[Freelance] Kuroii (Chapter 3: Our Love like this)

kuroii poster

Author : Upleize|Title : Kuroii (Chapter 3: Our Love like this)|

 

Cast : CNBLUE Jonghyun, SNSD Yoona

 

Genre : Action, Romance, Family|Length : Chaptered|Ratings : PG-13

 

Desclaimer : Author’s own plot

 

 

 

 

 

Note : Kuroii (Lee Jonghyun) sama Yoona udah mulai deket nih. Tapi doi jarang banget ngomong. Maklum yak. Yakuza (?) hahaha.

 

Selamat membaca chingoos

 

 

Previous chapter preview :

 

“Selamat tinggal…..” Kata seorang pria paru baya kepadanya. Pedang miliknya siap ditancapkan ke dada kiri Kuroii.

 

Kuroii menyebalkan! Kenapa tiba-tiba berubah baik padaku?

 

Aishhh! Padahal aku sudah berusaha untuk akrab dengannya!

 

Selalu saja menghindar….

 

Dan tadi? Kenapa tiba-tiba peduli padaku? pria aneh!—

 

 

 

 

 

 

 

 

“Im Yoona!” gadis itu menoleh merasa dipanggil seseorang. Ia mendapati Kyuhyun—lengkap dengan jas putih dokter—tersenyum hangat.

 

“Oppa!” mungkin wajahnya saat itu sangat sumringah melihat Kyuhyun. Kira-kira sudah sekitar dua bulan sejak terakhir kali mereka bertemu yang menurut Yoona pertemuan yang aneh. Bisa-bisanya Ia menginap di rumah pria yang tidak dikenalinya.

 

Yoona membiarkan teman-temannya berlalu mendahuluinya. Iya, saat itu mereka sedang ada kunjungan ke rumah sakit.

 

“Oppa? Kau?” Yoona memperhatikan Kyuhyun dengan agak heran.

 

“Wae? Aku dokter disini, dan sebentar lagi akan mengajarmu” Jelas Kyuhyun sembari terkekeh membuat Im Yoona merasa malu dan menunduk kagum.

 

“Tidak perlu begitu… pelajaranmu sudah selesai kan? Ayo aku traktir makan siang!” Kyuhyun menggandeng Yoona. Mengajaknya ke Kantin Rumah sakit.

 

 

Gadis itu senang bertemu Kyuhyun. Tapi siapa sangka ternyata ada alasan lain dibalik itu, Ia terlalu  senang— mungkin Kyuhyun tahu dimana pria itu berada. Iya. Kuroii. Sudah dua minggu terakhir pria itu tidak kelihatan rimbanya oleh Im Yoona. Gadis itu mungkin…. Rindu pada Kuroii

 

 

“Apa seenak itu?” Kyuhyun tersenyum mengejek. Geli melihat Yoona yang makan.

 

“Eh? Maksud Oppa?”

 

“Aku cemburu dengan makananmu”

 

“Hahaha… Mian!”

 

“Ada yang mau sampaikan padaku?”

 

“Apa maksudmu Oppa?”

 

“Kau tidak mau bertanya soal Kuroii, adikku?”

 

 

 

Bingo.

 

 

 

Im Yoona sukses melotot kearah Kyuhyun. Makanannya nyaris tumpah keluar mulutnya. Bagaimana Kyuhyun tahu kalau dia ingin bertanya tentang Kuroii?

 

“Eh?”

 

“Kau mau menemuinya? Setelah ini aku ajak..”

 

“Eh?”

 

“Cepat habiskan makananmu”

 

 

 

Im Yoona menunggu di depan pintu sebuah kamar rumah sakit.  Dia agak heran, Kyuhyun bilang mau mengajaknya menemui Kuroii. Setelah berhasil mengelak mentah-mentah, akhirnya dia ikut juga menemui Kuroii walau saat ini mungkin Kyuhyun sedang memeriksa pasiennya dulu.

