[Freelance] Kuroii (Chapter 4 : Reason)

kuroii poster

Author : Upleize

 

Title : Kuroii (Chapter 4 : Reason)

 

Cast : CNBLUE Jonghyun, SNSD Yoona

 

Genre : Action, Romance, Family

 

Length : Chaptered|Ratings : PG-15

 

Desclaimer : Pure from my special imagination #halah!

 

 

 

Note : Happy reading ajaa😀

 

 

Previous chapter preview :

 

“Siapapun gadis itu, pastilah dia beruntung untuk bisa memenangkan hatimu nak, Ibu juga berterima kasih pada gadis membuatmu lebih ceria sekarang” Kuroii menyerngit mendengar perkataan ibunya. Apa benar dia jadi lebih ceria sekarang ini? bukankah semuanya biasa-biasa saja? Ah… entahlah.

 

 

 

 

 

 

Musim dingin membuat suasana terasa sama. Siang atau malam sama-sama dingin. Yoona mengeratkan jaket dan membenamkan separuh wajah ke dalam  gulungan scraft biru—pemberian Kuroii— yang menguasai lehernya. Pagi ini cuaca sangat dingin. Salju tebal mulai menutupi badan jalan. Menyisakan jejak-jejak sepatu di atas trotoar.  Gadis itu duduk menghadap ke jalan di sebuah halte bus. Disampingnya bertengger sebuah payung bermotif kartun yang terlipat rapi—belum digunakan sejak tadi. Pikirannya melayang kemana-mana senada dengan jarinya yang tak sengaja mengetuk bangku di halte itu. Dia merindukan Korea, merindukan Yuri dan keluarganya. Yoona merindukan kampung halamannya.

 

Hari ini Ia akan ke Hokaido mengunjungi festival kembang api. Alih-alih menunggu bus, Yoona sebetulnya menunggu kedatangan Kuroii. Mereka janjian akan pergi bersama menikmati liburan akhir pekan.

 

“Kuroii-san!” Yoona melambai mendapati Kuroii sudah ada di seberang jalan lengkap dengan motornya. Ia bisa melihat bentukan senyum di wajah pria tampan itu dari balik kaca helmnya. Yoona dengan hati-hati menyeberangi jalan mendekati Kuroii.

 

“Kita berangkat?” Kuroii mengangguk, dan dia melihat scraft pemberiannya ada di leher Yoona. Membuat pria itu semakin sumringah saja.

 

“Apa aku cantik? Sampai-sampai kau tersenyum dari tadi?” Kuroii tidak bergeming sedikitpun. Ia tetap fokus pada jalanan.

 

*

 

 

Festival kembang api di Hokaido sangat meriah. Selain itu ada juga karnaval keliling yang dilaksanakan warga kota. Hari itu suasana antara Kuroii dan Yoona sangat berbeda. Atau bahkan baru sekali ini, Kuroii ingin berfoto dengan ekspresi lebih ceria dari biasanya. Mereka tak melewatkan satupun mascot untuk diajak foto bersama. Dan Yoona tahu, Ia belum pernah melihat Kuroii yang seperti ini. Hangat dan menyenangkan.

 

“Satu…. Dua…. Tiga….”

 

Jpreeet!

 

Kuroii baru saja memotret dirinya sendiri dan Yoona tanpa mascot. Gadis itu tidak melewatkan kesempatan untuk melihat dan berkomentar. Mereka bersama-sama memperhatikan layar ponsel Kuroii yang cukup lebar, sehingga bisa tampak jelas wajah mereka berdua yang tersenyum ceria.

 

“Wah… kau lihat? Aku cantik?” Kata Yoona dan membuat pria itu terkekeh pelan.

 

“Akuilah!”

 

“Hahaha” Yoona baru sadar, Kuroii memiliki lesung pipi yang sangat menawan.

 

Kedua orang itu berjalan menuju gedung pertunjukan sulap yang sudah sangat ramai antriannya. Yoona ingin sekali menonton dan tak henti hentinya merengek pada Kuroii yang sebetulnya tidak bosan sama sekali. Kehidupannya jadi berbeda sekarang. bukan sedikit berbeda, tapi seperti ada hal baru yang menjadikannya lebih menarik dari sebelumnya.

 

Sayangnya semua itu harus berlaku hanya sementara saat ini, Kuroii tiba-tiba bertingkah aneh saat mereka sedang berdiri mengantri tiket pertunjukan sulap. Ia sepertinya melihat sesuatu. Wajahnya berubah menjadi tegang.

 

“Ada apa?” Yoona mengikuti arah pandang Kuroii, namun pria itu merangkulnya dan berjalan meninggalkan tempat itu. Kuroii tidak berkata apapun, tapi wajahnya menunjukkan kecemasan luar biasa, bahkan Yoona tahu itu. Mereka terus berjalan menjauhi tempat sulap tadi.

 

“Ya! Bukankah kita akan menonton?” Kuroii tetap diam dan terus berjalan.

 

“Aku janji akan mengajakmu nonton pertunjukan sulap, kali ini dengarkan aku baik-baik, kita harus pergi secepatnya dari tempat ini” Kuroii tidak mampu menyembunyikan kecemasan yang Ia rasakan. Matanya memandang sekeliling. Mereka tahu dia ada disini. Takeshi Yoho dan anak buahnya.

