wajah gadis itu. Baru kemudian tersenyum hangat.

Tanpa menunggu jawaban, Kuroii langsung menuntun Yoona ke kamar tidur yang Yoona kenali itu adalah tempat dulu Ia tidur saat berada di rumah ini. gadis itu semakin diam, dan sebetulnya membuat Kuroii semakin khawatir.

“Akan kumatikan lampunya”

“Tidak usah” Yoona menggeleng lemah dan mulai merangkak ke tempat tidur dan menyelimuti dirinya sendiri.

“Baiklah, kalau begitu”

BLAM!

*

Kuroii pagi-pagi sekali sudah ada di Ryuchi untuk menemui ayahnya. Ia meninggalkan Im Yoona di apartemennya—masih terlelap.

“Tinggalkan gadis itu” Kuroii tahu, lambat laun ayahnya akan seperti ini—menyuruhnya meninggalkan Yoona. Tapi perasaannya tetap bersih keras ingin tetap melindungi gadis itu. Ia sudah terlanjur terlibat begitu jauh. Kuroii hanya diam tanpa ekspresi.

“Aku tidak bisa ayah” Katanya kemudian. Membuat Yoshimoto tersentak sebentar. Baru kali ini Kuroii menolak permintaannya.

“Kau, sudah mencintainya?” Kuroii menunduk tak ingin menjawab. Di saat yang sama, Kyuhyun dan Ibunya masuk ke ruangan. Berdiri di belakang Kuroii. Yoshimoto mendesah menyadari perasaan Kuroii.

“Dia terlalu banyak tahu tentang kita. Dan kalau bukan aku yang membunuhnya maka orang lain akan membunuhnya. Harusnya kau tahu itu! Sebelum kau putuskan untuk menjalin pertemanan dengannya”

Ayahnya benar, tidak ada solusi untuk ini. kerahasiaan organisasi Yakuza sangat dijunjung tinggi. Dan Im Yoona, gadis itu terlalu banyak tahu tentang mereka. Ia tidak akan lolos dari ancaman yang membahayakan nyawanya. Kuroii tetap diam, kali ini Ia berani menatap ayahnya.

“Maafkan aku nak” Mata Kuroii melotot seketika pada ayahnya. Ia paham yang beliau maksud. Sama halnya dengan Kyuhyun dan Kim Pilok. Kuroii tiba-tiba panik. Takut ayahnya tidak segan-segan mencelakai Yoona.  Dan tidak ada satupun yang bisa menentang ayahnya.

Tanpa sadar, airmata sudah membuat penglihatannya kabur. Ini pertama kali Ia menyesal dengan takdirnya sebagai seorang Yakuza. Kalau saja Ia bukan seorang Yakuza, Ia akan secara bebas bilang suka pada Im Yoona. Karena saat ini walaupun Ia menyukai gadis itu, Kuroii bahkan tidak berani bilang. Semua seperti  satu bagian puzzle yang hilang dan mengurangi kesempurnaan. Penyesalan-penyasalan itu menggerogoti sekujur pikirannya.

*

            BRAK!

Yoona tersentak kaget saat seseorang mendobrak pintu kamar yang Ia tempati di apartemen Kuroii. Gadis itu tercekat mendapati beberapa orang pria masuk secara paksa ke kamar itu dan menyergapnya.

“Bawa dia!” Perintah seorang pria kurus dan yang paling jangkung. Tampaknya mereka itu anak buahnya.

“Kalian mau apa?” Yoona menjerita meronta-ronta saat kedua lengan dan tangannya di dicengkram keras, baru kemudian dipaksa melangkah keluar kamar.

“Lepaskan saya!” Jeritnya lagi, kali ini tanpa airmata. Usahanya untuk meloloskan diri tidak akan berhasil jika yang mengelilinginya adalah pria-pria berbadan besar dengan wajah yang sangat sangar.

“Apa kau tidak bisa diam?” Kata seseorang yang mencengkram lengan atas Yoona.

“Lepaskan saya!”

“Lepaskan!!!”

Ia meronta sebisanya. Membuat beberapa perabotan dan vas bunga kaca yang terletak di atas meja tak jauh dari mereka jatuh berserakan dan pecah di lantai. Meski demikian, pria-pria yang membawanya itu tidak lengah dan bahkan sangat kuat untuk bisa mematahkan tubuhnya.

PLAK!

Sebuah tangan besar  sukses mendarat mulus di pipi kanan Yoona. Bukan hanya pipinya yang terkena, melainkan sudut bibirnya juga terluka dan memar. Ada bekas tangan dipipinya yang sangat memerah atau bahkan sudah membiru—memar. Tamparan itu akhirnya membuat Yoona hanya bisa menangis tanpa mengeluarka suara. Pipinya terasa sangat perih, ada setitik darah yang tak banyak sama sekali tapi cukup membuat kepalanya bisa pusing.

Pria-pria itu kemudian secara leluasa membawanya keluar dari apartemen milik Kyuhyun. Ia dibopong dengan mudah dengan piama masih melapisi tubuhnya. Rambut gadis itu tidak diikat sehingga semuanya jatuh ke depan wajah menutupi luka memar di pipi dan bibirnya.

Mereka memasukannya secara paksa ke dalam salah satu mobil diantara semua mobil yang berjejer. Yoona sempat memperhatikan banyak sekali mobil yang parkir. Ia merasa sangat takut, namun tak ada yang bisa Ia lakukan, mereka seperti membiusnya baru kemudian gelap.