 

*

 

 

“Aku punya kejutan untukmu” Kuroii menatap kakaknya Kyuhyun penasaran. Menanti kalimat selanjutnya. Pria itu meletakkan komik yang baru saja Ia habiskan di atas meja. Kuroii terbaring di rumah sakit sudah dua minggu terakhir akibat luka cedera di dadanya tempo hari.

 

“Coba tebak?” Kuroii menggeleng. Kakaknya ini selalu aneh tiba-tiba.

 

“Aku tahu, kau menyukainya. Jadi aku ajak kemari!” Ujar Kyuhyun penuh semangat. Kuroii mengerutkan keningnya mencoba menebak apa yang Ia maksud.

 

“Tunggu disini” Kyuhyun kembali ke pintu dan menyuruh seseorang yang Ia maksud untuk masuk dengan hanya memberikan kode pada jemarinya.

 

Kuroii bisa melihat Im Yoona masuk. Melangkah perlahan memasuki ruang rawatnya menyisakan keterkejutan luar biasa di benaknya. Apa yang gadis ini lakukan disini? Tapi seperti Kuroii, Ia tidak akan menunjukkan wajah terkejutnya. Kuroii hanya memandang kosong kearah Yoona.

 

“Aku bertemu dengannya di depan.. makanya aku ajak kemari” Kuroii masih melihat Yoona dengan tatapan yang tak biasa. Membuat gadis itu harus tertunduk malu.

 

“Oppa, mau kemana?”

 

“Aku harus bekerja Yoona.. kau jaga Kuroii dulu ya”

 

“Eh?”

 

 

Blam! Kyuhyun sudah keluar dari ruangan.

 

 

 

“Kau? Kenapa bisa ada disini?”  Kuroii seperti biasa tidak berniat menjawab. Malah meraih satu komik lain dan mulai membacanya lagi. Im Yoona sudah cukup biasa dengan keadaan ini langsung duduk di sofa yang ada di sana dan langsung membaca buku juga. Lebih baik seperti ini daripada Ia harus makan hati karena Kuroii tak kunjung menanggapinya bicara. Kedua orang itu terbenam dalam kegiatan masing masing dengan sesekali mencuri pandang satu sama lain. Im Yoona menyematkan Headset hingga menyumbat kedua telinganya dengan lantunan musik hard-rock yang memekak telinga. Membuat dirinya lebih fokus pada diktat  kuliahnya.

 

Dan Kuroii menjadi penasaran pada gadis yang duduk di sofa depan tempat tidur rawatnya. Ia selama beberapa saat tak melepas pandangannya pada Yoona yang tak menyadari apapun. Gadis itu membalik lembar-demi lembar buku diktatnya, sesekali membuat gerakan mengangguk dengan mulut yang terus komat-kamit bergumam. Ada dorongan yang mengharuskan gadis itu menemukan tatapan tajam Kuroii saat dia menoleh.

 

“Kau lapar?” Tanyanya.

 

Tok.. tok… suara ketukan pintu membuat keduanya menoleh menanti siapa saja yang datang. Ternyata yang datang ada dua orang perawat membawa rak service yang penuh makanan pasien.

 

“Selamat siang…”

 

“Siang… wah kebetulan, Tuan ini sudah lapar” Seru Yoona sembari berdiri dan meletakkan diktatnya, menyambut kedua perawat itu. Makanan Kuroii diletakkan di atas meja

 

“Terima kasih” Yoona membungkuk dan mengantar kedua perawat tadi keluar ruang rawat Kuroii. Ia mengalihkan pandangannya pada pria yang duduk santai di tempat tidur.

