[Freelance] Kuroii (Chap 1: Hostage)

kuroii poster

 

Author : Upleize|Title : Kuroii (Chapter 1 : Hostage)|Cast : CNBLUE Jonghyun, SNSD Yoona

Super Junior Kyuhyun

Genre : Action, Romance, Family|Length : Chaptered|Ratings : PG-13

Desclaimer : Author’s own plot,

 

 

 

Note : Disini nama lain Lee Jonghyun itu, KUROII. Biar ga pada bingung eh ^^

Happy reading😀

 

 

Suara-suara berat itu menghalangi suara kicauan burung di pagi hari. Semacam tak mau kalah, suara dentingan pedang, tumbukan batu dan suara-suara berisik lain seperti biasa mewarnai pagi hari Ryuchi Resident—markas besar Yakuza milik Yoshimoto Hiro. Orang –orang itu setiap pagi tengah melatih ilmu bela diri dengan berbagai teknik dan metode terbaik. Orang-orang itu semua adalah pria-pria berbadan tinggi dan tegap dengan wajah yang sangar.

Yoshimoto duduk memperhatikan mereka didampingi isterinya Kim Pilok—seperti duduk di sebuah beranda apik—sembari menikmati sarapan nasi dan aneka lauk yang kelihatannya enak. Di sudut halaman tersebut Kuroii tengah berdiri di bersandar tenang di bawah pohon—ikut memperhatikan dengan tenang. Yoshimoto membisikkan sesuatu pada pria kurus yang berdiri di sampingnya, begitu menangkap sosok Kuroii yang bisa bangun sepagi ini dan bisa ada di Ryuchi Resident. Kuroii biasanya tinggal di apartemen terpisah. Pria kurus itu, langsung mendekati salah satu anggota yang sedang berlatih bela diri. Entah perintah apa yang diterimanya tadi.

Dia diperintahkan untuk menyerang Kuroii. Yoshimoto hanya ingin tahu, bagaimana gerakkan refleks cepat Kuroii saat menghadapi serangan walau sebetulnya dia sudah tidak meragukan kemampuan anaknya tersebut. Pria yang diperintahkan langsung menghadang Kuroii dengan menebaskan ke udara pedangnya. Wajah Kuroii tidak tampak terkejut dan sepertinya dia cukup gesit dalam menghindar. Proses latihan bela diri akhirnya terhenti begitu menyadari ada duel antara Kuroii dengan salah seorang pria berotot berkulit cokelat. Pertunjukkan ini dibilang langka, pasalnya Kuroii tidak sekalipun pernah hadir sebelumnya dalam prosesi ini.

Pria Itu terus menyerang dengan segenap kemampuannya. Kuroii sendiri hanya menghindar tanpa membalas serangan. Wajahnya tidak tegang ataupun tersenyum. Yoshimoto geram melihat hal ini, justru dia sedang memancing Kuroii untuk menyerang, anaknya itu malah sibuk menghindar. Bulir-bulir keringat mulai muncul di wajah Kuroii yang putih. Cukup melelahkan rupanya saat dia mengindar. Tanpa terengah-engah Kuroii tetap menghindari pukulan pria itu. Untuk mengakhiri  semua omong kosong ini, Kuroii mencari kesempatan untuk membenamkan tinjunya di salah satu titik yang akan membuat pria itu menyerah menyerangnya. Dengan hanya satu pukulan di perut bagian atas, pria itu langsung tersungkur ke tanah dan tak sadarkan diri. Menyisakan kekaguman yang luar biasa pada setiap orang yang ada di sana. Senyum Yoshimoto mengembang, puteranya kini sudah menguasai pusat tenaga dalam. Dengan memusatkan seluruh energi tubuh ke dalam kepalan tinjunya, Kuroii akan mampu melumpuhkan siapapun hanya dengan satu pukulan saja.

Kuroii membungkuk sebentar ke Ayahnya dan kemudian pergi dari tempat itu tanpa peduli dengan kekaguman mereka yang lain.

*

            “Tok..tok…tok..”

