Memorable (The Begining)

Memorable

Author : HyukGumsmile

Title : Memorable (The Begining)

Cast : Cho kyu hyun, Im yoona, Choi siwon, Tiffany

Genre : Romance

Length : Chaptered

Ratings : PG-15

Desclaimer : My first debut FF. Please give a respons and i’ll do my best at next.

Anyway, Happy Reading^^

**

“yoon, buka pintunya!!”

Gadis itu tersentak kuat. Malam berangin membawanya pada mimpi yang terlalu cepat menjelang. Rintik hujan yang semakin mendinginkan suhu membuatnya terlena hingga tersesat pada lautan alam bawah sadar.

“yoon!!!”

Gedebum pintu terdengar semakin keras. Yoona tersadar dengan kedua mata yang terlalu berat dan tulang rusuk yang terasa bergeser sesaat. Matanya melirik sayu pintu kamar yang tampak samar dalam kegelapan malam.

“im yoona!!”

Dan pintu bergemuruh mengiringi suasana luar. Hujan terdengar mulai deras, menenggelamkan suara halus yang terekam indra pendengar lalu satu kilat besar menyadarkan gadis itu dengan cepat.

“yoon!!” pintu kembali bergemuruh. Dengan cepat yoona bergerak menuruni ranjang dan membuka pintu kamarnya. Ia berjalan menghidupkan lampu ruang tengah lalu menuju intercom apartemen. “yoon, dingin..”

Suara itu terdengar mulai melemah sejurus perasaan yoona yang semakin keruh. Gadis itu mempercepat langkahnya sebelum akhirnya bertemu dengan manik buram milik seorang namja.

“kenapa lama sekali?!”

Namja itu memberengut manja sebelum masuk dan mengganti alasan kakinya dengan sepasang sandal rumah yang hangat. Yoona menggerutu meski tetap tak perduli entah semalam apa namja itu datang.

“yoon, aku ingin coklat hangat” yoona memberhentikan langkahnya ketika sebuah suara bariton tegas memintanya dengan nada yang sulit diabaikan. Yoona mengalah, menit berikutnya segelas coklat hangat terletak manis diatas meja didekat namja itu meringkuk.

“kau tak pulang kerumah?”

Yoona memilih untuk duduk pada pinggiran ranjang, mengacak rambut tebal namja itu dengan geram lalu menarik sebuah boneka untuk ia peluk.

“hmm, tidak”

Yoona mengerutkan kening “kau bau soju!!” tegasnya.

“ck, diamlah yoon. Aku pusing!”

Gadis itu mengedikkan bahunya tak perduli, selang detik terlewat yoona dapat mendengar dengkuran halus dari tidur pulas namja didepannya. Bibir tipis itu tertarik manis, membentuk lengkungan garis mata seindah pelangi.

Yoona memilih untuk diam lalu berjalan menjauhi ranjang.

**

Tanganku bergetar. Sesuatu mengguncangnya kuat lalu aku tersadar ketika sosok keramaian mengepungku dalam masa depan yang terlalu fana. Aku terdiam. sempat tergugu pada hipotesis lama yang kini berkembang jadi semakin nyata.

“eomma!!”

Aku tersentak. Suara kecil itu semakin menyadarkanku, menarikku dari gelapnya kenangan. Ia menggerutu, bibir mungilnya mengerucut dengan kedua mata yang hampir terpejam. Aku menyempatkan diri untuk tertawa sebelum berjongkok untuk menyamakan tinggiku lalu mengusap sayang surai hitamnya.

“ya sayang?”

Bibir mungil itu masih mengerucut “sebaiknya kita pulang saja. Aku tidak mengenal siapapun” pintanya dengan lafal yang masih terlalu kekanakan. Oh ya, aku lupa jika ia memang masih terlalu kecil.

Jemari mungilnya mengatakan dengan jelas bagaimana gadis cantik dengan dress pesta yang mengembang itu masih berumur tiga tahun.

Aku kembali tertawa pelan. Kuusap pipi putih susu yang terlalu berisi miliknya kemudian mengecupnya lama “baiklah, tapi kita harus bertemu pemilik pesta. Setelah itu baru kita ke toko es krim, otte?”

“jinjja?! Nan johayo!!”

