Station [Drabble]

Station

Fanfiction by Ladyoong

Title     :  STATIOn

Main Cast    :  IM YOONA and OH SEHUN

Genre   :  HURT and ANGST

Rating  :  PG 13

Type    :  DRABBLE

Disclaimer       :

Stories are mine, pure mine. Casts belong to God not mine. Sorry for typo(s) and grammar error. Bashing and plagiator not allowed. Don’t be silent readers.

Published on :

Personal Blog with Yoona and Sehun as maincast

EXO High School with OC and  Sehun as maincast

xxx—xxx

Hujan masih turun deras di luar sana. Mengingat belakangan ini kota Seoul sering turun hujan. Beberapa kubangan air sudah tercetak jelas di sudut-sudut jalanan. Yoona menghela nafasnya untuk sekian kalinya. Masih betah menatap percikan air hujan yang menetes di kaca jendelanya. Jalanan semakin sepi dan gelap, hanya ada beberapa kendaraan yang berlalu lalang. Orang-orang akan lebih memilih berdiam diri di dalam rumah sambil menghangatkan badan mereka.

Yoona melirik kearah jam dindingnya, pukul sembilan malam. Sekali lagi, Yoona menghembuskan nafasnya pelan. Kemana kekasihnya? Kenapa belum pulang juga? Apa kekasihnya terjebak hujan sampai-sampai tidak bisa pulang?

Kedua iris cokelat itu menangkap sebuah benda di pojok ruangan. Sebuah payung biru. Yoona beranjak bangun lalu melangkah menghampiri benda tersebut. Lebih baik Yoona menjemput kekasihnya di stasiun. Yoona merapatkan jaket tebalnya serta sebuah syal merah yang melilit leher jenjangnya. Yoona nekat menerebos hujan dengan payungnya. Yoona semakin merapatkan syal merah pemberian kekasihnya itu.

Hanya membutuhkan beberapa waktu, Yoona sudah sampai di stasiun. Keadaan stasiun juga tak berbeda dengan jalanan tadi. Hanya ada sekitar lima sampai tujuh orang yang masih berteduh di sana. Yoona duduk di salah satu kursi tunggu di sana. Melipat payungnya dan menaruhnya di sebelahnya.

Malam kian larut dan hujan juga belum ujung reda. Sepertinya, hujan malam ini akan awet sampai esok pagi. Angin malam berhembus terasa begitu dingin di permukaan kulit. Dan, Yoona juga belum beranjak dari tempatnya. Kekasihnya belum kunjung datang. Sudah dua kereta yang lewat, tetapi dari penumpang yang turun tak ada kekasihnya.

“Chanyeol-ah, kenapa kau pulang telat lagi? Apa tugasmu belum selesai juga? Cepat pulang, aku sudah membuatkan makanan kesukaanmu…” gumam Yoona. Gadis bermarga Im itu mulai kedinginan. Ternyata, jaket tebal dan syal tidak cukup menahan dinginnya angin malam. Kepulan asap tipis terlihat saat ia berbicara atau menghembuskan nafas.

Yoona meraih ponselnya di saku jaketnya. Mencoba menelepon kekasihnya. Hanya ada sahutan dari operator yang menjawab panggilannya. Berulang kali ia lakukan, tapi hasilnya nihil. Chanyeol—kekasihnya–tidak mengangkat teleponnya.

“Chanyeol-ah, ayo angkat telepon dariku. Apa kau lupa lagi mengisi baterai ponselmu, huh?” Yoona kembali bergumam.

Yoona semakin merapatkan jaketnya. Mengusap kedua telapak tangannya. Jarum jam itu terus berputar, menandakan waktu semakin mendekati tengah malam. Yoona menguap beberapa kali, kedua matanya tak bisa di ajak kompromi lagi. Tapi, Yoona harus menunggu sampai Chanyeol datang. Yoona menyenderkan punggungnya di sandaran kursi di belakangnya. Dan, selanjutnya hanya ada dengkuran halus yang terdengar.

xxx—xxx

Sehun menghela nafasnya. Hatinya begitu miris melihat keadaan gadis itu. Dua tahun, apa waktu selama itu tak bisa merubah kepribadian gadis itu lagi? Sungguh, Sehun merindukan bagaimana gadis itu tersenyum, tertawa atau berbagai ekspresi lainnya. Sehun merasa kehilangan sosoknya.

Beginilah setiap malamnya. Mengikuti secara diam-diam kemana gadis itu pergi. Ia tau jelas, apa yang menjadi rutinitas gadis itu dua tahun belakangan ini. Sehun tersenyum miris. Pria berpostur jangkung itu melangkah menghampiri gadis yang di maksudnya. Ya, memang hanya ada dia dan gadis itu di sini—selain petugas malam di stasiun.

“Kau memang gadis bodoh, Im Yoona.”

Sehun menatap lekat wajah lelah itu. Jemari kanannya bergerak untuk menghalangi helain rambut tipis yang menutupi wajah cantik itu. Di liriknya sepatu putih milik Yoona, sudah kotor dengan percikan lumpur.