 

Takeshi Yoho adalah pemimpin Yakuza dari klan yang berbeda dari klan Kuroii. Kedua klan ini sudah bermusuhan sejak bertahun-tahun mungkin sebelum Kuroii lahir ke dunia. Ayahnya—Yoshimoto Hiro dan Takeshi Yoho adalah musuh bebuyutan sejak lama. Mereka saling memendam dendam, dan bukan satu kali ini Kuroii berhadapan dengan mereka. Ia bahkan berkali-kali bisa lolos dari kepungan Takeshi dan anak buahnya. Tapi keyakinan serupa tidak hadir saat ini, Ia bersama Yoona dan Kuroii perhatikan, Takeshi sudah merekrut banyak orang untuk menjadi pengikutnya. Kuroii bisa mengenali, bahkan hampir separuh penghuni karnaval itu adalah anak buah Takeshi. Runtukan kesal dalam hati tak dilewatinya, kenapa ia baru sadar sekarang?

 

Kuroii tak lagi membiarkan Yoona, Ia terus menggenggam erat tangan gadis itu. Mencari jalan keluar dari tempat karnaval secepatnya. Kelihatannya Takeshi hanya tahu keberadaan Kuroii, tapi mereka belum menemukan dia.

 

 

 

“Aku mau ke toilet” Kuroii mengangguk. Kebetulan Ia dan Yoona sedang berada di dekat toilet.

 

Kuroii berbalik saat seseorang menepuk pundaknya dengan keras.

 

“Benar, itu kau!” Teriaknya. Dengan cepat Kuroii meraih pedang yang Ia simpan dibalik jaket Kulit yang Ia kenakan. Menebaskan ke Udara. Kuroii baru bisa melihat, betapa banyak sekali orang-orang yang Ia hadapi. Sesaat Ia melirik ke toilet, syukurlah Yoona belum keluar, Ia harus menyelesaikan semua ini sebelum Yoona keluar dan merasa ketakutan.

 

Pedang Kuroii dengan cepat melibas beberapa orang sekaligus, Ia memiliki teknik bela diri yang tak dapat diragukan lagi. Menumbangkan beberapa orang sekaligus bukan perkara mudah. Kali ini tak ada keraguan dalam hatinya untuk terus menyerang mati-matian.

 

“Kau memang anak Hiro!” Seru seseorang membuat pertarungan terhenti. Kuroii ikut melihat seseorang itu. Itu Takeshi, pria paruh baya seusia dengan ayahnya, orang yang akan menjadi musuh nomor satu klan Ryu. Takeshi mendekati Kuroii, memberikan senyuman yang menurut Kuroii sangat menggelikan, pria itu menepuk pundak Kuroii.

 

“Ia membesarkanmu dengan baik, setelah pelacur itu meninggal” Kuroii sadar, pelacur yang dimaksud adalah ibunya. Ingin sekali lagi Ia menebas pedangnya, mencincang pria tua itu.

 

“Dan, Kau… juga semakin tampan nak” Lanjutnya. Kuroii Kini dikepung, sesaat Ia lupa tentang Yoona. Tempat itu memang agak sepi dari pengunjung karnaval, jadi tidak ada yang akan melihat. Kuroii yakin, seluruh anak buah Takeshi telah dikerahkan untuk mengepungnya.

 

“Aku dengar, kau selalu lolos dari anak buahku. Bisa kita hitung? Berapa kali kau lolos? Apa kau pikir, hari ini kau akan lolos lagi?” Kuroii sudah beberapa kali berhasil lolos dari Takeshi, Ia sendiri tidak punya prediksi entah Ia bisa lolos atau tidak. Satu-satunya yang Ia khawatirkan adalah Im Yoona yang belum juga keluar dari toilet.

 

“Dengan tangan ini, aku akan mencabut nyawamu Yoshimoto Kuroii!” Erang pria itu. Ia mencabut pedangnya dengan penuh emosi. Kuroii langsung bersiap menghadang, apapun yang terjadi Ia pasrah. Takeshi buka lawan yang mudah. Adu pedang pun tak terhindarkan, Kuroii mengerahkan seluruh kemampuannya, meraih setiap bagian tubuh Takeshi dengan segenap kecepatan yang bisa Ia ciptakan. Takeshi terlalu tangguh. Terlalu Tangguh. Kuroii beberapa kali tersungkur ke tanah akibat pukulan-pukulan Takeshi.

 

Hingga akhirnya Ia harus jatuh lagi. Takeshi mengambil kesempatan ini untuk mengakhiri hidup Kuroii.

 

Hiaaaaaaaaaattttttttt

 

SKUESSSSSS!!!!

 

AHHHHHHHH!

 

*

 

Im Yoona baru saja keluar dari Toilet, saat pedang milik Kuroii malah tertancap di perut Takeshi. Takeshi gagal melangsungkan niatnya untuk mengakhiri hidup Kuroii dan malah Ia yang harus tewas di tangan Kuroii. Im Yoona melihat itu, Ia langsung terduduk lemah, Kuroii bisa melihatnya. Tidak ada waktu lagi untuk khawatir, Ia buru-buru bangkit dan meraih tangan Yoona, membawanya pergi dari sana.

