[Freelance] Chaptered: Aka-Midori (Chapter 3)

akmi

Title : Aka-Midori (Chapter 3)

Author : Upleize

Genre : Romance, Family, Friendship

Length : Chaptered

Ratings : PG

Cast : Im Yoona, Lee Jonghyun

Other Cast :

Jung Yonghwa

Kim Yuna

Choi Minho

Choi Jonghoon

Ok Taecyeon.

(You also can find them by your self)

Desclaimer : Original Story, by Author and All Casts are Belong to them self.

Note : Maaf ya kalo typo. Trims buat admin yg udah mem-post, Trims Readers yg udah mau baca. Yang udah pernah baca part ini baca lagi yah.. #plak. Hahaha.. Happy Reading ^^

 

Chapter 3

 

            “Minumlah” Sangwoo memberikan kaleng juice yang baru dibukanya pada Boyoung yang tampak frustasi. Sudah dua minggu terakhir dia terlihat sangat buruk. Sanggul rambutnya tak karuan, wajahnya juga tidak berseri seperti biasa. Semua ini karena Jonghyun yang belum diketahui keberdaannya. Rasa bersalah bercampur malu pada mantan suaminya. Sekilas Boyoung memperhatikan kaleng juice itu. Sangwoo masih hafal betul minuman kesukannya. Boyoung meneguk juice-nya. Ini berkhasiat membuatnya sedikit lebih tenang. Sangwoo kembali duduk di kursi.

Mereka sehabis menengok mayat beberapa pria yang diketahui sebagai penculik Jonghyun. Mobilnya ditemukan lengkap dengan mayat-mayat yang sudah membusuk selama 2 Minggu. Tapi tetap saja, tidak ada sama sekali tanda-tanda keberadaan Jonghyun anak mereka. Keduanya diam tenggelam dalam pikiran masing masing. Bergantian meletakkan kaleng juice dan kopi di atas meja.

“Ini bukan sepenuhnya kesalahanmu, maafkan kata-kata kasarku tadi” Sangwoo angkat bicara disusul tatapan Boyoung yang dalam. Matanya kabur, dipenuhi air matanya yang hangat. Lee Sangwoo belum berubah, entah kenapa sejak dulu kata-katanya akan selalu membuat Boyoung tenang. Keegoisan yang membuat mereka harus berpisah.

“Sangwoo ssi.” Ujar Boyoung lemah

“Kau harus kuat, kita hadapi sama-sama, Kita berdoa agar Jonghyun Anak kita cepat ditemukan” Tangan hangat Sangwoo sama menguatkan seperti kata-katanya. Boyoung menyeka airmatanya dan tersenyum tipis. Setidaknya ada Sangwoo yang akan menemaninya menghadapi semua ini.

*

            “Jonghyun Wae?” Dokter Kang dan Ny. Kim memperhatikan Jonghyun yang mematung menatap kedua orang sedang duduk di seberang Lobby. Yoona ikut memperhatikan Jonghyun. Butir butir keringatnya muncul, menahan rasa sakit di kepalanya yang tak tertahankan. Dia harus bertahan, memori itu harus kembali.

“Omma… Appa..” Gumam Jonghyun. Dia berjalan cepat, kemudian berlari menuju dua orang yang sedang duduk itu.

“Jonghyun!”  Yoona berusaha mengejar. Ny. Kim dan Dokter Kang juga. Jarak mereka memang dibilang dekat, tapi semuanya susah bagi Jonghyun kecil, kepalanya sangat sakit. airmatanya tumpah. Dia harus bertahan. Itu Ayah dan Ibunya. Jonghyun ingat. Iya, Dia ingat mereka.

“Omma… Appa” Kata Jonghyun begitu berdiri di hadapan mereka.

“Jonghyun?” Sangwoo dan Boyoung berdiri dari kursi mereka. Sangat terkejut. Jonghyun tersenyum lemah. Dia berhasil, walau setelah itu, Jonghyun tak sadarkan diri dalam pelukan Ayah Ibunya.

*

15 Tahun Kemudian

“Dokter Im, tolong tanda-tangani hasil Visite ini”

“Baiklah, Terima Kasih Onnie, tolong letakkan saja di mejaku” Kata Yoona dari depan westafel. Dia sedang mencuci tangannya.

