[Freelance] Chaptered: Aka-Midori (Chapter 1)

akmi

Title : Aka-Midori (Chapter 1)|Author : Upleize

Genre : Romance, Family, Friendship|Length : Chaptered|Ratings : PG

Starring : Im Yoona, Lee Jonghyun

Desclaimer : Author’s own plot

Note : ff ini pernah diposting di ffcnblueindo.wordpress.com dengan judul yang sama dan baru dipublish sampai chapter 4. So, yang udah pernah baca stay cool aja yeah #ceileh. Thanks reader, admin juga.  Happy Reading all J

Aka-Midorii

 

Mobil itu menabrak pembatas jalan. Pengemudi tak dapat mengendalikan arah kemudinya lagi hingga mobilnya melesat jatuh ke Jurang. Terguling-guling menuruni tebing hingga berhenti dalam keadaan terbalik. Semua penumpang meninggal di tempat, kecuali anak itu. Anak kecil seusia 8 Tahun. Entah bagaimana caranya, anak itu hanyut mengikuti aliran sungai yang ada di sekitar situ, masih dalam keadaan pingsan.

            “Heh? Sudah, jangan sedih lagi, ayo kita pulang.” Ajak Changmin mengorek-ngorek bahunya.

“Shiro Oppa” Yoona menolak. Dia takut, saat pulang nanti Ibu Panti akan memarahinya lagi. Dia masih melempar-lempar batu kecil di Sungai.

“Kau takut Omoni marah lagi?” Changmin menebak. Yoona mengangguk. Gadis kecil itu dimarahi karena terus-terusan mendapat nilai jelek di Sekolah. Entah kenapa, diantara semua penghuni Panti Asuhan, dia yang paling tidak memiliki kepintaran sama sekali. Kesulitan membaca dan menulis menjadi ciri khasnya.

“Jadi? Kau mau tinggal disini?”

“Hmm..” Yoona mengangguk. Changmin menatap langit. Burung burung sudah mulai berpulang. Langit sudah sangat Orange. Tak ada yang bisa menentang keinginan gadis keras kepala ini kecuali Ibu Panti.

“Huuuuh!” Desah Changmin. Dia kemudian berjalan meninggalkan Yoona yang masih tidak peduli dengan keadaan sekitar. Dia akan melapor pada Ibu Panti.

            Yoona masih melempar batu batu kecil ke air. Menjadikan bentuk-bentuk cipratan air yang sangat senada dengan gemericik air sungai. Wajahnya tampak murung. Tidak peduli sekeras apapun dia berusaha—ini menurut pemikirannya—dia tetap akan menjadi anak yang bodoh. Rasa bersalah dan kecewa menyelimutinya.

Yoona duduk di sebuah batu besar di tengah Sungai. Sesaat Ia fokus melihat langit yang sudah mulai gelap. Dan kemudian Ia kembali lagi bermain air. Tak ada rasa takut sedikitpun. Ini dunianya.

“Eh? Apa itu?” Mata Yoona menangkap sesuatu. Sebuah massa putih yang berada tak Jauh dari tempatnya duduk. Karena Penasaran, Yoona maju mendekati massa putih itu. Dia merogoh tas kecil yang selalu di bawanya. Meraih Senter kecil untuk memperjelas massa putih apa yang melekat pada batu itu.

“Ahhhhhhhh!” Yoona menjerit saat melihat massa putih tadi ternyata adalah sebuah tangan. Dia terbelalak dan jatuh ke air. Tubuhnya lengkap basah.

Disisi lain, Ibu panti dan beberapa anak laki laki terkejut dan mempercepat langkah mereka saat mendengar jeritan Yoona dari kejauhan.

Yoona memberanikan diri untuk melihat tangan itu lebih dekat lagi. Dia pikir, jika ini mayat seseorang, maka dia harus menyelamatkannya dan menguburnya dengan baik. Walau penuh rasa takut, Yoona berjalan mengitari batu, mencari cari anggota tubuh yang lain. Pasalnya, Cuma tangan yang muncul ke permukaan. Dengan senter yang dipeganginya erat, Yoona bisa melihat rambut yang bergoyang goyang mengikuti aliran air. Matanya melebar, meraih beberapa helai rambut dan menariknya. Menjadikan kepala si Korban terangkat. Tanpa berpikir lagi, Yoona berusaha sekuat tenaga menyandarkan Korban di batu. Sekarang Dia bisa melihatnya. Tampaknya korban ini seusia dengannya.

Dengan napas terengah-engah, Yoona segera berlari berniat meminta bantuan.