“Jonghyun? Ini Ibu… boleh ibu masuk?” Kim Pilok lebih senang memanggil Kuroii dengan nama pemberian mendiang Ibu Kuroii. Nama koreanya Lee Jonghyun. Kuroii sendiri tidak pernah menolak dipanggil seperti itu, mungkin agar dia selalu bisa mengingat ibunya saat namanya dipanggil seperti itu. Kim Pilok masuk ke kamar Kuroii tanpa ragu menunggu jawaban darinya. Kuroii memang seperti itu, terlalu pendiam dan jarang bicara. Ia membawa senampan penuh makanan bersamanya.

Saat masuk, Kuroii sedang mengeringkan rambutnya sehabis mandi. Dia melihat Kim pilok sesaat dan kemudian melanjutkan aktifitasnya.

“Ibu membuatkan tempura kesukaanmu… makanlah yang banyak.” Kata Pilok, Kuroii tidak bergeming. Kim Pilok mendekati Kuroii dan menyuruhnya duduk. Dia mengambil handuk dari tangan Kuroii dan mengambil alih pekerjaan mengeringkan rambut. Dengan lembut Kim Pilok mengeringkan rambut Kuroii. Kuroii bisa melihat wajah ibu tirinya itu dari dekat sekarang. Wanita itu, walaupun sudah tua. Ia tetap cantik. Wajahnya menenangkan dan tampak sangat lemah lembut.

“Selamat Ulang Tahun Jonghyun” Kata Pilok sembari tersenyum. Kuroii merasa terkejut di dalam hati, tetapi wajahnya tetap tenang. Dia sebetulnya terkejut. Bahkan dirinya sendiri lupa kalau hari ini ulang tahunnya. Setelah mengeringkan rambut, Kim Pilok meraih sesuatu dari di nampan. Sebuah kotak.

“Ini untukmu, peninggalan mendiang ibumu… ibu temukan di brankas milik ayah” Kuroii menatap kotak antik itu dengan hati-hati kemudian menerimanya. Kim Pilok meraih benda lain yang juga ada di nampan.

“Ini kadomu, dariku” Dia kembali menyerahkan kotak ke-dua. Kuroii menerimanya dengan sedikit keterkejutan dalam hati.

“Hari ini Ibu juga memasak sup rumput laut, cepat habiskan ya” Kim Pilok hendak meninggalkan kamar Kuroii. Kuroii menatap ibu tirinya itu tenang.

“Hari ini Kyuhyun pulang, aku sudah bilang padanya. Jangan lupa membawakan kadonya untukmu” Kata Kim Pilok lagi saat sampai di depan pintu.

“Arigato”

Kim Pilok kembali mendekati Kuroii setelah apa yang didengarnya barusan. Kuroii baru saja mengucapkan terima kasih padanya. Jujur, Wanita tua itu terharu. Selama bertahun-tahun Kuroii bahkan jarang sekali bicara padanya apalagi mengucapkan terima kasih. Kim Pilok yang terlalu bahagia memeluk erat Kuroii, mengecup keningnya. Kuroii sendiri penuh misteri. Baginya, Ibu dan kakak tirinya ini adalah orang-oarng yang bisa membuatnya melupakan takdirnya sebagai seorang Yakuza. Ada perasaan hangat di hatinya yang dingin.

*

            Cho Kyuhyun dengan penerbangan malam dari California tiba pagi hari di Tokyo. Dia tengah menyelesaikan pendidikannya dan kembali ke Jepang. Seperti dugaan, pengawal ayah tirinya tengah bersiap menjemput.

“Kalian menjemputku?” Katanya sambil terkekeh. Sejak dulu hingga sekarang, Kyuhyun akan merasa geli jika dijemput atau pergi kemana-mana pakai pengawal. Apa dia presiden?

Orang-orang berpakaian serba hitam itu membungkuk memberi hormat pada Kyuhyun.

“Hei! Apa kalian gila? Kalian membuatku malu. cepat tegakkan badan kalian!” Hardik Kyuhyun dan kemudian buru-buru masuk ke dalam mobil

“Dimana Jonghyun?” Tanyanya pada pengawal yang satu mobil dengannya. Pengawal itu tidak bergeming. Dia mungkin tidak tahu kalau Jonghyun itu maksudnya Kuroii.

“Apa kau pengawal baru?” Kyuhyun menepuk bahunya. Pengawal itu membungkuk.

“Oh, pantas saja… maksudku dimana Kuroii?”

“Tuan muda sedang pergi  ke kampusnya hari ini, Tuan!”