Setelah membersihkan tangannya yang basah, Yoona kembali duduk di meja kerjanya. Menandatangani semua hasil Visite yang diberikan Suster tadi. Yeah, Im Yoona kini adalah seorang Dokter umum di Rumah Sakit International di Seoul. Predikat “Im Yoona babo” sudah tidak dipegangnya lagi. Semua berubah karena tekad dan mimpinya untuk menjadi dokter.

“Tok tok tok” Seseorang mengetuk

“Masuk” Mata Yoona belum lepas dari laporan-laporan Visite-nya

“Im Yoona babo!” Tanpa melirikpun dia sudah tahu, ini pasti Jonghoon. Siapa lagi orang yang akan memanggilnya seperti itu, kecuali Jonghoon.

“Heh? Bocah!” Yoona langsung tertawa, Jonghoon belum masuk ke ruangannya, melainkan hanya mengintip.

“Ayo kita makan siang bareng!” Jonghoon masuk.

“Kau yang traktir ya?” Yoona meletakkan Pulpen-nya penuh semangat

“Iya dong, Aku ini kan orang kaya” Jonghoon dengan bangga merapikan dasi-nya.

“Hahahahha” Keduanya tertawa. Jonghoon bekerja sebagai seorang Manager Pemasaran di sebuah Perusahaan besar. Intinya, semua anak anak Panti Asuhan Ny. Kim berhasil sukses. Hanya ada tiga orang diantara mereka yang masih kuliah. Ketiga magnae mereka. Jungshin, Minhyuk, dan Minhwan. Ketiganya tinggal satu rumah dengan Yoona di Seoul. Dan Taecyeon Oppa? Dia saat ini mengepalai salah satu  Perusahaan Entertaiment raksasa Korea.

*

            Jonghoon memarkir mobilnya setelah menurunkan Yoona. Seperti biasa mereka akan makan di Restoran Sushi. Kejadian ini akan terjadi jika Jonghoon gajian, tak lupa dia juga mengajak Minhyuk, Jungshin, dan Minhwan.

“Nuna!” Panggil Jungshin. Walau dia restoran ini banyak orang, Yoona akan langsung bisa melihat Jungshin yang lehernya paling panjang. Yoona berlari kecil, cuek dengan orang orang yang meliriknya.

“Kalian sudah lama menunggu?”

“Jonghoon hyung mana?”

“Dia lagi parkir.”

“Ayo pesan, Hari ini Jonghoon gajian!”

“Seeeppp!” Minhyuk langsung melakukan ‘TOS’ dengan Minhwan. Mereka akan memesan yang paling enak di Restoran ini sebelum Jonghoon datang. Ini untuk mencegah penolakan Jonghoon akan menu-menu yang mahal.

“Aku sudah tahu! Kalian pasti pesan yang mahal-mahal!” gerutu Jonghoon saat tiba.

“Katanya orang kaya, Mana???” Seru keempatnya.

“Pletak! Pletak! Pletak!” Jonghoon menggetok kepala ketiga Magnae, dan hendak melakukannya pada Yoona juga

“Aissshhh! Pletak!” Yoona malah lebih dulu menggetok kepalanya.

“Saranghae Nuna!”

*

            “Jungshin! Jangan lupa, piringnya dicuci… Udah gak ada piring kotor lagi tuh!” Timpal Yoona sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Sehabis mandi.

“Oke Nuna!”

Yoona menekan beberapa tombol di ponselnya.

“Yoboseo, Oppa!”

“Yoona-ah Wae?”

“Oppa, apa besok Kau sibuk?”

“Ada apa?”

“Besok hari kematian Omoni, Aku ingin Kita semua bersama ziarah ke makam!”

“Baiklah, hubungi yang lain saja. Nanti Oppa pasti datang”

“Baiklah, Dah!”

Klik! Yoona menelpon Taecyeon. Besok adalah peringatan kematian Ny. Kim. 5 Tahun lalu, Ny. Kim Pil Suk meninggal dunia. Panti Asuhan beliau langsung ditutup, karena tidak ada lagi penghuninya. Yoona masuk ke kamarnya, melihat-lihat jejeran foto foto yang ada di Rak. Mengambil salah satu foto yang ber-figura merah. Foto Omoni-nya. Didekapnya Hangat, Rasa terima kasih yang tak terhingga untuk Omoni, yang telah membesarkannya dengan penuh kasih sayang hingga dia dewasa seperti sekarang.

