Fake Love – 1

Gambar

Author: Karinapp26

Cast: Yoona | Seohyun | Luhan | Sehun

Genre: School life, romance, friendship, sad

Ranting: PG13+

Chaptered

HAPPY READING~^^

Disaat ini kita betemu, dan disini juga aku benci dengan hujan.

..

Matahari barulah terbit dari ufuk timur. Pagi telah menyapa. Musim semi telah usai. Waktu libur pun juga telah habis. Aktivitas kembali seperti dulu, seperti biasa. Keramaian akan di temukan dimana-mana, sibuk dengan pekerjaan sendiri-sendiri.

Di sebuah ruangan-kamar yang bertema biru laut itu terdapat seorang yeoja yang sedang memandangi dirinya di kaca. Membenarkan letak dasi nya sedikit miring.

“Selesai.” Dia tersenyum, Rambut coklat nya pun di tarik ke belakang telinga. Tangan kanan nya nya menyisir poninya. Jepit berwarna putih pun sudah tertempel di rambutnya.

Langkah kakinya menuju ke sebuah ruangan. Disana, sudah terdapat kedua orang tuanya dan adik nya.

“Pagi semua.” Kedua tangan nya menarik kursi lalu duduk. Kedua orang tua nya membalas perkataan nya, sementara adik nya hanya tersenyum simpul. Aktivitas seperti biasa.

“Eonni, nanti mau temani aku ke mall?” Tawar adik nya-Namjoo. Adiknya mempunyai penyakit asma, jadi, dia melakukan homeschooling. Tetapi, dia tetap mempunyai kenalan teman dekat.

“Mian Namjoo, aku nanti ada janjian dengan Seohyun.” Namjoo mengangguk. Dia memaklumi kebiasaan kakaknya yang selalu berjanjian dengan Seohyun-sahabat dekat Yoona.

Seohyun dan Yoona sudah dekat sejak kecil, orang tua mereka pun juga begitu. Yoona dan Seohyun pun sekarang satu sekolahan. Saat mereka menginjak Sekolah Dasar, mereka berbeda sekolah.

Mereka begitu senang dan antusias bisa bersatu sekolah. Dan itu menjadi impian mereka berdua.

…..

Mobil Audi putih itu terpakir di perkarangan Sekolah-Junior High School. Memang istimewa jika mendapatkan Audi putih itu. Tetapi, pemiliknya mendapat kan karena menang kejuaraan lomba, beruntung bukan?

Yeoja itu mengedarkan pandangan nya ke sekeliling. Tiba-tiba matanya tertuju pada seorang yeoja yang sedang berlari ke arahnya. Ia tersenyum senang.

“Yoong-ah.” Seorang yeoja yang berkucir kuda-seohyun menghampirinya. Wajah nya tampak sangat berseri-seri.

“Waeyo?” Tanya Yoona melihat sahabatnya yang begitu senang. Yoona jadi bingung sendiri melihat sahabatnya.

“Hari ini kita kedatangan murid baru!” Seru Seohyun begitu senang. Yoona pun sama senang nya dengan Yoona. “Katanya ia tampan, pintar dan sangat jago bermain basket!”

“Kurasa, dia akan menjai primadona di sekolah kita.” Ucap Yoona menanggapi ucapan Seohyun. Seohyun mengangguk menyetujui tanggapan Yoona.

“Yasudah, ayo kita ke kelas!” Ajak Yoona menggandeng tangan Seohyun. Yeoja itu mengangguk lalu menjajarkan langkah nya beriringan dengan sahabatnya.

Sapaan dari yeoja maupun namja dibalas senyuman oleh yeoja itu-yoona. Dia sudah biasa setiap pagi menerima sapaan itu. Seohyun pun tak kalah banyak sapaan dari Yoona.

Pasti jika begitu, mereka pasti akan punya banyak musuh. Karena terkenal dengan kecantikan dan keakraban memebuat beberapa murid iri dengan mereka.

Setiap orang pasti punya musuh kan?

….

“Pagi semua.” Suasana menjadi hening ketika Namja paruh baya-Kris Seongsangnim memasuki ruangan belajar itu. “Seperti yang kalian ketahui, akan ada murid baru. Silahkan masuk.”

Seorang namja berseragam sambil membawa tas ransel hitam berjalan memasuki kelas lalu berdiri di sebelah Kris Seongsangnim. “Perkenalkan dirimu.” Pinta Kris seongsangnim sambil menepuk bahu namja itu.

Yoona tak bisa memperhatikan kejadian yang berada di depan tempat duduk nya. dia terlalu sibuk dengan tugas yang belum ia kumpulkan, dia berdoa semoga Kris Seongsangnim tak melihatnya mengerjakan nya di kelas.

“Xi Luhan imnida. Kalian bisa memanggilku Luhan.”