“Baiklah, kita langsung ke kampusnya saja. Aku ingin menemuinya.”

“Ah! Aku tidak ingin penghuni kampus mengira ada presiden yang datang. Jadi kalian turunkan aku disana saja. Aku akan pulang bersama Jonghyun. Sampaikan hal itu pada ibuku”

Kyuhyun turun dari mobil tanpa barang-barangnya begitu sampai di depan kampus Kuroii. Kuroii kuliah di salah satu universitas negeri terbaik Jepang di Tokyo. Disamping kehidupan kelamnya sebagai seorang Yakuza, Kuroii adalah anak yang brilliant di sekolahnya.

Kyuhyun turun berjalan masuk ke dalam kampus. Dia memahami adiknya lebih dari siapapun. Dia tahu, Kuroii ada di perpustakaan kampus membaca tumpukan buku tebal dengan tenang. Sebetulnya kegiatan ini hanya kedok dan lama-lama jadi kesenangan. Kuroii senang membaca buku-buku tebal untuk menghindari berbicara dengan orang lain. Hingga dia dikenal dengan Kuroii yang pelit bicara.

“Jonghyun!” Kuroii melotot mendengar nama itu dipanggil. Akan ada dua orang yang memanggilnya seperti itu. Kakak dan Ibu tirinya. Dan benar, dia mendapati Kyuhyun yang ceria mendekat. Kuroii spontan berdiri dan keluar dari perpustakaan. Kalau Kyuhyun sampai berisik disana dia akan kena masalah.

Annyeong!” Kyuhyun berbicara padanya dalam bahasa Korea. Kuroii menunduk pelan.

“Eiiii.. kau ini tidak berubah sedikitpun… Kau tidak rindu pada hyungmu?” Sudut bibir Kuroii terangkat. Dia senang, Kyuhyun sudah kembali.

“Ayo kita pergi makan!” Kyuhyun merangkul Kuroii dengan kasar. Kuroii dengan tenang mengikuti Kyuhyun.

*

Im Yoona gadis yatim-piatu sebatang kara itu baru saja berjalan menuju pesawat tujuan penerbangan Tokyo. Sahabatnya Yuri dengan suka hati mengantarnya ke bandara. Jika mau dihitung, selama ini Yoona hanya memiliki Yuri—sahabat sekaligus keluarganya.  Rasa takut sebenarnya menggerogoti sekujur perasaannya. Yoona harus hidup sendiri di negara yang masih terlalu asing baginya. Ia baru saja lulus SMU dan langsung mendapat tawaran beasiswa di salah satu Universitas terbaik di Tokyo.

Sebagai anak yatim-piatu tanpa peninggalan uang asuransi orang tuanya, Yoona bekerja keras untuk memperoleh beasiswa Negara secara penuh itu. Itu artinya dia tidak perlu bekerja keras untuk hidup atau kembali merepotkan keluarga Yuri lagi. Yang harus dipersiapkan adalah keberaniannya untuk memulai kehidupan baru di Tokyo,Jepang.

*

            Malam itu, Kuroii bersama beberapa orang pengawalnya malam ini mengadakan pertemuan dengan salah satu distributor gelap perusahaan senjata asal Amerika. Melakukan transaksi penyelundupan senjata yang dijual secara illegal.

“Tuan Kuroii, kau ternyata masih sangat muda” Kata pria separuh baya itu. Dia didampingi beberapa orang. Yang jelas jumlahnya lebih banyak dari Jumlah orang-orang Kuroii.  Pria itu menyalami Kuroii. Kuroii menatapnya dengan tajam tapi tetap dengan wajah tenang. Mencoba membaca dan menebak apa yang ada di pikiran pria itu. Kuroii tahu, pria ini mencoba-coba ingin melakukan kecurangan dalam transaksi mereka kali ini. dia cukup familiar dengan orang-orang seperti ini. Tak sia-sia Ayahnya Yoshimoto sering mengajaknya saat terjun langsung untuk melakukan transaksi atau aksi lainnya. Kuroii memang benar-benar dipersiapkan menjadi seorang Yakuza.

Kuroii memberikan kode pada anak buahnya memeriksa barang-barang dengan detil. Sementara dirinya berhadapan dengan pria itu.