Aku tak mampu menyembunyikan bahagia itu ketika mata bening miliknya bersinar. Membesar seiring senyuman yang mengembang. Ia menarik tanganku bersemangat mencari si pemilik pesta hingga panggung kecil itu termakan sorot mataku.

Dan dia,, disana.

**

“yoon, sumpah ini bukan salahmu. Aku minta maaf”

Wanita itu meringkuk dengan bahu yang bergetar hebat. Bulir kristal terus mengucur tanpa henti sementara mata bening miliknya semakin memerah.

“demi tuhan yoon, aku akan bertanggung jawab!!”

Namja itu tak perduli. Derap kakinya melangkah memperkecil sudut ruangan. Lalu tak lama menarik yoona menuju pelukan hangatnya. Mereka bergetar, dan sebelum pertahanan itu semakin melemah, yoona merosot jatuh menuju lantai. Ia kembali meringkuk dalam gelungan lutut untuk menyembunyikan malu yang tertera jelas pada wajahnya.

“yoon.. aku janji__” Yoona menggeleng kasar.

“kita sahabat. dan meski aku mencintaimu,, ini tetap saja tidak benar!!”

**

Aku kembali terdiam. Panggung kecil itu tak lagi jauh. Dan dia,, berdiri disana.

“eomma!!”

Aku termakan masa lalu. kepungan awan hitam itu kembali menggelayuti hatiku. Mata ini tiba-tiba memanas, lalu buku jemariku terasa lebih beku.

“eomma!!”

Aku masih disana. Menatap tanpa minat seorang lainnya yang masih terlihat bahagia dengan lingkar perak pada jemari miliknya. Seorang wanita bergaun putih gading terus berada dalam kukungan lengan kekar miliknya hingga satu persatu tamu terlihat memberikan ucapan selamat.

Mereka bertunangan, beberapa saat yang lalu.

“EOMMA!!!”

Aku tersentak. Rengekan gadis kecilku tak membuat sesuatu yang begemuruh itu menjadi tenang. Aku tersulut api, mataku berkunang hingga bendungan air mata terasa wajar saja untuk kujatuhkan saat ini.

“eomma aku mau es krim”

aku berjongkok cepat. menghapus air mataku ketika wajah malaikat kecilku menunjukkan tanda tanya besar “eomma ingin ke toilet sebentar, ayo” dan kupotong pembicaraan sebelum ia berani bertanya

**

Yoona tersenyum dalam gemericik cahaya terang. Kertas putih itu dengan cepat beralih meuju bawahan meja ketika derap langkah tegas menghampirinya.

Yoona tersenyum. Mengulum manis dalam senyuman selamat datang miliknya. Ia tersipu malu detik setelah kecupan ringan itu menghangatkan kulit pipinya.

“sudah lama?”

Gadis itu menggeleng manis. Senyuman mereka dipertemukan waktu dalam selang angka yang tak berkesudahan. Silih berganti menemani senggang yang tak rapat.

“yoon__”

“kyu__”

Mereka terdiam. dan jutaan titik menyatukankan mereka dalam satu garis indah menuju manik mata.

“kau duluan” lalu yoona menggeleng keras.

“kau saja” balasnya.

Yoona masih diam. Kertas putih itu masih ia jaga dengan baik. Terlipat dua dalam genggaman tangan yang hangat.

“kebetulan sekali kau mengundangku untuk makan siang. Aku ada berita gembira. Yoon..” yoona tak lagi mendengar. Percikan bahagia itu terlalu menarik fokusnya. Ia terlena dalam masa yang mencair. Menaruh setiap harapan tertingginya pada asa yang tak terjangkau.

Yoona, entah mengapa ratusan detik sebelumnya merasa terlalu yakin untuk memulai segalanya. Bersamanya.

“__dan tiffany menerimaku kembali untuk berada disisinya, yoon”

Dan jam pasir itu berhenti. Bergoyang menggelinding jatuh dan pecah. Masa itu masih ada, tapi esensi rasanya telah mati.

Binar bahagia namja itu membunuhnya. Menghempas gantungan asa yang terlalu tinggi lalu menginjaknya dalam kepedihan yang mengikis.

Ia berharap terlalu banyak. Dan kertas putih itu lusuh termakan remasan emosi.

**

“EOMMA!!”