 

“Kuroii…. Kau?”

 

Airmata Yoona tak terbendung lagi melihat apa yang baru saja dilihatnya. Apa Kuroii baru saja membunuh seseorang? Apa dia tidak salah lihat? Ya Tuhan. Bagaimana bisa Im Yoona merasa aman berada di dekat seorang pembunuh?

 

*

 

Kuroii memutuskan untuk menelpon Kyuhyun setelah merasa mereka—Ia dan Yoona, sudah berada di tempat persembunyian yang aman. Sejak kematian Takeshi beberapa jam lalu, mereka kini menjadi buronan anak buah Takeshi, untung saja Kuroii terlalu cepat untuk ditangkap dan mereka berhasil lolos.

 

“Hyung?” Kata Kuroii di telepon.  Yoona ikut tersentak, saat sadar yang ditelpon adalah Kyuhyun. Ia tidak menyangka Kyuhyun akan terlibat dalam hal ini juga.

 

“Jonghyun? Dimana kau? Apa kau baik-baik saja?” Kyuhyun tampak sangat cemas. Sepertinya mereka sudah mendengar kejadian tewasnya Takeshi.

 

 

 

“Aku, sedang bersembunyi Hyung!”

 

Ia menceritakan segala kejadian yang Ia alami dan memberitahu Kyuhyun dan juga tentang Yoona yang bersamanya saat itu. Kuroii bisa melihat Im Yoona yang sejak tadi terdiam di sebuah bangku di sudut ruangan tempat mereka berada itu. Gadis itu tidak berkata apapun, melainkan hanya diam seribu bahasa, dengan wajah penuh kecemasan. Ralat. Mungkin ketakutan. Kuroii meminta bantuan Kyuhyun untuk mengerahkan orang-orang dan menjemput mereka di Hokaido saat itu juga. Kondisi Im Yoona juga tidak memungkinkan untuk tetap tinggal di Hokaido malam itu.

 

“Tok….tok…tok…” dengan hati-hati Kuroii membuka pintu kamar itu saat mendengar ketukan. Yoona juga ikut terhentak dan semakin takut. Kalau-kalau itu orang-orang yang mengejar mereka itu lagi. Ia sudah cukup lelah harus kejar-kejara beberapa jam terakhir. Tak ada pilihan lain selain ikut lari bersama pria pembunuh yang ada di hadapannya ini. mereka akan membunuhnya juga jika tertangkap.

 

“Berapa lama lagi kalian disini?” Tanya seseorang dibalik pintu. Ia adalah pemilik motel yang merupakan mantan anak buah Yoshimoto. Saat mengenali Kuroii, pria itu langsung berniat menolongnya. Menyembunyikan Ia dan Im Yoona sebaik mungkin.

 

“Mereka akan segera datang, menjemput kami”

 

“Baiklah, aku hanya bisa menahan kalian satu jam dari sekarang, sebelum mereka menghancurkan tempat ini”

 

“Terima kasih banyak”

 

“Berikan ini pada gadis itu, sepertinya dia kelaparan” Pria itu menyerahkan nampan penuh roti gulung dan susu putih pada Kuroii.

 

DUK!

 

“Makanlah, kau pasti lapar” Tawar Kuroii pada Yoona. Gadis itu malah langsung menunduk tak ingin menatap Kuroii.

 

“Tenanglah” Kuroii meraih tangannya mencoba menenangkan keadaan Yoona yang masih tampak sekali shock. Alih-alih merasa aman, gadis itu menarik tangannya menjauhi Kuroii. Kuroii hanya bisa menelan ludahnya, gadis itu sangat ketakutan hingga wajahnya pucat pasi.

 

*

 

 

Setelah kejadian di Hokaido, Kuroii meminta perlindungan langsung terhadap Im Yoona, walau sebetulnya gadis itu juga tidak mengetahuinya. Kuroii melakukan ini juga tanpa sepengetahuan ayahnya. Kenyataan yang harus ia terima adalah, Kuroii semakin jauh dari gadis itu. Entahlah, Yoona menghindari Kuroii berminggu minggu setelahnya. Pernah Kuroii mencoba masuk ke apartemen Yoona dengan cara yang biasa Ia lakukan, namun tampaknya gadis itu sudah mengganti password pintu apartemennya. Sesekali mereka berpapasan di perpustakaan utama, namun gadis itu tidak sekalipun menyapanya seperti biasa.

 

“Kau bertengkar dengan Yoona?” Tanya Ibu penjaga. Kuroii hanya tersenyum ringan. Ia rasa Ia harus terbiasa dengan hal ini.

 

Yoona sendiri terlalu takut untuk berhadapan dengan Kuroii. Rumor itu ternyata benar, Kuroii memang seorang Yakuza. Mafia jahat, dia juga seorang pembunuh. Pilihan-pilihan sulit harus ditempuhnya, mulai sekarang Ia harus terbiasa tanpa Kuroii, karena tidak mungkin Ia harus terus bersama dengan orang yang akan membahayakan nyawanya bukan? Im Yoona harus menekan rasa rindunya pada Kuroii selama berminggu-minggu. Berusaha tidak mengingat pria itu dengan jalan menjadi lebih sibuk dari biasanya, entahlah berhasil atau tidak, yang pasti, gadis itu harus bisa.

