[Freelance] Chaptered : Saranghae… (Chapter1)

heerinssi_saranghae

Judul fanfiction: Saranghae…~Fall in Love (LuYoon ver.)

Author: Nisa Choco a.k.a akhtarunnisa29

Thanks for Cover Fanfiction: Heerinsi Eonni

Length: Chapter

Rating: General

Genre: Romance, Family

Cast:  Luhan “EXO” as Xi Luhan

Yoona “SNSD” as Im Yoon Ah

Support cast:  Sulli “f(x)” as Choi Jin Ri

Quotes: #Ada di bawah#

Ini asli fanfiction buatan akhtarunnisa29 yang pertama kali. Saat bikin fanfiction ini, harus ber-IMAJINASI yang keras dalam 1 MINGGU. Bayangkan? Lama juga, ne?^^ Cukup sekian aja. Mian, kalo ada typo(s) di paragraf-nya. Happy reading aja and no spam, no copas yah! \^O^/

…………………………………………………………………………………………………

Pertama kali Aku melihatnya,

ada getaran cinta yang sangat besar di hati.

Tabrakan ini sangatlah special.

Luhan & Yoona ~Fall in Love

…………………………………………………………………………………………………

Yoona’s POV:

    Ngikk.. Ngikk.. suara sepedaku bernyanyi. Kakiku mengayuh sepeda sekuat tenaga, tetapi tetap santai. “Morning, Yoona-ah!” suara yeoja yang tak asing di telingaku “Morning too Sulli-ah. Bagaimana kabarmu?” kutepakkan kakiku di jalan, agar dapat berbincang-bincang dengan sahabat sejatiku sejenak “Gwenchana. Em, kelas ballerina kita mendapat murid satu lagi! Akan lebih ramai, ne? Jangan lupa, nanti ada latihan kelas ballerina.” sorak kesenangan Sulli “Mwo? Jinjja? Kau serius. Tambah ramai saja. Ne… Aku tidak lupa kok jadwalnya” Sulli tersenyum senang. Lalu, seseorang memanggil nama Sulli dari dalam rumahnya “Um… Yoona-ah, Aku tinggal dulu ne? Itu, dipanggil eonni. Apa kau mau menunggu?” tawarnya “Anio… Mianhae. Aku ingin melanjutkan kegiatan bersepedaku pagi ini. Sedang ingin ke taman..” jawabku “Oh, gwenchana. See you later, byeee!” Ia melambaikan tangan dan masuk ke rumahnya. Aku tersenyum “Ne. Byeee…” kulihat Ia sudah tak nampak. Lalu, kukayuh lagi sepeda ini. “Na… na.. na..” kali ini, mood-ku lagi ingin menarik pita suaraku mengeluarkan nyanyian. Dan… bersenandunglah bibir ini dengan setengah merdu. Saat kayuhanku mulai agak (?) ku cepatkan, seseorang namja dengan santainya menyeberang di depan sepedaku, sambil membaca buku. Dan… Aku menjerit karena takut menabrak, tapi, oleng “Wow.. ow.. ow!!!!!” Brukkk! “Aw! Sakit…” jeritku berulang-ulang. Sepertinya… dalam hatinya, “Dasar tidak mandiri!” huh, sebal! kesalku dalam hati. Dia menatapku, tapi, malah duduk di kursi taman “Oy, ka-kau, tidak pernah bertanggung jawab, ne?! Dasar namja menyebalkan!” celotehku sembari memijit kaki yang terkilir. Sesekali Aku menjerit “Au!”. Saat sepertinya sepuluh kali jeritanku, Ia baru menolong. Dia mengulurkan tangan, dan menuntun ke kursi taman. “Hati-hati. Pelan-pelan saja” nasihat namja ini “Ne. Aku tahu.” celotehku. “Sini, coba Aku lihat lukamu, naikkan kakimu ke kursi..” nasihatnya pelan “hm… ne. Ini!” kuperlihatkan kaki indahku, yang terhias luka dan darah pada lutut “Tidak begitu besar. Hanya di bersihkan, lalu di plaster, sembuh. Hihi..bibir indahnya meringis “Hihi.. ne..” Aku  meringis juga. “Hei, seperti ini letak plasternya.” Aku membetulkan letak plaster dan memegang pergelangan tangan namja itu, “Kau ini, membebani tanganku saja. Memangnya, kau ingin cari kesempatan, ne? Aku pernah ikut palang merah kok. Tenang saja…” otomatis, Aku langsung menarik lengannya dari pergelangan namja itu karena malu “Huh, kau itu memang terlalu narsis. Siapa juga yang cari-cari kesempatan. Dasar!” celoteh Yoona. Luhan tertawa, “Kalau memang terlalu narsis, memangnya kenapa?” kami saling menatap, lalu tertawa.”Nah, sudah..” pekerjaan namja itu pada ‘lukaku’ selesai “Gomawo, ternyata, kau ini lucu juga ya.. Memangnya, siapa namamu?” Aku memandangnya, Ia memandangku, “Xi Luhan, panggil saja Luhan.. Kau sendiri??” tanya-nya balik “Im Yoon Ah imnida, panggil saja Yoona.. Oh! Jadi kau penulis, buku novel Me and You itu?? Oh..” jawabku mencoba sambil imut “Ne.. Part 4 sebentar lagi udah hampir jadi, kau penggemarku??” tanyanya, ih! Serius, dia itu tampan sekali! “Um.. Sedikit sih.. Oh, ya. Aku pulang dulu ne, ada jadwal latihan ballerina hari ini..” Aku berdiri “Eh, jangan. Biar ku antar saja..” cegahnya sambil ikut berdiri “Em.. Aku tidak ingin merepotkanmu..” Aku berlari menuju sepedaku yang jatuh tadi “Hei! tunggu Yoona, Aku tidak merasa direpotkan. Apalagi, yang Aku tolongi sepertimu..” Langkahku berhenti. Aku meleleh mendengar kata-kata itu. Memutar balik badan, dan berlari memeluk dirinya “Em..?! Ada apa denganmu?” suaranya selalu terdengar lembut “Gwenchana.. Hanya memelukmu” kueratkan pergelangan tanganku pada pinggangnya. Mulanya, Ia kaget dan tak memelukku, tapi, sekarang Ia membalasnya. “Ayo, akan kuberitahu letak jalannya..” Aku melepas pelukanku “Ne, ayo..” Ia menggandeng lenganku dan memberitahu letak kendaraan-nya. “Um, mana sepedamu?” Aku melihat di sekelilingku, tak ada satu pun sepeda “Siapa yang berkata sepeda? Kita akan naik mobil Yoong.. Itu!” tunjuknya pada salah satu mobil “Apa katamu? Mobil?! Ya sudahlah..” kagetku “Wae? Tidak apa-apa, kan?” tiap Aku berkata keras atau lembut atau marah, pasti akan dijawabnya dengan suara lembut. Kau istimewa, Lu!  batinku “Em, gwenchana. Ayo!” ajakku menarik lengannya