*

Ia terlambat—Kuroii. Yang Ia temukan hanyalah kondisi apartemennya yang berantakan. Perabotan dan beberapa fotonya bersama Kyuhyun, bingkainya juga patah. Kuroii langsung berlari memeriksa kamar yang Yoona tempati dan—nihil—Yoona tidak ada, serta kondisi ruangan itu yang tak berbeda dari yang diluar—sangat berantakan. Jika diperhatikan, bola mata Kuroii mungkin akan segera keluar dari rongganya, Ia tegang, Ia terlambat, dan Yoona mungkin…

Ia menggeleng cepat, mengusir segala pikiran buruk yang Ia pikirkan tentang keadaan Yoona. Satu yang pasti, gadis itu dibawa oleh Yoshimoto dan Ia harus bergegas menyelamatkannya. Dengan tekad yang sepenuh hati, Kuroii berlari menyusuri lorong apartemen hingga area parkir. Ia mengambil motornya dan mulai mencari dengan penuh harap bahwa Im Yoona sebenarnya baik-baik saja.

Headphone, ia sematkan di telinganya—selagi berkendara, Kuroii menelpon Kyuhyun.

“Hyung! Ayah membawa Yoona!” Serunya panik.

“Apa ?”

“Kita harus temukan dia, sebelum semua terlambat!” Kata Kuroii lagi. Kali ini Ia semakin meremas gas motornya.

“Tenanglah, ayah tidak akan melakukan apapun padanya”

Kuroii terdiam, Ia tidak sepenuhnya bisa percaya dengan Kyuhyun. Ayahnya bisa dan mempunyai kemampuan untuk membunuh siapapun yang mengancam kerahasiaan Yakuza—siapapun dia. Laki-laki itu dengan napas yang memburu dan terus berpikir, apa yang harus Ia lakukan untuk menyelamatkan Yoona?

*

            Klik!

“Hyung?”

“Mereka membawanya ke puncak!”

“Apa?”

Kuroii kembali memacu laju motornya menuju kearah puncak yang dimaksud Kyuhyun barusan. Kali ini Ia akan melakukan apapun, Ia rela melakukan apapun demi Yoona. Meski itu artinya Ia harus mati di tangan ayahnya sendiri, karena jika terjadi sesuatu pada Yoona, Ia tidak akan memaafkan dirinya sendiri.

Napasnya tersengal-sengal saat melaju menuju kearah puncak, mencari kemungkinan dimana gadis itu berada. Ia terlalu cepat. Kecepatan motornya tetap tinggi, memaksanya harus bertahan di tengah suhu dingin area puncak—meski jaketnya sudah tebal. Angin bisa menelusup hingga sela-sela lubang kecil helmnya, membuat wajahnya semakin pucat saja. Baru pertama kali Ia merasa gugup seperti ini. pemikiran-pemikiran buruk tentang keadaan Yoona tak mampu Ia tahan. Mereka keluar dan masuk seenaknya begitu saja. Hingga akhirnya perhatiannya teralih pada suatu area lapangan yang berjejer banyak sekali mobil. Dan Kuroii yakin, itu mobil-mobil rombongan ayahnya.

Tanpa ragu, laki-laki itu mendekat. Ia langsung melintasi lapangan itu begitu mengenali sosok ayahnya yang berdiri dikelilingi para pengawal. Ayah Kuroii berdiri menghadap ke gunung sambil memegang tongkat yang selalu Ia bawa. Memejamkan mata dan menghirup udara segar puncak dengan tangan. Bahkan dengan bunyi langkah saja, Ia mampu mengenali dan membaca isi hati dan pikiran Kuroii. Yoshimoto berbalik mendapati anaknya Kuroii yang berwajah semakin dingin—pucat dan bibirnya membiru seperti zombie.

“Kau datang?” Yoshimoto menyambut putra tercintanya dengan senyuman hangat yang dibalas tatapan marah Kuroii. Angin menerpa rambut yang menutupi jidatnya—wajah Kuroii jadi lebih terakses oleh penglihatan Yoshimoto. Ia tersenyum begitu melihat wajah anaknya itu. Sedang Kuroii sendiri mengedarkan pandangannya sekeliling. Mencari sosok Yoona yang mungkin saja bisa Ia temukan, tapi tidak tampak. Alih-alih bertanya, Kuroii kemudian kembali menatap ayahnya.

“Aku harap kau tidak lupa takdirmu”

SWINGGGG!

Yoshimoto mengeluarkan pedangnya, bersiap menghadang Kuroii. Cepat sekali tanggap Kuroii juga mengeluarkan pedangnya, ini tantangan yang arus Ia lewati, dan ini pertama kali Ia berhadapan dengan ayahnya.

“Bersiaplah!”

Denting pedang yang saling bertubrukan mewarnai susasana sore di padang itu. Kuroii mengerahkan seluruh tenaga yang Ia miliki. Ia baru tahu kekuatan ayahnya bisa sehebat ini. pria itu terpaksa harus bertahan dengan pukulan-pukulan berat ayahnya atau bahka ia tak lagi sedang menyerang melainkan lebih memilih menghindar. Bukan karena apa-apa, tapi tak ada kesempata yang diberikan kepada Kuroii untuk menyerang.