 

*

 

 

 

            “Aku sudah bilang padamu, jangan jatuh terlalu dalam”

 

Kuroii menatap ayahnya yang sibuk menyesap cerutu yang sangat tebal. Disamping Kuroii ada juga Kyuhyun yang ikut duduk bersila di samping ibunya. Malam itu mereka mengadakan makan malam bersama. Merayakan kematian Takeshi. Harusnya semua orang merasa senang, terlebih Yoshimoto sangat bangga pada Kuroii yang sudah berhasil membunuh musuh bebuyutan mereka. Alih alih merasa bangga, Kuroii saat ini malah sedang berada di puncak kekhawatiran yang luar biasa. Ia mengkhawatirkan Im Yoona, dan Ia tahu, ayahnya mungkin tidak akan peduli. Pria itu hanya diam dan belum sedikitpun menyentuh makanannya.

 

Kyuhyun dan Ibunya—Kim Pilok tak henti-hentinya berbagi pandang. Mereka belum pernah melihat Kuroii yang seperti ini. biasanya Kuroii akan menjadi manusia yang tidak dapat tertebak ekspresinya. Tapi mereka bisa melihat jelas gambaran kekhawatiran yang luar biasa dari wajahnya. Kyuhyun mengenggam tangan ibunya yang lebih mengkhawatirkan keadaan Kuroii.  Kuroii sendiri terlalu menyesal karena sempat tidak berpikir panjang terhadap pertemanannya dengan Im Yoona. Ia lupa diri, bahwa takdirnya memang menjadi seorang Yakuza.

 

“Aku sudah selesai!” Kuroii bangkit dari duduknya karena sudah tidak tahan dengan hiruk-pikuk suasana di ruang makan yang megah itu. Makanannya ditinggalkan begitu saja. Yoshimoto tersenyum bangga pada anaknya Kuroii yang berlalu meninggalkan mereka. Sebetulnya, Kuroii sangat uring-uringan hari ini.

 

*

 

 

Dan malam itu menjadi malam yang kesekian, Kuroii harus menerima Im Yoona tidak mau menjawab telepon darinya.

 

“Kau? Tidak apa-apa?” Kuroii bisa mendengar suara Kyuhyun menegurnya dari lorong. Kuroii berusaha membuat ekspresinya setenang mungkin sebelum berbalik menghadap Kyuhyun dan memberikan senyum yang dipaksakan. Ia mengangguk.

 

“Kau mengkhawatirkan Yoona?” Kyuhyun tahu, sumber kekhawatirannya. Kuroii tidak menjawab ataupun mengangguk. Ia dan Kyuhyun sama-sama tahu, ayah mereka tidak akan membiarkan gadis itu “beredar” dalam waktu lama. Gadis itu terlalu banyak tahu tentang mereka. Sekeras apapun Ia dilindungi, akan ada tindakan ayahnya yang bisa membahayakan nyawa gadis itu. Yoona dalam bahaya, baik dari sisi musuh-musuh mereka ataupun dari pihak ayahnya sendiri. Musuh-musuh mereka sudah menandai Yoona sebagai salah satu target mereka karena diketahui dekat dengan Kuroii. Belum lagi ayahnya yang tidak akan membiarkan rahasia ini terbongkar. Bisa saja, Ia membunuh Yoona secara diam-diam tanpa sepengetahuan Kuroii.

 

“Ia…. Akan baik baik saja” Kyuhyun menepuk bahu Kuroii mencoba menguatkan.

 

“Aku tidak akan membiarkan gadis itu dalam bahaya” Kuroii menatap kakaknya. Begitu sayang Ia terhadap Kyuhyun. Sangat sayang.

 

 

 

*

 

 

 

“Kau meminta mereka mengawal gadis itu?” Kuroii tertunduk di hadapan ayahnya, ada Kyuhyun juga disana. Kuroii mengangguk mengakuinya.

 

“Iya ayah” Katanya

 

“Kau sudah benar-benar jatuh nak!” Kuroii berani mengangkat wajahnya.

 

“Kau sudah jatuh cinta Kuroii, dan itu kesalahanmu!” Kata Ayahnya lagi. Entah kenapa Kuroii seperti merasa terluka oleh kata-kata ayahnya barusan. Ia merenungkan semuanya, seakan tak ada lagi haknya untuk berkehidupan pribadi. Kim Pilok tahu posisi Kuroii, Ia memahami anak tirinya itu lebih dari siapapun.

 

“Kau? Tidak apa apa?” Kim Pilok akhirnya menemui Kuroii yang terdiam memandang kosong kearah kolam ikan di Ryuchi. Kuroii menoleh mendapati ibunya mendekat sembari tersenyum. Kuroii mengangguk pelan.

 

“Kau mengerti kan, maksud ayahmu?”

 

“Tidak, aku tidak mengerti bu”

 

Kim pilok memeluk Kuroii erat. Menyeka kepala anak itu. Mengambil seluruh lukanya.