***

@mobil_luhan

Ia membukakanku pintu mobilnya “Silahkan masuk Yoong..” “Thanks”. “Um.. Bagaimana keadaan kakimu sekarang, cukup membaik?” tanyanya sambil menyetir ” Ne, cukup.. OH MY GOD!! Sepedaku bagaimana?” Ia mengerem mendadak “Hah?! Oh ya, jadi, bagaimana? Kau sudah membawa perlengkapan ballerina-mu belum? Kalau belum, sekalian pulang dan ambil sepedamu..” tanya-nya kaget “A-aku sudah membawa perlengkapannya..” Aku dan Luhan mengendus bersamaan “Em.. Ya sudah, nanti saja. Pasti Sulli akan memarkirnya di rumah Sulli. Pasti, dia akan lewat taman tadi..” yakinku “Sulli?! Siapa dia?” tanyanya serius ” Sudah, ayo jalan lagi. Nanti kuberitahu..” Ia menyetir kembali “Siapa sih.. Nah, setelah ini lewat mana?” celetuk-nya “Sahabatku. Setelah minimarket itu.. itu! Belok kanan, lalu luruuuus… Di kiri ada tulisan ‘행복한 Ballerina’. Sudah..” tunjukku. Tunjuk atau jelasku ya? hihi..^^ “Oh.. Okay. Aku tau..” singkatnya. Selama menuju lokasi, tak banyak bincang-bincang kami. “Lu, sebenarnya, Aku lebih suka sepeda daripada mobil..” melasku (?) “Oh.. Jadi itu yang membuatmu kaget. Okae, Aku akan mencoba naik sepeda besok..” “Mwo? Jinjja? Akan kupastikan besok.. Awas ya!” tantangku. Kami tertawa