Nyaris saja, beberapa kali pedang milik Yoshimoto siap terbenam di dadanya. Tapi Kuroii cepat, cepat berlari dan melompat. Mencari celah yang pas untuk melumpuhkan serangan ayahnya sendiri.

Pernah ada satu keadaan, saat Yoshimoto dan Kuroii sama-sama terpental menghantam gundukan tanah. Tak sedikit anak buah yang menonton pertarungan antara anak dan ayah ini. mereka sibuk menebak apa yang akan terjadi pada kedua orang yang memiliki ilmu bela diri dan ilmu pedang tertinggi di klan Ryuchi ini.

“Kau lelah huh?” Yoshimoto bisa mendengar deru napas Kuroii yang  begitu cepat. Wajah Kuroii tampak tegang hingga wajah pucatnya berubah merona merah padam. Tak akan Ia jawab, ia langsung melambung tinggi ke udara dengan pedang yang Ia genggeam erat-erat seakan bumi ini ingin Ia belah menjadi dua. Yoshimoto tidak takut dan siap mengantisipasi apapun yang dilakukan Kuroii. Ia rasa—Bisa menahan serangan Kuroii itu….

DORRRRR!!!!!

Mata Kuroii melebar ingin keluar dari rongganya saat melihat Yoshimoto yang terpental ke tanah dan bukan akibat terluka oleh pedangnya. Ada peluru yang terbenam di dada pria tua itu membuatnya tergeletak lemah kemudian. Kuroii membuang pedangnya dan meraih kepala Yoshimoto untuk dipangku.

“Ayah?” Katanya pelan. Yoshimoto masih sadar, namun luka tembak itu terlalu menyakitkan baginya.

*

            DORRRRR!!!

Gadis itu berbalik ke belakang dengan menahan napas dan jantung yang berdegub begitu kencang saat mendengar ada tembakan. Pikirannya kemana-mana, bulir-bulir keringat muncul di pelipisnya. Sudah terlalu lama ia menjadi sendera hari ini. dari kejauhan Ia mencoba menebak-nebak apa yang terjadi. Mungkinkah itu Kuroii?—batinnya.

Tidak hanya Ia yang penasaran, orang-orang yang ditugaskan untuk menjaganya juga ikut penasaran, sebenarnya apa yang terjadi. Dan dari mana asal suara tembakan tadi. Yoona bisa mendengar percakapan mereka. Orang yang menyekapnya di dalam mobil itu. Ia terus berusaha menangkap setiap kata yang mereka katakana dan mencoba merangkainya. Saat ini Yoona sedang berada sekitar seratus meter dari tempat Kuroii berpijak dan mencoba menebak apa yang terjadi. Ia—sudah tidak terlalu takut lagi.

Supir mobil tempat Yoona disekap masuk ke dalam mobil bersama temannya yang juga duduk di depan. Mereka mendelik kea rah Yoona sebentar sebelum akhirnya menyalakan mesin mobil. Yoona bisa merasakan mobil itu bergerak menjauh.

“Tidur!” Hardik seseorang pada Yoona. Gadis itu melotot kaget. Dan dia punya firasat…..

“Hmmmbbbb!” Gadis itu mencoba menjerit, tapi terlambat. Mereka membiusnya degan membekap mulutnya dengan sapu tangan yang sudah dilumuri larutan obat bius. Yoona akhirnya merasa keadaan menjadi gelap kemudian Ia tak sadarkan diri.

*

Roda-roda transfer bed rumah sakit yang berputar bergeser dengan ubin menghasilkan bunyi sepanjang lorong rumah sakit. Langkah-langlah kaki cepat orang yang mendorong tempat tidur itu ikut menghasilkan bunyi yang bisa menandai suatu ketegangan. Diantara sekumpulan orang yang mendorong, ada Kuroii dan Kyuhyun disana. Yoshimoto dibawa ke ruang Emergency. Rasa cemas tampak menggambarkan wajah kakak-beradik itu. Semarah apapun Ia hari ini, Kuroii begitu menyayangi ayahnya. Ia tidak ingin beliau terluka. Dan bagi Kyuhyun sendiri, Yoshimoto sudah seperti ayah kandung baginya. Ia juga menyayangi Yoshimoto.

Yoshimoto sudah tak sadarkan diri dengan lumuran darah yang cukup banyak membuat kemeja bagian dada basah dan memerah karena darah. Kuroii terus memperhatikan wajah ayahnya yang tampak sangat kesakitan. Kyuhyun meminta Kuroii untuk tinggal di luar selama Ia dan tim dokter lain masuk ke ruang ICU untuk menangani ayah mereka. Dan pria itu kemudian memutuskan untuk hanya berdiri tenang di depan pintu ICU selagi menunggu kepastian keadaan ayahnya dengan cemas.

“Jonghyun!” Kuroii menoleh mendapati Ibunya yang berlari menyusuri lorong rumah sakit ditemani Orin. Orin adalah pelayan setia Ny. Kim yang selalu mengikuti beliau kemana-mana. Ny. Kim mencengkram lengan atas Kuroii dengan tangannya sendiri. Airmatanya jatuh tidak sedikit. Baru kemudian wanita itu memeluk Kuroii dengan hangat.