 

“Dia mirip Ibu”

 

 

 

 

 

Flashback

 

Kuroii duduk di bawah pohon beringin di dekat kolam ikan milik ayahnya. Ia membawa dua kotak kecil bersamanya, salah satunya adalah kotak antik yang ibu tirinya berikan beberapa hari yang lalu. Kuroii penasaran dengan isi dari kotak itu dan akhirnya baru hari itu dia berkesempatan melihatnya. Kuroii membuka kotak antik itu dan Ia temukan sesuatu yang menarik, ada foto seseorang yang ia yakini adalah ibunya. Wanita muda yang sangat cantik dan putih, Kuroii jadi tahu, dari mana asal kulit vampire yang ia miliki saat ini. disana Ia juga melihat sebuah cincin emas dengan tampilan sederhana, Ia yakin itu cincin milik ibunya.

 

            Cincin itu kemudian digait ke dalam kalungnya sendiri, dijadikan mainan kalung miliknya. Kuroii menatap wajah ibunya. Ini pertama kali Ia melihat wajah ibunya, walau hanya lewat foto. Sesaat pria muda itu menikmati suasana malam sendirian dengan membenamkan foto ibunya di dadanya sendiri. Ia akhirnya terusik oleh suara beberapa orang dari seberang halaman utama.

 

            Tiba-tiba Kuroii merasa begitu penasaran dengan hal yang sebetulnya tak perlu Ia campuri. Ada seorang gadis yang mencoba kabur dari tempat ini. Kuroii berjalan mendekati kerumunan anak buahnya tanpa membuat suara. Ia bisa melihat seorang gadis yang masih sangat muda dengan menangis meminta agar ia tidak dibunuh. Entah kenapa, ada hasrat untuk menolong gadis itu. Kuroii sekali lagi memperhatikan foto ibunya yang masih Ia pegang.

 

            “Lepaskan dia! Dia temanku!”

 

 

 

            Kuroii kini sedang diperban oleh Im Yoona, gadis yang Ia tolong waktu itu. Tangannya terluka saat sedang dalam pertarungan. Im Yoona memaksanya untuk ke rumah sakit, namun pria menyebalkan itu tetap tidak bergeming. Sebetulnya, Kuroii senang melihat Yoona yang seperti ini, sangat dekat.

 

            “Ia memiliki matamu ibu”

 

            Kata-kata itu yang selalu terulang, saat Kuroii kembali diam-diam mendekap foto ibunya tanpa sepengetahuan seorangpun. Ia menyukai Yoona yang memiliki mata ibunya. Mata Yoona serupa dengan Lee Hyerim ibu Kuroii. Mungkinkah ini Cuma kebetulan? Tetap saja semua ini membuat hasrat untuk melindungi gadis itu menjadi semakin besar. Ia pastikan akan selalu ada saat gadis butuh.

 

 

 

Kim Pilok kembali memeluk Kuroii, memberikan bentuk kekuatan pada anak itu, Kuroii bercerita semuanya, tentang gadis itu dan tentang kemiripan gadis itu dengan ibunya. Seperti bukan Kuroii, Kim Pilok senang, Kuroii sudah lebih terbuka padanya. Itu artinya Ia berhasil menjadi Ibu pengganti untuk Kuroii. Kuroii sendiri lega  bisa bercerita pada ibunya, ini pertama kali baginya untuk berbagi cerita dengan orang lain, dan rasanya memang tidak buruk sama sekali.

 

*

 

 

“Tolong letakkan buku-buku ini di blok 5c yang ada di ujung sana nak!” Dengan sigap Kuroii meraih tumpukan buku yang diberikan ibu penjaga perpustakaan dan pergi meletakkannya di lemari yang beliau maksud. Ia harus bergegas melakukan ini mengingat sebentar lagi jam kuliahnya segera dimuali. Kuroii melirik jam dinding baru kemudian melesat keluar perpustakaan setelah meminta maaf pada ibu penjaga bahwa ia ada kuliah mendadak dan tak bisa membantu merapikan buku-buku.

 

“Aku, akan membantu” Yoona muncul dari balik lemari besar dengan senyum cerianya. Ia ada disana sejak tadi, namun enggan keluar, karena Kuroii pastinya. Ia takut pada Kuroii kalau mengingat pria itu mahir sekali bermain dengan pedang. Bahkan bisa melukai seseorang. Citra Kuroii di mata Im Yoona mungkin berubah sejak saat itu. Yoona mengambil alih tugas Kuroii membantu ibu penjaga perpustakaan merapikan buku-buku dan meletakkan di tempatnya. Sesekali Yoona harus naik tangga untuk mencapai lemari tertinggi. Dan Ia sadar, pekerjaan ini cukup melelahkan.

 

“Biasanya petugas pembantu akan datang setiap senin, membantuku merapikan buku-buku ini, tapi semua ini gara-gara Kuroii!” gerutu ibu penjaga, membuata Yoona mengerutkan kening tak mengerti

 

“Gara-gara Kuroii?”

 

“Pria itu malah menyanggupi akan terus membantuku, sehingga para petugas tidak lagi kemari untuk membantu!”

 

“Hahahaha” Keduanya tertawa bersama.

 

“Yoon, ini tolong letakkan di sudut paling atas lemari tinggi itu ya, kau bisa?”

 

“Aku bisa, tenang saja”

 

“Hati-hati” Yoona bersedia menaiki anak tangga yang lebih tinggi untuk mencapai sudut lemari itu.