***

“Sampai.. Aku tunggu ne..” kata Luhan riang “Ish, kau ini selalu direpotkanku..” kusenggol bahunya “Eits.. Aku tidak merasa direpotkan..” jari telunjuknya berada di tengah-tengah bibirku. “Hei. Kau tahu, kita ini masih kecil. Dan, kau tahu, cerita tentang orang dewasa yang dilakukan oleh seumuran kita? Mereka bodoh.. Seharusnya, kita, harus menunggu 5 tahun lagi untuk menjadi dewasa..” tanyaku saat kami menyeberang jalan (tetapi tidak bergandengan) “Oh ya.. Kau seperti Gwon Hye. Yeoja yang ada di buku novelku part 3. Kau sudah melihatnya?” Ia menatapku “Dengar Lu, Aku tidak terlalu hobi membaca.. Aku baru membaca sampai part 2. Itu pun belum selesai..” jawabku agak mengeyel (membantah) “Ne.. Mianhae. Saranghae.. Yoong” Aku kaget “Apa?! Apa katamu?” “Em.. tidak ada apa-apa..” celetuknya, yang membuatku tambah heran. Padahal, sebenarnya Aku tahu. Dia berkata S-A-R-A-N-G-H-A-E padaku.

***

“Selamat datang.. Bisa kubantu?” (tanya seorang yeoja Customer Service padaku)

“Em.. Saya Yoona sam. Pelatih ruang 2..”

“Ini kartu absent-nya Yoona sam..”

“Gomawo..”

Aku dan Luhan berjalan menuju ruang 2.. “Siapa tadi, lumayan cantik juga..” hah?! Dia berkata itu?! MaksudNYAAA?!!!! “Kau pasti bercanda, kan? Tidak mungkin.. Kau kan suka padaku.. UPS!”

Luhan’s POV:

Apa yang dia katakan? Kok, dia tahu Aku hanya menyenggol perasaannya.. “Wae?! Apa yang kau katakan Yoong?”

“A-aku tidak berkata apa-apa..” _Yoona

“Jadi, kau suka Aku?! Dan sampai ke-ceplosan?” _Luhan

“Tidak… Tidak.. Tidak! Hua.. Aku tidak tahan dengan perasaanku ini.. Saranghae Luhan Oppa!” (Yoona memelukku hingga membuat perjalanan menuju ruang 2 berhenti)

“Aku tahu. Sebelum kau mengatakannya, Aku sudah berkata itu padamu..”

“Aku tahu.. Sebenarnya, Aku sudah mendengarkannya tadi..” _Yoona

“Okay. Jadi bagaimana?” _Luhan

“Bagaimana? maksudnya?!” _Yoona

“Apakah Aku lebih dari.. ya, teman.. atau ya sahabat.. atau ya… sahabat..” (Aku gugup) _Luhan

“Hihi..^^Ne. Kita “BERJADIAN’ ”

Kyaaaaaaaaa…!! Aku senang sekali. Aku akan berjanji menunggumu hingga selesai nanti, Yoongie batinku yang kututup dengan sebuah senyuman.

“Ayo, ini ruangnya ‘OPPA’ ”

Akhirnya.. Kata OPPA tersebut di bibirnya. Sudah sejak tadi Aku menunggu kata itu.. -Luhan-

Gimana menurut kalian? Kurang panjang? Ini udah 1207 word loh.. But.. Maybe, emang kurang panjang, sih.. Segini aja.. Ditunggu Chap 2-nya ne.. BYE.. -Nisa-

 

14 thoughts on “[Freelance] Chaptered : Saranghae… (Chapter1)

    • Iya ih.. Yang masuk otak cuma segini😦 Rencana chap 2 mau dipanjangin.. Biar lebih semangat, jangan kapok komentar ya.. Gomawo udah mau baca ff ini^^

    • Jinjja?? Bagus?! Benarkah?? *teriak_ala_ibu2_rempong. Iya nih, yg masuk otak cuma segini. Padahal, imajinasinya sampai 1 minggu loh.. Harap sabar sebentar. Thankies buat komentarnya.. ;-D

    • Wah???!!!! KEREEEN?????!!!! #stress_memuncak. Iya sih, kebanyakan, pengomentar di ff ini bilang alurnya kecepetan. Tapi…😦 Ah, sudahlah.. Oke, lanjut yokkkk!!!^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s