“Bagaimana?” Tanya Kuroii sembari mendelik anak buahnya. Ada beberapa kode yang diberikan pada Kuroii sebagai bentuk komunikasi yang hanya mereka mengerti. Kuroii kembali menatap tajam pria itu. Wajahnya menggambarkan kekejaman di tengah ketenangan.

“Apa yang kalian lakukan? Bunuh mereka!”

“Tuan Kuroii!” Kuroii mengangguk sebentar ke pria yang memakai kemeja cokelat.

SWINGGGG!

Pria tua itu mengeluarkan pedangnya menimbulkan suara yang memekik di telinga. Sementara pria kemeja cokelat dan yang lain berkelahi, Kuroii sendiri dalam posisi dihadapkan dengan pria yang separuh umurnya adalah umurnya. Pria muda itu sempat tersudutkan setelah mendapat pukulan beberapa kali di perutnya. Pelipisnya mulai berdarah akibat jatuh tersungkur ke tanah. Sebelum berbalik berdiri, Kuroii menatap sebentar pria tua itu. Meneliti setiap lekuk wajahnya. Senyum tipis kemudian berhias di bibirnya yang juga bengkak dan berdarah.

“Lebih baik kau mati!”

“Tuan Kuroii!!!” Dengan cepat pedang di pinggangnya diraih.

SWEAPPPP! SWEEAPPPPP!

Bentukan X itu terbenam di dada pria tua tadi. Dia roboh begitu saja sesaat setelah Kuroii menebaskan pedangnya.

 

Suara tebasan pedang Kuroii menghentikan segalanya. Pria itu akhirnya tewas dengan dada tersayat dalam. Pedang kembali dimasukkan ke dalam sarungnya. Begitu Bos mereka tumbang, anak buah pria itu langsung dipukuli hingga tak sadarkan diri oleh anak buah Kuroii. Jumlah mereka tidak menentukan besar kekuatan mereka. Kuroii berjalan begitu saja meninggalkan anak buahnya.

*

            Dari bandara, Yoona naik bus travel menuju ke pusat kota Tokyo. Ia akan naik bus hingga ke pemberhentian terakhir dan akan dijemput oleh seseorang menuju tempat tinggal barunya di sekitar Tokyo University. Ia diterima dengan beasiswa penuh di Universitas bergengsi tersebut. Merebahkan badan sebentar di bangku bus yang nyaman bukan pilihan yang buruk. Tapi untuk tertidur dalam seperti yang dilakukannya mengantarkan gadis itu dalam masalah besar.

“Nona? Nona? Bangun! Nona?” seseorang menggerak-gerakkan tubuh Yoona yang masih tertidur pulas. Dia menyerngit mencoba mengumpulkan nyawanya. Yoona tersentak, menyadari dirinya sekarang ada di Jepang. Bukan di Korea. Pemberhentian terakhir sudah lewat beberapa blok. Bus itu sudah berputar balik kembali ke bandara. Yoona buru-buru dengan panik berlari menuruni bus mencoba mengubungi siapapun yang bisa dihubunginya.

“Halo Tuan Ayame?”

“Nona Im, Anda dimana?”

“Aku…. Tadi naik bus dan…?”

“Tenanglah… sebutkan tempat anda, saya akan kesana”

“Saya di bandara”

KLIK! Sial! Batrei ponselnya habis.

Dengan perut yang sudah keroncongan, gadis itu duduk di sebuah bangku taman. Mencoba memikirkan ide. Sembari melihat-lihat alamat tempat yang harus ditujunya.

“Tolong antarkan aku ke alamat itu”

“Baik Nona” Gadis itu memutuskan untuk naik taksi saja. Hari semakin larut dan dia tidak mungkin menunggu seharian di bandara. Tanpa ragu gadis itu meminjam ponsel milik supir taksi untuk menghubungi  pria tadi.

*

            Sebuah mobil memasuki Ryuchi , kondisi ini terlihat biasa saja. Mengingat mereka memiliki ratusan mobil disana.

“Apa yang kau bawa hari ini?”

“Lihatlah sendiri!”

“Bagus… urus dia!”