“Omoni, Bogoshippo” Gumam Yoona sebelum dia kembali meletakkan Foto ber-figura ke tampatnya. Yoona mengambil foto lain, dipandanginya sebentar.

“Aka ssi? Jigeum Odia?” Yoona memandangi foto Jonghyun kecil. Entah kapan foto ini diambil. Foto ini Yoona peroleh dari arsip milik Ny. Kim. Sejak kejadian 15 Tahun lalu. Saat Jonghyun pingsan setelah mengenali kedua orang tuanya, itulah saat terakhir Yoona bertemu dengan Jonghyun. Jonghyun dibawa Orang tuanya dan tak pernah sekalipun ada kabar tentangnya atau kembali ke Panti.

Foto Jonghyun kembali diletakkannya. Yoona merebah di kasurnya, membuka catatan kecil dan membacanya ulang.

“Hmmm…” Desahnya pelan. Kemudian tertidur dalam.

*

            Keesokan harinya, setelah koordinasi dengan semua ‘mantan anak Panti’ mereka semua bertemu di sebuah desa kecil daerah Busan. Tempat Ny. Kim dimakamkan. Orang-orang berpakaian serba hitam secara berurutan menaiki tangga yang ada di kompleks pemakaman itu. Semuanya laki laki, terkecuali Yoona. Jumlah mereka sekitar 20 orang, dengan tenang berjalan satu per satu member salam pada mandiang Ny. Kim. Tidak ada tangisan, hanya ada sepucuk doa dari setiap individu. Berharap kehidupan selanjutnya Ny. Kim yang sudah sebagai Ibu mereka bisa  tenang, Berharap mereka bisa hidup lebih baik lagi, sesuai harapan Ny. Kim.

Setelah selesai upacara peringatan Hari kematian selesai mereka pun turun meninggalkan makam secara bersama-sama. Kegiatan ini sudah berulang lima tahun terakhir.

“Shinwoo-ya! Dimana Hongki?” Tanya Taecyeon tidak melihat kehadiran Hongki.

“Tuan Lee Hongki dan Taekyung, mereka sedang di Sydney menerbitkan buku mereka!” Jelas Shinwoo. Semua anak anak panti Ny. Kim berhasil memang.

“Mereka menelponku Hyung, Mereka bilang akan pulang 2 minggu lagi, jadi tidak bisa hadir di makam Omoni” Tambah Pria jangkung yang bernama Shinwoo itu.

“Benarkah? Mereka hebat sekali yah”

*

            “Semoga Seminar Internasional kita kali ini berjalan lancar teman-teman. Ganbatte!” Jonghyun mengepalkan tangannya sebagai bentuk pemberi semangat di dalam forum itu. Dia kali ini bertugas sebagai ketua panitia Seminar Internasional bertemakan “Neglected Tropical Disease”. Tema kali ini sasarannya adalah Negara-negara Berkembang di Asia tenggara dan Asia Timur, namun dihadiri oleh perwakilan dokter di Rumah Sakit seluruh Dunia.

Jonghyun keluar dari ruangan rapat, dan berjalan cepat menyusuri koridor. Dia ingin segera ke kamar kecil. Setelah buang air, Jonghyun merasa lega dan mencuci tangannya di Westafle. Dipandangi wajahnya di Kaca, kemudian terdiam sesaat dan tersenyum. Seakan menikmati ketampanannya sendiri.

“Dokter Lee ? Apa yang anda lakukan?” Kata seseorang yang baru keluar dari toilet. Jonghyun menoleh.

“Oh?  Konichiwa, Kapan Anda tiba?” Sapa Jonghyun kaget, begitu melihat seseorang itu.

“Aku baru tiba kemarin, Aku akan kembali bekerja kembali di Rumah Sakit ini”

“Wah sayang sekali, masa hukuman Anda sudah selesai” Kata Jonghyun sinis. Dokter Choi Minho yang juga orang Korea, sempat membuat dokter Lee Jonghyun terjerat masalah Malprakter. Baru kemudian terbukti bahwa Dia-lah yang bersalah. Akhirnya, dokter Choi Min ho dicabut ijin Prakteknya selama beberapa bulan. Dan kini hak prakteknya diberikan kembali.