 

*

 

Malam itu, Yoona tertidur di sisi tempat tidur Kuroii dengan sangat lelap. Seharian ini Ia belum pulang ke apartemennya. Seluruh waktunya hari ini dihabiskan untuk bersama Kuroii. Entah apa yang merasuki jiwanya saat itu. Padahal dia dan Kuroii hanya berbicara seadanya. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu masing masing sendiri. Rasa nyaman memaksanya untuk tetap tinggal, menemani Kuroii, membantu menyuapinya makan—karena dada Kuroii cedera. Yoona sebenarnya penasaran apa yang terjadi pada dada kiri Kuroii tapi tidak berniat bertanya lebih. Pria itu takkan memberikan jawaban.

 

 

 

 

Yoona merasakan punggungnya berguncang hebat. Memaksanya harus bangun dengan rasa pusing yang luar biasa.

 

 

“Ada apa?” Keningnya terus mengerut menghadap Kuroii. Ia pikir, yang membangunkannya itu Kuroii tetapi ternyata bukan. Alih alih dibangunkan Kuroii, saat itu telah berdiri di sampingnya seseorang dengan kacamata Hitam berwajah seram. Yoona terlonjak kaget dan langsung buru-buru berdiri.

 

“Siapa Kau?” Tanya pria berkepala botak

 

“Dia temanku” Jawab Kuroii. Wajahnya cemas saat berbicara dengan ayahnya. Ia menarik lengan Yoona dan membisikkan sesuatu padanya. Gadis itu akhirnya keluar dari ruang rawat Kuroii setelah menyambar tasnya.

 

*

 

 

Setelah memberi makan Mika, seperti biasa Yoona akan menghabiskan waktu untuk santai Sore sembari duduk di balkon kamarnya. Menyirami bunga-bunga mawar yang Ia tanam, atau sekedar mengerjakan tugas sambil menikmati cokelat panas instan yang Ia beli di Mini market dekat rumah. Dari balkon itu, Yoona bisa melihat lalu lalang warga Tokyo yang sibuk keluar masuk kampus atau berjalan dan bercengkramah. Ia sudah mulai terbiasa dengan atmosfer di Kota yang super sibuk ini. Gadis itu tiba-tiba teringat Kuroii, apa pria itu sudah keluar dari rumah sakit? Atau tentang siapa orang-orang yang ditemuinya di rumah sakit waktu itu? Entahlah semua memang terasa berwujud klise untuknya. Karena jujur, Ia rasa, Ia menyukai Kuroii, sebagai teman maksudnya. Semua ini diluar sifat Kuroii yang sangat dingin, atau Kuroii yang jarang tersenyum padanya, bahkan semua ini tentang Kuroii. Yoona sudah melukis wajah Kuroii di benaknya. Ia menyukai pria itu.

 

 

Cklek. Tiiiin..tiiiiin

 

 

 

Im Yoona buru-buru menuju ruang tamunya. Pintu rumahnya terbuka tiba-tiba. Bukan takut akan ada pencuri atau apa, melainkan Ia bisa berlonjak gembira saat itu juga. Cuma Kuroii yang akan masuk ke rumahnya dengan cara seperti itu. Dan tentu saja. Benar. Pria itu memang muncul di balik pintu dengan wajah dinginnya.

 

“Lagi-lagi kau masuk tanpa ijin!” Gerutu  Yoona pura-pura marah.

 

“Kau belum ganti passwordmu? Kau pikir berapa kali aku mengetuk? Apa kau tuli? Ishhhh!” Im Yoona mematung seketika. Kuroii mendorong kepalanya pelan dan ini adalah kalimat terpanjang pria itu yang pernah dia ucapkan. Kuroii langsung melangkah masuk dan duduk di sofa sembari menyalakan TV.

 

 

 

“Eh… u…u…untuk apa kau kemari?” Yoona cepat-cepat menguasai diri. Dan menurutnya, saat Kuroii mengucapkan kalimat panjang itu bersifat limited edition, pasalnya Kuroii kembali seperti dia yang biasa. Bergulat dengan remote TV membuat gadis itu lagi-lagi harus mendesah. Ia memutuskan untuk mencuci saja piring kotor, tidak masalah apapun alasan pria itu datang, Kuroii ada disini sudah cukup membuatnya senang.