“Im Yoona! Kau Kenapa?” Yoona menabrak Ibu Panti. Dia langsung memeluk beliau dan menangis tersedu sedu.

“Kenapa?” Ibu panti masih penasaran. Dia memeluk erat gadis kecil ini. Tangisannya makin keras.

“Wae?” Ibu panti melepas pelukannya dan bertanya lebih pelan. Anak laki laki yang bersamanya tadi serius memperhatikan adegan ini.

“Mianhe Omoni” Yoona dengan lancar mengucapkan permohonan maafnya. Ibu Panti kembali memeluknya

“Gwenchana, Ayo kita pulang!”

“Anio..” Yoona teringat Mayat itu.

“Omoni…” Yoona ragu ragu

“Hm? “

“Disana… er.. disana..” Yoona menunjuk ke arah Sungai

“Disana kenapa..? ada apa disana?”

“Aku menemukan Mayat!”

“Apa?”

Mereka semua berlari ke Sungai. Yoona mengajak semua orang menuju batu besar tempat mayat. Ibu panti dengan sigap memeriksa keadaan korban.

“Dia masih hidup! Taecyeon, Changmin, ayo bawa dia ke rumah..”

            Sudah dua hari ini laki laki kecil yang mereka temukan di Sungai terbaring di tempat tidur. Dia belum sadar juga. Dan sudah dua hari ini Yoona tidak bermain di luar karena sibuk menungguinya.

“Omoni, apa dia sudah sadar?” Yoona terengah engah berlari saat pulang sekolah.

“Belum tuh… kau mandi dulu, baru boleh jenguk dia!”

“Oke!” Ibu Panti tertawa melihat aksi Yoona gadis kecilnya. Yoona adalah satu satunya anak perempuan yang ada di Panti Asuhan itu. Pasalnya semua penghuni Panti adalah anak Laki laki. Dia ditinggalkan orang tuanya sejak masih bayi di Panti Asuhan ini dengan nama Im Yoona. Ny. Kim Pil Suk adalah seorang perawat yang mengabdikan diri sebagai Ibu Panti Asuhan di desa kecil itu.

            “Hei… Kapan kau akan bangun! Ayo bangun!” kata Yoona pelan, dia duduk di tepi tempat tidur menunggui Pria Kecil yang mereka temukan di Sungai. Pria kecil itu tak bergerak. Wajahnya putih bersih tapi ada luka luka lecet kecil, mungkin terkena benturan semasa hanyut.

“Wah! Dia bahkan lebih putih dariku” Yoona mensejajarkan tangannya dengan tangan pria kecil itu. Membandingkan kecerahan kulit mereka.

“Gimana mau putih coba? Mainannya saja Layang-layang!” Ny. Kim masuk.

“Eh? Omoni! Hehehe..” Yoona terkekeh malu. Semua ini karena dia tidak memiliki teman perempuan disini.

“Dia belum sadar juga ya!” Ny. Kim duduk di samping Yoona sambil memperhatikan Pria Kecil itu.

“Iya, padahal aku ingin sekali tahu namanya”

“Kita doakan saja semoga dia cepat sadar!” Yoona mengangguk. Ny. Kim membelai rambut panjangnya.

“Tuan Wite (Maksudnya White) cepatlah sadar!” Kata Yoona tanpa rasa bersalah

“Tuan Wite?” Ny. Kim mengerutkan kening tak mengerti

“Iya, Tuan Wite. Dia kan putih banget Omoni. Jadi Putih Bahasa Inggrisnya Wite” Jelas Yoona polos.

“Hahahah. ya! Babo!” Ny. Kim menjitak kepala Yoona sembari tertawa menyaksikan kebodohan gadis kecil ini.

“Omoni Sakit!” Jerit Yoona.

            “Nyonya.. Mobil penculiknya jatuh ke Jurang!”

“Apa? Bagaimana dengan Jonghyun? BAGAIMANA ANAKKU?” wanita muda itu mengguncang guncangkan tubuh orang suruhannya itu sambil terisak hebat. Orang suruhan itu tidak mampu mencjawab apapun yang bisa membesarkan hatii majikannya.

“Sekarang mobil itu masih dalam proses pencarian!”

“Oh tidak!” Wanita muda itu kemudian tak sadarkan diri. Kesedihan terlalu dalam dirasakannya. Anak satu satunya di Keluarga itu telah diculik dan kini mobil penculiknya Jatuh ke Jurang. Tidak ada yang mengetahui keberadaan anak itu sekarang. Entah dia mati atau masih hidup. Sunggung tidak ada yang tahu.