 

“Ahhhhkkkk!” Yoona menjerit, Ia salah menginjak anak tangga, dan hampir ambruk ke lantai kalau saja Kuroii tidak menahannya agar tidak terjatuh.

 

Yoona turun perlahan membiarkan Kuroii yang melakukan pekerjaan itu.

 

“Kau datang? Kuliahmu sudah selesai?”

 

“Kuliahnya tidak jadi, makanya aku kembali kesini”

 

Yoona buru-buru hendak pergi dan Kuroii sempat menahan tangannya.

 

“Kuroii-shan tolong lepaskan saya!” Ujar Yoona takut-takut

 

Pria itu menyerah dan melepaskan tangan Yoona, membiarkan gadis itu menjauh.

 

*

 

 

Kuroii diam-diam mengikuti Yoona dari belakang sepanjang gadis itu berjalan melewati trotoar sepanjang jalan menuju rumahnya. Ia memberi jarak beberapa meter agar gadis itu tidak curiga. Tak bermaksud apapun, hanya saja Kuroii bisa tahu gadis itu sedang melamun selama berjalan dan ingin memastikan Yoona pulang dengan selamat ke apartemennya.

 

Yoona menunduk menikmati langkah kakinya yang kurus it uterus maju ke depan. Pandangannya tak kemana-mana kecuali ke tanah, hatinya sedang kosong tak memikirkan apapun. Ia lelah begini terus, kesepian tanpa teman terbaiknya di Jepang—Kuroii. Yoona dengar, Yuri sudah bekerja di sebuah perusahaan besar, mereka sudah jarang sekali berkomunikasi lewat email, Yuri mungkin sibuk. Dan akhirnya Yoona tak punya teman untuk berbagi cerita, kecuali jika Ia mau dan membuang rasa takutnya untuk kembali dekat dengan Kuroii. Tapi Ia ragu, akankah Ia aman bersama Kuroii? Pertanyaan-pertanyaan tentang siapa sebenarnya Kuroii sebetulnya turut membanjiri pikiran dan hatinya, tapi sekali lagi Ia bersih keras, Kuroii orang jahat yang bisa saja melukainya.

 

BUG!

 

“Ah!” Yoona tersungkur ke tanah bertabrakan dengan seseorang.

 

“Nona? Kenapa kau melamun saat berjalan?” Orang yang Yoona tabrak dengan senang hati membantunya berdiri.

 

“Maafkan aku”

 

“Apa tidak apa-apa?”

 

“Iya, Tidak apa-apa” orang itu berlalu begitu saja meninggalkan Yoona yang menjadi diam selama beberapa saat.

 

Im Yoona, Jungshincharyeo! Runtuknya dalam hati.

 

Sementara Kuroii masih terus mengikuti dan memperhatikan Yoona dari belakang. Tiba-tiba Yoona berbalik mendapati Kuroii yang lurus menatapnya. Gadis itu sedikit tersentak melihat wajah Kuroii yang tenang. Entah apa yang merasukinya, Ia malah berjalan mendekati Kuroii, memberanikan diri menatap pria itu.

 

Aku merindukanmu—Batinnya.

 

Dengan segenap keberanian yang Ia kumpulkan selama berjalan mendekat tadi, Im Yoona akhirnya memeluk Kuroii tanpa ragu. Ia, terlalu rindu pada pria itu. Tak peduli bagaimana nantinya, menekan rasa takut pada Kuroii dijadikan sebagai pilihan yang Ia pilih saat itu.

 

Maafkan aku, Kuroii

 

*

 

 

 

Jpreeet!

 

Dari kejauhan seseorang memotret adegan ini untuk dibawa langsung ke hadapan Yoshimoto Hiro. Selama ini ternyata diam-diam Yoshimoto menyuruh orang untuk mengawasi gerak-gerik Kuroii. Kuroii tidak tahu hal ini.

 

Foto-foto itu disebar di atas meja sebelum akhirnya dijelaskan oleh orang yang memotret. Yoshimoto tersenyum sinis. Tak ada yang tahu makna senyuman itu, Ia kemudian memperhatikan satu per satu, foto-foto Kuroii yang baru saja diambil tersebut.

 

*

 

 

 

Kuroii pulang ke rumah ayahnya untuk tugas lagi. Malam ini ia akan mendampingi ayahnya menghadiri pesta makan malam salah satu klan sekutu klan Ryu. Perasaannya lebih baik sekarang. akhirnya Im Yoona mau juga berbicara padanya. Kuroii meyakinkan dirinya sendiri untuk tidak lagi melibatkan Yoona dalam hal berbahaya seperti waktu itu. Walau hal itu akan terdengar sulit baginya, mengingat mata-mata musuh akan mengawasi orang-orang terdekatnya juga. Dan Im Yoona sudah menjadi target incaran mereka.

 

 

 

Pasti akan ada solusi untuk itu….

 

 

 

“Malam ini berhati-hatilah, anak-anak Takeshi takkan membiarkanmu lolos” Ayahnya memperingati. Kuroii mengangguk paham. Mengenai kematian Takeshi tempo hari, orang –orangnya takkan membiarkan Kuroii begitu saja.

 

“Kau meminta orang-orang kita melindungi gadis itu?” Kuroii langsung mengerti yang ayahnya maksud itu Yoona.