 

 

 

“Ikut aku.” Kuroii menarik tangan Yoona. Membawanya keluar apartemen, memakaikannya helm dan  naik motor sport hitamnya menyusuri jalanan kota Tokyo. Yoona dengan kebingungan setengah mati sudah berhenti mengoceh dan bertanya-tanya karena hanya dijawab dengan senyuman geli dan anggukan tidak jelas Kuroii.

 

 

Kuroii memarkir motornya di depan sebuah toko di daerah Shibuya District. Toko pakaian? Mungkin. Yoona tidak terlalu memperhatikan karena cukup kaget dengan Kuroii yang menggendongnya turun dari motor sport besar miliknya karena tubuh Yoona yang kecil dan kesulitan untuk turun. Baru kemudian pria itu dengan perlahan membuka helm Yoona plus merapikan rambutnya. Membuat Yoona bisa saja berhenti bernapas jika Kuroii tidak menarik lengannya. Mengajaknya masuk ke toko pakaian itu.

 

“Carilah sesuatu yang bagus menurutmu!”

 

“Apa? Kau mau membelikan pakaian untukku?” Kuroii menggeleng tidak peduli.

 

“Pilih saja, yang mana yang paling bagus”

 

“Baiklah” Gerutu Yoona kesal sembari berjalan ke area Scraft. Sementara Kuroii sibuk dengan mencari hal lain. Mereka berpisah arah di dalam toko itu.

 

“Hei!” Yoona mendekati pria itu dengan sebuah Scraft yang sudah bertengger di lehernya.

 

“Bagaimana? Bagus kan?” Yoona bergaya di depan pria itu. Kuroii terpaku sebentar. Entah apa yang dikaguminya. Gadis itu atau Scraft yang dia pakai. Kuroii perlahan melepaskan Scraft dari leher Yoona sembari berjalan menuju kasir. Yoona pikir pria itu akan membeli untuknya. Tapi ternyata tidak.

 

Ah… Im Yoona, apa kau mimpi?

 

 

 

 

 

Kuroii pulang ke Ryuchi malam ini. beberapa hari terakhir dia tidak pulang ke markas itu. Kuroii dan Kyuhyun lebih memilih tinggal di apartemen masing-masing di luar Ryuchi.  Malam itu Kyuhyun juga ada disana. Mereka akan merayakan ulang tahun ibunya saat lewat tengah malam. Semua ini tentu saja rencana Kyuhyun.

 

“Jonghyun? Kau sudah datang?” Kuroii mengangguk saat masuk ke kamar ibu tirinya. Sudah ada Kyuhyun disana.

 

“Hei darimana saja kau?”

 

“Selamat ulang tahun, ibu.” Kata Kuroii ceria. Dia menyerahkan sebuah kotak ukuran sedang pada ibunya.

 

“Terima kasih” Kuroii tersenyum, membuat lesung pipitnya telihatan sangat dalam.

 

“Kau terlihat tampan jika tersenyum begitu” Kyuhyun merangkulnya. Kuroii memperlihatkan giginya yang rapi itu.

 

“Chaaaa… ayo kita makan!”

 

“Makan yang banyak nak!” Pilok menyumpitkan daging ke mangkok Kuroii. Kuroii mengangguk tenang.

 

“Omo! Scraft ini ? kau yang beli?” Kim Pilok takjub dengan kado pemberian Kuroii—sebuah scraft warna hijau toska. Kuroii terlihat panik. Dia pikir ibunya tidak suka.

 

“Bagus sekali!” Gurat wajah lega itu muncul di wajahnya. Ibunya menyukai scraft itu—Scraft yang dipilihkan Im Yoona.

 

“Aku baru tahu, kalau kau bisa pilih barang wanita yang bagus” Kyuhyun terkekeh, dia mengingat Kuroii yang tidak pernah punya satu pacarpun sejak kecil. Kuroii tersenyum mengenang wajah Im Yoona yang kesal karena berpikir Scraft itu dibelikan untuknya.