Aku kembali tersentak. Oh, seharusnya luapan itu tak lagi terasa. Namun perih itu justru kentara.

Gadis kecilku memberengut. Menatapku dengan manik mata menghawatirkan. Menghangatkan bekunya jantung yang mulai tak kuasa membendung kecewa.

Aku menggenggam jemarinya lebih erat. Ini saatnya. “ra-ya, secepat apa malaikat eomma menginginkan es krim?”

Matanya kembali berbinar “tentu saja secepatnya!” ia menjawab antusias “ayo eomma! Ayo temui pemilik pestanya”

Aku tersenyum setuju.

Baiklah. Bukan saatnya untuk kembali. meski detak jantung tak lagi terdengar baik. Aku tak mungkin terus menghindar. Berbalik langkahpun sudah terlambat.

Aku melemah. Perih itu masih menikamku. Masa itu terus menghantuiku. Aku lemah. Lemah disaat dunia bahkan memintaku untuk menjadi beribu kali lebih kuat.

Aku menarik berat nafasku. Mengisi seluruh paru-paruku sebelum langkah menuntunku pada kerumunan tamu yang tertawa bahagia.

Aku sempat bergetar. Tatapan lembut itu menangkap sosokku hingga ia terpekik hebat “yoon!!” pekiknya.

Ia berhambur cepat. memelukku dalam kerinduan yang terpendam. Bersembunyi terlalu lama membuatku –mungkin- tak lagi mengenalnya.

“yoon, aku merindukanmu”

Aku tertegun sesaat “aku juga, tiff”

Aku tertohok. Dan ragaku terasa tak bernyawa ketika tatapan itu menusukku. Mengulitiku dengan binar keterkejutan yang terlalu kentara. Membuatku terdiam tanpa mampu melakukan apapun.

Jemari kecil putriku mengusik acara kami. Tatapannya berubah takut ketika hening tercipta dengan sendirinya. Aku tersenyum samar, menenangkannya sebelum mengikuti tiffany yang mengeretku menuju ‘dia’.

Mimpi masa laluku.

Senyuman samarku mengisi ruang kosong diantara kami. Lalu jemariku perlahan terangkat berat. “selamat.. kyu. Pertunanganmu”

Lalu bom waktu itu menyala. Menghitung mundur hidupku dalam detik panas yang terus berlalu.

Aku termangu. Dan namja itu mengerjapkan mata hazelnya serupa milik gadis kecilku.

“i_im.. y_yoona?”

-kkeut-

Beri respon, haruskah ini dibuat dalam bentuk chapter? thanks^^

142 thoughts on “Memorable (The Begining)

  1. Hiks … aq gak tau klo ada part beginning nya. Jd udah baca part 1 aja. Tp akhirnya aq tau klo yoona itu adalah orang ke 3 .
    Lanjut next part !!😀

  2. eonni aku ketagihan baca ff mu..😀
    hari ini lagi free kebut baca unexpected
    sekarang tergoda buat baca memorable🙂
    kyuhyun sama fanny?
    moga aja akhirnya tetep kyuna (maksa) hehehh

  3. dari dulu aq sudah pengen baca fiksi karna aku tau author emang keren tapi mengingat siwon yg jadi pihak ketiga aku takut jadi nggak dapet feelnya!! #andai saja siwon diganti donghae wkwkkwkwkk

    now i wanna try to read this fiction i hope i enjoy read this story!
    numpang baca ya authornim!!! hehehe

  4. Sedikit curhat, aku sebenernya udh ninaggalin dunia per FF-an sekitr 1 tahun lalu. n karena ini lg lbr tiba2 jd kecantol lagi deh🙂 Anyway, karena aku suka bangt sm Yoonwon, aku berharp si dlm FF ini mereka jadian, tp secara blm ada tanda2 nongolny siwon jd y no idea jg.. haha
    Anyway, aku suka bagt caar menulis kalimat2nya, beraturan, dan tindak berantakan.
    Intinnya aku ga sabar mau baca lanjutanny! Haha

    Thank u n GBU

  5. author aku sua hari yang lalu sudah menuntaskan ff ini. tapi dari awal aku belum sempet komen karena aku ngebut bacanyaaaaaaa. jadi mulai dr sini aku mulai komen ya tor . sumpah author ini f keren banget. suka sama alurnya keren kereeeen daebak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s