 

“Iya, ayah” Yoshimoto tersentak, baru kali ini Kuroii akan menjawab pertanyaannya. Biasanya anaknya itu hanya akan mengangguk atau tersenyum.

 

“Aku tidak tahu pengaruh apa yang sudah diberikan gadis itu, tapi kau berubah lebih banyak bicara akhir-akhir ini” Kuroii hanya diam tak menjawab. Memperhitungkan perkataan ayahnya. Apakah sampai berefek seperti itu?

 

Kuroii dan ayahnya berjalan memasuki markas Yakuza sekutu yang mereka hadiri acaranya itu. Disana sudah ada banyak sekali orang-orang dari seluruh klan. Berdiri berjejer atau sekedar bercengkramah. Ada juga beberapa orang yang seperti Kuroii, yang mendampingi ayah mereka. Membicarakan hal yang sesuai dengan usia mereka. Cuma Kuroii yang berbeda. Selama bertahun-tahun menjadi Yakuza seperti ayahnya, Kuroii tidak memiliki satu teman sesama Yakuza. Yang Ia tahu, Ia hanya punya Kyuhyun, dan sekarang ditambah lagi Im Yoona. Gadis yang masih Ia khawatirkan. Yang terpenting gadis itu sudah mau kembali menemuinya.

 

Selama acara perjamuan, Kuroii hanya mengangguk saat ditanyai oleh rekan Yoshimoto atau sekedar tersenyum tipis menanggapi apapun yang mereka katakan.

 

“Aku dengar, Kuroii sudah berhasil membunuh Takeshi!” Seru seseorang. Yoshimoto menjadikan ini sebagai ajang pamer. Kuroii tidak begitu nyaman dengan hal ini, hanya mengangguk saja.

 

“Kau mempersiapkan anakmu dengan baik Hiro”

 

“Tentu saja” Kuroii bisa merasakan tangan ayahnya menelusuri bahu atasnya.

 

“Aku belum melihat anak-anak Takeshi, kau harus berhati-hati nak!” Kata yang lain memperingati.

 

“Mereka tidak akan berani berbuat onar di acaraku ini” sang empu acara mendekat dan langsung disambut hangat oleh mereka semua. Termasuk Kuroii juga membungkuk memberi hormat.

 

Tiba-tiba ada segerombolan orang-orang berpakaian serba hitam masuk ke dalam lokasi perjamuan. Mereka sangat banyak, dan seperti dugaan, mereka adalah anak-anak Takeshi Yoho yang turut diundang dalam perjamuan ini. mereka berhenti di depan Yoshimoto dan Kuroii menatap keduanya tajam dengan tatapan penuh amarah dan dendam. Kuroii seperti biasa akan memasang tampang tanpa ekspresi. Membuatnya semakin menawan dan tampan. Beberapa gadis yakuza sesaat menjadi tertarik dan membuat wajah dingin Kuroii sebagai tontonan. Sementara Yoshimoto memasang tampang angkuh dan kemenangan. Sengaja memancing amarah mereka, tapi sesuai perjanjian, tidak akan ada yang berani membuat keributan di tempat itu.

 

“Hiro, kalau kau tidak keberatan bagaimana kalau aku menjodohkan anakku dengan anakmu?” Kuroii ikut mendengar pertanyaan itu, tapi tidak sedikitpun membuatnya penasaran.

 

“Maaf kawan, sepertinya anakku sudah memiliki dambaan hatinya sendiri” Yoshimoto menatap Kuroii penuh arti. Anaknya itu tidak bergeming, walau sebetulnya di dalam lubuk hatinya Kuroii sedikit tersentak dan langsung ingat pada Yoona. Apa yang dimaksud ayahnya adalah Yoona? Kuroii memang belum pernah bilang suka pada Yoona, semua itu terlalu beresiko bagi kehidupan Yoona sendiri yang secara otomatis akan berubah.

 

“Apa kau berencana menjadikan dia sepertimu?”

 

“Apa maksudmu?”

 

“Menikahi gadis Korea mungkin?”

 

“Hahahaha… akan aku kirimkan undangan pernikahannya ke rumahmu”

 

“Hahahaha”

 

Sejak pembicaraan itu, Kuroii terus memikirkan Yoona. Hari ini seharian, Ia belum menghubungi gadis itu untuk memastikan keadaannya.

 

Seorang pengawal mendekati Kuroii dan membisikkan sesuatu padanya, pria itu tersentak begitu mendengarnya, entah apa yang sudah diberitahu padanya. Kuroii langsung berlari tanpa pamit pada ayahnya. Mengambil sebuah mobil dan melaju denga kecepatan tinggi.

 

 

 

*

 

 

BUG! BAG!

 

            SWINGGG

 

            SCREEEETTT

 

            PRANG!!!!!!

 

Suara-suara itu memenuhi lorong lantai apartemen yang ditempati Yoona, gadis itu kini bersembunyi di balik sebuah vas bunga raksasa. Tidak ada seorangpun di lorong itu, mungkin karena sudah larut. Gadi itu baru saja pulang dari rumah temannya Hana untuk mengerjakan tugas kelompok, baru kemudian Ia menemui beberapa orang yang sedang adu pedang. Yoona bingung kenapa kehidupannya di jepang tak luput dari hal-hal seperti ini. sudah beberapa kali ia melihat kejadian serupa, tapi kali ini mereka serupa dengan yang Ia tonton di film action. Im Yoona tidak menyadari, salah satu kubu dari orang-orang itu adalah orang-orang yang sedang mempertaruhkan nyawa untuk melidunginya—orang orang suruhan Kuroii.