 

“Atau…. Jangan-jangan kau punya pacar?” Tanya Pilok. Kyuhyun ikut meneliti wajah Kuroii. Kuroii hanya tersenyum aneh.

 

“Kau pacaran dengan gadis itu? Im Yoona?” Tanya Kyuhyun. Kuroii agak sedikit terkejut. Kim Pilok ikut penasaran.

 

“Im Yoona?”

 

“Siapapun gadis itu, pastilah dia beruntung untuk bisa memenangkan hatimu nak, Ibu juga berterima kasih pada gadis membuatmu lebih ceria sekarang” Kuroii menyerngit mendengar perkataan ibunya. Apa benar dia jadi lebih ceria sekarang ini? bukankah semuanya biasa-biasa saja? Ah… entahlah.

 

*

 

 

 

“Yoona?”

 

“Iya?”

 

“Ini punyamu” Ibu penjaga perpustakaan menyerahkan sebuah tas pakaian padanya.

 

“Apa ini?”

 

“Kuroii memintaku menyerahkannya padamu”

 

“Kuroii?” Ibu perpustakaan mengangguk senang. Yoona mengorek-ngorek isi tas itu.

 

“Ini kan?” Dia menyadari, itu Scraft yang sama dengan yang dia pakai kemarin. Hanya berbeda saja warnanya—biru.

 

“Apa ibu tahu dimana Kuroii?”

 

“Dia pergi setelah membantuku merapikan buku-buku di lemari” Jelas wanita jepang itu.

 

“Baiklah, terima kasih bu.. aku pergi dulu” Yoona melesat keluar dari perpustakaan utama itu mencari sosok Kuroii. Dia tidak menyangka Kuroii akan memberikan Scraft ini untuknya.

 

Kuroii sedang tiduran di rumput taman saat Yoona berlari ke arahnya.

 

“Kau membelikan aku ini?” Kuroii membuka matanya saat sadar seseorang telah datang menganggu. Dia mengangguk pelan dan kemudian melanjutkan tidurnya. Im Yoona tidak ingin menganggu pria itu lagi. Dia memilih duduk di bangku taman membaca buku sambil mendengarkan musik.

 

Kuroii bangun dari tidurnya mendapati Im Yoona masih duduk di bangku taman. Dia mendekat  dan ikut duduk. Menyematkan headset sebelah kiri milik Yoona ke telinganya sendiri setelah membuat gadis itu kaget saat dia melepasnya. Mereka mendengarkan musik yang sama. Kuroii memejamkan matanya tak peduli. Merasakan angin yang senada dengan irama lagu dari mp3 Yoona. Sementara gadis itu hanya heran dengan sikap Kuroii hari ini. pria itu biasanya hanya akan bersikap dingin dan seolah-olah mereka tidak saling kenal.

 

*

 

 

 

Ada satu hal yang belum gadis itu tanyakan pada ‘teman barunya’ Kuroii. Iya, sekarang mereka berteman. Tidak seperti minggu-minggu awal kehidupannya di Jepang yang terbilang cukup sulit karena tidak memiliki teman, sekarang keadaan menjadi berbeda pada Yoona. Kuroii dengan senang hati akan menjadi temannya yang akan menemaninya duduk di bangku taman kampus atau teman yang akan menelponnya di tengah malam. Bukan untuk mengobrol tentu saja, Yoona meminta Kuroii untuk selalu membangunkannya tengah malam untuk belajar. Entah sejak kapan ini menjadi kewajiban Kuroii yang selalu Ia lakukan setiap hari. Ah! Mengenai satu hal itu, Yoona ingin tahu, apa alasan Kuroii menyelamatnnya dari Ryuchi waktu itu. Lambat laun gadis itu sadar, dugaannya benar. Itu tempat mafia yakuza. Ia sering mendengar rumor tersebut di kampus akhir-akhir ini. Ia ingin tahu, apa kaitan Kuroii dengan mereka terlebih alasan Kuroii apa.