Yoona tampaknya sudah dibius sehingga masih tertidur dan harus digendong untuk disekap. Orang-orang yang membawa Yoona untuk disekap berpapasan di halaman dengan Kuroii yang baru saja keluar sehabis melapor pada ayahnya. Mereka langsung menunduk. Kuroii diam-diam memperhatikan orang yang dibawa oleh anak buahnya itu. Ini kejadian yang biasa. Setiap wanita yang dibawa ke rumah ini akan berakhir di perdagangan manusia. Ia melewati mereka begitu saja.

*

            Im Yoona mendapati dirinya baru terbangun dan sudah berada di dalam sebuah ruangan. Ia melayangkan pandangannya ke seluruh ruangan dengan arsitektur Jepang itu. Merasa heran dan bertanya-tanya dimana dia? Apa  terjadi sesuatu?

“Nona? Kau sudah bangun?” Pria yang membawa Yoona masuk.

“Dimana aku?”

“Kau sudah sampai di alamat ini!” Pria itu menunjukkan kertas milik Yoona tadi.

“Apa kau yang menggendongku kemari? Dimana Tuan Ayame?”

“Beliau sedang keluar sebentar. Makanlah ini, aku akan keluar sebentar. Ingat, kau jangan kemana mana!” Kata pria itu memperingati. Yoona mengangguk ceria tanpa tahu nasibnya saat ini.

“Tunggu? Jadi kau mengenal Tuan Ayame?”

“Tentu saja, aku bekerja untuk beliau. kebetulan sekali bukan? Tadi aku melihat nomor tujuan panggilanmu saat menelponnya, dan langsung membawamu kemari” Pria itu berbohong

“Wah! Syukurlah aku selamat! Terima kasih paman. Kapan aku bisa menemui Tuan Ayame?”

“Lebih baik kau istirahatlah, besok baru temui dia” Pria itu bangkit keluar ruangan.

Pria itu keluar dari ruangan milik Yoona. Itu memang tugasnya. Dia menjadi supir taksi palsu untuk menjerat gadis-gadis yang tersesat ke dalam Ryuchi resident dan dipersiapkan untuk dijual.

Setelah menghabiskan semua isi mangkuk, Yoona terlentang karena kekenyangan. Ini makanan Jepang pertama yang dia makan.

“Ah… aku ingin buang air kecil, aduh bagaimana ini!” Yoona panik dan langsung memberanikan diri membuka pintu ruangan. Dia lupa tentang janji pria tadi  yang menyuruhnya untuk tidak keluar ruangan. Begitu banyak lorong di rumah itu. Membuatnya bingung, ragu-ragu pintu mana yang harus dia buka.

“Bunuh penghianat ini!” Kata suara berat seseorang membuat Yoona tersentak takut.  Suara itu memang tak Ia mengerti, tapi tetap saja, dia tahu itu suara bentakan. Ia memilih bersembunyi dan melihat apa yang terjadi di hadapannya. Yoona bisa melihat seseorang menebaskan pedang ke kepala seseorang yang lain. Dan pria itu langsung tersungkur ke tanah dengan kepala setengah putus. Tanpa terasa airmatanya jatuh karena ketakutan. Rasa buang kecil kini berganti rasa takut yang berlebihan. Sebenarnya dimana dia.

Beberapa lama terdiam, Yoona akhirnya mendengar langkah-langkah kaki banyak orang mendekat. Dia memilih bersembunyi di balik pot-pot tanaman hias yang besar-besar itu sembari membekap mulutnya sendiri.

“Ada berapa stok mereka? Berikan data-data mereka padaku!”

“Baik Tuan”

“Mereka akan dikirim ke Singapura dan Thailand secepatnya” Yoona bisa mendengar percakapan orang-orang berpakaian serba hitam itu. Walau dengan bahasa Jepang setidaknya dia sedikit mengerti apa yang mereka katakana. Meski ada saja kata-kata yang miss.

“Siapa itu?” Teriak seseorang saat melihat pergerakan diantara pohon pohon hias tempat Yoona bersembunyi. Gadis itu sangat takut, jika ketahuan mungkin dia bisa dibunuh. Airmata Yoona tak berhenti mengalir. Dia harus menggigit bajunya agar suara tangisnya tidak keluar.

“Siapa itu?”

“Cepat kau urus gadis-gadis itu… minggu depan mereka akan dikirim ke Singapura!”