*

Kuroii masih di rumah sakit bersama ibunya. Syukurlah, Yoshimoto sudah melewati masa kritis dan sudah boleh dipindahkan ke ruang rawat. Keduanya masih di ruang tunggu, duduk sambil mengenggam tangan masing-masing. Ny. Kim meletakkan kepalanya di pundak Kuroii dan pria itu hanya diam. Ia terlalu banyak pikiran hari ini, tentu saja memikirkan Yoona. Dimana gadis itu? Apa sudah terjadi sesuatu? Ah.. semoga tidak ada apa-apa. Jujur, Kuroii juga pernah berpikir bahwa ayahnya akan membunuh Yoona.

Cklek.

“Ibu?” Kyuhyun baru saja keluar dari ruang rawat Yoshimoto.

“Kyu?” Sontak, Kuroii dan Ny. Kim berdiri dengan wajah menanti penjelasan dari si anak sulung.

“Bagaimana ayahmu nak?”

“Ayah perlu banyak istirahat dan tidak boleh banyak bergerak dulu bu!”

“Bolehkah aku menengoknya?”

“Untuk sementara ini jangan dulu, lebih baik ibu pulang dan istirahat. Masalah ayah nanti aku yang mengurus” Jelas Kyuhyun.

“Jonghyun, antar ibu pulang” Kuroii menunduk menyanggupi perintah kakaknya. Ia kemudian menggenggam tangan Ibunya dan mengajak beliau menyusuri lorong rumah sakit.

*

            Silau matahari menyorot langsung masuk ke sela-sela pintu geser tempat Yoona disekap. Kata disekap mungkin terlalu kasar untuk mendeskripsikan kondisi gadis itu saat ini. Ia tertidur lelap dalam gulungan selimut tebal dan kasur yang sangat empuk. Kamar yang Ia tempati juga tidak tampak seperti gudang atau tempat yang kotor, melainkan tempat itu sangat bersih dan tertata rapi, wangi lilin aroma terapi menelusuri setiap sudut ruangan. Lilin-lilin itu tersusun rapi di sebuah rak di atas kepala tempat tidur Yoona.

Gadis itu menggeliat kelelahan. Sesekali Ia mencoba membuka matanya yang masih tergolong sulit untuk dibuka. Ia kembali tertidur terlebih setelah mencium wangi lilin aroma terapi yang disinyalir dapat membuat orang mengantuk. Berusaha keras membuka mata, sekali membuka mata, Ia tersadar dan kemudian buru-buru bangun sembari melayangkan pandangan ke sekeliling ruangan.

Yoona tidak pernah memikirkan tempat dimana Ia berada saat ini. Ia tidak pernah merasa berjalan dan tidur di ruangan tersebut.

Apa mereka yang membawaku kemari?

Gadis itu melangkah menuju sebuah jendela besar  di depan tempat tidur yang masih tertutup gorden berwarna hitam. Ruangan itu memang lebih terlihat gelap karena gorden berwarna hitam itu. Diraihnya kedua sisi ujung gorden yang berada di tengah. Dengan bebas Yoona kemudian merentangkan tangannya. Seketika cahaya menyilaukan yang masuk dari luar membuatnya harus menyipitkan mata. Ia sedikit terkejut dengan pemandangan dari jendela yang disaksikannya saat ini. Ada hamparan luas lapangan bersalju lengkap dengan pohon cemara yang dibalut salju di setiap dahan dan rantingnya. Indah sekali. Yoona tidak tahu dimana dirinya saat ini, setidaknya pemandangan yang dilihatnya saat ini lebih bisa membuatnya tenang.

Tok tok tok!

Cklek.

Yoona tersentak saat ada orang yang masuk ruangan. Ia takut, kalau-kalau mereka akan berbuat sesuatu lagi padanya. Alih-alih pria bertubuh besar yang masuk, melainkan ada seorang gadis yang—seperti—seusia dengannya. Gadis cantik dan berkulit putih itu menggunakan semacam baju kimono lengkap dengan pita. Ia membawa sebuah nampan yang Yoona yakini itu dibawa untuknya.

“Selamat pagi nona!” Sapa gadis itu ramah. Yoona hanya membungkuk sebentar tanpa menjawab.

“Ini sarapan anda!” Kata gadis cantik itu lagi. Ia melangkah masuk dan meletakkan nampan sarapan Yoona di atas sebuah meja yang tak jauh dari jendela temat Yoona berdiri. Yoona sendiri hanya diam memperhatikan gadis itu.

“Jangan lupa dimakan, selagi masih hangat. Nyonya besar memasaknya khusus untuk anda” Yoona bisa melihat mangkuk bubur yang gadis itu maksud.

“Nyonya besar? Maaf siapa anda?” Yoona balik bertanya pada gadis itu.

“Saya Orin” Gadis itu tersenyum ramah.

“Maaf Orin, Nyonya besar yang anda maksud siapa?” Orin hanya tersenyum dan kemudian membungkuk sebelum keluar dari ruangan Yoona.

*

            Kuroii dan Kim Pilok makan dalam diam. Tidak seperti biasanya. Mereka baru saja mendapat kabar dari Kyuhyun bahwa Yoshimoto sudah sadar dan setelah ini keduanya berencana untuk ke rumah sakit.

“Orin, kau sudah mengantar makanan pada gadis itu?” Tanya Ny. Kim saat Orin menuangkan air untuk beliau dan Kuroii.

“Sudah saya laksanakan Nyonya!” Seru Orin bersemangat.

“Baguslah kalau begitu” Kuroii tiba-tiba menjadi penasaran dengan gadis yang ibunya maksud. Ia terdiam sejenak dan tidak lanjut mengunyah. Ny.Kim sedikit tersenyum memeperhatikan Kuroii. Beliau belum bilang kalau gadis yang dimaksud adalah Yoona.