 

Im Yoona sudah biasa, duduk bersama Kuroii dan hanya duduk. Tanpa ngobrol. Ia mengerti, Kuroii memang seperti itu. Bukan pembicara yang baik. Dan Ia setuju untuk tidak mengeluh atau protes pada Kuroii yang memang jangan dipaksa bicara. Semua itu bukan masalah. Tapi kala itu, rasa penasaran sudah menggerogoti hingga ke tenggorokannya.

 

“Ehmmm.. ada yang ingin aku tanyakan padamu?” Kuroii menoleh seketika dengan tatapan mata “Apa?”

 

“Mian, aku……….”  Yoona kini begitu bisa melihat ekspresi penasaran Kuroii.

 

“Aku ingin tahu, alasanmu menolongku waktu itu”

 

“Omma”

 

“Omma?”

 

“Aku akan ingat ibuku kalau melihatmu”

 

Setelah memastikan jawaban itu cukup. Kuroii berdiri dari tempat duduknya.

 

“Aku lapar, ayo kita makan sesuatu!” Katanya. Yoona yang masih bingung buru-buru berdiri. Kuroii meraih tangannya dan mereka berjalan menyusuri setapak apik itu. Jadi itu alasannya. Yoona tidak ingin bertanya lagi. Ia tahu, Ibu Kuroii mungkin sudah tidak bersamanya  lagi. Dan yang aneh adalah kenapa harus dirinya yang menjadi pengingat Kuroii pada Ibunya? Sudahlah. Bukankah ini malah bagus? Sudut bibir Yoona melebar ke samping.

 

Kuroii… Kuroii… tetaplah seperti ini.

 

*

 

 

 

Kuroii tengah berdiri mengawasi peti-peti berat dimasukkan ke dalam mobil Box sembari melipat tangan di dadanya. Emas-emas ini akan langsung dibawa ke markas mereka. Saat ini Ia dan anak buahnya sedang berada di sebuah bangunan tua bekas penjajahan  di salah satu daerah terpencil jepang.  Dari kejauhan Ia bisa melihat ada sekelompok orang yang berpakaian hitam mendekat. Baru-baru ini Kuroii bisa mengenali pemimpin mereka. Ia Takamura Yosi, sorang pria botak dengan matanya tertutup sebelah kiri. Penampulannya sesaat mirip bajak laut. Dan percaya atau tidak, Kuroii-lah yang sudah membuatnya kehilangan mata.

 

“Kuroii…. Lama tidak berjumpa kawan” Kuroii menatap pria itu tajam. Ia membiarkan anak buahnya melanjutkan pekerjaan mereka.

 

“Apa itu Emas?” Pria itu mengerling kea rah mobil-mobil box yang diisi peti-peti. Alih-alih menjawab, Kuroii malah diam dan melipat tangannya di dada.

 

“Biarkan aku ambil sedikit. Kau tidak lupa kan? Aku harus membeli mata baru?” Kuroii tersenyum mengejek mendengar hal itu. Ia rasa, Ia mampu untuk mengalahkan pria itu beserta anak buahnya hanya dengan satu jurus saja.

 

“Aku tidak ingin ada pertumpahan darah disini. Kau berhati hatilah. Jaga gadismu baik baik” pria itu kemudian pergi dari sana. Mengajak keterkejutan luar biasa Kuroii. Siapa gadis yang Ia maksud? Sial! Im Yoona.

 

 

 

Kuroii kembali ke Ryuchi melapor pada ayahnya.

 

“Siapa gadis itu?” Kuroii tertegun dan hanya diam. Ayahnya sudah tahu tentang Im Yoona. Gadis yang akhir-akhir ini menjadi temannya.