Orang-orang itu akhirnya pergi dari lokasi Yoona bersembunyi. Ada sedikit kelegaan di hatinya. Diam-diam Yoona berdiri dan memutuskan untuk pergi dari tempat itu. Dia akhirnya sadar, dia telah diculik paman tadi. Dan soal Tuan Ayame, ini bukan rumah Tuan Ayame yang dia maksud. Satu hal yang dia mengerti adalah, Mereka mungkin akan menjualnya juga ke Singapura.

“Aku harus segera pergi dari sini” Gumamnya sendirian. Yoona mengendap-endap untuk keluar dari Ryuchi tanpa tahu betapa besarnya tempat ini. belum lagi bahaya yang mungkin dia hadapi dan bahkan akan membahayakan nyawanya sendiri. Apapun itu, dia harus keluar dari tempat ini. Yoona menyeberangi halaman utama. Dia bisa melihat sisa-sisa darah pembunuhan tadi. Melewatinya dan kembali bersembunyi di balik semak begitu melihat segerombolan datang lagi.

“Siapa Kau!” Yoona bisa merasakan bahunya ditepuk seseorang. Lidahnya kelu seketika. Badannya panas-dingin sangat takut. Mungkin cita-citanya harus berhenti sampai disini jika dia mati sekarang. Mafia itu berhasil menangkapnya. Yoona berbalik.

“Apa kau mencoba kabur dari tempat ini?” Tanya pria itu terkekeh.

“Aku….. A…a” Yoona gugup dan sangat takut. Kali ini dia dikerumuni banyak sekali pria yang ingin menerkamnya.

“Tolong jangan bunuh saya Tuan!” Yoona menjerit menangis ketakutan.

“Jangan pernah berpikir untuk meloloskan diri dari sini! Bawa dia!” beberapa pria membopongnya dan membawa gadis itu sebelum akhirnya,

“Lepaskan dia! Dia temanku” Teriak Kuroii dari kejauhan. Membuat semua orang menoleh. Kuroii mendekati kerumunan itu, otomatis mereka menunduk memberi hormat. Yoona bisa melihat wajah dingin Kuroii yang menariknya dari sana tanpa berkata apapun. Kuroii bilang gadis itu temannya, itu artinya tidak ada yang boleh melakukan apapun pada gadis itu.

Bisik-bisik seperti itu hadir diantara para pengawal. Ini pertama kali Kuroii menyebut memiliki teman. Pria yang menculik Yoona juga merasa heran dan takut. Kalau-kalau Kuroii memintanya bertanggung jawab karena telah menculik temannya. Tapi mereka salah besar,Yoona dan Kuroii bahkan tidak saling mengenal dan baru pertama kali bertemu saat itu.

Kuroii masih mengenggam tangan Yoona. Membawanya pergi dari tempat itu. Tangan Yoona terasa dingin ketakutan. Kuroii masih mengenggam tangannya, mengajaknya ke lokasi aman di Ryuchi. Kompleks markas ini sangat besar. Menjadikan semua orang yang baru pertama kemari takkan mampu untuk keluar jika tanpa guide. Jarang sekali ada pemberontak atau sandera yang bisa lolos keluar dari Ryuchi. Pengecualian untuk Im Yoona, Kuroii membawanya keluar dari tempat itu. Menuju mobil dan mereka pergi.

*

Ting tong.

Cklek.

“Jonghyun? Kau sudah pulang?” Kyuhyun mengucak-ngucak matanya mencoba membenarkan penglihatannya. Dia bisa melihat sosok Kuroii dan seorang gadis di sebelahnya. Kuroii seperti biasa hanya diam tanpa menjelaskan.

“Masuklah” Kuroii menarik Yoona masuk ke dalam apartemen Kyuhyun. Dia terus menggenggam tangan Yoona sejak tadi.

“Sementara ini, biarkan gadis ini tinggal disini, besok aku akan menjemputnya” Kata Kuroii, Yoona sedang ke toilet.

“Siapa dia?”

“Dia… seseorang yang kukenal” Kuroii berbohong. Bahkan mereka tidak saling kenal.

“Baiklah, aku pastikan dia aman disini”

“Terima Kasih” Kuroii langsung pamit berdiri, tanpa menunggu Yoona keluar dari toilet.