Tangan Yoona berhenti menulis. Matanya menatap kosong buku yang berada di depan wajahnya itu. Bibir nya diam seribu bahasa. Bibirnya menjadi kelu. Tenggorokan nya berubah kering.

‘Tuhan, apakah itu dia?’ Batin Yoona. Tangan kanan nya mulai memegang dadanya yang tiba-tiba sesak. Pupil matanya tak berani melihat kedepan. Ia menelan saliva kuat-kuat untuk tak melihat ke depan. Tetapi, pupil matanya pun melihat ke depan.

Darah nya mengalir dengan deras. Jantung nya berdesir kuat. Ia hampir tak bisa bernapas dan mengendalikan emosinya. Dia benar-benar saja hampir menangis.

Kenapa dia datang? Bukan kah dia telah meningggalkan nya karena dia berkata bahwa ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi di cina? kenapa tiba-tiba ke korea? apakah dia berpikir bisa kembali lagi kesini untuk menemuinya? lalu menjatuh kan nya untuk kedua kalinya?

Ia menggeleng kuat-kuat. Ia menjauhkan pikiran nya yang sudah terlalu jauh itu. Ia sekarang harus bisa melakukan ‘Tak pernah kenal dan tak pernah bertemu di masa lalu.’

“Kau duduk dekat Yoona.” Yeoja mendongak lalu menelan saliva nya. Pandangan mereka bertemu. Kelopak mata mereka berdua memancarkan cahaya yang sangat indah. Ikatan kelopak mata itu tak pernah terlepaskan selama 2 tahun silam.

“Tunggu apalagi, Luhan. Hanya dia yang duduk nya sendiri.” Kalau tau begini jadinya, Yoona lebih memilih duduk bersama Seohyun pada saat itu. Tetapi, karena Seohyun sudah berjanji kepada Victoria untuk duduk bersama. Yoona hanya bisa mengalah.

Namja itu melangkah kakinya mendekati meja Yoona. Yoona hanya bisa menunduk. Ia jangan sampai jatuh ke perangkap namja itu lagi. Sudah terlalu perih ia menerima kenyataan pahit 2 tahun lalu.

“Annyeong.” Sapa Luhan canggung. Yoona hanya menganggukan kepalanya dingin. Dia harus bisa melakukan sesuatu!

Tak boleh menjadikan Luhan sebagian dari hidupnya untuk kedua kalinya.

….

“Sepertinya namja itu keren.”

“Bukan kah dia katanya dulu anak basket?”

“Wajah nya juga tampan!”

“Aaa!! Dia juga pintar!”

“Yeoja yang bisa duduk dengan nya pasti sangat beruntung!”

“Bukan kah Yoona yang duduk bersama nya?”

“Jinjja?!”

Yoona dan Seohyun hanya bisa berpandangan saat mendengar bisikan-bisikan itu. Setiap ada Murid baru pasti selalu menjadi bahan omongan baru anak-anak Junior High School.

Tak sengaja, Yoona menabrak seorang namja berambut putih-Sehun. Yoona hampir saja terjatuh, tetapi kedua lengan nya sudah di pegang erat oleh Seohyun.

“Mian Yoon.” Yoona tersenyum kepada Sehun lalu menggeleng pelan. Ia tau, Sehun tak sengaja. Sehun memang dekat dengan nya dan Seohyun juga teman-teman nya. Tetapi, jika di hadapan para ‘pecinta’ nya, dia berubah menjadi dingin. Dia bilang ia bukan lah artis atau actor. Dia hanya murid, jika meladeni yeoja-yeoja aneh itu, hanya akan mendapat masalah.

“Mau kemana?” Tanya seohyun kepada Sehun. Sehun membuka mulutnya hendak berbicara, tetapi, seorang namja yang berjalan ke arah nya membuat ia mengubah perkataan nya yang ia mau ucapkan tadi. “Luhan!” Sehun mendekat ke Luhan lalu menepuk bahu namja itu. Dia menggandeng Luhan menuju Seohyun dan Yoona.

“Kalian sudah kenalan?” Tanya Sehun sambil menunjuk Luhan. Yoona dan Seohyun berpandangan sejenak, kemudian Yoona mengangguk. “Sudah, tadi di kelas.”

Luhan dan Yoona saling berpandangan, Mereka tak peduli dengan pembicaraan Sehun dan Seohyun. Tatapan penuh kekecewaan dan emosi berada di tepat pupil mata Yoona.

“Aku ke kantin dulu, ayo yoona.” Tangan Seohyun menarik tangan Yoona membuat ikatan pandangan itu terlepas. Seharus nya memang inilah yoona yang ingin sedari tadi ia lakukan, pandangan nya dengan Luhan terlepas.

….