Di genggamnya jemari Yoona, terasa sangat dingin. Sehun merutuk dalam hati. Sebenarnya apa yang ada di dalam pikiran gadis ini? Bodoh atau apa? Sehun segera mengangkat tubuh Yoona dan membawanya pergi dari stasiun. Sebelum gadis itu mati kedinginan di sana.

xxx—xxx

Yoona melenguh pelan. Perlahan kedua matanya terbuka perlahan. Menyesuaikan dengan cahaya yang masuk ke dalam retina matanya. Menatap sekelilingnya sembari memegangi kepalanya yang terasa agak berdenyut. Ini kamarnya. Ya, tak salah ini kamarnya. Lalu di mana Chanyeol?

“Chanyeol? Chanyeol? Kau dimana?” Yoona beranjak dari tempat tidurnya. Baru saja ia ingin melangkah keluar, pintu kamarnya terbuka. Menampilkan Sehun di belakangnya.

“Kau sudah bangun rupanya,” Sehun tersenyum tipis, lalu berjalan untuk menaruh semangkuk bubur dan segelas susu hangat.

“Sehun-ah, dimana Chanyeol? Apa dia sedang menonton tv?”

Sehun menghela nafasnya, “Yoona-ya, sampai kapan kau akan seperti ini?”

“Apa maksudmu?”

“Berhenti bersikap seolah Chanyeol itu masih ada. Chanyeol sudah lama tiada. Dan, kau tau itu, Im Yoona. Kumohon, berhenti menyiksa dirimu seperti ini!”

“Tidak! Chanyeol masih hidup! Kau tak tau apa-apa, Oh Sehun!” emosi Yoona mulai tersulut dengan ucapan Sehun barusan. Ia menggeleng tidak percaya.

“Tidak ada Park Chanyeol lagi! Itu semua takdir, Im Yoona!”

“BOHONG! Aku tidak percaya tentang berita yang menyangkut Chanyeol! Chanyeol masih ada! Dia sudah berjanji akan secepatnya pulang untukku!”

“Chanyeol tidak akan kembali! Chanyeol sudah tewas di sana! Mau sampai kapan kau menunggunya pulang hah?? Tiga tahun? Empat tahun? Atau berpuluh-puluh tahun? Chanyeol sudah meninggalkan kita semua, selamanya. Itu kenyataan, Im Yoona!”

Yoona berteriak histeris. Menutup kedua telinganya rapat-rapat. Perlahan tubuhnya jatuh terduduk di atas lantai marmer, kedua kakinya tidak kuat lagi menahan berat badannya. Bahunya naik-turun seiring dengan isakan yang lolos keluar dari bibirnya.

Sehun mengacak rambutnya frustasi. Mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Bukan maksudnya membentak, tapi hanya ingin menyadarkan Yoona. Sehun menghampiri Yoona dan menarik tubuh gemetar itu kedalam dekapannya. Kedua iris hazel itu juga ikut meneteskan air mata. Ia mengerti bagaimana perasaan Yoona saat ini. Sangat mengerti malah.

Sehun ingat tentang hari itu, hari dimana semuanya merubah sosok Im Yoona. Park Chanyeol, pria yang menjadi kekasih Yoona serta saudara tiri bagi Sehun. Chanyeol memang memutuskan mengambil wajib militernya lebih cepat. Entahlah, apa yang menjadi alasan bagi pria itu. Yoona memang tidak keberatan akan semua itu. Tapi, satu tahun setelah Chanyeol masih wajib militer sebuah berita yang tidak di harapkan datang. Park Chanyeol di beritakan meninggal tepat di medan perang. Memang saat itu kondisi antara dua negera sedang dalam memanas.

Semua keluarga besar Park merasa terpukul dengan berita tersebut. Terlebih Yoona, gadis itu masih belum percaya kalau kekasihnya sudah tiada. Apalagi acara pertunangan mereka berdua sudah ada di depan mata. Semenjak itu, Yoona selalu menganggap Chanyeol akan pulang untuknya. Selalu menjemputnya di stasiun yang di janjikan Chanyeol.

Dan, sosok Sehun selalu ada di sana. Selalu ada di sebelah gadis itu. Lebih dari satu kali, Sehun pernah menemukan Yoona ingin melakukan aksi bunuh diri. Kapan Yoona melihat ke arahnya? Sehun, pria itu sejak lama menaruh rasa pada Yoona. Jauh sebelum Chanyeol mengenal Yoona. Tapi sampai kapanpun, Im Yoona hanya dapat melihat kearah Park Chanyeol bukan Oh Sehun.

—THE END—

Halo~ YoonHun shipper put your hands up! Muehehe.__.  gimana? nyesek gak? wkwk semoga dapet sama feelnya>//< sekuel? belom ada kepikiran. Alasennya masih sama, saya masih ngutang ff yang belom selesai.__.v RCL mumumumu :*

14 thoughts on “Station [Drabble]

  1. aigo…miris bnget cinta sehun gx trbalas u.u
    ksihan..tp klu trus brda d sisi yoona psti nnt yoona luluh kok,dan nerima semua….
    nice ff :3

  2. Feelnya dapet😥 Kasihan yoona, masih terbayang dengan chanyeol dan tdk bisa menerima kenyataan. Terlebih sehun, dia seolah tak terlihat oleh yoona. Nice fic!

  3. sukaa~~. tapi kasian yah Yoona-nya, Sehun Juga apalagi😦
    simple tapi ngena🙂

    Semangat Author-nim~~, ditunggu buat FF yang lainnya yah😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s