 

“Kau masih tidak menjawab? Sampai kapan kau akan jadi anak yang pendiam Kuroii?” Kuroii tetap diam dan malah menunduk.

 

“Siapapun dia. Tinggalkan. Jangan menyusahkan hidup orang lain dan membahayakan nyawamu dan nyawanya sendiri”

 

Kuroii sadar, ayahnya benar. Ini diluar ekspektasinya. Ia bisa-bisanya tidak menyadari banyak mata-mata yang mengawasinya di luar sana. Mencari tahu titik lemah miliknya yang sengaja Ia tunjukkan. Pasalnya Kuroii mungkin sudah terlanjur jatuh hati pada gadis itu.

 

“Saatnya nanti, kau akan menemukan gadis yang sepadan denganmu” Lanjut ayahnya lagi. Kuroii hanya menunduk dengan lidah kelu dan jantungnya berdetak tak karuan.  Tiba-tiba rasa khawatir itu muncul menguasai seluruh isi kepalanya. Tapi tetap khas Kuroii. Pria itu hanya akan diam bergulat dengan pikirannya sendiri.

 

“Kau akan mengerti, kenapa ayah mengatakan ini. jangan Jatuh terlalu jauh, Akan sulit bagimu untuk berdiri tegak nantinya” Kuroii kini menangkap mata ayahnya dengan tatapan tajam.

 

Ayahnya benar. Ia dan Im Yoona terlalu berbeda.

 

*

 

 

“Oh? Kau datang?”

 

“Lagi-lagi belum ganti password?” Yoona tersenyum dari dapur memperhatikan Kuroii yang langsung duduk di depan TV. Ia pikir pria ini mungkin tidak punya TV di rumahnya dan selalu datang untuk menonton.

 

“Aku sedang membuat Cupcake… tunggulah sebentar, baru kau cicipi” Katanya sembari mengaduk adonan. Kuroii sama sekali tidak bergeming melainkan asyik menonton anime kesukaannya.

 

“Cih!” Gerutu Yoona.

 

Aroma khas cupcake yang sudah matang buatan Yoona tercium hingga membuat Kuroii menoleh ke dapur saat Yoona sedang membuka ovennya.

 

“Hmmmm” Gumam Yoona bahagia menghirup Cupcake chocolate yang Ia berhasil buat

 

Setelah merapikannya di piring Yoona pergi mengambil botol juice jeruk yang ia beli sebelumnya. Menaruh semuanya di satu nampan dan berjalan ke tempat Kuroii duduk.

 

“Tara…! Kau yang pertama mencicipi kue buatanku” Tawar Yoona sembari meletakkan nampan di atas meja depan Kuroii. Pria itu tersenyum sesaat memperhatikan cupcake yang tampak lucu berhias permen gula di atasnya. Akhirnya Ia menyambar yang bermotif bintang dan memakannya. Yoona memperhatikan Kuroii selagi ia mengunyah.

 

“Bagaimana? Apa enak?”Tanyanya. Kuroii mengangguk pelan dan membuat Yoona tersenyum puas. Tak ada yang lebih menyenangkan dari ini. melihat Kuroii menikmati tiap potongan kue buatannya tanpa berbicara apapun.

 

Mereka berdua berpindah empat duduk di balkon Yoona begitu matahari sudah tidak di puncaknya lagi. Sama-sama bisa menyaksikan matahari terbenam di balkon apartemen Yoona yang dibuat apik karena bunga-bunga dan tanamannya tumbuh subur. Dan ini pertama kali Kuroii menghabiskan waktu seharian di Rumah gadis itu.

 

“Akan sangat menyenangkan jika musim semi tiba, aku bisa menyaksikan sakura bermekaran” gumam Yoona.

 

“Dulu, itu keinginan mendiang ibuku”

 

“Aku merindukan Yuri”

 

“Aku rindu paman dan bibi”

 

Yoona terus bergumam tanpa jawaban. Ia merindukan Korea.