“Apa Anda keberatan jika saya ada disini?” Dokter Choi menatap Jonghyun tajam.

“Tidak! Tentu saja,” Jonghyun kembali menatap ke cermin sambil merapikan rambutnya. “Yang terpenting adalah, Aku lebih tampan darimu” Kata Jonghyun lagi dengan pandangan mengejek, baru kemudian keluar dengan perasaan dongkol dari kamar mandi.

“Awas Kau Lee Jonghyun!” Dokter Choi menggerutu kesal.

*

“Im Uisanim, Anda dipanggil Direktur”

“Ada apa ya, Aku dipanggil” Yoona membenamkan pertanyaan itu di dalam hati sambil berjalan menuju Ruangan Direktur.

“Tok, tok, tok.”

“Masuk.” Yoona muncul dengan wajah berseri di hadapan Direktur.

“Ah! Uisanim, Silahkan duduk.” Kata Direktur. Yoona selalu gugup jika berhadapan dengan wajah tampan Direktur Muda ini. Jung Yonghwa Uisanim. Dia sangat muda untuk ukuran seorang Direktur Rumah Sakit. Jung Yonghwa bahkan belum menikah dan masih menjadi Idola setiap Gadis penghuni Rumah Sakit. Baik itu Dokter ataupun para Perawat. Termasuk Im Yoona. Belakangan Rumah Sakit kehadiran rumor bahwa dirinya ada hubungan spesial dengan Jung Yonghwa. Inilah yang membuat Yoona gugup setengah mati.

Yoona menunggu Yonghwa yang sangat sibuk menandatangani setumpuk berkas yang ada di atas mejanya. Tangannya tiba tiba berhenti bergerak, dan menatap Yoona.

“Ah, Maafkan Aku.. Anda mau minum apa?” Tawar Yonghwa setengah tertawa.

“Tidak usah repot-repot Uisanim” Kata Yoona cepat

“Tidak usah repot-repot bagaimana? Kalau kau mau minum sesuatu, ambil saja di kulkas itu, ada keripik juga disana. Daripada Kau bosan menungguku kan?” Kalimat Yonghwa begitu panjang. Yoona langsung berdiri melaksanakan perintah Yonghwa. Yonghwa benar, sebaiknya dia makan sesuatu, daripada bosan menunggu. Dalam hati Yoona bertanya-tanya, sebenarnya apa yang ingin dibicarakan. Apa Dia ingin melamarku? Omo! Batin Yoona mulai menggila. Sementara Yonghwa masih terus menandatangani berkas yang tak ada habisnya.

“Selesai! Haaaaah!” Yonghwa membanting berkas terakhir dengan keras. Menarik tangannya sekuat mungkin. Merenggangkan otot-otot-nya yang kaku. Yoona juga ikut mendesah lega.

“Im Uisanim, maaf menunggu lama, Aku hanya ingin bilang, kalau besok Kau temani Aku menghadiri seminar di Jepang”

“Ke Jepang?”

“Iya, Aku sudah meminta Dokter yang lain tapi mereka semua ada jadwal Operasi Besok. cuma Kau yang Free!” Timpal Yonghwa seenaknya.

“Bagaimana Anda tahu kalau Saya Free besok?” Yoona mencoba berdalih

“Heh? Aku sudah mengecek Jadwalmu di  Asistenmu” Yoona langsung kalah dan hendak pamit.

“Yoona, maafkan Aku membuang waktumu, Aku hanya bosan daritadi. Terima Kasih ya, sudah menemaniku sejak tadi, Sampai Jumpa besok!” Kata Yonghwa ceria. Dasar Direktur Gila, Jadi? Cuma ingin mengatakan hal itu, membuatku menunggu selama ini? Wah! Yoona berdecak kesal di dalam hati.

“Marah-marah cepat tua loh!” Ejek Yonghwa seakan bisa membaca pikirannya.

*

Jonghyun pulang ke apartemen-nya setelah menghabiskan seharian di Rumah Sakit. Dia merebah di Sofa Ruang TV yang empuk. Kemudian mulai bergulat dengan tombol-tombol remote TV.

“Ah! Capeknya” Katanya sembari melempar remote ke Karpet. Dompetnya terjatuh dari saku celana saat hendak mengubah posisi tengkurap. Diraihnya dompet itu, sebuah kertas kecil terjatuh.