Saat kejadian kemarin, Ny. Kim sempat memerintah mereka untuk mengevakuasi Yoona ke markas. Gadis itu perlu dibius agar tidak tahu dimana Ia dibawa, meskipun Ny. Kim saat ini menempatkan Yoona dalam posisi yang aman.

*

            Kuroii berlari sepanjang Koridor menuju paviliun selatan. Udara di luar terlalu dingin untuk memilih jalan melewati halaman utama, maka Ia memilih melewati koridor menuju ke paviliun selatan tempat Yoona. Kuroii tentu saja bertanya pada Orin tentang siapa gadis yang dimaksud ibunya. Setelah mengetahui bahwa itu Yoona, Ia langsung bergegas ingin menemui gadis itu.

Percaya atau tidak, Kuroii sempat merapikan rambutnya yang berantakan sebelum akhirnya mengetuk pintu kamar Yoona.

Tok… tok… tok…

Cklek.

“Kuroii? Kau?” Kuroii tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum begitu melihat Yoona. Saat ini senyum baginya terasa begitu murah pada gadis itu. Yoona sendiri hanya mematung melihat Kuroii melangkah masuk mendekatinya.

“Kau, tidak apa-apa?” Tanya Kuroii dan Ia memperhatikan kondisi fisik Yoona yang tampak sehat-sehat saja.

“Hm!” Yoona mengangguk bersemangat, ingin sekali menangis. Kuroii tersenyum semankin hangat tanpa sadar perasaan sedih yang Yoona rasakan saat melihat wajahnya. Mungkin sebentar lagi momen persahabatan mereka ini akan berakhir.

“Kau? Sudah makan?” Tanya Kuroii lagi. Ia kemudian memilih duduk di atas tempat tidur. Sementara Yoona masih berdiri di dekat jendela. Memperhatikan kilauan salju yang tersorot cahaya matahari.

“Hm!” Yoona kembali mengangguk dan kali ini airmatanya hampir terlihat oleh Kuroii jika saja Ia tidak menoleh keluar. Kuroii yang sama sekali tidak curiga hanya diam tersenyum lagi. Ia bersyukur gadis ini baik-baik saja.

Selama beberapa lama, keduanya hanya seperti itu. Lebih banyak diam dan terbenam dalam pikiran masing-masing karena tidak ada topik yang bisa dijadikan bahan pembicaraan. Ini bukan sebuah awkward moment, tetapi memang seperti inilah mereka. Terlebih Kuroii yang asalnya memang bukan tipe yang senang berbicara. Tidak apa, bagi Yoona melihat Kuroii seperti ini sudah sangat membuatnya senang. Ia bahkan tidak akan pernah merindukan Kuroii yang banyak bicara. Ia akan merindukan Kuroii yang seperti ini.

*

Kuroii dan Yoona berjalan beriringan menyusuri koridor sambil memperhatikan salju yang mulai turun di luar. Ternyata matahari hanya bisa hadir sebentar, dan salju kembali turun. Bahkan petugas kebersihan belum lagi membersihkan bekas salju semalam. Kaca-kaca besar yang memisahkan koridor dengan halaman utama di luar sengaja dibuat untuk Kuroii. Ia menyukai salju, seperti mendiang ibunya. Kuroii mengajak gadis itu duduk melantai di tengah Koridor menghadap ke salah satu kaca besar. Dari sana mereka bisa menyaksikan bulatan-bulatan salju yang baru saja turun menyentuh tanah, baru kemudian tetap membeku karena suhunya sangat dingin. Meski suhu di luar ruangan sangat dingin, mereka sama sekali tidak merasa kedinginan karena rumah ini sudah dilengkapi dengan mesin penghangat otomatis.

“Hmmm… yeppo!” Seru Yoona. Ia dan Kuroii duduk berdampingan dengan kedua tangan melipat di atas lutut mereka masing-masing. Kuroii mengangguk menyetujui. Keduanya begitu lama menatap fenomena turunnya salju ini. sesekali ada beberapa pelayan yang melewati koridor itu dan memberi hormat pada mereka. Ini fenomena langka, bahwa Kuroii punya teman wanita. Jika dibandingkan dengan yakuza muda yang seusia dengannya, Kuroii tergolong tipe yang miskin bergaul. Ia jarang sekali memiliki teman.

“Boleh aku melakukan sesuatu?” Tanya Yoona. Kuroii seperti biasa akan memberinya pandangan ‘apa?’. Tanpa mengkonfirmasi lagi, Yoona menautkan jemarinya menyatu dengan jemari milik Kuroii. Tangan mereka bersatu sekarang. Kuroii belum menoleh dan terus menatap Yoona. Tidak peduli dengan pandangan Kuroii, gadis itu tanpa ragu meletakkan kepalanya ke pundak Kuroii. Badannya sedikit bergeser mendorong badan Kuroii. Menjadikannya sebagai tumpuan untuk bersandar. Baru kemudian Kuroii ikut mengambil alih genggaman Yoona. Sudut bibirnya terangkat senang.

*

Sementara itu di rumah sakit, Yoshimoto sudah boleh ditemui. Dan isterinya Kim Pilok dengan setia menunggui beliau.

“Pilok?”

“Hei, bagaimana perasaanmu Tuan?” Tanya Pilok menyambut Yoshimoto yang baru saja bangun tidur.