 

Satu per satu orang suruhan Kuroii terpental  begitu saja dengan luka yang cukup parah. Lawan-lawan mereka itu diketahui sebagai anak buah Takeshi yang sangat membabi buta dan brutal. Tapi Im Yoona masih belum mengerti bahwa itu artinya Ia dalam bahaya.

 

Gadis itu mencoba tetap bersembunyi walau pertarungan sudah berakhir.

 

Ternyata, anak buah Takeshi sudah menyadari keberadaan Yoona sejak tadi. Puncak sasaran mereka adalah Yoona. Seseorang mendekat dan memaksa Yoona berdiri menodongkan pisau di lehernya. Yoona menjatuhkan tas selempangnya dan menjadi sangat ketakutan. Ia memilih memejamkan matanya selagi orang-orang itu mengajaknya berjalan.

 

“Apa yang kalian lakukan?”

 

            “Kuroii?”

 

Bentukan senyum muncul di bibir semua orang yang menyandera Yoona. Kuroii mendekati mereka. Mereka malah semakin senang, Kuroii sukses masuk perangkap!

 

To be continued…

 

 

 

           

 

*

 

 

 

Annyeonghasseyo… yeah!

 

Kita udah sampe chapter 4 nih! Gimana? Gimana? Tambah aneh atau tambah seru?

 

Maaf ya kalo sering telat update😀

 

Reasonnya adalah sibuk #ciesoksibuk

 

Makasih buat yang udah nunggu series ini😀

 

Kemaren2 katanya ada yang sampe lumutan ya ? hahaha😀

 

Saya sangat senang sekalii!!!😀

 

Ada dikit bocoran nih, mungkin satu ato dua chapter lagi series ini udah tamat.

 

So, stay tune ya! Jangan lewatkan endingnya ntar😀

 

Love you all,

 

Thanks for wait, read, and leave comment in this series ^^

 

Salam skalian promote=>   @upleize🙂 #plak

 

 

 

29 thoughts on “[Freelance] Kuroii (Chapter 4 : Reason)

  1. Kuroii kereeeen update juga..ternyata rasa cinta mengalahkan ketakutan Yoona sm Kuroii..thor, Kuroii biar jadi org biasa aja yaa, ga usah jd yakuza lagi, pindah aja ke korea dan hidup bahagia sama Yoona, dia pantas bahagia setelah skian lama kesepian ^^

  2. lanjuttttttttttttt……..q biasanya nungguin di read fanfiction ampek lumutan wkwkwkkwk..
    lau pnjang2 sinetron indonesia dong..hahahah
    lanjut..keren abis

  3. hooooh..tarik nafas dulu…ampun deh ni ff ending ny selalu bikin tegang..
    Haah..semoga Jonghyun bisa ngalahin tuh musuh ny..kasian Yoona dia mulai ketakutan lagi…padahal akhir ny Yoona mau ngalahin rasa takut ny ke Jonghyun..
    2 part lg END kah?? Wah! Tambah penasaran nih ending ny gimana…
    Berharap happy ending yah Chingu..buat mereka bersatu,please…oke.
    FIGHTING!!

  4. Akhirnya mncul juga.. biasanya bacanyadi readfanfiction nih.tpi sama ajah kan… oia thor katanya yoona dokter wktu di prolog. lah itu kpan jadi dokternya..msa mau end sih..yah jgan donk.. ntar gda ff deerburning lagi ..keren thor .suka part soalnya lbih panjang. next jgn lama2 yah.. bkin ff deerburning lgi yah thor klo ini dah end..keep writing

  5. Akhirnya appa jonghyun menyetujui hub jonghyun dgn yoona… Dunia yakuza serem juga. Cerita ini dibaca bnr2 buat readers masuk dlm isi ceritanya…feelny dpt dech. Ditunggu ya next partnya

  6. Itu mau diapain itu jonghyun? Oke maaf thor borongan comentnya di part 4. Krn baru nemu ff nya, terus baca teasernya + coment, dan langsung borongan baca dr part 1 – 4. Aku suka karakternya jonghyun disini. Sesuai bgt sm muka nya dia wk

  7. tambah seru…
    bagus skali ffnya, pingin cepet2 baca kelanjutannya sampe lupa belum komen di part2 sebelumnnya… mian…🙂

  8. Pingback: Featured Story: Kuroii | Im Yoona Fiction

  9. Pingback: KUROII | YoonG-fanfic

  10. ceritanya menarik untuk diikuti. tapi mungkin kalo mau memasukkan satu event di dalamnya perlu diperhatikan lagi set time-nya. kalo setting waktunya winter dan bertempat di Hokaido mungkin lebih baik festivalnya adalah festival musim dingin di kota Sapporo. festival kembang api biasanya diadakan di musim panas.
    oke, saya lanjut next chap. tetap semangat! terus berkarya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s