“Apa ini?” Jonghyun membuka lipatan kertas itu.

“Nidji” Gumamnya sembari tersenyum. Itu adalah kertas  bergambar pelangi.

“Midori, apa kabar?” Lanjutnya dengan senyum masih mengembang, teringat sahabat masa kecilnya. Teringat           dulu, dirinya sering menangis karena tak pernah diijinkan kembali ke Panti asuhan untuk menemui Midori.

Drrrtt. Drrrt… drrttt.. ponselnya bergetar

“Halo?”

“Kau dimana?”

“Aku di Rumah, Hah! Hari ini sangat melelahkan, bagaimana harimu?”

“Simpan saja pertanyaanmu itu, sekarang cepat buka pintu. Aku kedinginan di luar nih” gerutu seseorang di seberang. Jonghyun segera melompati sandaran kursi dan cepat menekan tombol kunci Intercom.

Jelb! Pintu terbuka, seseorang hampir mati beku.

“Kau mengganti lagi passwordmu?” Gerutu gadis itu, sambil mengeratkan jaketnya.

“Hehehe..” Jonghyun menggaruk kepalanya tak gatal. Pura-pura menuntun si gadis untuk masuk dalam rangkulannya.

“Kenapa selalu ganti password? Kau selingkuh dariku ya?”

“Hahaha. Mana mungkin sih?” Jonghyun menuangkan air panas di cangkir yang sudah diberi bubuk coklat. Gadis itu duduk di sofa dan mulai mengganti channel.

“Awas saja kalau benar!”

“Nih, Minumlah… lepaskan jaketmu, pakai ini!” Jonghyun melempar sebuah jaket tebal

“Kau ini, selalu menyogokokku dengan hal-hal bodoh ini!” Si Gadis  menyeruput coklat panas buatan Jonghyun.

“Tapi Kau suka kan?” Jonghyun duduk di si gadis itu dan merangkul dan memegang tangannya. Gadis itu terdiam, ikut menikmati suasana hangat ini.

“Begini lebih baik?” Jonghyun meniupkan udara hangat tubuhnya pada gadis itu. Gadis itu mengangguk tersenyum. Jonghyun mengecup keningnya.

Dialah Yuna, Gadis cantik yang beberapa tahun terakhir menemani hidup Jonghyun.

*

“Aish! Pria rempong ini, dimana dia?” Yoona berkali kali mengecek arlojinya. Rasanya sudah sangat lama dia menunggu. Jonghoon yang mengantarnya ke Bandara saja sudah pulang, Jung Yonghwa bahkan belum muncul batang hidungnya.

“Im Uisanim!” Teriak Yonghwa dari jauh. Yoona yakin, Yonghwa belum menikah karena tidak ada perempuan yang akan tahan dengan dirinya yang menyebalkan. Yonghwa cengengesan tanpa rasa bersalah.

“Direktur, sebaiknya Kita cepat. Pesawat Kita hampir berangkat!” Yoona berjalan mendahuluinya.

“Yoona-yah tunggu Aku!”

*

Saat tiba di Jepang, Yoona dan Yonghwa langsung menuju Hotel. Ini pertama kali Yoona pergi ke Jepang.

“Nih Kunci kamarmu!” Yonghwa melemparkan kunci Yoona

“Maafkan Aku, Hobi-ku memang membuat orang lain kesal.. hahahaha” Yonghwa tertawa sangat keras. Yoona hanya diam. Walau bagaimanapun Yonghwa adalah Boss-nya.

“Seminarnya besok. Nanti Sore Kita Jalan-jalan, oke?” Yonghwa menyerahkan Undangan Seminar pada Yoona.

“Apa Kau yakin? Apa Kita tidak akan kesasar?” Cibir Yoona ragu.

“Hahaha! Ya! Kau meremehkanku? Tokyo ini tanah lahirku tauk!” Decak Yonghwa.

“Heh? Aku cuma mengetes, kenapa Kau begitu meledak? blee!”

“Sial! Mau Kupecat?”

“Pecat saja, lalu tidak ada lagi Doktermu yang akan cantik sepertiku!” Yoona berlenggang. Puas bisa membalas kata-kata Yonghwa.

“Hahahaha. ” Yonghwa berlari meninggalkan Yoona.