            “Im Yoona, ayo bangun, hei! Pindah ke kamarmu sana!” Jonghoon mengguncangkan tubuh Yoona yang tertidur pulas di samping tempat tidur Tuan Wite-nya. Yoona bergerak sedikit. Tangannya kesemutan karena beberapa jam menopang kepalanya.

“Jonghoon Wae?” Yoona memperhatikan Jonghoon yang sebaya dengannya itu tengah berdiri di hadapannya. Dia membersihkan salivanya yang meleler hingga pipi.

“Apanya yang Wae? Cepat tidur di kamarmu sana!”

“Ah! Iya. “ Yoona buru buru berdiri, kemudian memperhatikan Tuan Wite.

“Hmm.. dia belum sadar juga” Kata Yoona. Jonghoon ikut memperhatikan Tuan Wite

“Eh? Dia bergerak?” Kening Tuan Wite mengerut. Jari-jarinya bergerak perlahan.

“Tuan Wite???”

“Aku akan memanggil Omoni!” Jonghoon berlari menemui Ny. Kim

            Kini semua anak berkumpul di kamar Tuan Wite. Tak terkecuali Yoona. Dia yang paling antusias dengan hal ini. Tuan Wite-nya sadar.

“Nak, kau tidak apa apa?” Tanya Ny. Kim hati hati. Tuan Wite tampak bingung dengan keadaan. Dia memperhatikan semua wajah asing yang ada di sana. Ada pria pria kecil hingga yang berusia remaja. Cuma ada satu gadis kecil disana. Seusianya.

“Sa… sa… sa..ya dimana?”

“Anak anak, kalian keluar dulu, biar Omoni bicara dengannya” perintah Ny. Kim begitu memahami situasi ini. Pria kecil ini mungkin kebingungan. Beliau memutuskan untuk mengorek informasi tanpa gangguan. Anak anak patuh dan segera keluar dari ruangan itu.

            Suasana pagi di Panti Asuhan tidak jauh berbeda dari pagi sebelumnya. Dengan seragam lengkap semua orang siap pergi ke sekolah. Mereka duduk bersama di meja makan sambil membincangkan tentang banyak hal, tentang sekolah atau apapun itu. Tapi untuk pagi ini, Cuma ada satu topik yang mereka bicarakan. Yaitu, topik tentang Tuan Wite yang baru sadar semalam. Yoona sendiri sangat penasaran dengan pria kecil yang dinamainya Tuan Wite itu.

Tak lama kemudian. Ny. Kim masuk ke ruang makan dengan seseorang. Tuan Wite. Tentu saja. Bisa terlihat, wajahnya sembab sehabis menangis. Seketika itu, suasana riuh berubah menjadi tenang.

“Selamat Pagi Anak – anak..”

“Selamat Pagi Omoni!”

“Jonghyun, ayo duduk di dekat Yoona!” Ny. Kim menunjuk sebuah bangku di dekat Yoona. Dengan patuh Tuan Wite duduk di samping Yoona. Yoona penasaran dan terus memperhatikan wajah Tuan Wite-nya.

“Jonghyun, sementara waktu akan tinggal disini” kata Ny. Kim. Suasana kembali berisik, sebagai penggambaran reaksi terkejut.

“Tenang semuanya…” suasana kembali tenang.

“Taecyeon, bisa ikut Aku ke kantor sebentar?” Taecyeon mengangguk sambil berdiri.

“Jonghyun, Kau sarapan dulu ya, omoni tinggal sebentar!” Ny. Kim berjalan meninggalkan ruang makan diikuti Taecyeon. Suasana kembali Riuh. Semua anak mengerumini Jonghyun. Si Tuan Wite. Yoona tak sedikitpun melepaskan pandangannya pada Jonghyun. Dan Jonghyun? Pria kecil ini makan dengan tenang. Di lubuk hatinya yang paling dalam Dia menyimpan rasa kesedihan yang mendalam. Sungguh tak ada yang tahu apa yang sudah dia bicarakan dengan Ny. Kim. Mau tak mau, seorang Lee Jonghyun harus menerima kenyataan bahwa saat ini dia akan tinggal di Panti Asuhan kecil di Desa.

To be Contiuned.

Thank You ^^

11 thoughts on “[Freelance] Chaptered: Aka-Midori (Chapter 1)

  1. ff deerburning muncul lagi disini :3 jonghyun oppa tenang masih ada yoona unnie :33 wkwk part 2 cepetan dikirim thor😉 fighting^^9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s