“Rasanya sudah lama sekali tidak merasakan tembakan seperti ini” Jelas Yoshimoto perlahan. Keduanya tiba-tiba sama-sama terdiam. Mengenang kapan terakhir kali Yoshimoto pernah tertembak sebelum ini. itu adalah hari dimana Kuroii lahir.

“Kau tidak ingin bertanya tentang gadis itu?” Tanya Pilok

“Ah! Bagaimana dia?”

“Dia di rumah, bersama Kuroii”

“Apa maksudmu?” Yoshimoto mencoba untuk bangkit. Namun cederanya cukup nyeri.

“Tenanglah, biarkan Ia bersama Kuroii, setidaknya untuk sementara ini” Ujar Pilok menenangkan.

“Segera kirim gadis itu kembali ke Korea, aku harap kita tidak melanggar kesepakatan ini” Erang Yoshimoto.

“Aku mengerti, aku tidak akan melanggar kesepakatan yang sudah kita buat” Yoshimoto terdiam dan menoleh ke arah jendela.

“Terima kasih, suamiku” Kim Pilok menggenggam tangan Yoshimoto.

*

Hari ini adalah saatnya, saat Yoona harus meninggalkan Jepang dan kembali ke Korea. Orang-orang suruhan Ny. Kim sudah diminta untuk mengambil barang-barang di apartemennya. Kepindahan kuliah Yoona juga sudah diurus. Ia akan melanjutkan kuliahnya setelah kembali ke Korea. Inilah hari dimana Ia tidak harus bertemu dengan Kuroii lagi. Kuroii tentu saja tidak mengetahui hal ini.

Setelah memastikan dandadannya sudah rapi, Yoona masih saja duduk di depan cermin. Memastikan apakah persiapan mentalnya sudah siap atau belum. Menyiapkan segalanya agar airmatanya tidak jatuh, ini adalah jalan yang harus Ia tempuh. Apapun konsekuensinya nanti, Yoona harus bisa, mengubur perasaannya pada Kuroii, dan tentu saja melupakan Kuroii. Ia mencoba meyakinkan dirinya bahwa hal ini tidak seburuk yang Ia kira, Ia akan bertemu Yuri dan keluarganya di Korea. Memulai lagi hari-harinya dari awal, walau sebenarnya bukan jalan ini yang ingin Ia tempuh. Ia sudah merasa sangat nyaman dengan Kuroii yang ada disisinya.

Gadis itu menoleh ke sebuah meja kecil di dekat tempat tidur. Disana ada Mika—ikan hias emasnya yang juga diambil dari apartemennya. Mika itu nama pemberian Kuroii untuk ikannya.

“Anda sudah siap nona?” Orin tiba-tiba masuk. Yoona mengangguk tersenyum. Beberapa orang masuk dan mengangkat barang-barangnya.

“Orin?”

“Ada apa nona?”

“Ikan ini…. tolong berikan pada Kuroii” Orin ikut memperhatikan Mika yang masih berenang-renang gembira.

“Baik nona”

“Terima Kasih banyak!” Yoona mendekat dan menggenggam tangan Orin baru kemudian melepasnya saat seseorang masuk.

“Nyonya?” Orin membungkuk menyambut Kim Pilok.

Ini pertama kali Yoona bertatap muka langsung dengan Ibu tiri Kuroii. Ia tidak mengenali beliau, tetapi Ia tahu, Nyonya besar yang dimaksud Orin selama ini adalah beliau. Yoona ikut membungkuk memberi hormat.

“Jaga dirimu baik-baik, maafkan aku” Beliau memeluk Yoona hangat.

“Terima kasih Nyonya”

Selamat tinggal Kuroii…

Kuroii berlari kesegala arah mencari cari sosok Yoona yang hari itu juga akan kembali ke Korea. Dan itu artinya, mereka mungkin tidak akan bertemu lagi setelah ini. ekspresi wajah Kuroii tidak menampakkan kekalutan perasannya, Ia tidak pernah membayangkan hal ini akan terjadi. Tidak satu kali pria itu salah mengenali orang lain sebagai Yoona. Ia terlalu frustasi dengan keadaan ini. sama sekali tidak adil menurutnya.

            Tanpa Ia sadari, dari jarak yang bisa Ia jangkau, Yoona bersembunyi memperhatikannya dari kejauhan sembari menangis kesakitan—tanpa suara. Airmata gadis itu menggambarkan rasa sakit untuk berpisah dan meninggalkan Jepang. Airmatanya membuat mascara yang Ia gunakan menjadi rusak dan harus ikut jatuh ke pipinya.

            “Kau jelek sekali kalau menangis tahu…. Bersihkan mascaramu yang blepotan itu” Ujar seseorang.

 

To be continued

Seseorang itu siapa? Dan kesepakatan apa yang bisa bikin Yoong balik ke Korea ninggalin Kuroii?

Nantikan kelanjutannya..

 

Annyeong! *pelan-pelan menuju podium..

Perhatian! Kita udah sampai chap 5 nih…

Ekhmmm..

Maap juga kalo misalnya ada scene yang gak jelas, atau settingnya yang tiba-tiba berubah dan bikin pusing di part-part sebelumnya..

Tenang-tenang, itu bagian dari scenario author (?)

Berhubung chapter 6 nanti direncanakan menjadi end of this story, maka author janji settingan yang kepotong-potong ato pindah pindah dan bikin pusing itu bakal ada kejelasannya..