“Choding!”

Sorenya…

“Jalan Yuk!” Yonghwa berjalan mendahului Yoona. Ada suatu ketika dimana Direkturnya ini menjadi sangat tenang dan berwibawa. Yonghwa sangat rapi sore itu.

“Salah makan ya Dia?” Ujar Yoona, lalu ikut melangkah.

Yonghwa memang benar benar menguasai Tokyo. Yoona diajak berkeliling gratis. Ke tempat tempat bersejarah, Museum Robot, Menara Tokyo, dan terakhir mereka naik Gondola.

“Wah! Tokyo indah sekali yah!” Seru Yoona menikmati pemandangan Tokyo di malam hari saat berada di puncak Gondola. Yonghwa memasang tampang mengejek dengan arti Kau-itu-kampungan.

“Baru pernah kesini ya?” Timpal Yonghwa

“Iya.. Ish!”

“Heh? Kau berani dengan Boss-mu ya?”

“Choding!”

“Apa Kau bilang? Ya!” Mereka kemudian saling memukul di kepala. Yoona berdiri, Yonghwa ikut berdiri, Adu jotos (?) terjadi.

“Ya! Ya! Ya!” Teriak Yoona. Dia hampir terjatuh karena Kompartemen mereka bergoyang goyang hebat. Sontak Yonghwa mencegahnya. Yoona kini ada dalam pelukan Yoona. Wajah Yoona memerah malu. Tapi nyaman, senang, bahagia, apa lagi yang bisa menjadi deskripsi dari perasannya saat itu?

“Jangan menyukaiku.” Kata Yonghwa tajam, sembari melepas pelukannya.

“Apa maksudmu? Kau cari kesempatan untuk memelukku ya?” Yoona mulai mencari-cari alasan.

“Cih? Kau itu Jatuh Cinta padaku. Jangan berbohong!” Yonghwa menyentil dahi Yoona saat mereka kembali duduk.

“Hahaha. Mana mungkin? Choding! Bleee!” Yoona berusaha menutupi perasaan senangnya. Tinggal satu putaran lagi, mereka harus turun dari kompartemen. Yonghwa mengeluarkan sesuatu dari sakunya.

“Yoona, ini..” Yonghwa menunjukkan ponselnya pada Yoona.

“Kau mau pamer?” Pikir Yoona. Dia mengambil ponsel itu, melihat gambar yang ditunjukkan Yonghwa.

“Dia, gadis yang Aku cintai. Aku tak akan pernah mencintai Gadis lain selain Dia, jadi jangan menyukaiku.” Kata Yonghwa mantap. Sesaat Yoona terdiam, menikmati wajah Gadis yang ada di ponsel Yonghwa. Itu bukan dirinya, Gadis yang disukai Yonghwa adalah Gadis lain. Muncul penyesalan-penyesalan yang beterbangan di kepalanya. Kenapa Dia harus begitu bodoh Jatuh cinta pada Pria ini?. Yoona mungkin ingin menangis, tapi Dia menahannya. Yonghwa adalah pria yang sangat Jujur.

“Kau ini PD sekali Choding! Siapa juga yang menyukaimu?” Yoona berusaha menutupi kekecewaannya. Yonghwa tidak menanggapi hal itu, Dia mengambil ponselnya dan menarik Yoona keluar Kompartemen.

Mereka berjalan dalam diam. Menyaksikan warga Jepang yang masih sibuk walau sudah larut malam. Yonghwa enggan berkomentar. Dia paham betul Yoona menyukainya, tapi Pria ini malah tidak ingin Yoona larut dalam perasaannya sendiri.

“Midori!” Seseorang memanggil. Yoona langsung menoleh. Yonghwa ikut menoleh. Midori yang dimaksud adalah Anak Perempuan kecil yang dipanggil Ibunya. Yoona tersenyum, merasa dirinya adalah  Midori juga, Nama pemberian Jonghyun. Rasanya, Jonghyun begitu dekat saat ini.

“Memangnya namamu Midori?” Yonghwa mencoba mencairkan suasana yang daritadi kaku.

“Aku malas berdebat” Yoona mendesis dan berjalan mendahuluinya.

“Mianhe” Gumam Yonghwa pelan sambil memperhatikan punggung Yoona menjauh.