Yoona menidurkan tubuh nya di kasur yang begitu empuk. Matanya tertutup perlahan, melepas penat yang ia lakukan hari ini. Hembusan nafas beberapa kali terdengar. Yoona masih memikirkan namja itu,

Luhan.

Tanpa ia sadari, air mata nya keluar. Ia tak mau kejadian dua tahun lalu terjadi lagi padanya. itu sudah terlalu pahit untuk ia terima. Apakah Tuhan ingin ia lebih banyak mempunyai masalah lagi? apa masa lalu nya harus ia ceritakan kepada sahabatnya-seohyun, yang notabete nya sama sekali tak tau tentang masalah Yoona. Karena itu adalah privasi Yoona.

Setiap orang pun pasti mempunya privasi.

Tapi, menceritakan ke Seohyun itu apa untung nya? itu tak akan membuat Luhan pindah begitu saja bukan? Yoona meremas sprei kasurnya, menahan emosi yang selama ini ingin ia keluarkan kepada Luhan.

Dia tak selemah yang dulu, ia sekarang sudah kuat. Apa dengan itu Luhan bisa menjadi milik nya lagi? Yoona! ada apa dengan mu!

Dia benar-benar tak bisa menjauhkan pikiran nya dari namja itu. Dia berdoa semoga tak ada secuil harapan nya kepada namja itu. Semoga juga usaha nya selama ini untuk melupakan namja itu tak sia-sia.

Dia sudah terlalu berjuang. Dan ia tak mau menyia-nyiakan usahanya. Toh, masih banyak namja yang mau bersamanya dan jauh lebih baik dari Luhan. Sangat jauh.

Matanya kembali tertutup. inilah mulai tantangan hidupanya. mungkin ini yang ia harapkan untuk terkahir kali. kali ini, ia mulai dari start.

….

Yoona menulusuri lorong perpustakaan itu. Ia mencari buku Biologi. di sekitar situ. Saat ia menggeser sebuah buku. Wajah nya berhadapan dengan seorang namja.

Jantung nya berdegup kencang. Keringat dingin mulai bercucuran di dahinya. “Annyeong.” Sapa Luhan ceria. yoona memutarkan bola matanya dan mengangguk pelan. dia mencoba menjadi dingin.

Luhan yang sadar akan sikap Yoona langsung mengahmpirinya. Ia berniat ingin meminta maaf. Walaupun ini memang sudah terlambat, tetapi tak ada salah nya kan minta maaf?

“Yoong?” Luhan memegang tangan yoona. yeoja itu diam seribu bahasa. Tolong jangan dekati ia lagi, jangan memanggil dengan sebutan itu dan jangan memegang tangan halusnya.

“Mianhae.” Sepatah kata itu membuat Jantung Yoona berdegup kencang. Rasanya ia ingin menangis dan mengeluarkan emosi nya yang ia pendam selama ini.

Apakah ia harus menerima maafan Luhan segampang ini?

TO BE CONTINUED

Note: Annyeonghaeseyo’-‘)/ akhirnya chapt 1 ini jadi juga, maaf kalo pendek soalnya ini juga kepepet waktunya (?) Oya author juga butuh pendapat dari kalian buat pairing couple disini. Harap di vote ya!😉

 

19 thoughts on “Fake Love – 1

  1. . ..wlaupn crtx pndek udh ckp bgss thorr!! Aq bingung mlh pairingx .mngkn krna chapterx msih awal. Ntar dech klo crty udh mulai jls aq vote. Mian thorr! Yg pnting luhan or sehun jgn ad yg sma seo ne! Jeball..oke lnjutn lgi thor jg lama2.keep writing..

  2. Ff.a bgus. . .Bingung sma pairing.a pengen.a sh luyoon, , ,tp ak pengen yoonhun jga. . .ehehe. . .ah bingung dh thor. . .next chap.a jgn kelamaan thor,keep writing n hwaiting😀

  3. wah FFnya menarik,,
    next chap ditunggu thor..
    dan masalah pairing
    hedeh-_- LuYoon sama YoonHun itu couple favorite thor,
    paling susah deh kalo disuruh milih..
    pengennya Yoong sama dua-duanya /LOL/
    smangat><keep.writing

  4. Bagus thor, tapi klo ada sehun di antara luyoon, aku lebih suka yoonhun. Aku mhon dg sngat thor, jgn pasangin sehun sama seohyun, aku antis seohyun, jebbal…
    Lanjutnya jgn lama2
    Keep writing:)

  5. YOONHUN !!
    YOONHUN !!
    apa aku harus naik keatas genteng biar ff ini pairnya bisa YOONHUN?
    tapi Luhannya jangan dipairin sama Seo ya?😦
    gak rela gitu rasanya kalo Luhan g sama Yoong..
    tapi jiwa ke shipperanku lebih besar ke YOONHUN, chingu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s