Maka dari itu, komentar-komentar pedas dan panjang sangat dibutuhkan..

Kritik itu justru sangat ngebantu loh, tahu gak she? #plak

Jujur aja, kalo ada yang pengen komen Cuma tulis : next thor… atau next.. atau lanjuuut.. mending gausah komen aja, gpp kok jadi silent reader.. (tapi lihat rule blog ini)

So, jangan lupa komentar panjang, dan kritik.. kalo muji panjang-panjang juga boleh *plak!

Overall, thanks for wait, read and leave comment in this series..😀

53 thoughts on “[Freelance] Kuroii (Chapter 5 : Beautiful Goodbye)

  1. Road to final chapter neh.. Bikin tambah penasaran aja, btw siapa yg nembak Yoshimoto? Knp dia ditembak? Apakah mungkin kim pilok sbenernya lbh berpengaruh dibanding Yoshimoto? Yoona balik ke korea sm Kyuhyun bukan? maksud yoshimoto tanding pedang sm kuroii apa sih, latihan doang? Pdhl tadinya aq pikir itu smacam tantangan, kalo Kuroii menang dia bisa mutusin apa maunya dia sm Yoona, dan kalo Kuroii kalah dia hrs ikuti takdirnya sbgi yakuza, tp ternyata Yoshimoto malah tertembak..oleh siapa? Aaarrrgghhh nih cerita bikin penasaran..salut deh sm author-nya yg suskes biking org bingung…daebak!!

    • hahahahah… mian baru bales komen kamu di part ini..🙂
      makasih udah stay tune di epep ini..
      rasa penasaran kamu semoga terjawab di part next😀
      aku gabisa janji loh gak lama2 postingnya,
      hehe..
      stay tune always.. thanks for nice comment

  2. Senang banget Kuroii chapter 5 terbit. Sprt nya ak bs nebak seseorg itu Kyuhyun oppa… Hehehe… Biar scene nya kacau dg baca ulang bs dimegerti thor… Penasaran dg kesepakatannya. Tapi sepertinya happy end dech walau Kuroii n Yoona dipisahkan. Antara dua aja nich… Yoona back to Jepang mendampingin Kuroii penerus Yakuza or Kuroii nyusul Yoona ke Korea n ga mau jadi penerus Yakuza. Hehehe… Pokoe penasaran lah thor… Hanya outhor yg tau bagaimana end nya hahahaha… Ditunggu thor jgn lama2. Saran aja end nya jgn dibuat tergesa2 thor. Ktnya chapter 6 udah end, bila ditambah satu chapter lagi juga ga apa2 thor yg penting happy end… Sorry thor jd panjang komennya…

  3. Huwa. . .makin bgus thor🙂 ,konflik.a jg kena bnget. . Suka sama momen yoonhyun dh. …aku jga penasaran siapa yg negur yoona unni , , ,keep writing dh thor. . .next chapter.a jgn kelamaan thor (y)

  4. . ..momentx deerburning krng romntis thorr’ mnurut aq’ mungkn krna sifat jonghyun yg dingn kali y *plak readers sok tau*. Bca krng greget! Chap ntar banyakin moment deerburning ne yg lbih sweet…

    • aku bingung sebenrnya momen gimana yang kamu maksud? hahah aku ga jago dong berarti bikin momen mereka, sampe kamu minta momen mereka terus.. hahahah..
      oke..oke, ini referensi buat next part biar bisa bikin momen gimana yg kmu maksud😀
      thnak you yaa

  5. agak gak ngerti di bagian awal chapter ini,bukannya yoona dibawa ke ryuichi?knapa tiba2 flashback dan kuroii membwa yoona ke apartmen kyuhyun?tapi demi apapun,ini adalah ff jonghyun-yoona yg alurnya gak bisa aku tbak sprti ff jongna lainnya.next jgn di protect yak.and aku yg terakhir itu kyuhyun.

    • pas part awal, itu lagi flashback pas Yoona terakhir pelukan sama Jonghyun dan dia langsung dibawa ke Ryuchi.. nah yang Yoona dibawa ke rumah Kyuhyun itu pas setelah Kuroii nolongin Yoona dari kepungan musuh lanjutan chapter kemaren..
      hahaha..
      maaf ya bikin bingung😀
      okelah, gak diprotek..
      kebetulan ini projek terakhirku🙂

  6. semoga jonghyun yg ngomong sm yoona, jgn biarkan mereka berpisah thor pliisss😀 semoga di end part jonghyun gak jd yakuza lg dan bisa hidup normal sm yoona.. kasian kalo jonghyun jd yakuza hidup mrk berdua mngkin ga akn tenang. semoga di end part ayahnya jonghyun udh bisa nerima yoona dan kalo bisa si jonghyun ikut ke korea sm yoona trs nikah deh disana😀 pokoknya happy ending ya thor kkk next chapt jgn lama2 thor, ditunggu bgt loh😉

  7. di awal cerita agak bingung dan ga gitu paham sama alurnya. Tapi akhir-akhir ceritanya udah mulai ngerti😀
    udah ga sabar nunggu endingnya. semangat buat author🙂

  8. Hwee… Mwek dulu ahh,, #plakk

    Seseorang itu kyak.na si Kyu deh,
    kasian JongYoon…. Cinta mrka nasibnya yak gitu,, tpi berharap ntar.na mrk bisa bersatu,, hehe