 

Kuroii bisa menangkap senyumnya. Kuroii berjalan mendekati Yoona. Berdiri tepat di samping gadis itu membuat Yoona menoleh. Kuroii memberikan senyum terbaiknya dan menurut Yoona ini pertama kali Ia melihat Kuroii tersenyum seperti itu.

 

“Ganbatte!” Serunya tiba-tiba. Seraya memegang tangan Yoona.

 

“Hmm… Ganbatte!” Balas Yoona tak kalah semangat.

 

*

 

 

 

Kuroii-Kuroii…

 

Dasar wajah Kura-kura..

 

Walau kau seperti itu…

 

Aku yakin aku akan aman bersamamu..

 

Apa….Kau…?

 

————————————————————————————————————————–

 

“Kuroii…. Kau?”

 

Airmata Yoona tak terbendung lagi melihat apa yang baru saja dilihatnya. Apa Kuroii baru saja membunuh seseorang? Apa dia tidak salah lihat? Ya Tuhan. Bagaimana bisa Im Yoona merasa aman berada di dekat seorang pembunuh?

 

Yoona berlari sekencang-kencangnya. Ia takut. Sangat takut. Dengan….. tebasan pedang Kuroii yang penuh kekejaman.

 

 

 

Kuroii? Kenapa kau seperti itu?

 

               

 

To be continued.

 

 

 

THANKS FOR WAIT,READ AND COMMENT

 

19 thoughts on “[Freelance] Kuroii (Chapter 3: Our Love like this)

  1. hahhh ketawan bgt pasti jonghyun sengaja yahh biar yoona sebelll fiuhhh On Nov 15, 2013 9:47 AM, “Im Yoona Fiction” wrote:

    > TRIput posted: ” Author : Upleize|Title : Kuroii (Chapter 3: Our Love > like this)| Cast : CNBLUE Jonghyun, SNSD Yoona Genre : Action, Romance, > Family|Length : Chaptered|Ratings : PG-13 Desclaimer : Authors own plot > &nbs”

  2. Asyik banget thor cerita nya jadi senyum2 sendiri ngebayangi tingkah laku/kecuekan Jonghyun n ketidakpedulian Yoona sama Jonghyun… Jd mikir gmn kalau dibuat drama ya keren banget kayanya… Jd curiga nich kenapa Jonghyun seharian nemanin Yoona… Jonghyun oppa jgn tinggalin Yoona ya…

  3. aaaaa AUTHOOOR! huh..suka bnget yah bikin ending gaje gtuh hah!
    huft..itu..Jonghyun beneran sengaja kan bunuh orng depan Yoona,,,tapi ko bisa,mereka lgi dimna dan kenapa??ko ganti setting langsung,
    ah tau deh yah..di tunggu saja lah part 4ny..semoga ada kejelasan di part ini… oke Ganbatte!!

  4. ya ampuun, kayanya itu trik kuroii buat bikin yoona menjauh darinya, hhe

    suka banget sama ceritanya, ditunggu kelanjutannya ya author, semangaat,🙂

  5. Update-an Kuroii datang juga…yaa baru deket knapa udah hrs pisah lagi…kasian banget jonghyun hidupnya kesepian, maunya Jonghyun keluar ja ga usah jd Yakuza lagi, biar bisa sama Yoona, kalau boleh usul baiknya ketika ganti setting di atasnya dicantumin tempat sm wkt nya thor, ga langsung gitu, soalnya jadi nebak2 kejadiannya kapan..btw ceritanya tetep keren koq..daebak

  6. Alasan appanya jonghyun utk menyuruh jonghyun menjauhi krna status mrka berbeda n takut salah satu menjadi korban ya…kasihan mrka berdua. Baca bag akhirnya itu treaser part berikutnya ya. Jd penasaran, lanjut lagi ah

  7. Pingback: Featured Story: Kuroii | Im Yoona Fiction

  8. Pingback: KUROII | YoonG-fanfic

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s