*

Akhirnya, tibalah hari Seminar. Seminar ini benar-benar besar, dihadiri hampir seluruh dokter di penjuru dunia. Yonghwa ditunjuk sebagai perwakilan sambutan dari Federasi Rumah Sakit Internasional Seluruh Asia, tentu saja Yoona yang akan mendampinginya di Panggung.

“Kau jangan malu-malu-in ya?” Dalam kondisi seperti ini Yonghwa masih terus mengejek Yoona. Yoona hanya diam. Jika terjadi pertengkaran disini, maka semua orang akan menjadikan mereka pusat perhatian.

“Teman-teman sejawat seluruhnya, Terima Kasih sudah hadir dalam seminar yang kami laksanakan ini……………” Jonghyun memberikan sambutan awal sebagai Ketua Panitia Seminar. Yoona tak begitu memperhatikan Pria yang berbicara di depan. Dia sibuk termenung, bagaimana caranya dia harus menghilangkan perasaannya pada Yonghwa. Yonghwa tak lagi mengganggunya dan langsung fokus pada kata-kata yang akan dia sampaikan.

“Terima Kasih Dokter Lee Jonghyun!” Kata MC, seusai Jonghyun berpidato. Walaupun samar, Yoona yakin, dia mendengar nama “Lee Jonghyun” disebut.

“Kau kenapa?” Yonghwa heran melihat tingkah Yoona.

*

“Yonghwa Uisanim, Aku ingin minta tolong pada Anda” Yoona langsung to the Point, saat mereka Istirahat makan siang.

“Ada apa?”

“Tolong Bantu Aku bertemu dengan ketua Panitia Acara Seminar ini!”

“APA?!”

*

“Maaf Dokter, Dokter Lee saat ini sedang meeting dengan beberapa professor, beliau dilarang berinteraksi dulu dengan siapapun!” Yoona memasang tampang kecewa. Dia kecewa karena tidak dapat bertemu orang yang bernama Lee Jonghyun itu. Yonghwa bingung dengan Yoona, dalam rangka apa gadis ini tiba tiba ingin bertemu dengan Ketua Panitia Seminar?. Kedua Orang itu berjalan keluar ruangan Jonghyun.

Beberapa menit Kemudian Jonghyun dan beberapa orang keluar ruangan. Yoona melihatnya, Jonghyun tersenyum. Dia yakin, itu Jonghyun yang Dia selamatkan 15 Tahun lalu.

“Dokter Jonghyun?” Asisten Jonghyun memanggilnya dan membisikkan sesuatu. Yoona dan Yonghwa masih memperhatikannya.

“Siapa?” Kata Jonghyun. Asisten itu langsung menunjuk kearah Yoona dan Yonghwa berdiri. Jonghyun langsung tersenyum sembari berjalan mendekat.

“Anda ada perlu dengan Saya? Dokter Jung Yonghwa, dari Rumah sakit Internasional Seoul?” Jonghyun ingat betul saat Yonghwa memberikan sambutan.

“Eh?” Yonghwa tampak bingung, kemudian melirik Yoona. Jonghyun ikut melihat Yoona yang tak dia kenali.

“Aka-ssi?” Panggil Yoona. Jonghyun tidak lagi tersenyum, Ekspresinya berubah. Antara kaget atau apapun itu. Cuma satu orang yang bisa memanggilnya dengan sebutan Aka-ssi.

To be continued

 

Gumawo ^^

*

9 thoughts on “[Freelance] Chaptered: Aka-Midori (Chapter 3)

  1. Anyeong..salam kenal aku rider baru mau ijin baca kumpulan ff nya ya chingu..ceritanya menarik aku sukaaaaaa bgt nex partnya jgn lama2 y xhingu gomawo fihgting author

  2. baca part ini malah lebih suka moment ortu nya jonghyun hahah..
    cie ketemu cie..
    siapa pacarnya jong? siapa yg di hp nya yong? Next!!!

  3. Yee…
    Akhirnya yoona ketemu sama jonghyun..
    Tp kasian yoona,,yonghwa sama jonghyun udh punya gandengan semua…
    Gmn yaa lanjutannya…
    Next..

  4. Akhirnya mereka bertemu …
    Tp knp jonghyun udah punya cewek??
    Suka sama yonghwa jg bertepuk sebelah tangan … Ckck … Kasian uri yoona ..😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s