  9. Dang it jangan bilang kalo Jonghyun gak akan ketemu lagi sama Yoona. Please mereka kan belum bilang suka satu sama lain ; ;
    At first emang jadi masalah sih antara satu scene lompat ke scene yang lain tapi aku bisa paham kok ceritanya. Jadi terkesan kayak film action mystery, hehe. Dan aku tunggu gimana kejelasan seluruh scene terpotong-potong yang kamu janjiin di next part😉
    Semoga akhir mereka bahagia, ya Tuhan… T_T
    Fighting! ^^

    • wahahahah..
      ada yg jadi silent reader nih selama inii😀
      makasih ya udah komen di part ini hahaha😀
      rasa penasaranmu semoga terjawab di next chapter😀
      ya Tuhan semoga jonghyun yoon jadian betulaan😀
      fighting!

  10. heheh..mian2 lau komenty pendek…chapter ini uda nunjukin lau kuroi bener2 sayang ma yoong….pnasaran siapa yg ngomong ma yoong td…q harap happy ending ceritanya chingu..trus buat ff deerburning lg ya..q suka banget…lau liat yoona ma jonghyun….di tunggu….lau bsa bt karakter yoona yg ceroboh n gak tau malu gitu..n jonghyuny tetep cool abis…hahahhah..cma saran…lanjut2…gomawo….

  11. ky d’putar ulang gt sempat g ngerti td ny
    Ky nya yg nyapa yoona kyu y ? td nya ak pengen jd sider aj ha ha ngaku jg akhirnya
    Buat kamu jgn kapok am sider y mendingan jd siders kan daripada komen nya cuma gt gt doang bnr g he kamu pengertian banget deh he he he

  12. Huftt gue tegang thor bacanya.. emng sih rada2 bngung.. klo ada flasback ditulis flasback yah thor .trz klo ada dialog 3 orang lbih dikSih nama orang yg ngmg juga .tdi ada bagian yg aku bngung itu dialogsapa?
    Hehehe berlaga sok jadi komentator.ok siipp #ditampol
    hmmm iyasih pnsaran apa yg buat yoona mau setuju balik ke korea.
    dan itu yg terkhir mngkin kuroii ato kyuhyun jgan2.. hmmm ditunggu next part scpatnya .gan lama2 yah thor.next part bukan final kan.ahhh andwee .ga rela!!!klo bisa ada sequel nye yah.ahahaha keep writing and keep smile(?)….hahaha caesar kali

    • ya!. kalo ditulis flashback jadinya ga seru.. ga ada yang bingung ntar,, *author gila😀
      hahahaha..
      gumawo ga pernah absen komen disini🙂
      hahaha😀
      andwaeee!! author capek harus berasa ngutang terus kalo belum publish =,=”
      gumawo..

  13. biasanya baca cerita ini d RFF. berhubung d RFF blm ada aku langsung baca disini yg ga sengaja dtemukan pas gugling.
    kyaaaaaaa itu adegan terakhir jonghyun kan yg nemuin yoona?
    aaaaaaaa ibunya kyu ma jonghyun baik bgt. ayahnya aja yg ga kasian ama anaknya mau misahin org yg lagi saling suka hisss. sediiih
    berharap happy ending. dan kalo bs direstui ma ayahnya. dan mereka mending pindah ke korea lg hidup bersama bahagia gitu *plak byk maunya*

    ditunggu part terakhirnya smoga jongyoon bersama

    • aku sering liat nama kamu d stori jongyoon yang aku buat.. hahah😀 gumawo ya :”)
      yang nemuin yoona adalah…. tunggu next chap😛
      semua rasa penasaran kamu semoga terjawab di next chapter😛
      endingnya.. ayo kita setting sama2..😀
      aamiin deh semoga mereka bersama😛

  14. itu pasti Kyuhyun..yakin deh saya..haha *so tau..
    Huft bener2 yah ni si Author..sukses buat saya sebagai pembaca ikut terlibat secara emosi(?) di sini..tegang iya..apa lagi pas adegan di apartemen Yoona,huft..sedikit lebay tapi serius feel ny dapet bnget,bener2 kebayang tuh pas adegan Jonghyun ngeluarin pedang..kekeke..berantem ny si ga ada tapi udah cukup tegang ko…^^..

    Dan sekarang nyesek…nyesek mereka di paksa berpisah sama ayah Jonghyun,sampai di culik di tampar ma anak buah ny pula..huh..! Yah walau ga jadi di bunuh dan di tolong sama Kim Pilok(melalui kesepakatan kan?) tetep aj bikin galau mereka mesti tetep berpisah..
    Please Chingu happy end yah nanti..di tunggu loh..harus! Kekeke😛
    Mianhe Chingu baru sempet baca..Keep Writing and Fighting!!

  15. astaga, kenapa mereka di pisah kan-_-
    sedih banget.. sapa yg nepuk pundak yoong?
    happy ending ya thor, banyakin lagi moment mereka.. figthing!!

  16. Pingback: Featured Story: Kuroii | Im Yoona Fiction

  17. Mungkin yang bikin bingung cuma gak ada penjelasan flashback on/of nya. . .jadi agak gmana gtu, . .te2p suka k0k kasihan yo0na ama j0nghyun d0ng. . Gak bisa gambrin expresinya j0nghyun pas nyari yo0na . .ijin bca part 6

  18. Pingback: KUROII | YoonG-fanfic

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s