“Kau mau, pergi lagi?” Kuroii menatap kakaknya sesaat. Wajah Kyuhyun menggambarkan kekhawatiran. Jika Kuroii pergi, maka yang Ia hadapi adalah maut. Kuroii kemudian mengangguk pelan.

“Jaga dirimu”

Dia menengok ke pintu toilet sebentar dan keluar begitu saja. Kyuhyun begitu kaget dengan kejadian ini. siapa gadis itu?

“Malam ini, tinggalah disini. Besok Jonghyun akan menjemputmu” Jelas Kyuhyun pada Yoona saat dia keluar dari toilet.

“Jonghyun?” Kyuhyun mengangguk.

“Jadi, sudah berapa lama kau kenal dengan adikku? Aku baru tahu adikku yang dingin itu punya teman wanita cantik sepertimu” Kata Kyuhyun sambil menyalakan TV. Im Yoona bingung dengan segenap keadaan ini. dia kemudian menceritakan segala kejadian yang dialaminya. Dari sanalah dia tahu, kalau Kyuhyun juga orang Korea. Kyuhyun sendiri tidak terlalu menjelaskan secara mendetail tentang identitasnya sebagai anak Yakuza. Dia mencari alasan agar Yoona tidak lagi menyinggung tentang Ryuchi. Ini kejadian yang sangat fatal. Orang asing seperti Yoona mengetahui tentang Ryuchi, bisa membahayakan perkumpulan Yakuza yang dipimpin ayah tirinya. Sesaat Kyuhyun tidak mengerti dengan jalan pikiran Kuroii. Kuroii dan Yoona bahkan tidak pernah saling kenal. Pasti ada alasan khusus sampai Kuroii membawanya ke apartemen Kyuhyun.

Yoona lega, begitu mendengar bahwa Kyuhyun orang Korea. Setidaknya dia lebih merasa aman bersama Kyuhyun saat ini. Dan tentang Kuroii, Yoona sangat berterima kasih padanya karena telah membawanya pergi dari tempat terkutuk itu. Kuroii menolongnya, walau mereka tidak saling kenal. Pertanyaan-pertanyaan itu terbawa hingga mimpinya. Apa ini juga tipuan?

“Kenapa Jonghyun menolong gadis itu? Apa mungkin?” Gumam Kyuhyun.

*

To be continued

 

Readers!!!

Gimana?  Weird? Absurd? Atau?  Hahaha..

Kali ini butuh banget komentar, kritik, ato saran bahkan ide mungkin? buat next chapter..

So, jangan lupa leave a comment  before close this page..

See you soon😀

 

22 thoughts on “[Freelance] Kuroii (Chap 1: Hostage)

  1. Ini kayaknya ff yg sesuai bayangan aku. Nggk terlalu singkat jalan ceritanya. Pokoknya ngeh bgt sama pikiran aku. Jdi bisa ngebayang2in
    Daebak thor!!!

  2. Mskipun Kuroii n Kyuhyun bukan saudara kandung, tp hubungan
    mereka baik2 aja, n saling mnyayangi.. Yah, walaupun Kuroii dingin
    gtu sifat.a..
    Kuroii nolong Yoona, padahal mereka belum saling kenal tuh,,
    Mungkin Kuroii udh ada firasat kalo Yoona bakal jd orang yg
    nemenin dia mngarungi kisah cinta,, he he

  3. Pingback: Featured Story: Kuroii | Im Yoona Fiction

  4. Seru bru nemu nih epep. . .hh
    j0nghyun jadi yakuza aduh gak bsa byngin nya. .ntar ada k0nflik cinta segi3 kaliya. . .ijin bca part selanjtnya. . .

  5. Absurd? Weird? Gak kok author…. terlalu merendah nii….😁😁😁 cuman emang alurnya terlalu cepat…..(menurut aku lho thor)..*abaikan… mgkn karna baru chapter awal jadi kasih semacam perkenalan ide cerita gt… tapi penasaran…. kenpa sampe kuroi ingin menyelamatkan yoona?

  6. Pingback: KUROII | YoonG-fanfic

  7. Pada dasarnya aku suka ending yg bahagia, gman klo yoneon ttp sm jonghyun hehe, berharap yoona ttp sm jonghyun thor hehe,
    Kyupa sm yuleon aja

    Lanjyt thor hwaighting 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s